Facebook Pixel Code Perkembangan Janin 21 Minggu dan Tips Menjaga Kehamilan

Perkembangan Janin 21 Minggu dan Tips Menjaga Kehamilan

Disusun oleh: Tim Penulis

Diterbitkan: 15 Mei 2025

Trimester 2
Tumbuh Kembang
Cover Image of Perkembangan Janin 21 Minggu dan Tips Menjaga Kehamilan

Di usia janin 21 minggu, si Kecil semakin aktif dan organ-organ pentingnya berkembang pesat, lho. Yuk, cari tahu apa saja yang terjadi di minggu ini dan bagaimana cara menjaga kehamilan agar si Kecil tumbuh sehat dan kuat!

Perkembangan Janin 21 Minggu

Ukuran janin sudah semakin besar, organnya pun semakin aktif dalam menjalankan fungsinya. Bentuk tubuhnya semakin hari semakin tampak jelas.

1. Ukuran dan Bentuk Janin

Panjang janin sudah mencapai 26,7 cm ujung kepala hingga ujung kaki dengan berat sebesar 400 gram. Kira-kira, ukuran janin 21 minggu sudah sebesar wortel, pisang besar, atau mangga.

Proporsi tubuhnya semakin seimbang. ‌Ukuran kakinya semakin berkembang dan tampak semakin proporsional dengan tubuhnya.

2. Perkembangan Otak dan Sistem Saraf

Permukaan otak janin di minggu ini masih cukup halus dan belum begitu banyak terbentuk lipatan atau kerutan.

Lipatan di permukaan otak terbentuk karena perkembangan otak yang mendorong bagian luar. Lipatan ini memungkinkan otak menampung lebih banyak neuron dan meningkatkan kemampuan berpikir.

Namun, janin sedang mengalami mielinisasi atau proses pembentukan lapisan saraf. Lapisan ini berguna untuk mempercepat penyampaian pesan sinyal pada saraf.

3. Perkembangan Paru-paru dan Sistem Pernapasan

Janin usia 21 pekan sudah menghasilkan cairan bernama surfactant. Cairan ini berguna untuk membuat kantung udara di paru-paru mengembang.

Janin sudah memiliki gerakan pernapasan yang diatur oleh sistem saraf pusat di batang otak. 

Namun, janin masih mendapatkan oksigen melalui plasenta, sementara saluran udara kecil di paru-paru terus berkembang.

4. Perkembangan Sistem Pencernaan

Bayi sudah menelan cairan ketuban untuk mendapatkan asupan air dan zat gizi dari ibu hamil.

Proses ini juga melatih kemampuan menelan dan mencerna makanan saat janin lahir ke dunia. Indra pengecapnya pun sudah mulai tumbuh. 

Di usia ini, janin akan menghasilkan mekonium atau buang air besar pertamanya. 

Organ saluran cerna pun sudah semakin berkembang dan bisa melakukan gerakan peristaltik. Gerakan ini mendorong cairan ketuban dari lambung janin menuju usus.

5. Perkembangan Sistem Peredaran Darah dan Jantung

Hati dan limpa janin mulai bekerja memproduksi sel darah. Sumsum tulang belakang pun sudah cukup berkembang untuk melakukan hal yang sama. 

Pembuluh darah semakin berkembang dan mulai lebih jelas terlihat di bawah kulit tipis janin. 

Detak jantung janin sebanyak 120–160 kali dalam 1 menit. Jumlahnya lebih banyak daripada orang dewasa.

6. Perkembangan Kulit dan Rambut

Kulit janin 21 minggu memang masih tipis dan transparan. Namun, kulitnya sudah memiliki dua pelindung penting, yaitu lanugo dan vernix caseosa.

Lanugo adalah rambut halus dan lembut untuk kehangatan janin. Sementara itu, vernix caseosa yang semakin tebal, merupakan lapisan minyak untuk melindungi kulit janin dari cairan ketuban.

Janin pun sudah memiliki alis dan rambutnya semakin tebal.

7. Perkembangan Organ Reproduksi

Ayah Bunda ingin mengetahui jenis kelamin janin? Inilah saat yang tepat.

Pada janin laki-laki, testis mulai turun dari perut menuju skrotum. Pada janin perempuan, ovarium sudah berisi jutaan sel telur yang nantinya akan matang saat pubertas.

Organ genital sudah semakin jelas dan bisa terlihat melalui USG.

8. Aktivitas dan Gerakan Janin

Pergerakan janin di trimester 2 sudah makin banyak, karena sistem saraf di otak sudah terhubung dengan otot. Jadi, janin sekarang bisa menendang, meregang, dan tergelincir di dalam rahim.

Gerakannya juga lebih terkoordinasi. Karena itu, Bunda akan lebih sering merasakan janin menendang 

Peregangan dan menggeliat menjadi lebih aktif karena janin memiliki cukup ruang untuk bergerak.

Refleks menggenggam semakin kuat. Janin sering terlihat di USG memegang tali pusar.

9. Respons terhadap Rangsangan

Janin bisa merespon berbagai rangsangan, seperti sentuhan, suara, dan cahaya. Responnya berupa gerakan atau peningkatan denyut janin.

Saat Bunda mengajak janin berkomunikasi, ia mulai mengenali suara Bunda dan merespons dengan gerakan.

Jika perut Bunda disinari dengan senter, janin bisa memalingkan kepala. Sentuhan lembut di perut pun dapat membuat janin bergerak.

Janin juga memiliki siklus tidur-bangun yang lebih teratur. Sebanyak 90-95% waktu janin habis untuk tidur. Bahkan, mereka bisa bermimpi saat tidur. Terkadang, bayi baru bangun saat ibu hamil akan tidur.

Baca Juga: Stimulasi yang Perlu Dilakukan saat Hamil

Ingin tahu kapan si Kecil lahir? Hitung perkiraan hari kelahiran si Kecil dengan mudah di Kalkulator Kehamilan, gratis!

Perubahan Bunda di Usia Kehamilan 21 Minggu

Tubuh Bunda tentu menyesuaikan usia janin 21 minggu. Hal ini tentu menimbulkan beragam perubahan, apa saja?

1. Perubahan Fisik

Semakin besar janin, berat badan Bunda pun ikut naik. Perut yang semakin menonjol juga membuat kehamilan Bunda mulai terlihat jelas oleh orang lain.

Di usia kehamilan 21 minggu, kulit Bunda bisa mulai menunjukkan stretch marks. Guratan ini terjadi karena kulit meregang mengikuti pertumbuhan janin.

Bunda mungkin juga melihat bercak kecokelatan di wajah akibat perubahan hormon, disebut chloasma. Selain itu, kuku dan rambut Bunda menjadi lebih kuat dan tebal berkat peningkatan volume darah.

Rahim pun akan naik ke arah pusar. Hal ini membuat perut terasa tak nyaman, bahkan Bunda rentang mengalami sensasi perut terbakar.

2. Perubahan Emosional dan Psikologis

Saat usia janin 21 minggu, ibu hamil pun kerap mengalami mood swing. Kondisi ini terjadi akibat stres fisik, kelelahan, dan perubahan hormon estrogen dan progesteron.

Pada perubahan hormon, kondisi ini memengaruhi senyawa di otak yang dapat mengatur mood ibu hamil.

Perasaan Bunda pun lebih terhubung pada janin. Fenomena ini disebut dengan maternal-fetal attachment atau kelekatan pada ibu-janin. Kondisi ini menggambarkan aspek emosional, kognitif, dan perilaku pada ibu hamil terhadap janin.

Cara Merawat Kehamilan agar Janin 21 Minggu Tumbuh Optimal

Di usia 21 minggu, penting bagi Bunda menjaga kehamilan agar janin tumbuh sehat dan optimal. Yuk, simak caranya!

1. Jaga Pola Makan Sehat

Ibu hamil perlu memenuhi asupan gizinya untuk menjaga kesehatannya dan janin usia 21 minggu yang dikandung. Bunda perlu mendapatkan asupan gizi berikut:

  • Zat besi
  • Asam folat
  • Kalsium
  • Vitamin D
  • Kolin
  • Omega-3
  • Vitamin C
  • Yodium

Sebaiknya, Bunda mengonsumsi makanan bergizi seimbang, seperti sayuran hijau, buah-buahan, serta ikan berlemak kaya omega-3, seperti kembung, teri basah, atau cakalang.

Hindari makanan tinggi gula dan garam untuk mengurangi risiko preeklampsia dan kenaikan berat badan berlebih selama kehamilan. 

Jangan konsumsi telur, ikan, atau daging yang tidak dimasak (mentah) agar terhindar dari infeksi parasit atau bakteri.

Baca Juga: 6 Nutrisi Penting untuk Tumbuh Kembang Janin

2. Konsumsi Asam Folat

Ibu hamil perlu memenuhi asupan asam folat agar janin 21 minggu terhindar dari cacat tabung saraf. Untuk itu, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia merekomendasikan konsumsi sebanyak 600 mcg setiap hari.

Diketahui, makanan asam folat untuk ibu hamil banyak ditemukan di telur, asparagus, jeruk, brokoli, kacang-kacangan dan biji-bijian, pepaya, pisang, dan alpukat. 

Konsumsi beragam sayur, buah, dan asupan hewani untuk melengkapi kebutuhan gizi harian.

3. Tingkatkan Konsumsi Zat Besi

Menginjak trimester kedua hingga ketiga, volume darah dalam tubuh wanita akan meningkat sampai 35%. Jumlah ini setara dengan 450 mg zat besi untuk memproduksi sel-sel darah merah. 

Untuk itu, konsumsi asupan kaya zat besi, seperti daging merah dan sayur-sayuran hijau. Agar meningkatkan penyerapan zat besi, konsumsilah bersama makanan tinggi vitamin C.

Bunda bisa memenuhi kebutuhan zat besi dengan SGM Bunda High-Iron, susu tinggi zat besi, asam folat, DHA, dan protein. Lezat dan tidak bikin mual!

SGM Bunda

Susu untuk Ibu Hamil dan Menyusui
Tinggi Zat Besi dan Asam Folat
Dengan Rasa yang Lezat 

Cari Tahu di Sini!

4. Tingkatkan Asupan DHA

DHA merupakan nutrisi penting untuk janin agar perkembangan otaknya terjaga. Pemenuhan kebutuhan DHA berpotensi meningkatkan kemampuan belajar dan memahami bahasa.

Untuk mendapatkan asupan DHA, Bunda bisa mendapatkannya dari ikan-ikanan berlemak, seperti salmon, cakalang, teri basah. 

Melengkapi kebutuhan DHA pun bisa menggunakan minyak ikan. Konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan dosis yang sesuai.

5. Olahraga ringan

Olahraga ringan membantu meredakan nyeri, memperbaiki tidur, dan memperkuat kondisi tubuh sebelum persalinan. Olahraga bahkan juga baik untuk menjaga kesehatan mental Bunda.

Berikut rekomendasi yang aman untuk ibu hamil trimester 2.

  • Yoga
  • Pilates
  • Jalan kaki
  • Renang
  • Senam aerobik
  • Sepeda statis
  • Olahraga kekuatan

6. Istirahat dan Tidur yang Berkualitas

Posisi tidur yang tepat membantu ibu hamil tidur lebih nyenyak, terutama setelah usia janin 21 minggu. Tidurlah miring ke kiri agar aliran darah ke janin dan ginjal tetap lancar. 

Gunakan bantal di bawah perut, pinggang, dan di antara lutut untuk kenyamanan dan menjaga postur tubuh.

7. Hindari Paparan Zat Berbahaya

Meski usia janin sudah mencapai 21 minggu, Bunda tetap perlu waspada. 

Hindari berbagai zat yang bisa membahayakan kesehatan Bunda maupun janin dalam kandungan. Berikut ini beberapa contohnya:

  • Alkohol.
  • Rokok dan produk yang mengandung nikotin.
  • Narkoba.
  • Obat-obatan tertentu yang berisiko bagi janin, seperti isotretinoin.
  • Produk perawatan kulit yang mengandung retinol dan turunannya.
  • Timbal.
  • Merkuri
  • Pestisida.

8. Kelola Stres

Ada banyak cara untuk mengelola stres. Cobalah olahraga agar suasana hati lebih stabil. Bunda bisa memilih aktivitas seperti berenang, yoga, atau sekadar berjalan santai. 

Saat merasa tegang, tarik napas dalam-dalam dari dada, lalu hembuskan perlahan.

Luangkan waktu untuk melakukan hobi yang Bunda sukai, dan habiskan waktu bersama orang-orang terdekat yang membawa kebahagiaan, entah itu teman, saudara, atau keluarga.

Jika Bunda merasa tidak nyaman, jangan ragu untuk membicarakannya secara terbuka dengan orang yang dipercaya atau tenaga profesional.

9. Rutin Kontrol Kandungan

Bunda perlu menjalani USG di usia 21 minggu untuk memeriksa anatomi janin dan mendeteksi kelainan pada organ-organ penting, seperti:

  • Otak dan tulang belakang.
  • Jantung.
  • Paru-paru.
  • Ginjal.
  • Anggota gerak.
  • Wajah.

Di usia 21 minggu, USG juga penting untuk:

  • Melihat anomali bawaan lahir.
  • Kemajuan pertumbuhan janin.
  • Mengecek kadar air ketuban.
  • Mengetahui jenis kelamin.
  • Persiapan kelahiran, terutama pada kehamilan berisiko.
  • Mengecek lokasi dan fungsi plasenta.

Bunda bisa cek gula darah untuk mengetahui risiko diabetes gestasional, terutama bila memang berisiko memiliki diabetes.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera ke dokter bila mengalami tanda-tanda berbahaya berikut:

  • Perdarahan hebat disertai kram di perut bawah.
  • Kram di perut tak kunjung reda.
  • Tiba-tiba haus dan buang air kecil berkurang.
  • Nyeri atau sensasi terbakar saat kencing yang diikuti demam atau sakit punggung.
  • Diare berdarah.
  • Tubuh bengkak tiba-tiba disertai sakit kepala, sulit melihat.
  • Sakit kepala parah selama 2–3 jam.

Saat usia janin 21 minggu, terjadi kemajuan yang cukup pesat, mulai dari pertumbuhan ukuran tubuh, perkembangan indra, hingga fungsi organ-organ vitalnya.

Daftar jadi member Klub Generasi Maju sekarang untuk dapatkan akses gratis ke ratusan artikel parenting yang terverifikasi ahli, fitur pendukung tumbuh kembang anak, hingga konsultasi 24 jam bersama para ahli. Dengan jadi member, Bunda juga berkesempatan dapat hadiah menarik dari setiap pembelian produk SGM!

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Bunda

Temukan Topik Lainnya