Facebook Pixel Code 6 Manfaat Komunikasi dengan Bayi dalam Kandungan

6 Manfaat Komunikasi dengan Bayi dalam Kandungan

Disusun oleh: Tim Penulis

Diterbitkan: 24 September 2020

Diperbarui: 23 Juli 2025

Trimester 1
Tumbuh Kembang
Cover Image of 6 Manfaat Komunikasi dengan Bayi dalam Kandungan

 

Bunda sudah bisa menjalin komunikasi dengan bayi sejak trimester pertama kehamilan untuk membangun ikatan dengan si Kecil. Bagaimana caranya?

Kapan Janin Bisa Diajak Komunikasi? 

Janin di dalam kandungan sudah bisa diajak komunikasi dan mendengar suara Ayah dan Bunda sejak usia kehamilan 25-28 minggu. 

Pendengaran bayi di dalam kandungan sudah berkembang pada usia 13-16 minggu. Namun, ia baru bisa mendengar suara dalam tubuh Bunda, seperti suara perut dan detak jantung.

Nah, di usia kehamilan 25-28 minggu, bayi mulai bereaksi pada suara dari luar tubuh, terutama suara Bunda. Sehingga, komunikasi dengan bayi dapat membuat ia merasa nyaman dan tenang.

Baca Juga: Seperti Apa Perkembangan Janin 1 Minggu? 

Manfaat Komunikasi dengan Bayi dalam Kandungan

Mengobrol dengan bayi di dalam kandungan punya manfaat utama dalam membangun ikatan yang kuat antara Bunda dan si Kecil. Ini dia beberapa manfaatnya:

1. Meningkatkan Kecerdasan Emosional Janin

Berbicara dengan bayi sejak di dalam kandungan ternyata bisa menjadi salah satu cara stimulasi dini untuk kecerdasan emosional si Kecil, lho, Bun.

Sebuah penelitian menyebutkan memori janin akan memengaruhi cara ia berinteraksi dengan dunia luar ketika nanti lahir, besar, dan bertumbuh.

Ketika Bunda menjalin komunikasi dengan bayi secara positif dan menenangkan, ini dapat membentuk pola emosi dasar yang positif pula terhadap sekitarnya.

Stimulus positif akan membantu si Kecil memiliki kecerdasan emosional yang baik pula, sehingga mampu mengendalikan emosi dan memahami orang lain dengan lebih baik.

2. Membangun Ikatan Emosional antara Ibu dan Janin

Komunikasi dengan janin punya manfaat utama dalam membangun bonding atau ikatan emosional janin dengan Bunda dan anggota keluarga lainnya.

Bayi mulai mendengar suara sejak trimester pertama kehamilan. Berbicara dengannya sejak di kandungan akan membuatnya merasa aman dan dicintai bahkan setelah nanti ia dilahirkan.

Selain itu, Bunda juga akan lebih peka dan responsif terhadap kondisi bayi terutama ketika ialah yang memulai percakapan lebih dulu dengan Bunda.

3. Menurunkan Tingkat Stres Ibu Hamil

Bukan hanya berdampak bagi perkembangan otak janin, menjalin komunikasi dengan janin di dalam kandungan juga bermanfaat mengurangi stres yang mungkin dirasakan oleh ibu hamil.

Membangun ikatan dan berbicara dengan bayi di dalam perut bisa jadi salah satu aktivitas yang menenangkan dan membuat Bunda lebih tenang.

4. Mendukung Perkembangan Otak dan Sistem Saraf Janin

Komunikasi dengan janin di dalam kandungan merupakan salah satu cara paling dini untuk mendukung perkembangan otak si Kecil, terutama dalam kemampuan berbahasanya.

Sebuah penelitian juga mengamini bahwa rangsangan bahasa, termasuk musik, bisa membantu perkembangan sistem saraf pusat (otak) janin jadi lebih optimal.

Komunikasi dengan bayi secara verbal bisa mendukung perkembangan bagian otak yang berperan dalam kemampuan belajar anak sebelum ia dilahirkan.

5. Meningkatkan Respons Positif Janin Terhadap Lingkungan Setelah Lahir

Sering mengajak bicara bayi dalam kandungan juga bermanfaat dalam menumbuhkan respons positif janin terhadap lingkungannya setelah lahir.

Sebab, rangsangan yang diterima sejak ia di dalam kandungan lama-kelamaan akan membuat dia terbiasa dengan lingkungan sekitar. 

Ketika si Kecil mulai terbiasa, ia tak lagi sering terkejut terhadap suatu rangsangan yang baru. Dengan demikian, energinya bisa disimpan untuk perkembangan fisiologisnya yang lain. 

Baca Juga: 5 Jenis Anemia pada Ibu Hamil dan Dampaknya bagi Kehamilan

6. Mendorong Konsistensi Pola Asuh Positif Sejak Dini

Komunikasi dengan janin di dalam perut sebenarnya adalah salah satu cara membangun kebiasaan dan pola pengasuhan yang baik untuk anak. 

Jika dilakukan secara konsisten, hal ini tentu saja dapat terbawa sampai si Kecil dilahirkan, yang secara tidak langsung akan memengaruhi tumbuh kembangnya.

Selain terus mengajaknya berkomunikasi sejak di dalam kandungan, Bunda jangan lupa juga penuhi nutrisi saat hamil agar perkembangan janin dapat berjalan optimal.

Bunda bisa memilih SGM Bunda High-Iron, susu untuk ibu hamil dan menyusui yang tinggi zat besi & asam folat, juga diperkaya DHA, minyak ikan tuna, sekaligus sumber protein. Dukung ​nutrisi lengkap mengoptimalkan pertumbuhan & perkembangan janin, lezatnya tidak bikin mual.

Cara Berkomunikasi dengan Janin

Contoh komunikasi dengan bayi dalam kandungan bisa dengan membicarakan hal umumseperti menanyakan kesehariannya atau justru menceritakan keseharian Bunda. 

Membacakannya cerita juga jadi salah satu cara berkomunikasi dengan janin. Bagaimana cara mengajak ngobrol bayi dalam kandungan?

  • Bernyanyi 
  • Mendengarkan musik
  • Menceritakan keseharian Bunda
  • Membacakan cerita
  • Memanggil nama si Kecil
  • Memijat lembut sembari mengajaknya berbicara
  • Usap lembut perut sambil berbicara ketika bayi menendang
  • Mengajak anggota keluarga lain untuk mengusap perut Bunda 
  • Melibatkan anggota keluarga lain ketika sedang sesi berbicara

Baca Juga: Rekomendasi Susu Ibu Hamil untuk Kecerdasan Otak Bayi 

Daftar membership Klub Generasi Maju sekarang untuk dapatkan akses gratis ke ratusan artikel parenting yang terverifikasi ahli, fitur pendukung tumbuh kembang anak, hingga konsultasi 24 jam bersama para ahli. Dengan jadi member, Bunda juga berkesempatan dapat hadiah menarik dari setiap pembelian produk SGM!

Informasi yang Wajib Bunda Ketahui

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Bunda

Temukan Topik Lainnya