Mengetahui berapa idealnya berat badan anak usia 3 tahun bisa membantu Bunda memastikan kebutuhan gizinya sudah optimal, dan apa yang bisa dilakukan jika berat badannya belum sesuai standar.
Standar Berat Badan Anak Usia 3 Tahun yang Ideal Berdasarkan WHO
Mengacu pada Standar Antropometri Anak dari Kementerian Kesehatan RI, berat badan ideal anak berada dalam rentang Z-score -2 SD hingga +1 SD berdasarkan Grafik Pertumbuhan Anak WHO.
Ini artinya, berat badan anak 3 tahun yang ideal adalah:
- Anak laki-laki: 11,3-16,2 kg, dengan tinggi badan 88,7-99,8 cm.
- Anak perempuan: 10,8-15,8 kg, dengan tinggi badan 87,4-102,7 cm.
Lalu, apakah BB anak 3 tahun 10 kg normal? Berdasarkan rentang di atas, BB 10 kg untuk anak perempuan usia 3 tahun masih termasuk normal, tapi anak laki-laki tergolong kurang (underweight).
Penyebab Berat Badan Anak Tidak Sesuai Standar
Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab berat badan anak usia 3 tahun tidak ideal, di antaranya:
1. Kurang Asupan Kalori
Penyebab utama berat badan anak tidak ideal adalah asupan kalori yang kurang untuk standar umurnya. Biasanya, ini terjadi karena anak susah makan atau suka pilih-pilih makan (picky eater).
2. Alergi dan Intoleransi Makanan
Alergi dan intoleransi makanan membuat anak kesulitan mendapatkan asupan nutrisi maksimal, yang dapat menyebabkan berat badan kurang atau stagnan.
Makin banyak alergi makanan yang diderita anak, tantangan untuk memenuhi kalori akan makin berat.
Contohnya, alergi susu atau intoleransi susu sapi membuat tubuh anak tidak bisa mencerna susu yang nantinya menyebabkan asupan kalorinya berkurang.
Baca Juga: Berat Badan Si Kecil Stagnan, Bisa Jadi Ini Penyebabnya!
3. Penyakit Tertentu
Anak yang terkena infeksi atau sedang menderita penyakit kronis seperti jantung, paru-paru, dan sistem endokrin membutuhkan lebih banyak kalori dibanding anak yang sehat.
Namun, penyakit dan infeksi itu membuat mereka tidak nafsu makan, sehingga berat badannya akan sulit bertambah. Beberapa obat untuk anak juga bisa mengurangi nafsu makan anak.
Anak dengan gangguan spektrum autis dan gangguan perilaku lain juga biasanya mengalami kesulitan makan karena sangat sensitif dengan tekstur dan rasa makanan, sehingga variasi makanan yang bisa ia makan terbatas.
4. Gangguan Penyerapan Makanan
Kondisi gangguan metabolik dapat mempersulit tubuh untuk memecah, menyerap, dan memproses energi dari makanan. Gangguan metabolik pun membuat anak sering muntah.
Gangguan pencernaan seperti GERD, diare kronis, penyakit celiac, fibrosis kistik, dan penyakit hati kronis juga membuat anak susah menyerap nutrisi dan kalori dari makanan sehingga berat badan susah naik.
Cara Meningkatkan Berat Badan Anak yang Kurang
Berat badan anak usia 3 tahun bisa bervariasi, jadi tidak perlu khawatir atau terpaku membandingkan tampak fisik anak kita dengan anak lain ya, Bun. Yang terpenting adalah memastikan asupan gizinya tetap optimal agar berat badan tetap ideal.
1. Menyusun Pola Makan Sehat dan Seimbang
Lemak sehat, protein, dan karbohidrat merupakan makanan penambah BB anak yang efektif dan bergizi. Berikut rekomendasinya:
- Lemak sehat: Daging sapi tanpa gajih, ikan sarden, ikan makarel, alpukat, telur, kacang-kacangan, minyak zaitun, dan minyak ikan.
- Protein hewani: Daging (sapi, kambing, domba), unggas (ayam, bebek), telur, ikan dan seafood (cumi, udang, dst), susu, yogurt, keju.
- Protein nabati: Tahu, tempe, dan kacang-kacangan (kacang merah, kacang hijau, dst).
- Karbohidrat: Nasi, beras merah, kentang, singkong, ubi, jagung, mie, bihun, dan gandum.
Baca Juga: 12 Asupan Penambah Nafsu Makan Anak yang Alami
2. Minum Susu Pertumbuhan
Untuk menambah asupan kalori hariannya, pastikan Bunda membiasakan si Kecil minum susu pertumbuhan minimal 2x sehari, di waktu sarapan dan sebelum tidur.
Pilihlah susu pertumbuhan SGM Eksplor 3+ yang mengandung lebih banyak nutrisi dengan 5x Zat Besi, DHA 100%, minyak tuna & double protein. Dukung si Kecil cepat tanggap dan tumbuh tinggi.
3. Beri Makan Lebih Sering
Menambah berat badan anak usia 3 tahun bukan sekadar memberi makan dalam porsi besar. Juu, makan berlebihan dapat mengganggu kesehatannya.
Cara yang lebih efektif adalah memberi makanan dalam porsi kecil sesuai kemampuannya, tetapi lebih sering. Dan juga memberi variasi menu dan jenis dalam tiap porsi makannya. Dengan begitu, asupan nutrisi tetap tercukupi tanpa membebani pencernaannya. Dan si kecil tetap termotivasi untuk makan karena mendapat banyak pengalaman makan.
Misalnya, jika anak hanya mampu makan 6 sendok makan sekali makan, atur jadwal makan menjadi 4-6 kali sehari. Pola ini membantu meningkatkan berat badan secara sehat dan bertahap.
4. Jadwalkan Makan Teratur
Konsumsi makanan berkalori memang penting untuk mengatasi berat badan yang stagnan. Prinsip menambah berat badan anak yang tidak kalah penting adalah mengatur jadwal makannya.
Secara umum, anak-anak perlu makan setiap 4-5 3-4 jam sekali dalam sehari untuk memenuhi kebutuhan gizi harian.
Di sela-sela waktu makan, Bunda dapat memberikan 2-3 kali camilan, tapi beri jarak 1-2 jam antara waktu makan dan camilannya.
Baca Juga: 14 Ide Menu Makan Anak 3 Tahun yang Lezat Bergizi
5. Rutin Beraktivitas Fisik
Agar berat badan anak 3 tahun bisa naik secara sehat, seimbangi asupan makanan yang masuk dengan rutinitas fisik yang rutin untuk membentuk dan memperkuat massa otot.
Contoh olahraga untuk anak 3 tahun yang seru adalah berenang, sepak bola, gymnastick basket, dan menari.
6. Pastikan Tidurnya Cukup
Tidur berperan dalam meningkatkan berat badan anak usia 3 tahun karena bisa berdampak pada pertumbuhan dan metabolisme tubuh.
Ketika tidur si Kecil tidak cukup dan tidak nyenyak, tubuhnya tidak bisa memproduksi hormon pertumbuhan dalam jumlah yang tepat. Anak yang kurang tidur juga cenderung lemas dan tidak nafsu makan.
Anak 3 tahun perlu tidur 11-13 jam dalam sehari, yang termasuk ±90 menit waktu tidur siang. Biasakan anak mulai tidur setiap pukul 8 malam.
7. Memberikan Suplemen Nutrisi
Bunda boleh memberikan suplemen nutrisi oral pada anak sebagai salah satu cara melengkapi asupan gizi dan menambah berat badan anak 3 tahun.
Namun, pastikan Bunda berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter mengenai komposisi suplemen, dosis, dan aturan pakai yang tepat.
Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?
Bunda harus berkonsultasi ke dokter bila berat badan anak tidak kunjung naik disertai kemunculan gejala-gejala ini:
- Angka berat badan anak dibawah jauh dari angka standar ideal WHO.
- Baju anak masih muat dan tidak kunjung sempit selama setahun belakangan ini.
- Tulang rusuk yang menonjol atau terlihat jelas merupakan tanda bahwa anak mungkin kekurangan berat badan.
- Berat badan anak turun padahal kebiasaan makan dan minumnya tidak berubah.
- Bunda mencurigai anak memiliki intoleransi atau alergi makanan.
- Perubahan perilaku, contohnya gampang rewel, bergerak lamban, atau gelisah.
- Tidak berenergi dan lebih mudah lelah dibanding anak seusianya.
- Gampang sakit dan proses pemulihannya lama.
- Luka susah sembuh.
Itulah sederet informasi seputar berat badan anak usia 3 tahun serta cara menaikkannya. Jangan lupa daftar jadi member Klub Generasi Maju, untuk dapatkan akses gratis ke berbagai artikel tumbuh kembang anak dan promo berhadiah menarik dari setiap pembelian produk SGM!