Manfaat ASI eksklusif mendukung tumbuh kembang dan kesehatan jangka panjang si Kecil. Menyusui pun bermanfaat untuk Bunda. Dengan ASI, Bunda dan si Kecil bersama mencapai kehidupan yang lebih sehat!
Apa Itu ASI Eksklusif?
Menurut WHO, ASI eksklusif adalah kondisi ketika bayi mendapatkan asupan hanya dari ASI selama 6 bulan berturut-turut. Hanya ASI, tanpa bubur, pisang yang dilumatkan, teh, madu, bahkan air minum.
Lantas, ASI eksklusif dilakukan berapa lama? ASI eksklusif diberikan sampai bayi berusia 6 bulan, lalu dilanjutkan hingga 2 tahun bersama makanan pendamping ASI atau MPASI.
Manfaat ASI Eksklusif untuk Bayi
Manfaat pemberian ASI eksklusif pada bayi adalah:
1. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh
ASI yang pertama kali keluar atau kolostrum mengandung berbagai zat yang dapat meningkatkan sistem imun anak yang belum matang, seperti:
- Immunoglobulin A (antibodi).
- Lactoferrin (protein yang bantu cegah infeksi).
- Leukosit (sel darah putih).
- Vitamin A (tingkatkan fungsi imun melawan infeksi)
Inisiasi menyusui dini selama 2–4 hari setelah bayi lahir bantu cegah infeksi penyebab diare, infeksi saluran pernapasan, pneumonia, bahkan infeksi telinga.
Meski kolostrum berhenti produksi, ASI selanjutnya tetap kaya kandungan penting untuk sistem imun yang kuat.
2. Mendukung Perkembangan Otak
Sebuah studi terbitan Archives of Pediatric Gastroenterology, Hepatology, and Nutrition (2024) menemukan, manfaat ASI eksklusif menurunkan risiko hambatan perkembangan otak pada bayi usia 6 bulan hingga 24 tahun.
Kandungan DHA dan ARA pada ASI bantu matangkan perkembangan sistem saraf pusat di otak.
Proses ini penting untuk kemampuan motorik kasar dan halus, kemampuan sosial-emosional, dan kemampuan bahasa.
Baca Juga: Manfaat ASI Bagi Kecerdasan Bayi
3. Menurunkan Risiko Alergi
Bayi yang disusui ASI saja selama 6 bulan berturut-turut ternyata terpapar bahan pemicu alergi atau alergen dari pola makan ibunya.
Jika tidak ASI eksklusif, bayi tidak akan terpapar alergen sebelum disapih. Akibatnya, sistem imunnnya belum terlatih menghadapi alergen dari luar dan timbul alergi.
Terlebih, alergen pada ASI hanya berukuran sangat kecil dan sudah bercampur dengan antibodi. Alih-alih menimbulkan alergi, paparan alergen dari ASI justru melatih sistem kekebalan tubuhnya.
4. Mendukung Pertumbuhan Optimal
Keunggulan ASI eksklusif mendukung pertumbuhan optimal bayi. Kandungan gizinya unik dan menyesuaikan kebutuhan bayi.
Sebagai contoh, pada bayi prematur, kolostrum mengandung lebih banyak antibodi dan hormon pertumbuhan. ASI juga mudah dicerna dan diserap agar digunakan untuk pertumbuhannya.
Kenaikan berat badan bayi ASI eksklusif idealnya 800 gram–1,2 kg hingga usia 3 bulan. Pada usia 4–6 bulan, kenaikannya sekitar 400–600 gram.
5. Menyehatkan Pencernaan Bayi
Manfaat ASI eksklusif bagi bayi penting untuk pencernaannya. ASI mengandung prebiotik alami bernama human milk oligosaccharides (HMO) yang merangsang pertumbuhan bakteri baik di saluran cerna.
Bila jumlah bakteri baik seimbang, lapisan perlindungan saluran cerna semakin kuat, risiko infeksi menurun, dan tubuh mampu memproduksi vitamin B dan K dengan optimal.
6. Mencegah Obesitas di Masa Depan
Manfaat ASI eksklusif membuat bayi mendapatkan bakteri baik yang melindungi dari berat badan berlebih.
ASI juga mengandung hormon dan zat lain yang mengatur nafsu makan. Kandungan ini membantu tubuh menjaga keseimbangan energi sehingga berat badan tetap ideal.
ASI eksklusif yang langsung diberikan melalui payudara (direct breastfeeding atau DBF) juga mencegah bayi minum ASI berlebih akibat kelebihan takaran jika minum dari botol.
7. Lebih Mudah Dicerna
Sistem pencernaan bayi belum berkembang optimal. Karena itu, bayi membutuhkan asupan yang ramah bagi saluran cernanya.
Pada fase ini, saluran cerna bayi belum mampu memproses makanan selain ASI. ASI mudah dicerna dan membantu mendukung tumbuh kembang serta kesehatannya secara menyeluruh.
Baca Juga: 12 Penyebab ASI Berkurang dan Cara Ampuh Mengatasinya
Manfaat ASI Eksklusif bagi Ibu
Tidak hanya untuk si Kecil, ada pula manfaat ASI eksklusif untuk ibu menyusui, apa sajakah?
1. Mengurangi Risiko Perdarahan Pasca Melahirkan
Saat menyusui, tubuh Bunda memproduksi hormon oksitosin agar ASI keluar dari puting. Nah, oksitosin ini ternyata juga membantu merapatkan rahim pascamelahirkan.
Dengan begitu, ASI eksklusif membuat rahim kembali ke ukuran semula dengan cepat sehingga mengurangi risiko perdarahan.
2. Membantu Menurunkan Berat Badan
Saat hamil, Bunda perlu mencapai kenaikan berat badan tertentu agar Bunda dan janin mendapatkan energi yang cukup.
Setelah si Kecil lahir, Bunda perlu menyusui sehingga mengeluarkan energi lebih untuk menutrisi si Kecil. Proses menyusui tersebut ternyata membakar ± 500 kalori per hari.
Manfaat ASI eksklusif ini membantu mencapai berat badan ideal setelah proses kehamilan. Namun, pastikan tetap mendapatkan asupan gizi yang cukup.
3. Menurunkan Risiko Kanker Payudara & Ovarium
Salah satu manfaat ASI untuk jangka panjang adalah menurunkan risiko kanker payudara dan ovarium.
Saat menyusui, tubuh menghasilkan hormon prolaktin dan oksitosin agar produksi ASI cukup dan lancar. Kedua hormon ini menghentikan masa subur sesaat.
Saat masa subur terhenti, paparan tubuh terhadap hormon estrogen pun berkurang. Hormon ini erat kaitannya dengan kanker payudara dan ovarium.
4. Mengurangi Risiko Depresi Postpartum
Tubuh menghasilkan hormon oksitosin untuk memperlancar ASI. Hormon ini ternyata menimbulkan sensasi rileks dan mengurangi stres serta kecemasan.
Oksitosin juga bantu meningkatkan hubungan emosional dan bayi. Karena itu, manfaat ASI eksklusif bagi ibu mendukung kondisi emosional Bunda secara menyeluruh.
Baca Juga: Cara yang Aman dan Benar untuk Menyimpan ASI Perah
5. Lebih Hemat Biaya
ASI juga penting untuk kestabilan finansial keluarga. Saat fokus memberikan ASI saja, Ayah Bunda tidak perlu mengeluarkan uang lebih untuk membeli susu formula.
Bunda mungkin akan memerlukan krim puting, alat pompa ASI, dan bra menyusui. Namun, pengeluarannya cenderung dilakukan sekali. Tidak seperti susu formula yang harus dibeli terus-menerus.
Bunda bisa dapatkan panduan lengkap menyusui eksklusif, solusi untuk tantangan menyusui, serta panduan nutrisi bagi Bunda dan si Kecil selama masa menyusui dengan mengunduh Panduan Bunda Menyusui. Download GRATIS, sekarang!
Keunggulan ASI Dibanding Susu Formula
Manfaat ASI tentu jauh lebih besar daripada susu formula. ASI memang sudah didesain khusus oleh tubuh untuk kesehatan Bunda dan si Kecil.
Berikut detail perbandingan keunggulan ASI dengan susu formula.
|
Aspek
|
ASI
|
Susu Formula
|
|
Kandungan Gizi
|
Bergizi lengkap dan bisa menyesuaikan kebutuhan bayi
|
Kandungan gizi tidak fleksibel sesuai kebutuhan bayi
|
|
Antibodi & Perlindungan Infeksi
|
Kaya lactoferrin, imunoglobulin, leukosit, dan HMO untuk cegah infeksi dan alergi
|
Tidak mengandung antibodi, leukosit, dan HMO
|
|
Pencernaan
|
Sangat mudah dicerna, sesuai dengan saluran cerna yang belum optimal
|
Lebih sulit dicerna dan bisa timbulkan sembelit atau diare
|
|
Risiko Alergi
|
Risiko alergi jauh lebih rendah
|
Bisa picu gejala tidak cocok sufor berupa alergi
|
|
Manfaat Kognitif
|
Kaya DHA dan ARA untuk dukung perkembangan otak
|
Ada DHA dan ARA tambahan, tapi penyerapannya tidak sebaik ASI
|
|
Kebersihan & Sterilitas
|
Steril, hanya perlu bersihkan puting
|
Perlu jaga botol dan penyimpanannya agar tak terkontaminasi
|
|
Kedekatan Ibu & Bayi
|
Meningkatkan ikatan emosional, menurunkan stres, dan membantu kestabilan emosi
|
Ikatan emosional bisa terjadi, tetapi tidak seintens menyusu langsung
|
|
Biaya
|
Gratis
|
Relatif mahal karena perlu beli susu, botol, dan alat sterilisasi
|
|
Kepraktisan
|
Selalu siap, suhu ideal, dan tidak perlu persiapan
|
Perlu diseduh dengan air bersuhu tertentu
|
Tips Sukses Memberikan ASI Eksklusif
Agar manfaat ASI eksklusif bisa didapat maksimal, ada beberapa tips yang bisa dilakukan, apa saja?
- Penuhi kebutuhan ASI bayi sebanyak 8–14 kali sehari yang dibagi menjadi 2–3 jam sekali.
- Benahi perlekatan, yaitu bibir bayi menyentuh puting, masukkan payudara sedalam mungkin, ujung puting berada di langit-langit lunak, dan Bunda bisa merasakan isapan.
- Lakukan skin-to-skin selama menyusui untuk meningkatkan ikatan emosional.
- Gunakan pompa ASI bila harus bekerja/bepergian jauh.
- Hindari pemberian dot di awal menyusu.
- Minta bantuan konselor laktasi bila perlu.
Bunda bisa lengkapi kebutuhan nutrisi ibu menyusui dengan minum SGM Bunda High-Iron. SGM Bunda High-Iron adalah susu untuk ibu hamil dan menyusui yang tinggi zat besi & asam folat, juga diperkaya DHA, minyak ikan tuna, sekaligus sumber protein. Dukung nutrisi lengkap mengoptimalkan pertumbuhan & perkembangan janin, lezatnya tidak bikin mual.
Selain itu, jangan lupa untuk daftar jadi member Klub Generasi Maju sekarang untuk dapatkan akses gratis ke ratusan artikel mengenai parenting yang terverifikasi ahli, fitur pendukung tumbuh kembang anak, hingga konsultasi 24 jam bersama para ahli. Dengan jadi member, Bunda juga berkesempatan dapat hadiah menarik dari setiap pembelian produk SGM!