GTM (Gerakan Tutup Mulut) adalah kondisi ketika anak menolak makan dengan menutup mulut atau memilih tidak menyentuh makanan. Situasi ini umum terjadi pada usia 1–5 tahun dan bisa dipicu oleh tumbuh gigi, rasa bosan, takut mencoba makanan baru, hingga gangguan kesehatan tertentu. Penanganannya perlu kesabaran serta variasi strategi agar anak kembali mau makan.
Apa Itu GTM (Gerakan Tutup Mulut) pada Anak?
GTM (Gerakan Tutup Mulut) adalah kondisi ketika anak menolak makan, biasanya dengan cara menutup mulut, menjauhkan makanan, atau tidak mau mencoba apa pun yang disajikan.
Anak GTM juga dapat memalingkan wajah ketika disuapi makanan, atau menyembur dan melepeh makanan yang sudah masuk ke dalam mulut.
Istilah ini umum dipakai orang tua untuk menggambarkan fase mogok makan pada anak.
GTM Dimulai dari Usia Berapa?
GTM biasanya mulai muncul pada usia 1-3 tahun, yang kadang bisa berlanjut hingga usia 5 tahun.
Pada fase ini, anak mulai lebih mandiri, punya preferensi makanan sendiri, dan sensitif terhadap tekstur atau rasa baru sehingga mogok makan lebih sering terjadi.
GTM berbeda dengan picky eater dan feeding disorder. Anak picky eater masih mau makan tapi cenderung pemilih.
Sementara feeding disorder jauh lebih serius karena anak kesulitan makan dan minum, sehingga mengganggu asupan nutrisi dan berdampak pada tumbuh kembangnya.
Ciri-Ciri Anak GTM
Anak yang sedang GTM biasanya menutup mulut, menghindar saat disuapi, menangis ketika makan, hanya mau jenis makanan tertentu, melepeh makanan, atau sampai muntah.
Secara umum, tanda anak GTM adalah sebagai berikut:
- Menutup mulut rapat-rapat.
- Memalingkan wajah saat disodori sendok.
- Menggembungkan pipi atau melepeh makanan.
- Menyemburkan makanan yang sudah ada di mulut.
- Menangis atau marah saat melihat sendok diarahkan ke mulut.
- Menolak duduk di kursi makan karena tahu tiba waktunya untuk makan.
Penyebab Anak GTM (Gerakan Tutup Mulut)
Ada banyak faktor yang menyebabkan si Kecil tidak mau makan. Berikut penjelasan rincinya:
1. Ada Fase Tumbuh Kembang
GTM sebenarnya cukup umum terjadi pada anak usia usia 1 sampai 3 tahun (usia batita).
Walaupun demikian, bukan berarti boleh dibiarkan. Bunda perlu menanganinya dengan tepat supaya si Kecil tidak tumbuh menjadi anak yang pilih-pilih makanan (picky eater).
Sebab, picky eater dalam jangka waktu panjang dapat memengaruhi status gizi anak. Apabila hal itu terjadi, pertambahan berat dan tinggi badan anak menjadi tidak optimal.
2. Jadwal Makan Tidak Teratur
Jadwal makan yang tidak teratur membuat anak sulit merasakan lapar dan kenyang dengan baik. Hal ini yang membuatnya cenderung menolak makan saat waktu makan tiba.
Jadwal makan berantakan juga bisa membuat si Kecil merasa kenyang karena waktu makan terlalu berdekatan.
Tubuh anak membutuhkan pola yang teratur agar lebih mudah merasakan kenyang dan lapar.
3. Terlalu Banyak Susu
Mungkin Bunda panik ketika melihat anak tidak mau makan sehingga memberikan susu sebagai makanan pengganti. Dengan pemikiran, yang penting perutnya terisi.
Padahal, langkah ini justru membuat si Kecil semakin sulit makan. Susu dapat membuat selera makan anak menurun karena saat jam makan berikutnya tiba, perutnya masih kenyang.
Selain itu, susu lebih mudah ditelan dan rasanya enak. Dengan demikian, anak cenderung lebih memilih minum susu dalam jumlah banyak daripada makan makanan utama supaya kenyang.
4. Terlalu Banyak Camilan Manis dan Junk Food
Kepanikan melihat anak mengatupkan mulutnya rapat-rapat ketika disuapi terkadang membuat Bunda sering memberikan junk food seperti biskuit cokelat, keripik, mie instan, atau nugget.
Langkah ini justru bisa jadi bumerang. Sebab junk food cenderung rendah nutrisi, tetapi tinggi gula, garam, dan lemak jahat. Kandungan ini bisa tingkatkan risiko gigi rusak, masalah ginjal, dan obesitas.
Rasa tajam dan ‘nagih’ dari junk food juga cenderung membuat anak tidak menyukai rasa makanan sehat. Dengan begitu, gerakan tutup mulut anak semakin parah.
Baca Juga: Anak Tidak Mau Makan Nasi, Bolehkah Minum Susu Saja?
5. Bosan dengan Menu yang Itu-Itu Saja
Walaupun masih kecil, anak juga bisa bosan apabila makanan yang disajikan terlalu mirip dari hari ke hari. Jadi, Bunda perlu lebih kreatif dalam membuat menu makanan anak GTM.
Selain itu, kadang makanan yang terlalu hambar atau teksturnya kurang ‘menyenangkan’ juga menjadi penyebab anak menolak makan.
6. Lingkungan Makan Penuh Distraksi
Lingkungan yang memiliki terlalu banyak distraksi dapat membuat anak tidak mau makan. Sebab fokusnya akan beralih ke benda-benda yang menurutnya menarik.
Benda yang pada umumnya menyebabkan distraksi adalah televisi, radio, mainan, smartphone, tablet, hingga perobotan rumah yang bergerak. Contohnya kipas angin dan gantungan pintu.
7. Terbiasa Makan Sambil Bermain atau Jalan-Jalan
Mungkin Bunda sering mengajak anak makan sambil jalan-jalan. Melihat kucing yang lewat, ayam yang mengais-ngais tanah, atau anak yang lebih besar bermain bola.
Kebiasaan ini ternyata juga dapat membuat perhatian anak teralihkan. Dengan begitu, ia hanya mau makan ketika dalam keadaan ‘tidak sadar sedang disuapi’.
Dengan begitu, ia tidak dapat belajar merasakan makanan, mengunyah, dan menelan dengan baik.
8. Takut Mencoba Makanan Baru
Terkadang si Kecil takut pada bentuk, warna, bau hingga tekstur makanan yang baru pertama kali dilihat. Ia khawatir akan menemukan rasa yang tidak menyenangkan saat mencobanya.
Oleh karena itu, ia menolak untuk makan. Hal ini wajar terjadi dan Bunda tidak perlu memaksanya untuk mencoba.
9. Porsi Makanan Terlalu Banyak
Anak GTM kadang ketakutan ketika melihat piring yang disodorkan di depannya penuh dengan nasi dan lauk yang banyak. Sebab, ia bingung bagaimana cara menghabiskannya.
Oleh karena itu, anak cenderung memilih untuk menyerah bahkan sebelum mulai makan. Ia tidak ingin menyentuh makanan tersebut sama sekali.
10. Trauma Makan
Anak mungkin memiliki pengalaman makan yang tidak menyenangkan sehingga menganggap makan sebagai suatu aktivitas yang tidak menyenangkan. Ini bisa terjadi ketika ia pernah mengalami setidaknya satu dari kondisi berikut:
- Dipaksa menghabiskan makanan di dalam piring.
- Dimarahi saat makanan tidak habis.
- Dipaksa memakan makanan yang belum familiar.
- Selalu diberi porsi yang sangat banyak.
- Mengkritik makanan pilihan anak.
11. Sedang Tidak Enak Badan/Sariawan/Tumbuh Gigi
GTM adalah kondisi yang tidak bisa ditebak, Bun. Kemarin mungkin si Kecil tampak lahap, tapi hari ini justru sebaliknya ia terlihat tidak bersemangat makan.
Jika ini terjadi, coba periksa apakah anak sedang sakit, ada sariawan di mulut, bahkan tumbuh gigi.
Kondisi-kondisi ini bisa membuat nafsu makannya menurun, hingga akhirnya menolak makan. Biasanya, setelah kondisinya membaik maka nafsu makannya juga akan ikut membaik.
12. Gangguan Pencernaan
Gangguan pencernaan seperti sembelit atau GERD dapat membuat perut anak terasa kembung, tidak nyaman, bahkan mual. Bahkan, anak bisa jadi rewel dan sulit duduk tenang saat makan.
Semua ketidaknyamanan ini akhirnya membuat anak menolak makan karena merasa tidak lapar.

Baca Juga: 10 Penambah Nafsu Makan Anak yang Bergizi
Cara Mengatasi Anak GTM Supaya Mau Makan Lagi
GTM bisa membuat berat badan sulit naik dan energi anak berkurang karena asupan nutrisi tidak terpenuhi. Berikut beberapa cara untuk mengatasi anak yang sedang menolak makan:
1. Buat Jadwal Makan yang Teratur
Anak hanya akan makan ketika ia sudah merasa lapar. Maka itu, penting bagi Bunda membuat jadwal makan makanan utama, camilan, dan minum susu yang jelas.
Dengan demikian, ketika waktu makan si Kecil tiba, ia tidak sedang merasa kenyang. Gunakan waktu pengosongan lambung sebagai pedoman pembuatan jadwal.
Berdasarkan IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), si Kecil perlu waktu 200 menit untuk mencerna makanan padat dan 150 menit untuk mencerna makanan cair.
2. Batasi Durasi Makan Maksimal 30 Menit
Kadang anak makan hingga lebih dari 1 jam karena Bunda ingin seluruh isi piringnya habis. Sebaiknya Bunda menghentikan kebiasaan makan ini meski anak sedang susah makan.
Pasalnya, durasi makan terlalu lama dapat membuat anak masih merasa kenyang saat jam makan selanjutnya tiba. Alhasil, anak GTM.
Habis tidak habis, singkirkan piring ketika sudah 30 menit. Jangan beri camilan sebagai ganti makanan utama yang tidak habis. Dengan begitu, ia akan lebih lahap di jam makan berikutnya.
3. Kurangi Camilan dan Minuman Manis
Supaya nafsu makan si Kecil terhadap makanan utama membaik, Bunda perlu mengurangi camilan yang terlalu tinggi gula dan garam.
Ganti dengan camilan sehat yang dibuat sendiri. Contohnya puding mangga, es krim buah naga, keripik apel, roti pisang, apel potong dengan selai kacang, dan lain sebagainya.
Kurangi juga pemberian minuman manis seperti jus buah, minuman kemasan, dan soda. Minuman tersebut menurunkan nafsu makan si Kecil sehingga membuat kebiasaan ini semakin parah.
Baca Juga: 15 Cemilan Anak 1 Tahun yang Homemade dan Bergizi
4. Sajikan Makanan Semenarik Mungkin
Makanan anak GTM perlu dibuat semenarik mungkin agar menggugah selera makannya. Namun, makanan harus tetap sehat dan bernilai gizi seimbang.
Misalnya, Bunda bisa membuat bola-bola nasi yang dicampur dengan wortel parut dan hati ayam. Bola-bola nasi tersebut digoreng sehingga teksturnya kriuk-kriuk dan disukai anak.
Supaya lebih menarik, beri bola-bola nasi mata dan mulut menggunakan saus tomat agar nampak seperti burung kecil. Kemudian, susun di atas telur dadar yang dibentuk seperti sarang.
5. Berikan Susu Secukupnya
Susu pertumbuhan sangat diperlukan anak untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Namun, hindari memberikan susu bila anak susah makan secara berlebihan, bahkan sampai bertujuan untuk mengganti makan.
Ketika diberikan secara berlebihan, anak akan merasa kenyang ketika jam makan utama tiba. Berikan susu paling tidak 2 jam sebelum jadwal makan utama.
Jumlah maksimal susu yang boleh dikonsumsi oleh anak usia 1-3 tahun adalah sekitar 500-600 ml dalam satu hari.
6. Kenalkan Makanan Baru Sampai 10-15 Kali
Pada umumnya anak perlu mencoba 10-15 kali supaya bisa menikmati cita rasa makanan baru dengan baik. Maka dari itu, Bunda perlu telaten mengenalkannya pada berbagai kesempatan.
Olah makanan baru menjadi berbagai hidangan, campurkan dengan makanan favorit anak, dan contohkan untuk memakannya secara langsung.
7. Biarkan Anak Makan Sendiri
Apabila si Kecil masih disuapi, kali ini Bunda dapat membiarkan ia makan sendiri. Selain melatih motorik anak, makan sendiri dapat bantu tingkatkan motivasi makan anak.
Biarkan juga anak mengambil lauk sendiri dari mangkuk saji. Beri 2 pilihan makanan sehat. Biarkan ia mengambil mana yang disukai.
Jangan lupa untuk memberikan alat makan yang sesuai dengan usianya supaya aman dan lebih mudah digunakan. Beri bantuan jika si Kecil membutuhkan.
8. Ajak Makan Bersama Keluarga
Anak-anak adalah pengamat dan peniru ulung. Maka untuk mengatasi anak GTM, Bunda dapat mengajaknya makan bersama keluarga.
Selama makan bersama, anak akan mengamati bagaimana Bunda, Ayah, dan anggota keluarga lain menikmati makanan yang disajikan.
Hal tersebut akan mendorong anak untuk mencoba berbagai makanan baru dan menyukai makanan sehat yang dimakan bersama.
9. Libatkan Anak dalam Proses Memasak
Supaya anak lebih semangat makan, Bunda bisa melibatkan anak dalam proses memasak. Minta anak melakukan tugas sederhana seperti mengeluarkan bahan-bahan dari kulkas.
Kemudian ajak anak mencuci sayur-mayur, mengaduk telur, atau menuang air ke dalam panci yang akan digunakan untuk merebus.
10. Jangan Memaksa Makan
Walaupun anak baru makan 1-2 suap, jangan paksa ia terus makan jika si Kecil mulai menunjukkan gelagat menolak makan.
Bunda bisa tunggu 10-15 menit. Kemudian tawarkan lagi makanan tanpa memaksa atau membujuk. Jika ia tetap menolak, hentikan makan.
Cara ini akan menurunkan risiko trauma makan serta melatih anak mengenal rasa lapar dan kenyang secara alami.
11. Ciptakan Suasana Makan yang Tenang
Makan yang tenang dan nyaman akan membantu si Kecil menikmati proses makannya sampai nantinya terbiasa dengan sendirinya.
Bunda dan Ayah bisa mulai dengan mengajak anak makan bersama di meja makan. Buat suasana lebih menyenangkan dengan sesekali mengobrol sambil menunjukkan kalau Bunda dan Ayah sangat menikmati makanan yang tersaji di meja.
Tujuannya agar anak tahu bahwa ia tidak makan sendiri, dan semua orang menyukai waktu makan.
12. Variasikan Tekstur dan Warna Makanan
Anak usia dini sangat tertarik dengan segala hal yang tampak menarik di matanya. Nah, memvariasikan tekstur dan warna makanan dapat membuat tampilan hidangan lebih menarik sehingga anak lebih bersemangat untuk mencoba.
Selain itu, mengenalkan beragam tekstur membantu anak terbiasa dengan sensasi berbeda saat makan, sehingga ia tidak mudah menolak makanan baru.
Cara ini juga mendukung perkembangan kemampuan mengunyah dan menelannya agar lebih optimal.
13. Pastikan Anak Cukup Tidur
Tidur yang cukup membuat tubuh anak lebih bertenaga dan suasana hatinya lebih stabil, sehingga ia biasanya lebih bersemangat dan tidak rewel saat diajak makan.
Sebaliknya, kurang tidur justru membuat anak lebih menginginkan makanan-makanan manis, tapi enggan makan makanan utama yang sudah Bunda sediakan.
Baca Juga: Cara Ampuh agar Anak Mau Makan Sayur, Bunda Perlu Tahu!
Kapan Bunda Harus Khawatir?
Menerapkan upaya yang tepat dengan kesabaran ekstra diharapkan dapat membantu Bunda melalui fase GTM anak dengan lebih cepat dan mudah.
Namun, GTM adalah kondisi yang sebaiknya tidak disepelekan bila sudah menunjukkan tanda berikut:
- Hanya mau makan dengan porsi sangat sedikit maupun jenis makanan tertentu.
- Terus-menerus menolak makanan.
- Menolak makan sebagian besar makanan.
- GTM berlangsung lebih dari 4-6 minggu.
- Muntah setiap makan.
- Anak tampak lemas.
- Berat badan tidak naik lebih dari 2 bulan.
- Anak menolak semua makanan padat, dan hanya mau minum susu.
Anak yang mengalami GTM bisa kekurangan nutrisi, membuat berat badan sulit naik dan energi menurun. Kondisi ini juga berisiko menghambat pertumbuhan serta memicu kebiasaan makan yang buruk.
Yuk, daftar jadi member Klub Generasi Maju sekarang untuk dapatkan akses gratis ke ratusan artikel parenting dan tips pemenuhian gizi anak yang terverifikasi ahli, fitur pendukung tumbuh kembang anak, hingga konsultasi 24 jam bersama para ahli. Dengan jadi member, Bunda juga berkesempatan dapat hadiah menarik dari setiap pembelian produk SGM!