Anemia tidak boleh disepelekan. Itu sebabnya Bunda perlu lebih bijak dalam memilih makanan untuk anemia pada anak yang kaya zat besi dan vitamin C agar dapat mencegah dan mengatasi kekurangan darah.
Mengapa Zat Besi Penting untuk Cegah Anemia?
Tubuh membutuhkan zat besi untuk memproduksi hemoglobin, yaitu protein pada sel darah merah yang menyalurkan oksigen dan zat gizi ke seluruh sel-sel tubuh.
Kekurangan zat besi membuat hemoglobin menurun, kurang pasokan oksigen ke sel-sel tubuh, dan anemia pun terjadi. Efeknya, anak lebih mudah lelah, pucat, hingga sulit fokus belajar.
Cek apakah kebutuhan zat besi (iron) anak sudah cukup atau belum di Kalkulator Zat Besi, gratis! Hanya dengan menjawab 7 pertanyaan singkat, Bunda bisa langsung tahu seberapa besar risiko kekurangan zat besi pada si Kecil.
Baca juga: 5 Jenis Anemia yang Umum pada Anak dan Pencegahannya
Daftar Makanan untuk Anemia pada Anak
Makanan untuk anemia pada anak harus tinggi zat besi. Zat besi terdiri dari dua jenis, yaitu zat besi heme (sumber hewani) dan zat besi non-heme (sayur dan buah-buahan).
1. Sumber Zat Besi Hewani (Besi Heme)
Jenis zat besi hewani mudah diserap tubuh. Sekitar 15–35% asupan zat besi heme diserap dan mampu memenuhi 10% dari kebutuhan zat besi harian.
Berikut daftar makanan pencegah anemia pada anak dari sumber hewani.
|
Makanan
|
Kandungan Zat Besi
|
Keterangan
|
|
Daging Merah
|
- Sapi: 2,7 mg/100 mg
- Kambing: 1 mg/0,25 ons
|
Mudah diserap tubuh
|
|
Hati
|
- Hati ayam: 3,6 mg/potong
- Hati sapi: 8,9 m/potong ukuran sedang
|
Salah satu sumber zat besi tertinggi
|
|
Sarden
|
2,9 mg/100 gram
|
Juga kaya protein untuk tumbuh kembang
|
|
Tongkol
|
1,63 mg/100 gram
|
Sumber zat besi heme
|
|
Telur
|
1 mg/butir
|
Mengandung zat besi heme dan non-heme sekaligus
|
|
Tuna
|
1 mg/85 mg
|
Kaya omega-3, kolin, dan berbagai mineral
|
|
Kerang
|
17% kebutuhan harian /100 gram
|
Juga sumber omega-3 untuk otak
|
|
Daging Ayam
|
0,8 mg/100 gram paha ayam
|
Tinggi protein
|
Baca juga: Manfaat Hati Ayam untuk MPASI dan Rekomendasi Resepnya
2. Sumber Zat Besi Nabati (Non-Heme)
Beberapa sayur dan buah juga merupakan makanan untuk anemia pada anak. Meski zat besinya lebih sulit diserap, kombinasi dengan vitamin C bisa membantu penyerapannya.
Berikut daftar sayur dan buah penambah darah untuk anak.
|
Makanan
|
Kandungan Zat Besi
|
Keterangan
|
|
Bayam
|
2,7 mg/100 gram
|
Juga mengandung vitamin C
|
|
Bit
|
0,8 mg/100 gram
|
Tinggi vitamin C dan kalsium
|
|
Kacang merah
|
5,2 mg/100 gram
|
Kaya serat dan protein
|
|
Kismis
|
4 mg/100 gram
|
Tinggi serat untuk cegah sembelit
|
|
Oatmeal
|
4,5-6,6 mg/0,75 cangkir
|
Kaya serat dan pengganti nasi
|
|
Tahu
|
3 mg/126 gram
|
Tinggi protein dan kalsium
|
|
Kacang tanah
|
4,6 mg/100 gram
|
Kaya lemak sehat dan protein
|
|
Almon
|
5,3 mg/100 gram
|
Kaya omega-6
|
|
Kcaang mete
|
7,8 mg/100 gram
|
Tinggi lemak sehat
|
3. Sumber Makanan Vitamin C
Vitamin C bantu meningkatkan penyerapan zat besi, terutama zat besi non-heme. Kombinasi makanan kaya vitamin C dengan zat besi bantu cegah anemia sekaligus meningkatkan daya tahan tubuh anak.
Berikut makanan untuk cegah anemia yang kaya vitamin C.
|
Makanan
|
Kandungan Vitamin C
|
Manfaat Tambahan
|
|
Jeruk
|
21,2 mg/100 gram
|
Kaya air untuk penuhi kebutuhan cairan
|
|
Jambu biji
|
228 mg/100 gram
|
Kaya serat, tekstur lembut, cocok untuk tambahan MPASI
|
|
Mangga
|
36,4 mg/100 gram
|
Kaya beta-karoten untuk kesehatan mata
|
|
Kiwi
|
58,8 mg/100 gram
|
Tinggi folat untuk jaga kadar hemoglobin
|
|
Stroberi
|
59,6 mg/100 gram
|
Tinggi antioksidan untuk sistem imun
|
|
Pepaya
|
60,9 mg/100 gram
|
Tekstur lunak, kaya serat untuk atasi sembelit
|
|
Nanas
|
58,6 mg/100 gram
|
Kaya bromelain untuk penyembuhan luka
|
|
Paprika merah
|
142 mg/100 gram
|
Tinggi vitamin A
|
|
Paprika hijau
|
99,5 mg/100 gram
|
Kaya serat
|
|
Brokoli
|
89,2 mg/100 gram
|
Tinggi vitamin K, folat, dan serat
|
|
Tomat
|
17,8 mg/100 gram
|
Tinggi beta-karoten
|
|
Lemon
|
53 mg/100 gram
|
Menambah citarasa MPASI
|
Tips: kombinasikan sayur dan buah kaya vitamin C dengan sumber zat besi nabati untuk mempercepat penyerapan zat besi berkali-kali lipat.
Tips Memberikan Makanan untuk Anak Anemia
Untuk memaksimalkan manfaat makanan untuk anemia pada anak, ada beberapa hal yang perlu diketahui, apa saja?
1. Gunakan Teknik Memasak yang Tepat
Gunakan teknik memasak dengan mengukus atau memanggang dengan microwaveagar kadar zat besi atau vitamin C terjaga.
Vitamin C larut dalam air sehingga merebusnya akan membuang zat gizi tersebut. Kadar zat besi berkurang jauh lebih sedikit saat menggoreng dan merebusnya.
Hindari memasak terlalu lama yang bisa merusak kandungan vitamin C dan zat besi untuk anak anemia.
2. Gunakan Alat Masak Besi
Studi menunjukkan, alat masak dari besi cor (cast iron) meningkatkan kadar zat besi dan penyerapannya hingga 1,5–3,3 kali lipat.
Peningkatan ini membuat kadar sel darah merah lebih tinggi daripada orang yang tidak mengonsumsi makanan dari alat masak terbuat dari besi cor.
3. Berikan Asupan Zat Besi Hewani Minimal 2x Sehari
Untuk memenuhi kebutuhan zat besi anak, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan asupan zat besi hewani minimal dua kali sehari.
IDAI menyatakan, anak tumbuh sangat cepat sehingga rentan kekurangan zat besi, apalagi jika ia mengonsumsi makanan untuk anemia pada anak dari hewani kurang dari 2x.
4. Kombinasikan Sumber Hewani dengan Nabati
Makanan untuk anemia pada anak terdiri dari sumber hewani dan nabati.
Selalu sajikan porsi makanan yang beragam untuk memenuhi kebutuhan gizi hariannya. Asupan makanan yang beragam pun penuhi kebutuhan berbagai vitamin dan mineral lainnya.
Contohnya, sup dengan isian daging sapi, kacang merah, dan brokoli lalu berikan buah jeruk atau mangga potong setelah makan.
5. Hindari Makanan Penghambat Penyerapan Zat Besi
Ada beberapa kandungan yang menghambat penyerapan zat besi untuk anak anemia, berikut daftar sumber dan kandungan penghambatnya:
Bila si Kecil ingin minum susu, beri jeda waktu selama 2 jam agar zat besi bisa diserap dengan optimal.
Bila ingin memasak biji-bijian, rendam dulu semalaman, buang air rendaman, ganti air baru, lalu rebus biji-bijian. Proses ini bisa mengurangi kadar fitat.
6. Kombinasikan dengan Vitamin C
Vitamin C juga jadi makanan untuk anemia pada anak karena membantu penyerapan zat besi nabati.
Untuk itu, konsumsi makanan penambah darah dengan asupan tinggi vitamin C, seperti jeruk, stroberi, tomat, dan brokoli.
Sajikan juga kaya asam folat, seperti alpukat, pisang, dan sayuran hijau. Asam folat turut membantu produksi sel darah merah.
Selalu berikan seporsi makanan yang bisa menambah darah dari hewani dan nabati untuk meragamkan asupan gizi harian.
Apakah Cukup Hanya Dengan Makanan untuk Mengatasi Anemia Pada Anak?
Tidak selalu. Bila anak sudah dinyatakan anemia, dokter mungkin akan memberikan suplemen yang mengandung berbagai zat gizi, seperti zat besi, vitamin C, vitamin B12, dan folat.
Makanan untuk anemia pada anak berperan untuk mendukung pemberian suplemen agar penyembuhan optimal.
Makanan yang bisa menambah darah juga menjaga kadar zat besi, folat, dan vitamin B12 pada si Kecil agar terhindar dari kekurangan hemoglobin.
Baca Juga: 7 Opsi Pengobatan Anemia Defisiensi Besi pada Anak
Apakah Susu Bisa Membantu Mencegah Anemia?
Ya, susu pertumbuhan tinggi zat besi dapat membantu mencegah anemia jika diformulasikan dengan vitamin C. Kombinasi zat besi dan vitamin C membantu tubuh menyerap zat besi hingga 2x lipat lebih optimal untuk mencegah kekurangan zat besi.
Selain itu, pilih susu pertumbuhan yang dilengkapi juga dengan DHA 100% Berkualitas, Minyak Ikan Tuna, omega 3&6, vitamin D, kalsium, zinc, dan nutrisi penting lainnya untuk dukung tumbuh kembang maksimal si Kecil.
Jangan ragu untuk daftar jadi member Klub Generasi Maju sekarang untuk dapatkan akses gratis ke ratusan artikel parenting yang terverifikasi ahli, fitur pendukung tumbuh kembang anak, hingga konsultasi 24 jam bersama para ahli. Dengan jadi member, Bunda juga berkesempatan dapat hadiah menarik dari setiap pembelian produk SGM!