Facebook Pixel Code 5 Jenis Anemia pada Ibu Hamil dan Dampaknya bagi Kehamilan

5 Jenis Anemia pada Ibu Hamil dan Dampaknya bagi Kehamilan

Disusun oleh: Tim Penulis

Diterbitkan: 09 Mei 2025

Trimester 1
Kesehatan
Cover Image of 5 Jenis Anemia pada Ibu Hamil dan Dampaknya bagi Kehamilan

Bunda perlu mengenali macam-macam anemia pada ibu hamil dan mewaspadai gejalanya agar bisa mendapatkan diagnosis serta penanganan yang tepat. Ketahui penyebab dan gejala anemia pada ibu hamil di bawah ini!

Penyebab Anemia pada Ibu Hamil

Bunda membutuhkan lebih banyak zat besi selama kehamilan untuk memproduksi darah tambahan dan mendukung perkembangan janin.

Selain zat besi, ibu hamil juga memerlukan asam folat dan vitamin B12 yang cukup untuk produksi sel darah merah.

Kekurangan zat besi, asam folat, dan vitamin B12 dapat mengganggu pembentukan sel darah merah sehat, yang berpotensi menyebabkan anemia saat hamil.

Faktor Risiko Anemia pada Ibu Hamil

Beberapa faktor risiko anemia pada ibu hamil adalah:

  1. Kehamilan Kembar: karena kebutuhan zat besi dan nutrisi lainnya meningkat lebih besar.
  2. Jarak Kehamilan Terlalu Dekat: Kehamilan yang terlalu dekat dapat mengurangi cadangan zat besi dan meningkatkan risiko anemia pada kehamilan berikutnya.
  3. Diet Tidak Seimbang: Pola makan yang kurang mengandung zat besi, asam folat, atau vitamin B12 dapat meningkatkan risiko anemia pada ibu hamil.
  4. Penyakit atau Kondisi Medis Tertentu: Kondisi medis seperti gangguan pencernaan atau penyakit kronis (misalnya penyakit ginjal) meningkatkan risiko anemia saat hamil.
  5. Usia Bunda yang Terlalu Muda atau Terlalu Tua (Lebih dari 35 tahun): tubuh mungkin tidak sepenuhnya siap untuk memenuhi kebutuhan gizi selama kehamilan.

Baca Juga: 5 Kebutuhan Gizi yang Harus Dipenuhi Ibu Hamil

Macam-Macam Anemia pada Ibu Hamil

Gejala anemia ringan cukup umum dialami ibu hamil. Berikut macam-macam anemia pada ibu hamil yang paling umum: 

1. Anemia Defisiensi Zat Besi

Anemia defisiensi besi adalah jenis anemia yang diakibatkan kekurangan zat besi untuk membentuk hemoglobin. Kekurangan zat besi dapat mengurangi jumlah hemoglobin dalam darah, yang menyebabkan anemia.

Kekurangan zat besi sering terjadi pada trimester kedua dan ketiga. Gejala anemia defisiensi besi yang umum dirasakan saat hamil meliputi: 

  • kelelahan berlebihan.
  • Pusing, sakit kepala.
  • Detak jantung cepat.
  • Sesak napas.
  • Kulit pucat.
  • Kuku rapuh.
  • Mengidam benda non-makanan (pica) seperti es atau tanah.

Jika tidak ditangani, anemia defisiensi besi bisa meningkatkan risiko kelahiran prematur, preeklampsia, bayi lahir dengan berat badan rendah (BBLR), dan perdarahan pascapersalinan (PPH).

2. Anemia Megaloblastik

Dari macam-macam anemia pada ibu hamil yang umum, anemia megaloblastik paling sering ditemukan setelah anemia defisiensi besi. Anemia megaloblastik disebabkan oleh kekurangan asam folat dan vitamin B12.

Gejala anemia megaloblastik antara lain: 

  • Sesak napas.
  • Kelemahan otot.
  • Kulit pucat.
  • Lidah membengkak atau terasa nyeri.
  • Gangguan pencernaan seperti mual dan diare.
  • Detak jantung yang cepat.
  • Sensasi kesemutan atau mati rasa di tangan dan kaki.

Jenis anemia ini dapat menimbulkan komplikasi berupa gangguan fungsi plasenta dan hambatan suplai oksigen ke janin.

3. Anemia Akibat Defisiensi Vitamin C

Anemia juga bisa terjadi akibat defisiensi vitamin C, yang berperan penting dalam membantu penyerapan zat besi.

Penelitian dari Jurnal Kesehatan Manarang menunjukkan bahwa 80% ibu hamil kekurangan vitamin C, sementara 86,7% tidak cukup mengonsumsi zat besi.

Sebanyak 56,7% ibu hamil dalam studi tersebut menderita anemia defisiensi besi. Ini menunjukkan hubungan erat antara asupan zat besi dan vitamin C dengan kejadian anemia.

4. Anemia Aplastik

Anemia aplastik terjadi ketika sumsum tulang tidak dapat memproduksi cukup sel darah merah, putih, dan trombosit, sehingga tubuh kekurangan sel darah.

Penyebab anemia aplastik bisa bervariasi, mulai dari faktor genetik, infeksi virus, reaksi obat-obatan tertentu, atau paparan zat berbahaya. Dalam beberapa kasus, penyebabnya tidak dapat diketahui pasti.

Gejala anemia aplastik dapat meliputi:

  • Mudah lelah dan lemas.
  • Sesak napas.
  • Detak jantung cepat atau tidak teratur.
  • Kulit pucat.
  • Infeksi yang sering kambuh atau sulit sembuh.
  • Luka berdarah yang lama menutup.
  • Memar tanpa sebab yang jelas.
  • Mimisan atau gusi berdarah.
  • Pusing, sakit kepala, demam, dan ruam kulit.

Bayi yang lahir dari ibu penderita anemia aplastik berisiko mengalami gangguan pertumbuhan dan infeksi setelah lahir.

5. Anemia Hemolitik

Anemia hemolitik terjadi ketika sel darah merah hancur dan mati lebih cepat dari seharusnya. 

Penyebab anemia hemolitik bisa beragam, seperti kelainan bawaan (misalnya anemia sel sabit, talasemia, atau defisiensi G6PD), infeksi, serta efek samping obat-obatan.

Gejala anemia hemolitik bisa meliputi:

  • Kulit terlihat sangat pucat.
  • Kulit, mata, atau mulut menguning (jaundice).
  • Urine berwarna gelap.
  • Demam dan lemas.
  • Pusing dan mudah bingung.
  • Tidak kuat beraktivitas fisik.
  • Pembesaran limpa atau hati.
  • Detak jantung cepat dan bisa muncul bunyi jantung tidak normal.

Dampak Anemia terhadap Kehamilan

Macam-macam anemia pada ibu hamil dapat memengaruhi tumbuh kembang janin, terutama pada trimester pertama.

Jika tidak ditangani, anemia bisa meningkatkan risiko bayi lahir dengan berat badan rendah, lahir prematur, atau bahkan mengalami anemia setelah lahir yang dapat berdampak pada perkembangannya. Anemia juga meningkatkan risiko stunting pada bayi setelah lahir.

Selain itu, anemia dapat membuat ibu mudah terkena infeksi sehingga memperlambat pemulihan pascapersalinan. 

Cara Mencegah dan Mengatasi Anemia pada Ibu Hamil

Ini dia berbagai cara mencegah dan mengatasi macam-macam anemia pada ibu hamil:

1. Mengonsumsi Makanan Kaya Zat Besi

Ibu hamil disarankan untuk mengonsumsi makanan tinggi zat besi, terutama dari sumber hewani seperti daging merah, hati, ayam, telur, dan ikan yang lebih mudah diserap tubuh. 

Sumber nabati seperti bayam, kacang-kacangan, tahu, dan tempe juga bermanfaat, tapi sebaiknya dikonsumsi bersama makanan yang kaya vitamin C agar penyerapannya lebih optimal. 

Sebaiknya hindari minum teh atau kopi saat makan karena dapat menghambat penyerapan zat besi.

Baca Juga: 11 Cara Mengatasi Anemia Defisiensi Besi pada Ibu Hamil

2. Penuhi Kebutuhan Asam Folat dan Vitamin B12

Salah satu cara mencegah macam-macam anemia pada ibu hamil adalah memenuhi asam folat dan vitamin B12. Asam folat dan vitamin B12 penting untuk proses pembentukan sel darah merah.

Ibu hamil bisa konsumsi makanan kaya asam folat dari sayuran hijau, jus jeruk, alpukat, kacang-kacangan, dan gandum utuh. 

Vitamin B12 banyak ditemukan pada makanan hewani seperti daging, telur, susu, serta sereal yang difortifikasi.

3. Jaga Asupan Vitamin C untuk Meningkatkan Penyerapan Zat Besi

Vitamin C membantu tubuh menyerap zat besi secara lebih efisien. Sumber vitamin C yang baik antara lain jeruk, stroberi, kiwi, tomat, paprika, dan brokoli. 

Jadi, Bunda bisa sarapan dengan sandwich isi daging dan paprika ditemani segelas jus jeruk.

Ketika makan siang, pilih menu ikan dan telur yang tinggi zat besi lalu makan buah jambu biji dan stroberi sebagai sumber vitamin C-nya.

4. Konsumsi Suplemen Zat Besi Sesuai Anjuran Dokter

Jika hasil pemeriksaan menunjukkan kadar hemoglobin rendah, dokter biasanya akan meresepkan suplemen zat besi

Konsumsi suplemen sesuai dosis untuk menghindari efek samping seperti mual atau sembelit, dan sebaiknya diminum bersamaan dengan minuman tinggi vitamin C seperti jus jeruk untuk penyerapan yang lebih baik.

5. Menjaga Pola Hidup Sehat

Untuk mencegah macam-macam anemia pada ibu hamil, biasakan gaya hidup bersih, menjaga berat badan sehat, dan melakukan aktivitas fisik secara teratur.

Olahraga ringan seperti yoga prenatal, jalan kaki, atau senam kehamilan untuk meningkatkan sirkulasi darah.

Selain itu, Bunda bisa minum susu hamil tinggi zat besi dan asam folat seperti SGM Bunda High-Iron.

Susu kehamilan SGM Bunda High-Iron tinggi zat besi dan asam folat, serta diperkaya DHA, minyak ikan, dan protein. Dukung nutrisi lengkap untuk perkembangan janin, lezatnya tidak bikin mual.

SGM Bunda

Susu untuk Ibu Hamil dan Menyusui
Tinggi Zat Besi dan Asam Folat
Dengan Rasa yang Lezat 

Cari Tahu di Sini!

Kadar zat besi per sajian susu SGM Bunda High-Iron bisa bantu cukupi 25% kebutuhan zat besi harian dan 20% kebutuhan folat harian selama hamil.

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Ibu hamil sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sejak kunjungan prenatal pertama untuk mendeteksi anemia sedini mungkin. 

Pemeriksaan biasanya mencakup tes hemoglobin untuk mengukur kadar protein pembawa oksigen dalam darah, serta tes hematokrit untuk mengetahui persentase sel darah merah.

Jika hasilnya menunjukkan kadar hemoglobin atau hematokrit yang rendah, kemungkinan ibu mengalami anemia defisiensi besi. Dokter juga mungkin akan melakukan tes tambahan untuk memastikan penyebab anemia. 

Meskipun tidak terdeteksi di awal kehamilan, pemeriksaan ulang biasanya akan dilakukan pada trimester kedua atau ketiga untuk memantau kondisi darah selama kehamilan.

Memahami macam-macam anemia pada ibu hamil sangat penting untuk menjaga kesehatan ibu dan tumbuh kembang janin. Yuk, jadi Bunda cerdas yang siap menghadapi kehamilan dengan penuh informasi! 

Caranya, daftar jadi member Klub Generasi Maju sekarang untuk dapatkan akses gratis ke ratusan artikel parenting yang terverifikasi ahli, fitur pendukung tumbuh kembang anak, hingga konsultasi 24 jam bersama para ahli. Dengan jadi member, Bunda juga berkesempatan dapat hadiah menarik dari setiap pembelian produk SGM!

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Bunda

Temukan Topik Lainnya