IMD adalah inisiasi menyusui dini yang dapat menentukan kesuksesan pemberian ASI eksklusif pada bayi baru lahir. Apa manfaat IMD dan bagaimana cara melakukannya?
Apa yang Dimaksud dengan IMD?
Inisiasi menyusui dini atau IMD adalah proses bayi menyusu segera setelah dilahirkan dengan membiarkan bayi mencari puting susu ibu secara alami (breast crawl).
Proses IMD dilakukan dengan meletakkan bayi dalam posisi tengkurap langsung di atas dada Bunda, tanpa penghalang seperti baju, kain, atau selimut.
Selama prosesnya, bayi akan bergerak merangkak dan menggerakkan kepalanya untuk menuju payudara Bunda. Idealnya, IMD dilakukan dalam 1 jam pertama setelah persalinan.
Baca Juga: Manfaat ASI bagi 1000 Hari Pertama Kehidupan Anak
Berapa Lama Waktu IMD?
Kapan waktu terbaik melakukan IMD? Menurut World Health Organization (WHO, 2023), idealnya lama waktu IMD adalah minimal 1 jam atau hingga proses menyusui pertama selesai agar bayi mendapatkan manfaat optimal dari ASI pertama (kolostrum).
Namun, kontak kulit ke kulit (skin-to-skin contact) dapat dilanjutkan selama 8–24 jam per hari untuk memperkuat ikatan ibu dan bayi serta menjaga kestabilan suhu tubuh bayi.
Metode ini juga aman dilakukan pada bayi prematur atau berat lahir rendah, dengan pengawasan tenaga medis agar tetap aman dan nyaman.
Apa Manfaat dari IMD bagi Ibu dan Bayi?
IMD adalah proses menyusui yang punya banyak manfaat. Berikut beberapa manfaat IMD bagi ibu dan bayi:
1. Bayi Mendapat Kolostrum
Menyusui dalam satu jam pertama kelahiran berperan penting, terutama untuk memastikan bayi menerima kolostrum.
Kolostrum adalah ASI pertama berwarna kekuningan yang keluar segera setelah melahirkan. Cairan ini kaya akan antibodi, protein, vitamin larut lemak, serta mineral.
Kandungan antibodi pada kolostrum bantu memperkuat imun dan melindungi bayi baru lahir dari infeksi. ASI pertama ini juga dapat bantu cegah bayi mengalami penyakit kuning.
Hal ini karena susu kolostrum membantu memecah kelebihan kadar bilirubin dalam darah dan membuangnya lewat mekonium (feses pertama bayi).
Baca Juga: Nutrisi Asi Untuk Kecerdasan Anak
2. Membentuk Ikatan Emosional Ibu dan Bayi
Penempatan bayi yang tepat saat melakukan IMD adalah langsung di atas dada Bunda. Di tahap ini, terjadi kontak langsung antara kulit bayi dan kulit Bunda (skin-to-skin contact).
Kontak antar kulit ini dapat membentuk ikatan emosional yang kuat antara Bunda dan si Kecil, serta memungkinkan bayi untuk merasakan kehangatan tubuh Bunda.
Selain itu, kontak langsung dengan kulit Bunda dapat membantu bayi merasakan detak jantung Bunda yang memiliki efek menenangkan.
3. Membantu Bayi Beradaptasi di Dunia Luar
Melalui skin-to-skin contact, sentuhan lembut dan hangat dari Bunda dapat mengatur sistem pernapasan serta detak jantung bayi.
Hal tersebut membantu bayi dapat beradaptasi lebih baik dengan kehidupan di luar rahim.
4. Meningkatkan Kekebalan Tubuh Bayi
Saat IMD, bayi akan merayap di dada Bunda untuk mencari puting.
Aktivitas seperti merayap, menjilat, dan menyusu menuju payudara ini ternyata dapat bantu bayi mendapatkan bakteri baik dari kulit Bunda.
Bakteri baik ini berfungsi memperkuat daya tahan tubuh dan melindungi bayi dari kuman penyebab penyakit.
5. Mendukung Keberhasilan ASI Eksklusif
Bunda dan bayi yang diberikan kesempatan melakukan IMD disebut 8 kali lebih sukses menjalani pemberian ASI Eksklusif sampai 6 bulan dibandingkan dengan yang tidak.
Selama proses IMD, Bunda juga mendapatkan penyuluhan tentang cara menyusui bayi dan metode perlekatan yang tepat, sehingga pemberian ASI eksklusif jadi lebih mudah.
6. Meningkatkan Produksi ASI
Isapan pertama bayi saat IMD adalah untuk membantu merangsang pelepasan hormon oksitosin, yang memicu keluarnya ASI lebih banyak.
Bunda perlu menyusui bayi setiap 2-3 jam sekali untuk merangsang produksi ASI. Selama si Kecil mengisap payudara dengan efisien, produksi ASI akan bertambah secara alami.
Di sisi lain, kualitas dan kuantitas ASI juga dipengaruhi oleh nutrisi yang Bunda dapatkan dari makanan, termasuk zat besi.
Jadi, yuk, pastikan kebutuhan zat besi Bunda sudah tercukupi atau belum dengan cek langsung di Kalkulator Kebutuhan Zat Besi Ibu Hamil secara gratis!
7. Mencegah Bayi Kedinginan (Hipotermia)
Berikutnya manfaat IMD adalah membantu bayi terhindar dari risiko hipotermia (suhu tubuh turun drastis). Hal ini karena suhu tubuh Bunda memberi kehangatan alami.
Kulit Bunda punya kemampuan termoregulasi yang memungkinkan memberi suhu hangat ketika bayi merasa kedinginan dan sebaliknya, dapat menurunkan suhu tubuh ketika bayi merasa terlalu panas.
Bagaimana Cara Melakukan IMD yang Benar?
Berikut cara melakukan IMD yang benar sesuai panduan IDAI (2023):
- Segera setelah lahir serta tali pusat dipotong dan diikat, bayi diletakkan dalam posisi tengkurap di dada Bunda tanpa dibedong.
- Tubuh bayi dikeringkan sebagian, terutama area kepala dan badan. Namun, jangan menghapus seluruh lapisan verniks (lemak putih alami) karena membantu menjaga suhu tubuh.
- Tutupi punggung bayi dengan selimut tipis agar tetap hangat.
- Biarkan bayi merangkak dan mencari puting susu Bunda sendiri dengan nalurinya tanpa bantuan langsung.
- Proses pencarian puting biasanya memakan waktu 12–71 menit.
- Setelah menemukan puting, bayi akan mulai menyusu pertama kali selama sekitar 15 menit.
- Setelah IMD selesai, barulah dilakukan tindakan medis seperti pemeriksaan berat badan, membersihkan tubuh, atau pemberian vitamin.
Bagaimana IMD Dikatakan Berhasil?
IMD dikatakan berhasil apabila bayi mampu menemukan dan mengisap puting payudara Bunda dalam 1 jam pertama setelah kelahiran.
Jika dalam waktu 1 jam setelah melahirkan, bayi tidak berhasil melekat pada puting. Dokter dan tim perawat akan memberikan waktu tambahan hingga 1 jam berikutnya.
Seusai IMD, bayi akan tetap ditempatkan dalam jangkauan Bunda agar Bunda bisa terus menyusui sesuai dengan keinginan bayi.
Baca Juga: 17 Cara Merawat Bayi Baru Lahir, Bunda Wajib Tahu!
Tips agar IMD Berhasil
Agar tanda keberhasilan IMD tercapai, Bunda dapat mempersiapkannya dengan berdiskusi bersama dokter dan bidan sejak masa kehamilan.
Pastikan tenaga medis di rumah sakit atau klinik mendukung praktik IMD segera setelah bayi lahir. Jangan terburu-buru membersihkan tubuh bayi sepenuhnya.
Selain itu, keberadaan Ayah juga berperan penting dalam mendukung Bunda dengan memberi semangat dan memastikan IMD dilakukan tanpa gangguan.
Tak lupa dukung nutrisi Bunda dengan mengonsumsi SGM Bunda High-Iron. SGM Bunda High-Iron adalah susu untuk ibu hamil dan menyusui yang tinggi zat besi & asam folat, juga diperkaya DHA, minyak ikan tuna, sekaligus sumber protein.
Nutrisi lengkapnya optimalkan pertumbuhan & perkembangan janin, lezatnya tidak bikin mual!
Apa yang Terjadi Jika Tidak Dilakukan IMD?
Tanpa IMD, bayi dan ibu bisa kehilangan berbagai manfaat penting. Berikut risikonya:
- Bayi tidak mendapat kolostrum yang kaya antibodi.
- Risiko hipotermia (kedinginan) meningkat karena tidak ada kontak kulit dengan ibu.
- Bayi kesulitan menyusu karena belum terbiasa melekat alami pada payudara.
- Peluang keberhasilan ASI eksklusif menjadi lebih rendah.
- Ibu mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk memproduksi ASI secara lancar.
Itu dia penjelasan mengenai manfaat dan cara inisiasi menyusui dini. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bun!
Jangan lupa daftarkan diri Bunda jadi member Klub Generasi Maju untuk mendapat akses gratis ke berbagai artikel parenting yang terverifikasi ahli, fitur pendukung tumbuh kembang si Kecil, hingga konsultasi 24 jam bersama para ahli.