Bunda tentu tidak sampai hati ketika melihat bayi rewel setelah imunisasi. Namun, tidak usah terlalu khawatir, Bun, karena kondisi ini sangat wajar terjadi, kok. Yuk, cari tahu cara efektif untuk mengatasinya!
Apakah Normal Bayi Rewel Setelah Imunisasi?
Ya, kondisi ini normal. Rewel biasanya disebabkan oleh rasa nyeri di area bekasi suntikan atau demam ringan.
Tidak semua bayi rewel setelah imunisasi karena responnya berbeda-beda. Ada bayi yang tetap tenang, ada yang rewel sebentar, dan ada juga yang lebih lama.
Berapa Lama Bayi Rewel Setelah Imunisasi?
Rewel setelah vaksinasi tidak selalu dialami setiap bayi. Ada bayi yang tenang setelah imunisasi, rewel sebentar, atau cukup lama.
Bayi yang rewel sebentar usai imunisasi akan tenang kembali setelah dipeluk dan disusui. Namun, ada pula bayi yang rewel lebih lama.
Kondisi ini bisa berlangsung sekitar 1-3 hari setelah vaksinasi karena nyeri di area bekas suntikan mungkin masih bertahan dalam kurun waktu tersebut.
Baca juga: Catat Bun, Urutan Imunisasi Bayi Menurut IDAI
Penyebab Bayi Rewel Setelah Imunisasi
Ada beberapa penyebab bayi bisa rewel setelah imunisasi, di antaranya:
- Nyeri, bengkak, kemerahan, di area bekas suntikan.
- Demam ringan yang berarti tanda sistem imun sedang bekerja.
- Rasa tidak nyaman karena berada tempat baru, bertemu banyak orang asing, atau ikut merasakan kepanikan Bunda.
Namun, tenang saja, Bun, efek samping ini umumnya ringan dan bisa mereda sendiri.
Cara Mengatasi Bayi Rewel Setelah Imunisasi
Meski sebenarnya wajar, tapi rewel pasca imunisasi dapat membuat si Kecil gelisah dan Bunda mungkin khawatir. Supaya ia lebih tenang, berikut beberapa upaya yang bisa Ayah dan Bunda lakukan:
1. Peluk si Kecil
Kerewelan si Kecil sangat mungkin berasal dari rasa takutnya setelah mendapat suntikan atau berada di tempat yang asing untuknya.
Bunda dapat menggendong dan memeluk si Kecil untuk memberikan rasa aman dan nyaman.
Usap-usap pelan punggungnya dan bisikkan suara lembut agar si Kecil merasa Bunda ada untuk melindunginya.
2. Berikan ASI
Agar si Kecil lupa dengan rasa sakitnya, Bunda juga bisa coba berikan ASI.
Pemberian ASI pun dinilai dapat membantu mengantisipasi risiko efek samping demam setelah imunisasi, menurut hasil penelitian dari jurnal Pharmacy.
Saat menyusu, bayi merasa tenang karena pelukan dan sentuhan kulit Bunda membuat tubuhnya lebih rileks serta membantu menstabilkan detak jantung dan pernapasannya.
Selain itu, isapan dan rasa manis ASI membantu mengalihkan perhatian bayi dari rasa sakit setelah imunisasi.
Baca juga: 7 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Imunisasi Dasar Anak
3. Memberikan Obat Pereda Demam
Demam setelah imunisasi tidak selalu jadi pertanda buruk, kok, Bun. Demam justru menandakan sistem kekebalan tubuh si Kecil sedang bekerja mengenali kandungan vaksinnya.
Namun, apabila demam si Kecil mencapai 38 derajat Celcius atau lebih, Bunda dapat memberikan obat penurun panas.
Meski begitu, sebaiknya tetap diskusi dulu dengan dokter dan berikan dosis yang sesuai dengan usia dan berat badan si Kecil, ya.
Jangan memberikan obat penurun panas dalam bentuk apapun pada bayi usia kurang dari 12 minggu kecuali disarankan oleh dokter.
4. Kompres Lengan Bayi
Bunda pasti resah ketika melihat bayi rewel setelah imunisasi.
Jika si Kecil tampak gelisah karena nyeri, bengkak, atau kemerahan di area bekas suntikan, Bunda bisa menggunakan kompres dingin untuk meredakannya.
Namun, apabila lengan si Kecil bengkak, panas, berwarna kemerahan, hingga terlihat gatal, kaku, dan pegal, sebaiknya gunakan kompres air hangat.
Jadi, hari pertama kompres dingin, lalu hari berikutnya boleh kompres hangat bila masih terasa nyeri.
5. Pakaikan Baju Adem dan Longgar
Bekas suntikan sering membuat si Kecil merasa nyeri dan tidak nyaman, apalagi jika disertai demam. Coba pakaikan baju yang tipis dan longgar agar si Kecil bisa merasa lebih adem.
Pakaian longgar juga mengurangi gesekan pada area suntikan dan membantu pelepasan panas tubuh saat bayi demam.
Hindari memakaikan baju tebal atau berlapis-lapis karena justru bisa membuat suhu tubuh bayi meningkat. Jika bayi menggigil, cukup bedong dengan kain tipis dan longgar.
6. Berikan Pijatan
Pada beberapa bayi, imunisasi juga dapat membuat area bekas suntikan bengkak dan terasa sangat sakit.
Ringankan keluhan ini dengan mengusap atau memberikan pijatan lembut di sekitar area suntikan, baik sebelum maupun sesudah suntikan diberikan.
Jangan lupa dapatkan panduan lengkap seputar perawatan bayi, tips bonding dengan si Kecil, hingga tips menghadapi hari-hari pertama sebagai ibu baru di E-Book Panduan Bunda Baru. Unduh GRATIS sekarang agar Bunda bisa mulai perjalanan menjadi ibu baru dengan lebih tenang dan percaya diri!
Kapan Harus ke Dokter?
Di samping memberikan penanganan sendiri di rumah, Bunda tetap perlu waspada dan segera bawa si Kecil ke dokter bila ia mengalami gejala berikut:
- Bayi usia kurang dari 12 minggu mengalami demam.
- Bayi mengalami demam di atas 40 derajat Celcius dan lebih dari 3 hari.
- Bayi menangis tanpa henti lebih dari 3 jam.
- Bayi muntah-muntah dan menangis keras setelah mendapat imunisasi rotavirus.
- Bayi terlihat sangat sakit.
- Kemerahan di sekitar bekas suntikan semakin lebar dan semakin sakit ketika disentuh lebih dari 3 hari setelah imunisasi dilakukan.
- Bayi kembali demam setelah sempat mereda selama lebih dari 24 jam.
- Ruam kemerahan setelah imunisasi campak (dihitung mulai hari ke 6 hingga hari ke 12 setelah suntikan) berlangsung lebih dari 4 hari.
Jika bayi juga mengalami pembengkakan di area bekasi suntikan dan tidak kunjung membaik setelah dikompres beberapa hari, Bunda bisa memeriksakannya lebih lanjut ke dokter.
Baca juga: Ciri-Ciri Demam yang Berbahaya pada Bayi dan Pengobatannya
Apa yang Harus Dilakukan Sebelum Imunisasi agar Bayi Tidak Terlalu Rewel?
Bunda bisa meminimalisir kemungkinan bayi rewel dengan menerapkan beberapa tips ini:
- Pastikan bayi mendapatkan waktu tidur yang cukup.
- Beri ASI sebelum imunisasi, khususnya bila vaksin diberikan melalui suntikan.
- Kenakan bayi pakaian yang nyaman dan mudah dilepas.
- Beri penjelasan dan afirmasi positif dengan bahasa yang sederhana meski si Kecil mungkin belum sepenuhnya memahaminya.
- Usahakan untuk tetap tenang agar bayi merasa nyaman.
Punya pertanyaan seputar nutrisi dan tumbuh kembang si Kecil? Yuk, hubungi Sahabat Bunda Generasi Maju! Tim Careline kami siap membantu dengan pengetahuan dan informasi terpercaya tentang nutrisi dan perkembangan anak.