Mulai usia 1 tahun, susu pertumbuhan merupakan salah satu sumber makanan yang penting untuk melengkapi kebutuhan nutrisi si Kecil. Namun, beberapa anak mungkin tidak mau minum susu karena sudah terbiasa dengan proses penyapihan. Pada saat seperti ini, Bunda jangan menyerah, ya. Ada beberapa cara yang bisa Bunda lakukan agar si Kecil mau terus minum susu.
Penyebab Anak Tidak Mau Minum Susu
Susu pertumbuhan merupakan salah satu sumber nutrisi yang baik selama periode emas si Kecil. Karena kandungan nutrisi utamanya seperti kalsium, protein, dan zat besi penting untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak yang pesat di 3 tahun pertamanya.
Sebagai contoh, kalsium dibutuhkan untuk pertumbuhan dan pembentukan tulang dan gigi yang kuat selama masa kanak-kanak. Sementara itu, asupan protein hewani dalam susu mengandung asam amino esensial yang dapat membantu meminimalisir risiko terjadinya stunting.
Kandungan zat besi dalam susu juga berguna untuk banyak proses yang ada dalam tubuh anak, mulai dari memperkuat sistem imun tubuh sampai mengoptimalkan fungsi kognitif si Kecil.
Pada umumnya pun, anak-anak berusia 1-2 tahun harus minum susu untuk membantu memenuhi asupan lemak sehat yang dibutuhkan untuk mengoptimalkan perkembangan otak, sehingga baik untuk mendukung kesiapan si Kecil belajar.
Melihat begitu banyaknya manfaat minum susu untuk anak mulai di usia 1 tahun ini, tentu Bunda tidak ingin si Kecil melewatkannya, kan? Meski begitu, ada beberapa alasan kenapa anak bisa enggan minum susu.
Selain karena sudah kenyang, mengantuk, atau ingin bermain, berikut ini beberapa penyebab lain yang Bunda perlu ketahui:
1. Anak Tidak Suka Rasa dan Teksturnya
Salah satu alasan utama mengapa anak tidak mau minum susu ialah karena ia tidak menyukai rasanya.
Sebab setelah disapih, anak-anak umumnya membangun “keterikatan” dengan rasa dan tekstur ASI yang khas. Di sisi lain, beberapa susu yang dijual di pasaran memiliki variasi rasa dan tekstur yang tidak familiar di lidah anak-anak.
Jadi jika si Kecil tidak mau minum susu, cobalah ganti dengan susu pertumbuhan yang rasanya mirip ASI, yaitu gurih dan tidak terlalu manis dengan tekstur yang lebih encer dibandingkan dengan susu sapi biasa.
Bunda bisa memberikan susu pertumbuhan terfortifikasi seperti SGM Eksplor 1+ yang tersedia dalam rasa madu dan vanila lezat, pasti disukai si Kecil.
SGM Eksplor 1+ mengandung lebih banyak nutrisi dengan zat besi 3x lipat, DHA 100%, minyak ikan tuna, dan double protein. Dukung si Kecil lebih cepat tanggap dan tumbuh lebih tinggi.
Baca Juga: 8 Nutrisi Penting untuk Tumbuh Kembang Anak Sehat
2. Belum Terbiasa Minum dengan Gelas
Selain karena rasa dan tekstur susu yang masih “asing” di lidahnya, cara minum pun mungkin memengaruhi ketidaksukaan si Kecil. Jika selama ini ia terbiasa minum susu langsung dari puting Bunda atau dengan botol dot, ia mungkin kaget dengan cara penyajian menggunakan gelas.
Keengganan di masa transisi ini cukup wajar, kok, Bun, dan hanya soal kebiasaan. Jadi untuk membantu si Kecil belajar minum susu dengan gelas, coba dulu sajikan di sippy cup (cangkir plastik yang memiliki moncong pipih dengan beberapa lubang dan biasanya dilengkapi dengan gagang untuk pegangan).
Sippy cup punya banyak model serta desain dan warna yang menarik untuk anak-anak sehingga si Kecil lebih tertarik untuk coba minum dari cangkir ini.
Semakin besar, kemampuan minum anak juga meningkat, kok. Jadi, dengan sendirinya ia mau beralih untuk minum dari gelas biasa seperti orang dewasa pada umumnya.
3. Alergi Susu Sapi
Beberapa anak mungkin menunjukkan reaksi alergi terhadap susu yang mengandung protein sapi, sehingga ia tidak mau untuk meminumnya.
Jika anak tidak mau minum susu karena alergi, jangan dipaksa, ya, Bun. Alergi susu sapi umumnya akan menyebabkan mual, muntah, kram perut, kolik, hingga diare. Selain itu, alergi susu sapi sama seperti alergi pada umumnya yang akan menimbulkan ruam pada kulit dan akan membuat si Kecil menjadi tidak nyaman.
Lebih baik, pastikan anak mendapatkan asupan kalsium dan nutrisi penting lainnya dari sumber alternatif makanan selain susu.
Baca Juga: Kalsium dan Vitamin D, Kunci Perkembangan Motorik si Kecil
4. Tidak Dapat Mencerna Laktosa
Laktosa merupakan gula alami yang terdapat dalam susu sapi. Susu pertumbuhan yang terbuat dari susu sapi pun bisa mengandung laktosa.
Nah, di dalam usus terdapat enzim laktase yang bertugas memecah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa. Setelah terpecah, glukosa dan galaktosa akan diserap oleh usus dan digunakan oleh tubuh sebagai sumber energi dalam proses metabolisme.
Hanya saja, tubuh beberapa anak memang tidak dapat mencerna laktosa dengan baik. Hal ini dapat menimbulkan beberapa gejala pencernaan seperti mual, perut kembung, diare, bahkan kram perut.
Masalah pencernaan yang bikin tidak nyaman perut ini bisa membuat si Kecil tidak mau mencoba minum susu lagi.
Jika si Kecil tidak mau minum susu karena intoleransi terhadap laktosa, Bunda bisa coba beralih ke susu pertumbuhan yang terbuat dari isolat protein soya atau alternatif susu nabati lainnya, seperti susu kacang. Akan tetapi, selalu konsultasikan dulu dengan dokter sebelum mengganti susu si Kecil, ya!

Baca Juga: Kenali 3 Kebaikan Formula Pertumbuhan Soya untuk si Kecil yang Alergi Protein Susu Sapi
Cara agar Anak Mau Minum Susu
Mengajarkan anak untuk terbiasa makan dan minum dengan benar menjadi tantangan berat bagi Bunda, apalagi anak mulai menolak minum susu.
Meskipun penting untuk menerima bahwa si Kecil mungkin tidak memiliki minat untuk mengonsumsi susu, ada langkah yang dapat Bunda ambil untuk membantu anak mengembangkan kebiasaan minum susu yang benar.
Untuk mendorong anak agar mau minum susu, ada beberapa cara yang bisa Bunda terapkan sebagai berikut.
- Cobalah kenalkan jenis makanan berbahan dasar susu kepada anak dan biarkan si Kecil mengembangkan seleranya. Misalnya Bunda dapat memberikan yogurt dan keju. Si Kecil tidak hanya mendapatkan nutrisinya, tetapi juga akan lebih terbuka untuk mencoba susu.
- Ganti cara menyajikan susu dengan berbagai hidangan menarik seperti smoothie yang mencampurkan buah dan susu agar anak tergoda untuk meminumnya karena rasa yang lebih enak.
- Gunakan wadah minum yang unik seperti mug bergambar, atau dot dengan sedotan yang dapat memudahkan si Kecil meminumnya.
- Jika si Kecil tidak menyukai aroma susu, Bunda dapat memberikan sedikit sari vanila, bubuk buah kering, atau campuran lain agar mendapatkan aroma yang lebih disukai anak.
- Libatkan si Kecil dalam memilih dan membuat susu untuk meningkatkan minatnya. Bunda dapat ajak si Kecil memilih gelas atau sedotan yang disukainya, atau biarkan ia menuangkan susu ke dalam gelasnya sendiri. Hal ini dapat memberikan rasa memiliki dan meningkatkan motivasi anak untuk minum susu.
- Ajak minum susu bersama-sama juga dapat menjadi motivasi anak untuk mencoba minum susu. Bunda dapat mengajak si Kecil untuk minum susu dan melakukan kegiatan ini secara rutin.
- Jangan langsung memberikan secangkir penuh susu untuk dihabiskan si Kecil, mulailah dengan sedikit demi sedikit atau bertahap tapi teratur. Jika sudah mulai tertarik, si Kecil mungkin akan semakin menyukainya.
- Jika anak terbiasa dengan rasa ASI, cobalah berikan susu formula yang rasa dan teksturnya mendekati ASI.
Nah, itu dia beberapa penyebab dan cara agar anak mau minum susu. Namun, ingatlah bahwa setiap anak memiliki preferensi dan kebiasaan makan-minum yang berbeda-beda. Penting untuk tetap sabar dan menghormati pilihan si Kecil, sambil mencari cara yang kreatif untuk memperkenalkan susu dan nutrisi penting lainnya ke dalam pola makan si Kecil.
Jangan lupa daftarkan diri Bunda jadi member Klub Generasi Maju untuk dapatkan beragam promo serta penawaran menarik seputar susu SGM!