Kebutuhan ASI bayi baru lahir berbeda dengan kebutuhan bayi usia 1 bulan, 3 bulan, dan seterusnya. Yuk, cari tahu takaran ASI yang tepat untuk si Kecil pada artikel berikut ini!
Berapa Kebutuhan ASI Bayi 0–6 Bulan?
Pada dasarnya, kebutuhan ASI bayi berbeda sesuai dengan usia, berat badan, kapasitas lambung, dan metabolisme tubuh. Supaya Bunda tidak bingung, berikut tabel kebutuhan ASI bayi 0–6 bulan:
|
Usia Bayi
|
Kebutuhan ASI per Menyusu
|
Total ASI per Hari (Perkiraan)
|
|
Hari 1
|
5–7 ml
|
30–60 ml
|
|
Hari 2
|
10–15 ml
|
60–150 ml
|
|
Hari 3
|
20–30 ml
|
100–200 ml
|
|
Hari 7
|
45–65 ml
|
300–400 ml
|
|
1 bulan
|
60–90 ml
|
400–600 ml
|
|
2 bulan
|
120–150 ml
|
600–900 ml
|
|
3 bulan
|
120–150 ml
|
700–900 ml
|
|
4-6 bulan
|
120–180 ml
|
700–1000 ml
|
Cara Menghitung Kebutuhan ASI Bayi
Menghitung kebutuhan ASI bayi penting terutama bagi si Kecil yang minum ASI perah. Tujuannya untuk bantu memastikan asupan ASI cukup tanpa memaksa bayi minum berlebihan. Berikut caranya:
1. Rumus 120–150 ml per Kg Berat Badan per Hari
Untuk menghitung secara tepat biasanya dokter menggunakan rumus 120 ml per kg berat badan bayi usia 0-6 bulan.
Jadi bila bayi memiliki berat badan 5 kg, maka kebutuhan ASI nya kurang lebih 600 ml per hari (24 jam). Untuk frekuensinya tergantung kapasitas lambung bayi.
2. Sesuaikan dengan Kapasitas Lambung Bayi
Kapasitas lambung bayi berkembang secara bertahap sejak lahir. Inilah alasan bayi baru lahir perlu menyusu dengan sering dan volume kecil.
Berikut kebutuhan ASI bayi sesuai dengan kapasitas lambungnya:
- Hari 1: ±5-7 ml (seukuran buah ceri)
- Hari 3: ±25 ml
- Hari 7: ±45–60 ml
- Usia 1 bulan: ±80–150 ml
Baca Juga: ASI Bertahan Berapa Lama di Suhu Ruang dan Cara Menyimpannya
Berapa Kali Sehari Bayi Harus Menyusu?
Menurut IDAI (2023), bayi 0–6 bulan sebaiknya disusui secara on demand atau “sesuai keinginan bayi”. Jadi, tetaplah berpatokan pada prinsip ini.
Namun, saat bayi masih banyak tidur, pemberian ASI harus ditargetkan supaya bayi tidak dehidrasi atau kekurangan kalori yang menyebabkan kenaikan berat badan yang kurang.
Berikut panduan yang dapat membantu Bunda memantau frekuensi menyusu.
|
Usia Bayi
|
Frekuensi Menyusu
|
Jumlah per Hari
|
|
0–1 minggu
|
2–3 jam sekali
|
8–12 kali
|
|
1–3 bulan
|
2,5–3 jam sekali
|
7–9 kali
|
|
3–4 bulan
|
3–4 jam sekali
|
6–8 kali
|
|
4–6 bulan
|
4 jam sekali
|
±6 kali
|
Tanda Kebutuhan ASI Bayi Sudah Tercukupi
Bayi yang cukup ASI akan menunjukkan tanda-tanda seperti:
- Melepaskan payudara sendiri.
- Tubuh tampak rileks, tangan terbuka.
- Tidur tenang setelah menyusu.
- Bayi tampak puas dan senang.
- Pipis ≥ 6 kali per hari.
- BAB kuning lembek setelah hari ke-4.
- Berat badan bayi naik sesuai kurva pertumbuhan.
Tanda Bayi Kekurangan ASI
Bayi yang kurang ASI berisiko mengalami dehidrasi dan risiko gagal tumbuh. Oleh karena itu, Bunda perlu tahu tanda-tanda bayi masih lapar dan butuh ASI berikut ini:
- Pipis < 6 kali sehari.
- Urin berwarna kuning pekat.
- Fesesnya masih berupa mekonium (berwarna hitam lengket) atau transisi antara hijau kecoklatan setelah 5 hari pertama.
- Bayi tampak lesu atau sangat rewel.
- Menyusu < 10 menit.
- Mulut tampak kering.
- Berat badan tidak kembali ke berat lahir setelah hari ke-10.
Baca Juga: 9 Cara Menaikkan Berat Badan Bayi yang Benar
.png)
Cara Memastikan Bayi Mendapat ASI yang Cukup
Kebutuhan ASI bayi tidak cukup bisa karena cara menyusui kurang tepat atau produksi ASI kurang lancar. Untuk memastikan efektivitas asupan ASI, berikut langkah yang bisa Bunda lakukan:
1. Susui Bayi Sesering Mungkin (On Demand)
Menyusui sesuai keinginan bayi bantu ia minum sesuai kebutuhannya. Langkah ini juga menstimulasi produksi ASI yang kurang lancar agar tetap optimal.
Umumnya, bayi 0-1 bulan minum ASI mencapai 8-12 kali per hari. Bunda bisa berikan ASI kira-kira 2 atau 3 jam sekali.
2. Pastikan Perlekatan Menyusui Sudah Tepat
Perlekatan menyusui yang benar membuat bayi mengisap ASI secara efektif. ASI keluar lebih lancar dan bayi cepat kenyang.
Maka itu, pastikan puting dan areola (bagian kulit berwarna lebih gelap yang melingkari puting) masuk ke dalam mulut bayi sampai dagu si Kecil menempel pada payudara Bunda.
3. Susui dari Kedua Payudara Secara Bergantian
Menyusui dari dua payudara membantu bayi memperoleh foremilk dan hindmilk secara seimbang. Hindmilk mengandung lemak lebih tinggi untuk rasa kenyang yang lebih lama.
Mulai dari satu payudara hingga hisapan melambat, lalu pindah ke sisi lainnya. Cara ini juga menjaga produksi ASI tetap seimbang.
Baca Juga: Kenapa Bayi Tidak Mau Menyusu? Ini Solusi Efektifnya!
4. Lakukan Skin-to-Skin Contact
Kontak kulit langsung antara kulit Bunda dan si Kecil dapat merangsang hormon oksitosin. Hormon ini membantu refleks keluarnya ASI (let-down reflex).
Menurut CDC (2022), skin-to-skin juga membuat bayi lebih tenang dan menyusu lebih efektif.
5. Pijat Payudara Secara Rutin
Pijat payudara bantu melancarkan saluran ASI. Aliran ASI yang lancar membuat bayi tidak mudah frustrasi saat menyusu.
Langkah ini juga ampuh untuk membuat tubuh Bunda lebih rileks, sekaligus meringankan rasa nyeri, payudara bengkak, mastitis, dan infeksi payudara.
6. Kompres Hangat Sebelum Menyusui
Kompres hangat bertujuan untuk melebarkan saluran ASI. Nantinya payudara akan menjadi lebih lunak dan mudah dilekati bayi.
Langkah sederhana ini efektif meningkatkan aliran ASI saat menyusu.
Caranya, Bunda bisa rendam handuk dalam wadah atau baskom berisi air hangat. Kemudian, tempelkan handuk tersebut pada area payudara.
Baca Juga: Kebutuhan DHA Bayi 0-12 Bulan dan Cara Penuhinya
7. Pompa ASI Setelah atau di Antara Sesi Menyusui
Memompa ASI memberi sinyal tambahan pada tubuh untuk memproduksi ASI.
Cara ini juga dapat bantu Bunda dengan suplai ASI yang masih terbatas. Nantinya, ASI perah dapat disimpan sebagai stok.
8. Jaga Asupan Cairan dan Nutrisi Bunda
Asupan cairan yang cukup mendukung volume produksi ASI sekaligus menjaga hidrasi. Umumnya, ibu menyusui disarankan minum 2–3 liter per hari.
Bunda juga perlu penuhi nutrisi seimbang dengan protein, zat besi, kalsium, dan lemak sehat untuk kestabilan produksi ASI.
Selain dari makanan, cukupi asupan kebutuhan nutrisi Bunda dengan mengonsumsi SGM Bunda High-Iron.
SGM Bunda High-Iron adalah susu untuk ibu hamil dan menyusui yang tinggi zat besi dan asam folat, juga diperkaya DHA, minyak ikan tuna, sekaligus sumber protein.
9. Hindari Jadwal Menyusui yang Terlalu Kaku
Jadwal menyusui yang ketat dapat membuat bayi kurang minum ASI. Padahal, bayi baru lahir sering membutuhkan sesi menyusu berdekatan.
Jadi, ikuti sinyal lapar bayi seperti rooting, mengecap bibir, dan gelisah. Respons cepat bantu kebutuhan ASI bayi tetap terpenuhi.
10. Perhatikan Sinyal Kenyang dan Lapar
Sinyal kenyang seperti bayi melepas payudara sendiri menandakan kebutuhan ASInya sudah cukup. Jika bayi masih mencari puting, lanjutkan menyusu.
Responsif terhadap sinyal ini menjaga hubungan menyusui tetap efektif dan nyaman.
Baca Juga: Pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan untuk Anak
11. Coba Variasi Posisi Menyusui
Posisi menyusui yang nyaman membantu bayi melakukan posisi perlekatan dengan baik. Setiap bayi bisa cocok dengan posisi yang berbeda.
Posisi seperti cross cradle, football hold, atau laid-back breastfeeding dapat dicoba sesuai kebutuhan.
12. Hindari Stres dan Kurangi Kelelahan
Stres dapat menghambat hormon oksitosin. Akibatnya, ASI lebih sulit keluar meski produksinya ada.
Istirahat cukup dan lingkungan menyusui yang nyaman membantu ASI mengalir lebih lancar.
13. Konsultasi dengan Konselor Laktasi
Jika berat badan bayi tidak naik atau menyusui terasa sulit, konsultasi sangat dianjurkan. Konselor laktasi bisa membantu memperbaiki teknik menyusui Bunda.
Dengan begitu, si Kecil bisa memperoleh manfaat ASI eksklusif secara maksimal sesuai kebutuhannya. Semangat mengASIhi si Kecil ya, Bun!
Bunda bisa dapatkan panduan lengkap menyusui eksklusif, solusi untuk tantangan menyusui, serta panduan nutrisi bagi Bunda dan bayi selama masa menyusui dengan mengunduh Panduan Bunda Menyusui. Unduh GRATIS, sekarang!
Pastikan kebutuhan nutrisi si Kecil terpenuhi optimal. Daftar sebagai member Klub Generasi Maju dan dapatkan panduan gizi lengkap serta rekomendasi menu harian.
Dengan jadi member, Bunda juga berkesempatan dapat hadiah menarik dari setiap pembelian produk SGM!
Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bun.