Zinc merupakan salah satu mineral penting yang dibutuhkan tubuh, terutama bagi bayi yang sedang dalam masa pertumbuhan. Yuk, cek apa saja manfaat zinc untuk bayi dan cara memenuhinya.
Manfaat Zinc untuk Tumbuh Kembang Bayi
Berikut adalah beberapa manfaat memberikan cukup asupan zinc untuk bayi yang berada dalam tahap tumbuh kembang:
1. Meningkatkan Fungsi Kognitif
Zinc merupakan salah satu nutrisi otak yang dibutuhkan si Kecil. Asupan harian zinc untuk bayi yang cukup dapat membantu meningkatkan perkembangan kognitif.
Sebagian besar zinc dalam tubuh tersimpan di otak. Zinc sangat penting untuk perkembangan otak, termasuk proses belajar, memori, serta fungsi neurotransmitter.
Kekurangan atau kelebihan zinc di otak dapat memengaruhi kesehatan saraf bayi dan dapat meningkatkan risiko penyakit neurodegeneratif di masa depan.
Itulah mengapa Bunda perlu bantu memenuhi asupan zinc untuk mendukung perkembangan kognitif dan kesehatan otak bayi.
2. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh
Kekurangan zinc dapat meningkatkan risiko lebih tinggi terkena infeksi, terutama anak-anak dan lansia. Sebab, tubuh membutuhkan zinc untuk melawan infeksi.
Mineral ini membantu tubuh untuk melawan infeksi dengan mendukung produksi dan aktivasi sel imun.
Bayi yang kekurangan asupan zinc akan lebih rentan terhadap infeksi penyebab penyakit, seperti flu dan pilek.
Meskipun tidak secara langsung mencegah flu, penelitian menunjukkan bahwa zinc dapat memperpendek durasi flu pada bayi.
3. Mendukung Pertumbuhan Sel dan Regenerasi
Mineral zinc berperan dalam proses pembelahan dan pertumbuhan sel yang sangat penting bagi bayi.
Setiap tahap pembelahan sel membutuhkan zinc untuk memastikan proses regenerasi sel berjalan dengan baik.
4. Membantu Mengatasi Diare
Konsumsi zinc dapat menjadi solusi untuk membantu bayi yang sering mengalami gangguan pencernaan seperti diare.
Menurut WHO, diare merupakan salah satu penyebab utama kematian pada anak di bawah lima tahun.
Zinc berperan dalam pertumbuhan sel dan metabolisme yang membantu meningkatkan daya tahan tubuh terhadap infeksi.
Mencukupi kebutuhan harian zinc telah terbukti dapat mengurangi durasi dan tingkat keparahan diare, serta mencegah terjadinya diare berulang.
5. Mendukung Pertumbuhan dan Perkembangan
Bayi yang kekurangan asupan zinc berisiko mengalami gagal tumbuh. Zinc akan mendukung proses metabolisme dan sintesis protein yang penting bagi perkembangan tubuh bayi.
Penelitian menunjukkan bahwa suplemen zinc dapat meningkatkan laju pertumbuhan anak secara signifikan, meskipun peningkatannya kecil.
Oleh karena itu, memastikan asupan zinc yang cukup sejak bayi sangat penting untuk mendukung pertumbuhan optimal.
Baca juga: Ayo Bunda, Optimalkan Tumbuh Kembang Bayi dengan Nutrisi Ini
Kebutuhan Zinc Harian Bayi Berdasarkan Usia
Berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan, bayi yang masih dalam masa pemberian ASI eksklusif (0-5 bulan) butuh asupan zinc sebanyak 1,1 mg per hari.
Kebutuhan zinc untuk bayi yang sudah mulai mengonsumsi MPASI atau usia 6-12 bulan meningkat menjadi 3 mg per harinya.
Bunda perlu memastikan asupan zinc harian si Kecil terpenuhi dengan jumlah yang sesuai untuk mendapatkan manfaat yang optimal.
Cara Penuhi Kebutuhan Zinc Bayi
Berikut adalah lima cara yang bisa Bunda lakukan untuk bantu penuhi kebutuhan zinc bayi agar tumbuh kembangnya tetap optimal:
1. Lanjutkan Menyusui
ASI mengandung berbagai zat yang sangat penting bagi perkembangan bayi, termasuk zinc dalam jumlah yang cukup.
Setelah bayi lahir, kandungan zinc dalam ASI tergolong tinggi. Namun, kandungannya berangsur-angsur menurun selama 6 bulan pertama.
Oleh karena itu, memberi ASI eksklusif selama enam bulan pertama adalah cara paling alami dan efektif dalam memenuhi kebutuhan zinc untuk bayi.
Bunda bisa konsultasikan dengan dokter atau konsultan laktasi jika khawatir tentang kecukupan ASI si Kecil.
2. Berikan MPASI Kaya Zinc
Selain ASI, Bunda juga bisa memberikannya MPASI kaya zinc. Berikut beberapa rekomendasi bahan makanannya:
- Daging sapi.
- Kacang-kacangan.
- Ikan.
- Makanan laut.
- Sereal gandum utuh.
- Makanan yang difortifikasi zinc.
Saat memperkenalkan makanan baru, lakukan secara bertahap dan perhatikan reaksi bayi untuk menghindari alergi makanan.
3. Suplementasi
Jika asupan zinc untuk bayi dari ASI dan makanan pendamping tidak mencukupi, suplementasi bisa menjadi pilihan.
Suplemen zinc tersedia dalam berbagai bentuk, mulai dari suplemen yang berbentuk kapsul, tablet, hingga bentuk cair.
Sebelum memutuskan untuk memberikan suplementasi zinc, penting untuk berkonsultasi dengan dokter anak agar dosis yang diberikan tepat dan aman untuk bayi.
Baca juga: 16 Makanan yang Mengandung Zinc Terbaik untuk Anak
Ingin tahu lebih banyak tentang cara mempersiapkan MPASI yang bergizi untuk bayi? Download ebook Panduan MPASI gratis dari Generasi Maju dan pastikan si Kecil mendapatkan gizi terbaik.