Facebook Pixel Code Umur Bayi Bisa Jalan dan Cara Melatihnya

Umur Bayi Bisa Jalan dan Cara Melatihnya

Disusun oleh: Tim Penulis

Diterbitkan: 14 Februari 2019

Diperbarui: 01 September 2025

10 - 12 Bulan
Tumbuh Kembang
Cover Image of Umur Bayi Bisa Jalan dan Cara Melatihnya

 

Berjalan adalah salah satu tonggak pencapaian bayi yang paling ditunggu-tunggu para orang tua. Lantas, di umur berapa bayi bisa jalan dan bagaimana cara melatihnya?

Paling Lambat Bayi Bisa Jalan Umur Berapa?

Bayi umumnya belajar untuk berdiri dan mulai merambat antara usia 9-12 bulan. Selanjutnya, di sekitar usia 10 bulan anak mulai belajar berdiri lepas (tanpa berpegangan). 

Di usia 11-15 bulan barulah si Kecil memiliki kemampuan berjalan yang baik. Paling lambat bayi bisa jalan di umur menginjak 18 bulan atau 1,5 tahun.

Ingat Bun, umur berapa bayi bisa jalan berbeda pada setiap anak. Selama si Kecil menunjukkan perkembangan lain seperti berdiri, merambat, atau menopang berat tubuh, Bunda dan Ayah tak perlu khawatir.

Tahapan Milestone Menuju Jalan

Sebelum mengetahui umur berapa bayi bisa jalan, penting mengetahui tahapan yang harus dilalui bayi sebelum ia akhirnya siap belajar jalan. Berikut penjelasannya:

Usia 

Tahap Perkembangan

0-2 bulan

Refleks “berjinjit” saat digendong.

3-6 bulan

Kaki mulai mendorong permukaan saat ditopang.

7-11 bulan

Berdiri sambil merambat pada perabot rumah.

12-18 bulan

Melangkah pertama hingga berjalan lebih stabil

Baca Juga: Normalkah Jika Bayi 10 Bulan Belum Bisa Duduk Sendiri?

Apa Ciri-Ciri Anak Mau Jalan? 

Umur berapa bayi bisa jalan berada di rentang 9-12 bulan. Untuk memastikan apakah si Kecil sudah siap belajar jalan, penting mengetahui bagaimana ciri-ciri bayi mau jalan berikut ini:

1. Berdiri Sendiri Beberapa Detik

Si Kecil akan mulai belajar berdiri terlebih dahulu. Ketika tangannya dipegang, bayi mulai ingin berdiri menggunakan kedua kakinya. 

Karena masih menyesuaikan dan belum seimbang, bayi biasanya hanya bertahan berdiri beberapa detik. 

2. Merambat atau Naik ke Perabot untuk Berpindah Tempat

Merambat menjadi cara pertama bayi berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya dengan menggeser kakinya sambil berpegangan pada ujung perabot.

Selain merambat, bayi terkadang akan mencoba memanjat benda rendah, seperti bantal atau dudukan.

3. Berani Melangkah Saat Berpegangan

Menginjak usia 12 bulan, bayi mulai berani mengambil langkah kecil sambil berpegangan pada tangan orang tua atau benda di sekitarnya.

Langkah ini belum stabil, tetapi menandakan ia sedang mencoba koordinasi gerak antara kaki dan tubuh bagian atas.

Cara Efektif Melatih Bayi Berjalan

Anak mungkin terlambat berjalan karena terlalu sering digendong atau jarak beraktivitas fisik. Nah, berikut beberapa cara melatih bayi berjalan yang bisa Bunda dan Ayah lakukan:

1. Bantu Berdiri dan Lepaskan Perlahan

Coba ulurkan tangan Bunda untuk membantunya berdiri, lalu pelan-pelan lepas gandengan tangannya. 

Biarkan ia berusaha sendiri sampai bisa menjejakkan kedua telapak kakinya dengan mantap tanpa bantuan selama beberapa detik. 

Tetap beri semangat apabila si Kecil jatuh terduduk, serta puji keberhasilannya agar ia mau belajar berdiri sendiri. 

2. Letakkan Mainan Favorit 1–2 Langkah di Depannya

Letakkan mainan atau benda favorit bayi beberapa langkah di depannya atau di posisi yang lebih tinggi untuk “memancingnya” agar mau berjalan mengambilnya. 

Bunda dan Ayah bisa menggoyang-goyangkan mainan agar si Kecil tertarik untuk mengambilnya. 

Ingat, jangan membuat jarak yang terlalu jauh ataupun terlalu dekat dari gapaiannya, ya, Bun.

Baca Juga: Yuk Lakukan Stimulasi Pendengaran Bayi dengan Cara Ini!

3. Pastikan Area Bermain Bayi Aman 

Siapkan area di rumah yang aman sebagai cara agar bayi cepat jalan. 

Misalnya, bermain di lantai atau pasang karpet busa yang tidak terlalu keras dan tidak terlalu lunak supaya ia bisa nyaman berjalan dan tidak cedera ketika terjatuh. 

Singkirkan juga barang-barang yang berpotensi mengganggu ruang gerak anak, seperti meja, kursi, barang pecah belah, dan kabel-kabel listrik.

4. Berikan Mainan Dorong

Pilih mainan yang bisa didorong, tetapi cukup kuat untuk dijadikan pegangan. 

Contohnya bangku, kursi, atau mainan yang dapat didorong seperti truk, mobil, atau gerobak yang dapat ditarik dengan tali. Ajak ia mendorong mainan dari satu tempat ke tempat lain. 

5. Biarkan Telanjang Kaki di Permukaan yang Aman

Bunda dan Ayah mungkin dapat mengajak si Kecil ke halaman atau taman agar kakinya bersentuhan langsung dengan tanah. 

Kaki bayi perlu bersentuhan langsung dengan bidang datar atau jalanan yang aman sebagai salah satu cara agar bayi berjalan.

6. Beri Dukungan dan Pujian Terus-Menerus

Selain ide stimulasi, dukungan emosional sangat penting dalam proses belajar jalan. Dengan dukungan yang konsisten, bayi akan merasa aman untuk terus mencoba dan belajar.

Tunjukkan antusiasme Bunda dan Ayah saat bayi mencoba berdiri atau melangkah. Berikanlah pujian untuk meningkatkan kepercayaan diri dan motivasi si Kecil. 

Baca Juga: Umur Berapa Bayi Tumbuh Gigi dan Tanda-Tandanya

Risiko Mengajarkan Bayi Jalan dengan Baby Walker

Alih-alih bantu bayi belajar jalan sendiri, American Academy of Pediatrics (AAP) dan IDAI justru melarang penggunaan baby walker karena dapat memberikan efek negatif, seperti: 

1. Memperlambat Perkembangan Otot dan Postur

Pemakaian baby walker berisiko memperlambat perkembangan otot dan postur bayi saat berdiri. 

Bayi akan lebih sering berdiri atau berjinjit dengan ujung jari kaki, sehingga menyebabkan otot tegang dan mengajarkan bayi untuk berjalan pada ujung jari kaki.

Fungsi kerja otot tungkai atas (paha) dan pinggul si Kecil juga dapat terganggu. Padahal, tungkai atas dan pinggul sangat penting untuk ia bisa berjalan dengan seimbang.

2. Tingkatkan Risiko Cedera Jatuh

Baby walker memungkinkan bayi bergerak lebih cepat dari kemampuan refleksnya. Hal ini meningkatkan risiko bayi menabrak benda keras atau jatuh dari tangga. 

Kapan Harus Konsultasi ke Dokter? 

Anak dikatakan delayed walking bila lebih dari usia 18 bulan tapi belum bisa melangkahkan kakinya. Bayi mungkin mengalami keterlambatan perkembangan jika menunjukkan tanda-tanda berikut:

  • Tonus otot atau pola gerak kedua sisi tubuh tidak simetris.
  • Tubuh kaku dengan bahu dan kepala terlempar ke belakang pada saat didudukkan.
  • Batang tubuh dan kedua tungkai lemas. 
  • Bayi tidak mau menapakkan kaki di lantai saat akan diberdirikan.
  • Duduk menumpu pada tulang ekor.
  • Duduk dengan tungkai posisi “W’’.
  • Bayi berdiri pada saat ditarik ke arah duduk dari posisi berbaring.
  • Ketika anak diminta posisi berdiri, lututnya cenderung menekuk atau melengkung ke belakang.

Segera konsultasikan ke dokter bila bayi memperlihatkan ciri-ciri di atas ya, Bun. 

Baca Juga: Waspadai Red Flag Bayi Usia 10-12 Bulan dan Cara Mengatasinya

Namun, bila stimulasi dari keluarga sudah tepat dan sesuai, penyebab anak terlambat berjalan bisa jadi akibat adanya kondisi medis tertentu. 

Misalnya masalah asupan nutrisi, down syndrome, cerebral palsy, atau masalah saraf tepi (sambungan otot-saraf), otot dan rangka, serta gangguan fungsi jantung dan parunya.

Maka itu, jika Bunda dan Ayah khawatir dengan perkembangan bayi yang belum bisa berjalan, segera berkonsultasi dengan dokter guna mengetahui penyebabnya.

Itu dia ulasan lengkap mengenai umur berapa bayi bisa jalan dan cara melatihnya. Masih punya pertanyaan seputar tumbuh kembang si Kecil, Bun? Yuk, hubungi Sahabat Bunda Generasi Maju! Tim Careline kami siap membantu dengan pengetahuan dan informasi terpercaya tentang nutrisi dan perkembangan anak.

Informasi yang Wajib Bunda Ketahui

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Bunda

Temukan Topik Lainnya

Kalkulator Zat Besi (FO)

Image Banner Kalkulator Zat Besi (FO)