Facebook Pixel Code 13 Cara Melatih Anak Berjalan yang Tepat dan Aman

13 Cara Melatih Anak Berjalan yang Tepat dan Aman

Disusun oleh: Tim Penulis

Diterbitkan: 30 Januari 2019

Diperbarui: 22 September 2025

10 - 12 Bulan
Tumbuh Kembang
Cover Image of 13 Cara Melatih Anak Berjalan yang Tepat dan Aman

 

Menerapkan cara anak cepat jalan penting sebagai salah satu upaya pencapaian milestone tumbuh kembang bayi. Bayi umumnya mulai lancar berjalan di usia 9-18 bulan, tapi setiap anak memiliki waktunya sendiri. Yuk, simak cara melatih anak cepat berjalan di artikel ini!

Tanda Anak Siap Belajar Berjalan

Di usia sekitar 9-12 bulan, bayi umumnya akan menunjukkan tanda bahwa ia siap belajar berjalan. Berikut ciri yang bisa Bunda perhatikan:

  • Mampu membangkitkan tubuhnya untuk berdiri sendiri.
  • Berhasil berdiri selama beberapa detik tanpa berpegangan meski kemudian jatuh kembali.
  • Bisa merayap atau berpegangan pada furnitur untuk menuntun saat berjalan.
  • Bisa berjalan beberapa langkah sendiri tanpa berpegangan. 

Cara Melatih Anak Berjalan di Rumah

Umumnya, anak mulai belajar jalan tanpa pegangan di usia 10 bulan, meski ada pula yang baru memulainya di usia 12 bulan atau lebih. Berikut cara anak cepat jalan yang bisa Bunda coba di rumah:

1. Biasakan Duduk Tanpa Sandaran

Tanda siap berjalan adalah memastikan tulang belakang yang tegak. Bunda bisa coba membiasakan si Kecil duduk tanpa sandaran.

Coba dudukkan ia di lantai tanpa bersandar ke tembok, Bun. Cara ini dipercaya dapat membantu duduknya lebih tegak serta memudahkan belajar berjalan nantinya.

2. Dorong Anak untuk Berdiri Tegak

Bunda bisa bantu si Kecil berdiri tegak sebagai cara anak cepat jalan. Caranya, posisikan tubuh Bunda berlutut di hadapannya, rentangkan tangan Bunda dan pegang kedua tangannya.

Selama beberapa detik, dorong anak agar kuat berdiri tegak dan biarkan ia menjejakkan kedua telapak kaki dengan mantap tanpa bantuan.

3. Biarkan si Kecil Bermain di Lantai

Buat bayi tetap aktif dengan membiarkan si Kecil bebas bergerak di lantai. Misalnya bayi berdiri di lantai dan Bunda meletakkan mainan favoritnya di sofa. 

Aktivitas ini merangsang bayi belajar melangkahkan kakinya dan mendukung tubuhnya menjadi lebih kuat. Bayi juga bisa bebas menjelajah, belajar, dan mengeksplorasi dunia di sekitarnya. 

Membuat bayi tetap aktif mendukung si Kecil mendapatkan otot lengan dan kaki yang kuat, sehingga ia akan mencapai tonggak perkembangan sesuai dengan usianya.

Baca Juga: Ini Pentingnya Stimulasi Motorik untuk Bayi Menurut Dokter

4. Bantu si Kecil agar Bisa Berdiri

Menarik tubuh ke posisi berdiri sambil berpegangan pada furnitur menjadi salah satu tanda si Kecil siap berjalan. Bunda bisa mendorong bayi agar bisa memposisikan dirinya ke posisi berdiri. 

Caranya, dudukkan bayi di dekat furnitur kemudian arahkan bayi untuk menarik tubuhnya ke posisi berdiri sambil berpegangan. Pastikan furnitur yang dipegang si Kecil kuat dan kokoh agar tidak jatuh. 

5. Berikan Mainan yang Bisa Didorong

Bunda bisa jadikan kursi plastik, atau mainan yang dapat didorong dan yang dapat ditarik tali, sebagai alat latihan berjalan.

Cara anak cepat jalan melalui permainan sederhana ini ampuh menumbuhkan semangat dan keberaniannya untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain dengan kakinya sendiri.

Namun, sebaiknya Bunda tetap mengawasinya karena ada kemungkinan si Kecil terjatuh, terjungkal, atau tersandung ketika sedang latihan mendorong.

6. Berjalan Merambat di Sofa

Berjalan merambat di sofa menjadi salah satu cara untuk mendukung bayi cepat berjalan. Posisikan si Kecil berdiri dan tangannya berpegangan pada sofa. 

Letakkan mainan kesukaannya di ujung sofa dan dorong bayi untuk meraih mainannya. Bila bayi belum berdiri dengan tegap, Bunda bisa memegang pinggangnya untuk membantunya. 

Bila si Kecil sudah bisa berjalan merambat di sofa, dorong ia untuk melepaskan salah satu tangannya sembari memancing si Kecil untuk mengambil mainannya. 

7. Pegang Tangan Anak saat Belajar Jalan

Memasuki usia belajar berjalan, dorong keberanian bayi untuk melangkahkan kaki dengan cara menuntunnya perlahan. 

Bunda bisa berdiri menghadap si Kecil sambil memegangi kedua tangannya, lalu bantu ia berjalan ke arah Bunda.

8. Letakkan Mainan di Hadapannya

Untuk cara anak cepat jalan selanjutnya, letakkan benda atau mainan favorit beberapa langkah di depannya atau bisa juga dicoba di posisi yang lebih tinggi. 

Misalnya meletakkan mainan di atas meja atau kursi, untuk “memancing” agar ia mau berjalan mengambilnya. 

Jika si Kecil sudah bisa meraihnya, ambil dan pindahkan mainan ke jarak yang agak jauh dengan ketinggian yang sama. Dengan cara ini, ia jadi ‘dipaksa’ untuk mencoba berjalan meraih mainannya.

9. Biarkan Bayi Bertelanjang Kaki

Biarkan si Kecil melangkahkan kaki tanpa menggunakan alas seperti sandal atau sepatu, sebagai stimulasi tepat agar ia cepat berjalan. 

Tujuannya adalah untuk bantu menyeimbangkan koordinasi tubuh, sehingga ia lebih mantap melangkah dan mengoordinasikan kedua kakinya. 

10. Latih di Permukaan Tidak Rata

Cara anak cepat jalan lancar berikutnya adalah ajak ia jalan di bidang yang permukaannya tidak rata. Misalnya naik-turun tangga, atau di bidang yang agak menurun dan menanjak.

Langkah ini dapat bantu menstimulasi kekuatan, koordinasi, dan keseimbangan otot-otot kaki dan tungkainya. 

11. Latih dengan Bermain Bola

Ajak si Kecil menendang bola perlahan sambil berdiri, atau memberikannya bola saat ia sedang belajar berjalan.

Gerakan ini melatih keseimbangan, koordinasi otot kaki, sekaligus membuat proses belajar jalan jadi menyenangkan.

12. Ajak Anak Berjalan ke Arah Orang Tua

Cobalah duduk berhadapan dengan Ayah atau Bunda, lalu panggil si Kecil agar berjalan menghampiri. 

Meski mungkin ia tidak langsung mau di awal, tapi perlahan-lahan cara ini diharapkan bisa menumbuhkan rasa percaya diri dan semangatnya untuk melangkah sendiri.

13. Gunakan Musik atau Lagu Anak

Cara anak cepat jalan lainnya yang bisa Bunda upayakan yakni dengan memutarkan lagu favorit atau musik yang ceria lalu ajak si Kecil bergoyang mengikuti irama. 

Aktivitas ini membantu koordinasi tubuh, keseimbangan, serta membuat latihan berjalan terasa seperti bermain.

Baca Juga: Kenali Red Flag Usia 10-12 Bulan dan Cara Mengatasinya

Tips untuk Orang Tua dalam Melatih Anak Jalan 

Kunci utama sebagai cara anak cepat jalan adalah konsisten serta sabar dalam mendampingi dan melatih si Kecil. Agar proses belajar berjalan lebih lancar, terapkan tips di bawah ini:

1. Hindari Penggunaan Baby Walker

Baby walker justru bisa menghilangkan minat anak untuk berjalan. Bahkan, alat ini justru bisa menyebabkan bayi terluka. 

American Academy of Pediatric telah melarang melatih anak berjalan menggunakan baby walker untuk mencegah risiko jatuh, terbalik, bahkan terguling di tangga. 

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) juga tidak menyarankan penggunaan baby walker karena dapat mengurangi keinginan anak untuk berjalan. 

Penggunaan baby walker lama-lama juga dapat mengganggu kerja otot tungkai atas (paha) dan pinggul si Kecil. Padahal, tungkai atas dan pinggul sangat penting untuk ia bisa berjalan dengan seimbang.

2. Kurangi Aktivitas dengan Stroller

Meletakkan bayi terlalu lama di stroller, bouncer, atau perangkat lain yang mengekang bayi bisa menghambat perkembangan si Kecil. 

Penggunaan berbagai perangkat tersebut bisa mencegah bayi bergerak aktif atau bereksplorasi. Akibatnya kekuatan otot menurun hingga perkembangan motorik tertunda. 

3. Ciptakan Area Bermain yang Aman

Cara anak cepat jalan berikutnya adalah siapkan area di rumah yang aman untuk si Kecil bergerak, misalnya dengan cara:

  • Pasang karpet busa yang tidak terlalu keras dan tidak terlalu lunak supaya ia bisa nyaman berjalan.
  • Singkirkan barang yang berpotensi mengganggu ruang geraknya, seperti meja, kursi, barang pecah belah, dan kabel-kabel listrik.
  • Batasi akses gerak anak dengan menutup pintu atau memberikan gerbang khusus di bibir tangga (jika ada).
  • Lindungi setiap ujung perabotan dengan karet pelindung (rounder) agar tidak membahayakan si Kecil ketika mencoba merambat.

4. Hindari Memaksa Anak untuk Cepat Jalan

Hal yang tak kalah penting juga yaitu hindari memasang target terkait kemampuan berjalan si Kecil, ya. Sebab, setiap anak dapat memiliki kemampuan tumbuh kembang yang berbeda. 

Hindari juga melatih anak terlalu keras hingga membuatnya merasa kelelahan atau merasa stres ketika menerapkan cara melatih anak agar cepat jalan.

5. Kurangi Waktu Menggendong si Kecil 

Sering menggendong si Kecil berisiko membuatnya malas berjalan sendiri. Jika ia merengek, berilah penjelasan bahwa Bunda akan membimbing dalam membantunya berjalan. 

Apalagi menggendong si Kecil terlalu lama dapat membuat pertumbuhan tulang dan ototnya justru tidak optimal.

Baca Juga: Ini Cara Agar Si Kecil Mengucapkan Kata Pertamanya

Tanda Terlambat Berjalan (Delayed Walking) yang Perlu Diwaspadai

Anak dikatakan terlambat jalan (delayed walking) bila sudah berusia 18 bulan tapi belum juga bisa melangkahkan kaki. 

Jadi, anak 1 tahun belum bisa jalan masih termasuk wajar. Terus dampingi proses belajar si Kecil ya, Bun.

Berikut tanda terlambat berjalan yang perlu diwaspadai, terutama bila anak sudah berusia 18 bulan atau lebih:

  • Ketika tonus otot atau pola gerak tidak simetris di kedua sisi tubuh.
  • Tubuh kaku dengan bahu dan kepala dilempar ke belakang pada saat akan diposisikan duduk.
  • Batang tubuh dan kedua tungkai tampak lemas. 
  • Kedua kaki diangkat saat ia akan diberdirikan.
  • Anak menolak menapakkan kaki di lantai.
  • Duduk menumpu pada tulang ekor.
  • Duduk dengan tungkai posisi “W’’.
  • Anak justru berdiri pada saat ditarik ke arah duduk dari posisi berbaring.
  • Pada saat diminta posisi berdiri, lututnya cenderung menekuk atau melengkung ke belakang.

Bila tanda-tanda di atas tampak familiar, sebaiknya berkonsultasilah ke dokter guna mengetahui penyebab dan cara mengatasinya lebih lanjut.

Itu dia penjelasan mengenai cara anak cepat jalan dan tanda keterlambatan yang perlu diperhatikan.

Apakah Bunda masih punya pertanyaan seputar tumbuh kembang si Kecil? Yuk, hubungi Sahabat Bunda Generasi Maju! Tim Careline kami siap membantu dengan pengetahuan dan informasi terpercaya tentang nutrisi dan perkembangan anak.

Informasi yang Wajib Bunda Ketahui

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Bunda

Temukan Topik Lainnya

Kalkulator Zat Besi (FO)

Image Banner Kalkulator Zat Besi (FO)