Masa simpan ASI perah berbeda-beda sesuai dengan kondisi penyimpanannya. Pada suhu ruangan sekitar 25°C, ASI dapat bertahan hingga 4 jam atau sekitar 2 jam jika lingkungan cukup panas. Jika disimpan di dalam kulkas bersuhu 4°C, ASI umumnya aman digunakan selama 4–7 hari. Penyimpanan di freezer kulkas dua pintu dengan suhu sekitar -18°C memungkinkan ASI bertahan antara 6 hingga 12 bulan. Meski demikian, kualitas nutrisi ASI paling optimal saat langsung diberikan kepada bayi.
Berapa Lama ASI Bertahan di Suhu Ruangan?
Menurut AAP (American Academy of Pediatric), ASI perah dapat bertahan maksimal 6 jam dalam suhu ruangan 25°C.
Namun, dalam kondisi dengan cuaca panas seperti di Indonesia dan ruangan tanpa AC, ASI hanya bertahan selama 4 jam saja.
Berapa Lama ASI Bertahan di Kulkas (Chiller)?
Jika Bunda bertanya-tanya ASI bertahan berapa lama di chiller, jawabannya tergantung jenis kulkasnya. Berikut informasi detailnya.
Masa Penyimpanan ASI di Kulkas 1 Pintu
Pada kulkas 1 pintu, suhu chiller kurang stabil. Setiap kali pintu dibuka, suhunya cepat meningkat. Oleh karena itu, masa simpannya lebih pendek, yaitu 24-48 jam saja.
Masa Penyimpanan ASI di Kulkas 2 Pintu
Sementara itu, pada kulkas 2 pintu, ruang freezer terpisah dari chiller. Hal ini membuat suhu di dalamnya lebih stabil, tidak mudah turun-naik sehingga lebih mampu menjaga nutrisi ASI.
Oleh sebab itu, masa simpannya bisa lebih optimal, yaitu sekitar 3-5 hari.
Berapa Lama ASI Bertahan di Freezer?
ASI bisa bertahan lebih lama di freezer. Namun, beda jenis freezer beda pula masa penyimpanannya.
- Freezer kulkas 1 pintu: Suhu -15°C, ASI tahan hingga 2 minggu.
- Freezer kulkas 2 pintu (bersatu dengan chiller):-15°C, ASI tahan 3-6 bulan
- Freezer terpisah (deep freezer): suhu -20°C dan masa simpan hingga 12 bulan.
Usahakan untuk menyimpan ASI di bagian paling belakang freezer kulkas 1 dan 2 pintu karena suhunya paling stabil.
ASI yang disimpan lebih lama dari masa simpannya tetap aman dikonsumsi. Namun, lemaknya mulai terdegradasi sehingga kualitasnya pun menurun.
Baca Juga: Kebutuhan ASI Bayi Baru Lahir dan Tanda Sudah Kenyang Menyusu
Perbandingan Masa Simpan ASI di Suhu Ruang, Kulkas, dan Freezer
Untuk memudahkan Bunda mengetahui ASI bertahan berapa lama, berikut perbandingan masa simpan ASI sesuai lokasi dan kondisinya:
|
Jenis Penyimpanan ASI
|
Suhu
|
Lama Bertahan
|
Catatan Penting
|
|
ASI segar di suhu ruangan
|
25°C
|
6 jam
|
Jika ruangan panas (>27°C), aman hanya 4 jam
|
|
ASI segar di cooler bag
|
Dengan ice gel
|
24 jam
|
Gunakan ice gel yang masih keras/beku.
|
|
ASI di kulkas 1 pintu (chiller menyatu dengan freezer)
|
< 4°C
|
24–48 jam
|
Suhu tidak stabil → masa simpan lebih pendek.
Tidak direkomendasikan untuk penyimpanan lama.
|
|
ASI di kulkas 2 pintu (chiller terpisah)
|
< 4°C
|
3–4 hari
|
Simpan di bagian dalam chiller, jangan di pintu kulkas.
|
|
ASI di freezer kulkas 1 pintu (freezer menyatu)
|
-5°C s/d -10°C
|
2 minggu
|
Karena pintu sering dibuka, suhunya sering berubah.
|
|
ASI di freezer kulkas 2 pintu (top/bottom freezer terpisah)
|
-18°C
|
3–6 bulan (optimal), bisa hingga 9 bulan
|
Untuk kualitas terbaik konsumsi sebelum 6 bulan.
|
|
ASI di deep freezer (freezer khusus)
|
-20°C
|
6–12 bulan
|
Penyimpanan paling stabil
|
|
ASI yang sudah cair dari freezer, disimpan di kulkas
|
< 4°C
|
24 jam
|
Tidak boleh dibekukan ulang
|
|
ASI yang sudah dipanaskan (warm water bath)
|
Suhu ruang
|
1–2 jam
|
Jika bayi sudah minum sebagian → maksimal 1 jam
|
|
ASI setelah dikeluarkan dari kulkas (masih dingin)
|
Suhu ruang
|
1–2 jam
|
Setelah lewat waktu → harus dibuang
|
Berapa Lama ASI Bertahan Setelah Dikeluarkan dari Kulkas?
Setelah ASI dikeluarkan dari kulkas dan ditaruh di suhu ruang, masa simpannya hanya 1-2 jam. Jika sudah lewat dari itu, Bunda tidak disarankan memberikannya pada si Kecil dan harus membuangnya.
Jika disimpan dalam freezer, ASIP beku harus dipindah ke chiller atau kulkas terlebih dahulu. ASIP beku yang sudah dicairkan di kulkas bawah hanya bertahan 24 jam.
Bunda tidak boleh membekukan ulang jika ternyata tidak jadi diminum oleh si Kecil.
Berapa Lama ASI Bertahan Setelah Dipanaskan?
Kira-kira, ASI bertahan berapa lama setelah dipanaskan? Jawabannya 1-2 jam saja pada suhu ruang.
Jika si Kecil tidak meminumnya sampai habis dan masih ada sisa, Bunda bisa menggunakannya kembali hingga 2 jam ke depan.
Namun, jika setelah 2 jam dan bayi masih belum meminumnya kembali, sebaiknya sisanya Bunda buang. Jangan membekukan kembali ASI sisa yang sudah dicairkan ya, Bun.
Ciri-Ciri ASI Basi atau Rusak
Didiamkan di suhu ruang terlalu lama bisa membuat ASI perah cepat basi atau rusak. Berikut tanda ASI basi atau rusak:
- Aromanya seperti bau asam.
- Rasanya menjadi tengik, lebih asam, atau amis seperti ikan.
- Ketika didiamkan, ASI akan terpisah menjadi dua lapisan (air di bawah dan lemak di atas) yang tidak dapat kembali tercampur dengan baik walau diaduk.
- Terlihat ada gumpalan di dalam ASI atau berlendir sebagai tanda adanya pertumbuhan bakteri.
- Tampak adanya pertumbuhan jamur.
Supaya lebih aman, sebaiknya segera simpan ASI perah di kulkas setelah proses memerah selesai dan beri label tanggal kapan ASI diperah.
Cara Menyimpan ASI Perah Agar Tahan Lama
Supaya ASI tahan lama Bunda dapat menyimpan ASI dengan mengikuti langkah-langkah berikut ini:
- Siapkan wadah bersih yang dapat ditutup rapat. Bunda bisa menggunakan botol kaca atau kantong khusus ASI.
- Masukkan ASI dalam porsi kecil (60-118 ml per wadah) supaya langsung habis saat diberikan pada bayi.
- Beri label tanggal berapa ASI diperah untuk memudahkan Bunda mengecek masa simpannya.
- Letakkan ASI di bagian paling dalam kulkas atau freezer agar suhunya lebih stabil.
Baca Juga: Cara Menyusui Bayi yang Benar agar si Kecil Tumbuh Optimal
Jangan ragu untuk membuang ASI jika sudah melewati masa simpannya ya, Bun.
Dapatkan panduan lengkap menyusui eksklusif, solusi untuk tantangan menyusui, serta panduan nutrisi bagi Bunda dan si Kecil selama masa menyusui dengan mengunduh Panduan Bunda Menyusui. Download GRATIS, sekarang!
Cara Mencairkan dan Memanaskan ASI yang Benar
Mencairkan dan memanaskan ASI tak bisa asal agar kualitasnya tetap terjaga. Berikut caranya:
- Cairkan ASI yang paling lama disimpan terlebih dahulu karena seiring waktu, kualitas ASI dapat menurun.
- Tidak mencairkan dan memanaskan ASI menggunakan microwave karena bisa merusak komponen ASI.
- Untuk ASI beku, pindahkan ke chiller malam hari sebelum digunakan.
- Jika sudah mencair, keluarkan dari chiller dan rendam ASI di air biasa hingga suhu yang diinginkan.
- Jika Bunda ingin memberikan ASI hangat, rendam kantong/ botol ASI dalam mangkuk berisi air hangat.
Sekarang, Bunda sudah tidak bingung lagi bukan ASI bertahan berapa lama? Semoga informasi ini bisa dijadikan acuan ya, Bun! Jangan lupa maksimalkan kualitas ASI dengan susu hamil terfortifikasi.
SGM Bunda High-Iron adalah susu untuk ibu hamil dan menyusui yang tinggi zat besi & asam folat, juga diperkaya DHA, minyak ikan tuna, sekaligus sumber protein. Dukung nutrisi lengkap mengoptimalkan pertumbuhan & perkembangan janin, lezatnya tidak bikin mual.
Daftar jadi member Klub Generasi Maju sekarang untuk dapatkan akses gratis ke ratusan artikel parenting yang terverifikasi ahli, fitur pendukung tumbuh kembang anak, hingga konsultasi 24 jam bersama para ahli. Dengan jadi member, Bunda juga berkesempatan dapat hadiah menarik dari setiap pembelian produk SGM!