Grafik pertumbuhan jadi acuan untuk mengetahui apakah pertumbuhan si Kecil sudah berada di jalur yang tepat. Sudahkah Bunda memahami cara membaca grafik tumbuh kembang anak? Begini cara mudahnya!
Apa Itu Grafik Pertumbuhan Anak?
Grafik pertumbuhan anak adalah panduan umum dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) yang digunakan oleh dokter dan tenaga kesehatan di Indonesia untuk memantau pertumbuhan anak serta kesehatan dan kecukupan gizi si Kecil.
Standar WHO yang dipakai juga di Indonesia mencakup indikator seperti:
- Berat badan menurut umur (BB/U)
- Tinggi/panjang badan menurut umur (TB/U atau PB/U)
- Berat badan menurut tinggi badan (BB/TB)
- Indeks massa tubuh menurut umur (IMT/U)
Standar ini digunakan sebagai acuan resmi untuk menilai tumbuh kembang anak usia 0–5 tahun. Pengukuran dicatat setiap bulan untuk memantau progres si Kecil.

Kenapa Grafik WHO Digunakan?
Hasil pengukuran yang dipantau menggunakan grafik pertumbuhan anak WHO akan membantu menunjukkan dan mendeteksi kondisi gizi anak saat ini.
Kategorinya mencakup berat badan normal, berat badan kurang, berat badan lebih, panjang/tinggi badan normal, sangat pendek (stunting), tinggi, gizi baik, gizi kurang, gizi buruk, atau obesitas sejak dini.
Contohnya, tinggi dan berat badan anak umur 3 tahun lebih rendah dari standar. Hal ini bisa menjadi tanda masalah gagal tumbuh pada si kecil.
Jika masalah tumbuh kembang bisa didiagnosis sejak dini, Bunda dan keluarga bisa segera mengambil langkah terbaik untuk mengoptimalkan tumbuh kembang si Kecil.
Baca Juga: Mengenal Masa Emas Anak untuk Dukung Tumbuh Kembangnya
Grafik Pertumbuhan Anak Menurut WHO
Grafik pertumbuhan memiliki komponen penting pengukuran yang perlu Bunda pahami. Berikut setiap komponen pengukuran dan penjelasannya:
1. Berat Badan Menurut Usia

Contoh grafik pertumbuhan berat badan menurut usia untuk anak perempuan (pink)
Indeks berat badan menurut usia atau umur berguna untuk mengetahui status gizi si Kecil berdasarkan pengukuran berat badan dibandingkan dengan usianya.
Keterangan setiap garis kurva WHO (angka) di sebelah kanan grafik adalah sebagai berikut:
- Garis z-score 0 menunjukkan berat badan rata-rata anak baik.
- Garis z-score –1 hingga –2 menunjukkan berat badan di bawah rata-rata tapi masih normal.
- Garis z-score < –2 menunjukkan berat badan kurang (underweight).
- Garis z-score < –3 menunjukkan berat badan sangat kurang (severely underweight).
- Garis z-score +1 hingga +2 menunjukkan berat badan di atas rata-rata, masih normal.
2. Tinggi Badan Menurut Usia

Contoh grafik pertumbuhan panjang/tinggi badan menurut usia untuk anak laki-laki (biru)
Indeks panjang/tinggi badan menurut usia atau umur berguna untuk mengetahui status gizi si Kecil berdasarkan pengukuran panjang/tinggi badan dibandingkan dengan usianya.
Keterangan setiap garis kurva (angka) di sebelah kanan grafik adalah sebagai berikut:
- Garis z-score 0 menunjukkan rata-rata panjang badan anak baik.
- Garis z-score +1, +2, +3 menunjukkan panjang badan di atas rata-rata, tapi masih normal.
- Garis z-score –1, –2 menunjukkan panjang badan di bawah rata-rata, tapi masih normal.
- Garis z-score < –2 menunjukkan anak tergolong pendek (stunted).
- Garis z-score < –3 menunjukkan anak tergolong sangat pendek (severely stunted).
- Garis z-score > +3 menunjukkan anak tergolong tinggi.
3. Berat Badan Menurut Tinggi

Contoh grafik pertumbuhan berat badan menurut panjang/tinggi badan untuk anak perempuan (pink)
Indeks berat badan menurut panjang/tinggi badan berguna untuk mengetahui status gizi si Kecil berdasarkan pengukuran berat badan dibandingkan dengan panjang/tinggi badan.
Keterangan setiap garis kurva (angka) di sebelah kanan grafik adalah sebagai berikut:
- Garis z-score 0 menunjukkan berat badan rata-rata anak sehat untuk tinggi badan tertentu
- Garis z-score +1, +2, +3 menunjukkan berat badan di atas rata-rata, masih dalam batas normal
- Garis z-score –1, –2 menunjukkan berat badan di bawah rata-rata, masih dalam batas normal
- Garis z-score < –2 menunjukkan anak tergolong gizi kurang (underweight atau wasting)
- Garis z-score < –3 menunjukkan anak tergolong gizi buruk (severe wasting)
- Garis z-score > +2 menunjukkan anak berisiko kelebihan berat badan (overweight)
4. Indeks Massa Tubuh (IMT) Menurut Usia

Contoh grafik pertumbuhan indeks massa tubuh (IMT) menurut umur atau usia untuk anak laki-laki (biru)
Indeks IMT menurut usia atau umur berguna untuk mengetahui status gizi si Kecil berdasarkan pengukuran IMT dibandingkan dengan usianya.
Keterangan setiap garis kurva (angka) di sebelah kanan grafik adalah sebagai berikut:
- Garis z-score 0 menunjukkan nilai IMT rata-rata anak sehat.
- Garis z-score –1 hingga –2 menunjukkan IMT masih dalam kategori normal.
- Garis z-score < –2 menunjukkan anak berisiko gizi kurang (underweight atau wasting).
- Garis z-score < –3 menunjukkan gizi buruk (severe wasting).
- Garis z-score +2 hingga +3 menunjukkan risiko kelebihan berat badan (overweight).
- Garis z-score > +3 menunjukkan IMT tergolong obesitas.
5. Lingkar Kepala (Opsional)

Contoh grafik pertumbuhan lingkar kepala menurut umur atau usia untuk anak perempuan (pink)
Indeks lingkar kepala menurut usia atau umur berguna untuk mengetahui kondisi lingkar kepala si Kecil berdasarkan pengukuran lingkar kepala dibandingkan dengan usianya.
Keterangan untuk interpretasi setiap garis kurva (angka) di sebelah kanan grafik adalah sebagai berikut:
- Garis z-score 0 menunjukkan ukuran rata-rata lingkar kepala anak sehat.
- Garis z-score –1 hingga –2 menunjukkan lingkar kepala masih dalam rentang normal bawah.
- Garis z-score +1 hingga +2 menunjukkan lingkar kepala masih dalam rentang normal atas.
- Garis z-score < –2 menunjukkan kemungkinan mikrosefali (ukuran kepala terlalu kecil).
- Garis z-score > +2 menunjukkan kemungkinan makrosefali (ukuran kepala terlalu besar).
Baca Juga: Ayo Bunda, Optimalkan Tumbuh Kembang Bayi dengan Nutrisi Ini
Cara Membaca Grafik Pertumbuhan Anak
Cara membaca grafik tumbuh kembang anak baru akan terlihat setelah indikator berat badan, panjang/tinggi badan, IMT, dan lingkar kepala si Kecil diukur dalam 2 waktu berbeda.
Contoh, si Kecil pertama kali diukur di usia 1 bulan dan diukur lagi saat usianya 2 bulan. Dokter akan melihat apakah grafik menunjukkan garis yang meningkat, menurun, atau melandai.
Agar Bunda tidak keliru, berikut langkah-langkah cara membaca grafik pertumbuhan anak:
- Lakukan pengukuran (berat badan, panjang/tinggi badan, atau lingkar kepala) dan catat hasilnya.
- Plot hasilnya di kurva WHO dengan memilih dulu grafik mana yang akan digunakan.
- Temukan usia anak (untuk pengukuran BB/U, PB atau TB/U, IMT/U, dan LK/U) atau panjang atau pun tinggi badan (untuk pengukuran BB/PB atau BB/TB) di bagian sumbu x/horizontal.
- Temukan BB, TB, IMT, dan LK di bagian sumbu y/vertikal.
- Gambar sebuah titik di perpotongan kedua garis tersebut.
- Cari kurva yang paling dekat dengan titik tersebut. Angka di ujung sebelah kanan kurva adalah z-score (ambang batas) yang menunjukkan hasil pengukuran anak.
- Interpretasikan hasilnya sesuai kategori status gizi dari WHO ataupun Kementerian Kesehatan RI.
Baca Juga: Seperti Apa Ukuran dan Bentuk Kepala Bayi Normal?
Kapan Harus Waspada?
Pertumbuhan bayi yang ideal seharusnya selalu meningkat mengikuti kenaikan kurva. Bunda wajib waspada bila hasil pengukuran si Kecil menunjukkan tanda-tanda berikut:
- Grafik menunjukkan penurunan drastis.
- Berat dan tinggi badan tidak mengalami kenaikan selama beberapa bulan berturut-turut atau nampak garis pertumbuhan yang datar (tidak mengikuti lengkung kenaikan kurva).
- Grafik menunjukkan z-score < -3 SD atau > + 3 SD.
Itulah penjelasan lengkap seputar grafik pertumbuhan anak. Semoga memudahkan Bunda dalam memantau tumbuh kembang si Kecil secara berkala, ya!
Jangan lewatkan momen penting tumbuh kembang bayi. Bergabung sebagai member Klub Generasi Maju untuk akses panduan tumbuh kembang lengkap dan tips dari ahli.