Imunisasi kejar (catch up immunization) penting diberikan agar anak terlindungi dari berbagai penyakit menular. Mengetahui jadwal lengkap, dosis yang tepat, dan melakukan konsultasi rutin dengan tenaga medis, membantu Bunda memastikan sistem imun si Kecil tetap optimal.
Kenapa Imunisasi Kejar Penting?
Imunisasi sangat dianjurkan untuk didapatkan sesuai jadwal. Melewatkan imunisasi meningkatkan risiko penyakit yang sebenarnya bisa dicegah.
Namun, anak mungkin bisa melewatkan atau ketinggalan jadwal vaksin, karena sakit atau orang tua berhalangan hadir.
Imunisasi kejar adalah program untuk melengkapi vaksin anak yang terlambat, terputus, atau belum didapatkan sesuai jadwal imunisasi IDAI.
Berikut beberapa manfaat imunisasi kejar lainnya yang juga penting untuk si Kecil:
- Memenuhi kekebalan dasar anak.
- Mencegah penyakit menular berbahaya.
- Mendukung herd immunity (kekebalan kelompok) di lingkungan sekitar.
- Memastikan anak siap masuk sekolah dengan perlindungan optimal.
Baca Juga: Pentingnya Imunisasi Dasar Lengkap untuk Kesehatan Bayi
Jadwal Imunisasi Kejar Anak (Catch Up Immunization)
Berikut tabel ringkas jadwal imunisasi kejar untuk semua vaksin utama:
|
Vaksin
|
Usia Ideal Pemberian
|
Dosis dan Interval
|
Perlu Imunisasi Kejar atau Tidak?
|
|
Hepatitis B
|
Baru lahir, 2, 3, dan 4 bulan
|
4 dosis + booster di usia 18 bulan
|
Anak di atas 1 tahun yang belum imunisasi hepatitis B bisa mulai imunisasi kejar 3 dosis, tiap 1 bulan sekali.
|
|
DPT (DTaP/DTwP)
|
2, 3, 4 bulan, serta booster di 18 bulan dan 5 tahun
|
3 dosis + booster
|
Jika belum dapat sebelum 12 bulan, berikan 3 dosis imunisasi kejar, tiap dosis berjarak 1 bulan.
|
|
BCG
|
Baru lahir hingga <1 bulan
|
1 dosis
|
Jika terlambat lebih dari 3 bulan, perlu tes tuberkulin sebelum mengejar vaksin.
|
|
Polio
|
Baru lahir, 2, 3, 4 bulan, serta booster di 18 bulan.
|
4 dosis + booster
|
Jika terlambat imunisasi lanjutkan dosis berikutnya tanpa mengulang.
|
|
PCV
|
2, 4, 6 bulan, serta booster di 12 bulan.
|
3-4 dosis
|
Jika terlambat, dosis dan interval pemberian disesuaikan dengan usia anak.
|
|
MR/MMR
|
MR 9 bulan, serta booster di 18 bulan dan 5 tahun
|
2 dosis MR/MMR
|
Imunisasi kejar MR di usia 9-12 bulan, serta MMR di usia 12-15 bulan dan 5-7 tahun.
|
|
Rotavirus (monovalen/RV1 dan pentavalen/RV5)
|
RV1: 6-12 minggu
RV5: 6-12 minggu
|
RV1: 2 dosis
RV5: 3 dosis
|
Vaksin rotavirus tidak bisa dikejar setelah usia bayi melewati 6 bulan.
|
|
Hepatitis A
|
Mulai 2 tahun
|
2 dosis
|
Dapat dikejar kapan saja jika belum pernah infeksi.
|
|
HiB
|
2, 3, 4 bulan, dan booster di usia 18 bulan.
|
3 dosis + booster
|
Imunisasi kejar di usia 1-5 tahun cukup 1 dosis.
|
Perlu dipahami Bun, semua jenis imunisasi kejar di atas sudah mengikuti rekomendasi IDAI terbaru dan dapat disesuaikan dengan kondisi anak oleh dokter.
Bunda bisa dapatkan panduan lengkap seputar perawatan bayi, tips bonding dengan si Kecil, hingga tips menghadapi hari-hari pertama sebagai ibu baru di E-Book Panduan Bunda Baru. Unduh GRATIS sekarang agar Bunda bisa mulai perjalanan menjadi ibu baru dengan lebih tenang dan percaya diri!
Apakah Dosis Harus Diulang dari Awal?
Tidak perlu mengulang dosis dari awal karena vaksin yang sudah diberikan sebelumnya tetap bekerja dan membentuk kekebalan di tubuh anak.
Jadi, Bunda cukup melanjutkan dosis catch up immunization berikutnya cukup dilanjutkan untuk melengkapi perlindungan tanpa mengulang rangkaian vaksin.
Baca Juga: 7 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Imunisasi Dasar Anak
Tips Praktis Mengejar Imunisasi Anak
Melakukan imunisasi kejar untuk anak bisa lebih mudah dan praktis dengan tips berikut:
- Cek catatan urutan imunisasi. Pastikan semua dosis yang sudah didapat si Kecil tercatat dengan benar.
- Konsultasi dengan dokter anak untuk menentukan dosis dan jadwal kejar yang tepat.
- Buat pengingat jadwal, misalnya menggunakan kalender atau aplikasi agar Bunda ingat tanggal vaksin selanjutnya.
- Pantau efek samping. Misalnya bayi rewel setelah imunisasi maupun reaksi ringan seperti demam atau bengkak di lokasi suntikan yang termasuk normal. Segera hubungi dokter jika ada gejala yang tidak biasa.
- Jangan menunda vaksinasi. Imunisasi yang terlambat lebih baik daripada tidak melakukan imunisasi sama sekali.
Baca Juga: Bunda, Berikut 5 Manfaat Imunisasi untuk Buah Hati
Apakah Boleh Kejar Imunisasi saat Anak Sakit atau Demam?
Anak tetap bisa mendapatkan vaksin meskipun sedang sakit ringan, seperti pilek, batuk, demam ringan, diare, atau infeksi telinga.
Penyakit ringan tidak umumnya tidak memengaruhi kerja vaksin. Jika menurut dokter aman, maka vaksinasi tetap aman dilakukan.
Namun, bila anak sedang mengalami demam tinggi maupun sakit berat, sebaiknya tanyakan lebih lanjut dengan dokter apakah imunisasi bisa diberikan atau lebih baik menunda sampai anak sembuh.
Punya pertanyaan seputar nutrisi dan tumbuh kembang si Kecil? Yuk, hubungi Sahabat Bunda Generasi Maju! Tim Careline kami siap membantu dengan pengetahuan dan informasi terpercaya tentang nutrisi dan perkembangan anak.