Facebook Pixel Code Manfaat Imunisasi Dasar Lengkap untuk Anak, Jenis, dan Jadwal

Manfaat Imunisasi Dasar Lengkap untuk Anak, Jenis, dan Jadwal

Disusun oleh: Tim Penulis

Diterbitkan: 19 Oktober 2021

Diperbarui: 23 Oktober 2025

0 - 3 Bulan
Kesehatan
Cover Image of Manfaat Imunisasi Dasar Lengkap untuk Anak, Jenis, dan Jadwal

 

Manfaat imunisasi dasar lengkap sangat penting untuk melindungi anak dari penyakit infeksi berbahaya. Dengan imunisasi lengkap, anak lebih kebal, penyebaran virus atau bakteri bisa dicegah, dan beberapa penyakit bahkan bisa hilang di wilayah tertentu.

Apa Itu Imunisasi Dasar Lengkap?

Imunisasi dasar lengkap adalah rangkaian vaksin wajib yang ditetapkan oleh IDAI untuk diberikan pada anak sejak lahir hingga 12 bulan.

Tujuannya untuk membangun kekebalan tubuh dan melindungi anak dari penyakit serius sejak dini.

Vaksin yang termasuk dalam imunisasi dasar mencakup beberapa jenis, seperti BCG, polio, DPT, hepatitis B, dan campak.

Manfaat Imunisasi Dasar Lengkap untuk Bayi

Dengan imunisasi dasar lengkap, si Kecil akan mendapatkan berbagai manfaat, seperti:

1. Melindungi dari Penyakit Berbahaya

Manfaat imunisasi dasar lengkap yang utama adalah membantu melindungi bayi dari penyakit berbahaya dengan cara membangun kekebalan tubuh sebelum bayi terpapar infeksi.

Vaksin mengandung virus atau bakteri yang dilemahkan atau dimatikan sehingga tubuh bayi bisa mengenal patogen tersebut tanpa sakit serius.

Dengan cara ini, imunisasi juga membangun perlindungan jangka panjang dan mengurangi risiko komplikasi serius dari penyakit infeksi pada anak.

Baca Juga: 10 Penyakit Berbahaya yang Bisa Dicegah dengan Imunisasi

2. Memperkuat Sistem Imun Sejak Dini

Imunisasi membantu membentuk sistem imun bayi dengan “melatih” tubuh mengenali dan melawan penyakit tanpa membuat anak sakit parah.

Vaksin mengandung virus atau bakteri yang dilemahkan atau dimatikan sehingga tubuh bayi bisa mempelajarinya. Setelah itu, tubuh mulai memproduksi antibodi untuk melawan patogen tersebut.

Sistem imun kemudian menyimpan “memori” patogen itu, sehingga jika suatu saat terpapar penyakit, anak biasanya hanya mengalami gejala ringan yang mudah disembuhkan, tanpa risiko komplikasi serius atau fatal.

3. Menurunkan Risiko Wabah (Herd Immunity)

Selain melindungi bayi secara individu, manfaat imunisasi dasar lengkap juga membantu mencegah penyebaran penyakit di lingkungan sekitar.

Jika banyak anak di masyarakat sudah divaksin, kemungkinan penyakit akan sulit menyebar. Hal ini disebut dengan kekebalan kelompok atau herd immunity.

Kekebalan kelompok bisa tercapai ketika ada lebih banyak orang di masyarakat yang sudah divaksin daripada yang tidak. Kekebalan kelompok sangat penting untuk melindungi anak dan orang lain yang tidak mampu mendapatkan vaksin. 

4. Menekan Angka Kematian Bayi

Imunisasi dasar lengkap pun efektif untuk melindung anak-anak dari komplikasi berupa gejala berat, kecacatan, atau bahkan kematian. 

Sebagai contoh, virus polio menyebabkan anak lumpuh layu pada tungkai dan lengan. Kelumpuhan bahkan menyerang otot pernapasan hingga menyebabkan kematian. 

Ingat, saat ini belum ada obat polio. Hanya vaksin polio lah yang mampu mencegah penularannya. 

Tak hanya itu, bakteri penyebab TBC dan virus penyebab campak pada bayi menyebabkan radang otak yang berujung pada kematian.

Jenis Imunisasi Dasar Lengkap dan Jadwalnya

Manfaat imunisasi dasar lengkap akan optimal bila diberikan tepat waktu dan jenisnya sesuai. Untuk itu, ketahuilah jenis dan jadwalnya di sini!

Jenis Vaksin

Usia Pemberian

Tujuan

Hepatitis B

Bayi baru lahir sebelum usia 24 jam–7 hari

Cegah hepatitis B

BCG

Sebelum 1 bulan

Cegah TBC

Polio

  • Tetes: saat lahir, 2, 3, dan 4 bulan
  • Suntik: 4 dan 9 bulan

Cegah poliomielitis atau lumpuh layu

DPT atau DTP

  • Dosis 1: 6 minggu
  • Kedua: 2, 3, 4 bulan atau 2, 4, 6 bulan

Cegah difteri, pertusis (batuk rejan), dan tetanus

Hib

  • 2, 4, dan 6 bulan, atau
  • 2, 3, dan 4 bulan

Cegah Haemophilus influenzae tipe B penyebab meningitis, pneumonia, dan infeksi penutup saluran napas saat makan (epiglotitis)

Vaksin MR (Campak-Rubella)

  • Dosis 1: 9 bulan
  • Dosis 2: 18 bulan 

Cegah campak dan rubella

Rotavirus

  • Dosis 1: Usia 2 bulan
  • Dosis 2: Usia 4 bulan
  • Dosis 3: Usia 6 bulan

Cegah infeksi rotavirus penyebab diare berat

Baca Juga: Daftar Lengkap Imunisasi Dasar dan Lanjutan untuk Bayi

Dampak Jika Bayi Tidak Imunisasi Lengkap

Mendapatkan imunisasi dasar lengkap penting untuk kesehatan dan tumbuh kembang bayi. Berikut beberapa hal yang mungkin terjadi jika bayi tidak diimunisasi.

1. Rentan Alami Komplikasi Berat

Kekebalan tubuh bayi belum sekuat orang dewasa. Jika ada infeksi bakteri atau virus yang tidak dikenali tubuh, imun bayi tidak bisa melawannya.

Akibatnya, gejala penyakit lebih berat daripada bayi yang sudah imunisasi dasar lengkap. Tanpa imunisasi, infeksi berat juga cenderung lebih sulit untuk diobati.

2. Menyebarkan Penyakit ke Orang Lain

Meski sudah imunisasi, si Kecil masih mungkin terinfeksi virus atau bakteri. Kalaupun tertular, kondisinya relatif tidak terlalu parah.

Nah, manfaat imunisasi dasar lengkap adalah mencegah penularan bakteri atau virus ke orang lain di sekitarnya.

Sebaliknya, jika tidak diimunisasi, si Kecil sangat rentan menularkan virus atau bakteri ke bayi lain yang belum vaksinasi.

3. Risiko Kembalinya Wabah

Manfaat imunisasi mampu mencegah wabah meluas, bahkan dapat membasmi suatu penyakit secara menyeluruh.

Bila jumlah anak yang divaksinasi sedikit, angka kasus penyakit akan terus bertambah. Bahkan, penyakit yang sudah dinyatakan musnah bisa muncul lagi.

Sebagai contoh, Indonesia dinyatakan Bebas Polio oleh World Health Organization (WHO) pada tahun 2014. 

Namun, karena cakupan imunisasi polio sempat turun, penyakit ini ditemukan lagi pada tahun 2018 di Papua dan tahun 2022 di Aceh.

Persiapan Sebelum Imunisasi Anak

Agar mendapatkan manfaat imunisasi dasar lengkap, pastikan si Kecil dalam keadaan sehat dan nyaman sebelum vaksinasi. Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan.

1. Pastikan si Kecil Mengenakan Pakaian Nyaman

Ada baiknya jika si Kecil menggunakan baju dengan bahan lembut atau bagian celana yang pendek serta mudah dilepas. 

Proses imunisasi dasar yang ideal sebaiknya dilakukan secara cepat. Oleh karena itu, pemilihan pakaian si Kecil juga perlu diperhatikan. 

2. Berikan ASI Sebelum Berangkat 

Pastikan si Kecil mendapatkan ASI yang cukup menjelang jadwal vaksinasi. ASI merupakan sumber nutrisi terbaik bagi bayi sehingga menjaga tubuh si Kecil tetap fit.

Sebelum menyusui, pastikan Bunda perlu menjaga pola dan pilihan asupan makanan. Dengan begitu, si Kecil bisa mendapatkan manfaat imunisasi dasar lengkap.

3. Pilih Lokasi Imunisasi yang Tepat

Sebaiknya, pilih tempat-tempat yang berada lebih dekat dari kediaman Bunda. Jangan ragu bertanya kepada tetangga, ketua RT, atau ketua RW terkait posisi tepatnya.

Umumnya, imunisasi dasar bagi si Kecil bisa diberikan di Posyandu, Puskesmas, dan juga rumah sakit terdekat.

Baca Juga: Tips Memilih Tempat Imunisasi Bayi Terbaik

4. Dukung Kondisi Psikisnya

Hindari menakut-nakuti si Kecil akan jarum dan ingatkan agar anggota keluarga lainnya melakukan hal yang sama. 

Tujuannya, agar si Kecil tidak mengaitkan imunisasi sebagai kegiatan membahayakan sehingga ia enggan menjalani jadwal vaksin selanjutnya.

Bagaimanapun, imunisasi merupakan hal yang penting dan dapat menyelamatkan si Kecil dari berbagai risiko penyakit.

5. Berikan si Kecil Distraksi

Memindahkan fokus si Kecil kepada hal lain dapat membantu mengurangi rasa cemas dan takut yang dimilikinya. 

Ayah atau Bunda dapat melakukan ini dengan cara mengajak si Kecil bicara, bernyanyi padanya, atau memegang mainan kesukaannya.

6. Percayakan pada Ahlinya

Pada akhirnya, hanya tenaga ahli yang paham tentang vaksinasi sehingga si Kecil mendapatkan manfaat imunisasi dasar lengkap. 

Jadi, percayakan pada mereka karena mereka tahu cara melakukan vaksinasi dengan rasa sakit yang paling sedikit. Tanpa mereka, imunisasi justru menjadi pengalaman menyeramkan atau traumatis untuk si Kecil.

Cara Mengejar Imunisasi yang Terlewat

Jadwal imunisasi terdiri dari imunisasi dasar dan imunisasi lanjutan. Ada yang cukup satu kali, ada yang diulang pada umur tertentu untuk memperpanjang manfaat imunisasi dasar.

Jika imunisasi terlambat atau terlewat, segera konsultasikan ke dokter. Pada beberapa kasus, mengejar imunisasi tetap bisa dilakukan agar perlindungannya tetap optimal.

Namun, tidak semua imunisasi terlambat bisa disusul. Beberapa vaksin punya batas usia maksimal atau perlu pemeriksaan tambahan terlebih dulu.

Efek Samping Imunisasi dan Cara Mengatasinya

Meski ada manfaat imunisasi dasar lengkap, tetap ada risiko efek samping yang bersifat ringan, seperti demam atau nyeri di tempat suntikan. 

Ikutilah beberapa cara berikut untuk mengatasi efek samping vaksinasi, yakni:

  • Berikan asupan cairan atau ASI lebih banyak.
  • Pastikan asupan hariannya bergizi dan seimbang.
  • Beri kompres dingin atau handuk yang dibasahi air dingin, letakkan pada area kulit bayi yang disuntik untuk meredakan nyeri dan bengkak.
  • Beri obat penurun demam atas resep dokter.

Baca Juga: Bayi Rewel Setelah Imunisasi? Atasi dengan 6 Cara Ini

Dibandingkan efek samping yang minim, manfaat imunisasi dasar lengkap akan jauh lebih besar dan penting. Jadi, jangan takut mengimunisasi si Kecil, ya! 

Punya pertanyaan seputar nutrisi dan tumbuh kembang si Kecil? Yuk, hubungi Sahabat Bunda Generasi Maju! Tim Careline kami siap membantu dengan pengetahuan dan informasi terpercaya tentang nutrisi dan perkembangan anak.

Dapatkan juga panduan lengkap seputar perawatan bayi, tips bonding dengan si Kecil, hingga tips menghadapi hari-hari pertama sebagai ibu baru di E-Book Panduan Bunda Baru. Unduh GRATIS sekarang agar Bunda bisa mulai perjalanan menjadi ibu baru dengan lebih tenang dan percaya diri!

Informasi yang Wajib Bunda Ketahui

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Bunda

Temukan Topik Lainnya