Manfaat zat besi dan DHA untuk perkembangan otak anak berkaitan dengan konsentrasi, daya ingat, perkembangan struktur otak, hingga emosi dan perilaku si Kecil, Bun.
Manfaat Zat Besi untuk Perkembangan Otak Anak
Peran zat besi sangat penting dalam perkembangan otak si Kecil. Berikut adalah beberapa manfaat zat besi yang penting untuk Bunda ketahui:
1. Membantu Pembentukan Sel Darah Merah
Zat besi berperan penting membentuk hemoglobin, yaitu protein dalam sel darah merah yang mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh.
Tanpa cukup zat besi, tubuh kesulitan membuat sel darah merah yang sehat.
Karena tubuh memproduksi miliaran sel darah merah setiap jam, kebutuhan zat besi untuk proses ini sangat besar.
2. Meningkatkan Konsentrasi dan Daya Ingat
Selain seng, kolin, yodium, folat, vitamin B12, dan asam lemak tak jenuh, zat besi merupakan zat gizi mikro yang penting dalam perkembangan kognitif si Kecil.
Zat besi berperan untuk perkembangan jalur neurologis di dalam otak yang dapat memengaruhi fungsi otak.
Zat besi memiliki efek positif yang signifikan terhadap kecerdasan, konsentrasi dan fokus, serta daya ingat anak, terlebih lewat suplementasi yang diberikan.
3. Mencegah Risiko Anemia Defisiensi Besi pada Anak
Kekurangan zat besi atau anemia defisiensi besi bisa memberikan dampak negatif pada kecerdasan dan perkembangan kognitif secara keseluruhan, terutama pada anak usia dini.
Manfaat zat besi adalah membantu menyalurkan oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. Zat besi juga membantu otot menyimpan dan menggunakan oksigen.
Kekurangan zat besi dapat menyebabkan si Kecil mudah merasa lelah, tidak berenergi, pertumbuhan dan perkembangan melambat, hingga mengalami masalah perilaku, Bun.
Baca Juga: 5 Penyakit Akibat Kekurangan Zat Besi pada Anak, Yuk Bunda Waspadai!
Bunda bisa langsung cek apakah zat besi (iron) anak sudah cukup atau belum di Kalkulator Zat Besi, gratis! Hanya dengan menjawab 7 pertanyaan singkat, Bunda bisa langsung tahu seberapa besar risiko kekurangan zat besi pada si Kecil.
Manfaat DHA untuk Otak Anak
Selain zat besi, DHA juga berperan penting dalam perkembangan otak anak. Berikut adalah sejumlah manfaat DHA:
1. Mendukung Perkembangan Struktur Otak
DHA merupakan asam lemak tak jenuh ganda yang berperan penting dalam perkembangan retina dan sel otak.
Menurut penelitian, hubungan antara perkembangan sel otak dan DHA terjadi karena sekitar 70 persen komposisi sel otak manusia terdiri dari asam lemak, terutama DHA.
Asupan DHA dapat berkontribusi pada perkembangan otak si Kecil di masa depan, sehingga penting memenuhinya sejak si Kecil masih bayi.
2. Meningkatkan Fungsi Kognitif dan Bahasa
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa suplementasi DHA bisa berdampak positif pada perkembangan bahasa anak setelah usia 2 tahun.
Suplementasi dengan ALA, EPA, dan DHA juga bermanfaat dalam mengatasi gangguan bahasa pada anak yang dilakukan bersama dengan speech therapy (terapi wicara).
3. Peran DHA dalam Regulasi Emosi dan Perilaku
Menurut penelitian, manfaat DHA antara lain mendukung IQ, membantu perkembangan visual dan spasial, serta memori si Kecil.
Peningkatan kadar DHA akan memicu perubahan pada otak yang berdampak pada peningkatan kemampuan belajar, perilaku, dan kestabilan emosi.
Baca Juga: 5 Jenis Anemia yang Umum pada Anak dan Pencegahannya
Dampak Kekurangan Zat Besi dan DHA pada Anak
1. Gangguan Perkembangan Kognitif
Bila si Kecil kekurangan zat besi dan DHA, mereka bisa mengalami gangguan serius dalam perkembangan otaknya. Hal ini juga bisa berdampak jangka panjang bila tak segera ditangani.
Penelitian menunjukkan bahwa anemia defisiensi besi dapat mengubah proses kognitif yang terkait dengan perhatian visual dan perolehan konsep pada anak.
2. Risiko Terlambat Bicara dan Konsentrasi Rendah
Kekurangan zat besi dan DHA pada anak juga dapat menyebabkan keterlambatan bicara dan konsentrasi rendah.
Kekurangan omega-3, termasuk DHA bisa menimbulkan hambatan kognitif seperti susah mengingat informasi baru dan sulit berkonsentrasi.
Kekurangan zat besi berdampak buruk pada perilaku dengan mengganggu fungsi dan perkembangan kognitif, membatasi aktivitas, serta kapasitas kerja si Kecil.
3. Potensi Masalah Perilaku dan Emosional
Zat besi memainkan peran penting dalam perkembangan hipokampus, mielinisasi, dan produksi neurotransmitter seperti dopamin, serotonin, dan norepinefrin.
Kekurangan DHA dan zat besi juga dikaitkan dengan peningkatan risiko masalah perilaku, seperti mudah marah, agresif, atau gelisah.
Hal ini terjadi karena kurangnya nutrisi yang mendukung fungsi neurotransmitter dan kestabilan emosi anak.
Baca Juga: 13 Minuman yang Mengandung Zat Besi untuk Anak
Cara Memenuhi Kebutuhan Zat Besi dan DHA Anak
Untuk memenuhi kebutuhan DHA dan zat besi pada si Kecil, Bunda bisa memperhatikan beberapa tips berikut:
1. Ketahui Makanan Kaya Zat Besi dan Cara Penyerapan Maksimalnya
Zat besi heme, yang terdapat dalam daging, unggas, dan makanan laut, lebih mudah diserap daripada zat besi non-heme.
Cobalah untuk mengombinasikan kedua jenisnya. Tambahkan hati ayam atau daging cincang ke dalam makanan si Kecil seperti bubur atau sup.
Sajikan sayur bayam bersama sumber vitamin C seperti tomat atau perasan jeruk agar penyerapan zat besi lebih maksimal.
Hindari memberi teh atau susu 1 jam sebelum dan sesudah makan, dan pilih camilan sehat seperti bola kurma dan almond yang kaya zat besi.
2. Berikan Sumber DHA Alami dan Suplemen jika Diperlukan
DHA terdapat secara alami pada ikan, seafood, dan alga, keduanya dianggap sebagai sumber terbaik asam lemak omega-3.
Bunda bisa membuat salmon atau tuna menjadi nugget homemade, serta memvariasikan nasi goreng, pasta, atau sandwich dengan tambahan ikan sarden.
Untuk camilan, berikan biskuit atau sereal fortifikasi. Jika butuh suplemen DHA, pastikan Bunda telah berkonsultasi dulu dengan dokter sebelum memberi suplemen.
Selain itu, tumis makanan yang mengandung asam lemak omega-3 dengan minyak kanola atau minyak biji rami.
3. Optimalkan dengan Susu Pertumbuhan Terfortifikasi Zat Besi & DHA Pelengkap
Selain sumber makanan alami, susu pertumbuhan yang terfortifikasi zat besi dan DHA bisa menjadi solusi praktis untuk memenuhi kebutuhan nutrisi otak anak.
SGM Eksplor 1+, satu-satunya susu pertumbuhan anak 1-3 tahun dengan IronC™, kombinasi unik antara zat besi dan vitamin C yang membantu penyerapan zat besi lebih optimal hingga 2x lipat. Dilengkapi juga dengan DHA 100% Berkualitas, Minyak Ikan Tuna, omega 3&6, vitamin D, kalsium, zinc, dan nutrisi penting lainnya untuk dukung tumbuh kembang maksimal si Kecil.
4. Konsultasi dengan Dokter Anak
Diskusikan dengan dokter mengenai kebutuhan suplemen apabila si Kecil picky eater atau memiliki alergi makanan tertentu.
Pahami dan catat pola makan si Kecil. Bawalah ke dokter saat kontrol tumbuh kembang untuk mendapatkan saran.
Jangan lupa untuk meminta dokter melakukan pemeriksaan kadar hemoglobin jika anak tampak lesu atau mudah lelah, karena ini adalah indikasi anemia.
Pahami dan pastikan si Kecil mendapatkan manfaat zat besi dan DHA untuk perkembangan otak anak sangat penting bagi tumbuh kembangnya agar tetap optimal.
Daftar jadi member Klub Generasi Maju sekarang untuk dapatkan akses gratis ke ratusan artikel parenting yang terverifikasi ahli, fitur pendukung tumbuh kembang anak, hingga konsultasi 24 jam bersama para ahli. Dengan jadi member, Bunda juga berkesempatan dapat hadiah menarik dari setiap pembelian produk SGM!