Payudara bengkak saat menyusui biasanya terjadi karena aliran ASI tersendat atau peradangan pada jaringan payudara (mastitis). Cara mengatasinya adalah rutin menyusui, memastikan pelekatan bayi sudah benar, dan memompa jika payudara belum kosong setelah menyusu.
Tanpa penanganan yang tepat, pembengkakan payudara bisa menyebabkan infeksi serius.
Penyebab Payudara Bengkak Saat Menyusui
Penyebab payudara bengkak saat menyusui yang paling sering terjadi adalah karena penumpukan ASI. Beberapa penyebab payudara bengkak dan nyeri saat menyusui, antara lain:
1. Penumpukan ASI
Penumpukan ASI adalah penyebab utama Bunda mengalami payudara bengkak saat menyusui. Ini terjadi karena payudara terlalu penuh akibat ASI yang tidak dikeluarkan secara rutin.
Ini umum terjadi pada awal masa menyusui, biasanya karena si Kecil belum pandai menyusui.
Akibatnya, ASI jadi menumpuk di saluran dan bisa menyebabkan payudara bengkak keras seperti batu saat menyusui.
Baca Juga: Manfaat Inisiasi Menyusui Dini (IMD) dan Cara Melakukannya
2. Posisi Menyusui yang Kurang Tepat
Seperti yang tadi sudah disinggung sedikit, payudara bengkak dan nyeri saat menyusui juga bisa terjadi karena posisi menyusui yang kurang tepat. Ini membuat ASI tidak keluar sempurna dan akhirnya menumpuk.
Selain bengkak, biasanya posisi menyusui yang tidak pas bisa menyebabkan puting lecet bahkan berdarah.
Bunda bisa mencoba cara menyusui yang benar agar mulut si Kecil dapat melekat sempurna dengan payudara sehingga ASI dapat keluar dengan lebih baik.
3. Saluran ASI Tersumbat
Payudara membengkak saat menyusui juga bisa disebabkan oleh saluran ASI yang tersumbat. Biasanya ini ditandai dengan adanya benjolan-benjolan keras seperti batu saat menyusui.
Saluran ASI bisa tersumbat lagi-lagi karena ASI tidak bisa keluar secara optimal, salah satunya karena si Kecil belum dapat mengisap puting dengan baik.
Jika ada benjolan keras di payudara saat menyusui, hindari memakai baju dan bra menyusui yang terlalu ketat supaya sumbatan tidak semakin tertekan.
4. Mastitis
Mastitis adalah infeksi yang terjadi pada payudara. Pada saat menyusui, mastitis sering terjadi karena saluran ASI yang tersumbat ataupun infeksi bakteri.
Infeksi bakteri ini bisa masuk dari puting yang lecet saat si Kecil menyusui.
Mastitis tidak hanya sekadar payudara bengkak saat menyusui. Bunda juga mungkin akan mengalami payudara terasa panas, kemerahan, dan kadang disertai demam. Sebaiknya, segera konsultasi ke dokter ya, Bund.
Gejala Payudara Bengkak dan Nyeri saat Menyusui
Payudara bengkak dan nyeri saat menyusui tidak selalu berujung mastitis. Apalagi, Bunda bisa mencegahnya dengan mengenali gejala umum yang dialami, seperti:
- Bengkak di kedua payudara, terutama bagian bawah
- Payudara terasa keras seperti batu
- Payudara terasa nyeri, berat, atau hangat saat disentuh
- Puting kencang dan datar sehingga bayi sulit menyusu
- Kulit payudara kencang, mengilap, dan kemerahan
|
Tingkat Keparahan
|
Gejala Umum
|
|
Ringan
|
Payudara terasa penuh, hangat, dan sedikit berat
|
|
Sedang
|
Payudara keras, nyeri saat disentuh, kulit tampak tegang atau kencang
|
|
Berat
|
Payudara keras seperti batu, kemerahan, nyeri berdenyut, disertai demam
|
Baca Juga: Kebutuhan ASI Bayi 0-6 Bulan dan Jadwal Menyusuinya
Payudara Bengkak Keras seperti Batu saat Menyusui, Apa Artinya?
Payudara bengkak dan keras seperti batu saat menyusui termasuk salah satu gejala sedang hingga berat. Ini artinya, ASI sudah menumpuk di payudara bahkan menyumbat saluran susu sehingga bisa membentuk benjolan.
Tanpa penanganan yang tepat, kondisi ini bisa berkembang menjadi mastitis yang akan menjadikan proses menyusui semakin menantang.
Bunda perlu waspada kalau payudara bengkak saat menyusui juga disertai nyeri berdenyut, kemerahan dan hangat, atau demam, ya, Bun.
Cara Mengatasi Payudara Bengkak saat Menyusui
Ada beberapa cara mengatasi payudara bengkak saat menyusui yang dapat Bunda lakukan di rumah, di antaranya:
1. Teruskan Menyusui secara Teratur
Nyeri memang bisa membuat proses menyusui terasa tidak nyaman. Namun, sebaiknya Bunda jangan berhenti menyusui, ya.
Menyusui akan mengurangi tekanan, membantu pengosongan payudara, dan mencegah ASI semakin menumpuk. Bahkan, Bunda juga bisa membangunkan bayi untuk menyusu jika diperlukan.
Dapatkan pula panduan lengkap menyusui eksklusif, solusi untuk tantangan menyusui, serta panduan nutrisi bagi Bunda dan si Kecil selama masa menyusui dengan mengunduh e-book Panduan Bunda Menyusui.
2. Kompres Hangat sebelum Menyusui
Mengompres hangat dapat membantu melancarkan aliran ASI. Untuk itu, agar nyeri payudara bisa mereda saat menyusui, Bunda bisa melakukan kompres hangat sebelum menyusui.
Bunda bisa mengompres dengan handuk hangat atau mandi air hangat. Hati-hati agar suhunya jangan sampai terlalu panas supaya peradangannya tidak memburuk, ya.
3. Kompres Dingin setelah Menyusui
Bunda bisa mengompres dingin setelah atau di tengah sesi menyusui. Cara ini membantu meringankan nyeri ketika payudara membengkak saat menyusui.
Kompres payudara yang terasa nyeri dengan plastik isi es batu yang dibungkus waslap atau lipatan handuk yang sudah direndam air dingin, atau ice gel pack yang dijual di pasaran.
Kompres selama 10-15 menit. Hindari menempelkan es batu secara langsung ke kulit karena bisa menyebabkan radang dingin.
4. Perah ASI jika Bayi Tidak Menyusu Optimal
Penyebab payudara bengkak saat menyusui adalah penumpukan ASI. Maka itu, jika si Kecil belum bisa menyusu optimal, Bunda bisa memerah ASI dengan tangan ataupun pompa ASI.
Namun, jangan memerah terlalu banyak ya, Bun agar produksi ASI tidak berlebihan yang bisa menyebabkan ASI menumpuk dengan cepat.
Baca Juga: Cara yang Aman dan Benar untuk Menyimpan ASI Perah
5. Gunakan Bra Menyusui yang Nyaman
Bra yang ketat dapat menyebabkan tekanan pada payudara. Kondisi ini bisa membuat payudara bengkak karena sumbatan saluran ASI akan semakin berat dan menyebabkan nyeri.
Hindari memakai bra yang ketat atau dengan kawat karena bisa menekan payudara dan meningkatkan risiko saluran ASI tersumbat. Gunakan juga bahan yang lembut dan menyerap keringat.
6. Pijat Lembut Payudara
Memijat payudara lembut, khususnya sebelum menyusui, bisa membantu melancarkan aliran ASI dan melepaskan sumbatan saluran ASI.
Bunda bisa memijat lembut payudara dari arah luar menuju puting atau berfokus di area puting agar ASI lebih mudah keluar saat si Kecil menyusui.
Konsultasi dengan dokter laktasi juga akan membantu Bunda memahami cara pijat payudara yang benar.
Tips Mencegah Payudara Bengkak saat Menyusui
Kunci utama mencegah payudara bengkak saat menyusui adalah dengan mengeluarkan ASI secara rutin.
Berikut ini beberapa hal yang dapat Bunda lakukan untuk mencegah payudara bengkak dan nyeri saat menyusui:
- Susui bayi setiap 2-3 jam sekali
- Menyusui lebih lama dalam 48 jam pertama membantu mencegah bengkak
- Jangan batasi waktu menyusui si Kecil
- Susui si Kecil dengan payudara yang bergantian
- Variasikan posisi menyusui bayi
- Hindari tekanan pada dada, seperti tidur tengkurap atau tas selempang berat di dada
- Pastikan puting tidak tersumbat
- Makan makanan bergizi untuk ibu menyusui untuk melancarkan produksi ASI
Kapan Harus ke Dokter?
Tanpa penanganan yang tepat, payudara bengkak saat menyusui bisa berkembang jadi mastitis. Bunda sebaiknya segera ke dokter jika mengalami gejala berikut:
- Nyeri berdenyut
- Payudara kemerahan dan hangat saat disentuh
- Benjolan tidak hilang lebih dari 2 hari
- Mengalami demam lebih dari 38°C atau tidak enak badan
- Nyeri tidak hilang sekalipun sudah dikompres
- Bengkak hanya terjadi pada satu payudara
- Keluar cairan bernanah atau berdarah dari puting
Hubungi Sahabat Bunda Generasi Maju jika Bunda memiliki pertanyaan seputar menyusui. Kami siap menjawab pertanyaan Bunda seputar kondisi kesehatan si Kecil selama 24/7.