Facebook Pixel Code 13 Ciri Anak Kekurangan Zat Besi

13 Ciri-Ciri Kekurangan Zat Besi pada Anak

Foto Reviewer Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH

Disusun oleh: Tim Penulis

Ditinjau oleh: Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH

Diterbitkan: 18 Januari 2022

1 Tahun
Kesehatan
Cover Image of 13 Ciri-Ciri Kekurangan Zat Besi pada Anak

Ciri-ciri kekurangan zat besi pada anak antara lain kulit pucat, selalu lemas, dan timbul kebiasaan makan benda tak lazim. Yuk, cari tahu ciri lain dan cara menambah zat besi anak!

Ciri-Ciri Anak Kekurangan Zat Besi

Anak bisa kekurangan zat besi karena pola makan yang rendah zat besi atau kondisi kesehatan tertentu. Berikut adalah beberapa ciri-ciri kekurangan zat besi yang sering muncul pada anak:

1. Kulit Pucat

Ciri anak kekurangan zat besi yang pertama adalah kulit tampak pucat. Kulit pucat akibat kekurangan zat besi lebih terlihat pada telapak tangan dan bagian dalam kelopak mata.

Kekurangan zat besi menyebabkan sel darah merah kekurangan hemoglobin sehingga warna merah khas darah menjadi tidak terlalu merah.

2. Mudah Lelah

Lelah itu biasa, terutama jika si Kecil habis bermain atau belajar yang dapat hilang setelah istirahat cukup.

Namun, lelah yang bertahan lama meski sudah beristirahat, dan seringnya disertai pucat, sesak napas, serta gejala khas anemia bisa jadi ciri-ciri kekurangan zat besi pada anak.

3. Perubahan Perilaku

Kurangnya kadar zat besi dalam tubuh anak berkaitan dengan suasana hati yang buruk dan rasa rendah diri.

Selain itu, perilaku anak yang kekurangan zat besi juga mudah marah, susah fokus, dan kurang berminat terhadap lingkungan sekitar, termasuk bermain bersama teman-temannya. 

Kekurangan zat besi dapat mempengaruhi performa akademis pada anak yang lebih besar.

Baca Juga: 10 Akibat Kekurangan Zat Besi pada Anak

4. Sering Sakit Kepala 

Sering sakit kepala termasuk salah satu ciri-ciri anak kekurangan zat besi.

Kekurangan zat besi mengurangi kadar oksigen dalam darah, membuat otak lebih sensitif terhadap rasa sakit dan menyebabkan sakit kepala yang sering dan berulang.

Defisiensi zat besi yang parah juga berkaitan dengan risiko sakit kepala sebelah atau migrain.

5. Sulit Tidur Malam 

Anemia defisiensi dapat mengganggu kualitas tidur anak karena rendahnya kadar zat besi yang memengaruhi hormon tidur, seperti serotonin dan dopamin.

Kelelahan akibat anemia juga bisa mengganggu kualitas tidur anak, karena membuat mereka kurang aktif berkegiatan dan jarang terpapar sinar matahari.

6. Sering Merasa Dada Berdebar

Ciri-ciri kekurangan zat besi pada anak adalah dada yang terasa berdebar. Hal ini karena zat besi berperan penting memproduksi hemoglobin yang membawa oksigen dalam darah.

Ketika kekurangan zat besi, kadar hemoglobin ikut turun sehingga jantung harus bekerja ekstra keras untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh.

Sensasi dada berdebar akan lebih terasa saat anak beraktivitas fisik atau dalam kondisi stres, karena tubuh membutuhkan lebih banyak oksigen.

7. Mudah Sakit

Zat besi dibutuhkan untuk menjaga sistem kekebalan tubuh tetap optimal. Sebaliknya, kekurangan zat besi dapat meningkatkan risiko anak mudah tertular infeksi.

Itu kenapa, salah satu ciri anak kekurangan zat besi adalah sering sakit.

8. Sulit Konsentrasi

Sulit konsentrasi juga menjadi ciri-ciri kekurangan zat besi pada anak. Pasalnya, tanpa zat besi yang cukup otak tidak menerima pasokan oksigen yang memadai untuk bisa berfungsi secara efisien.

Zat besi juga membantu memproduksi neurotransmitter seperti dopamin, yang penting untuk konsentrasi. 

Baca Juga: Cara Mengatasi Kurang Zat Besi pada Anak, Bunda Perlu Tahu!

9. Prestasi Belajar Menurun

Kekurangan zat besi dapat memengaruhi kemampuan kognitif seperti memori dan konsentrasi, yang menyebabkan anak sulit fokus selama belajar atau menyelesaikan tugas.

Anak-anak yang kekurangan zat besi juga seringnya mengalami kelelahan sehingga sulit untuk tetap semangat dan terlibat aktif di kegiatan sekolah.

Selain itu, kekurangan zat besi melemahkan imun yang membuat anak sering sakit sehingga harus sering absen izin tidak masuk sekolah. Akibatnya, prestasi akademis anak menurun.

10. Nafsu Makan Berkurang

Nafsu makan kurang bisa menjadi salah satu ciri-ciri kekurangan zat besi yang seringkali tidak disadari orang tua.

Kekurangan zat besi menyebabkan anak merasa lelah dan lemah yang mengurangi keinginan mereka untuk makan. 

11. Berat Badan Sulit Naik

Berat badan anak yang sulit naik juga bisa karena kekurangan zat besi. Perubahan berat badan tersebut bisa disebabkan oleh anemia yang memengaruhi nafsu makan anak.

Anemia memiliki hubungan dengan defisiensi nutrisi sehingga mengakibatkan penurunan berat badan. Sebaliknya, kondisi penurunan berat badan juga dapat menyebabkan anemia.

12. Lidah Sakit atau Bengkak

Ciri-ciri anak kekurangan zat besi berikutnya adalah lidah atau mulut yang terlihat bengkak. 

Anak yang mengalami anemia defisiensi zat besi cenderung lebih sering merasa nyeri di bagian mulut.

Gejala lainnya adalah mulut kering, sensasi terbakar di area mulut, lidah terbakar, sariawan, hingga retakan merah di sudut mulut.

13. Suka Makan Benda Tak Lazim

Ciri-ciri kekurangan zat besi pada anak yang seringnya tidak disadari orang tua adalah keinginan atau hasrat untuk mengonsumsi benda yang tak lazim, seperti es batu, kertas, atau kapur.

Otak yang kekurangan zat besi dapat meningkatkan nafsu makan terhadap non-makanan sebagai cara mengatasi kekurangan nutrisi penting. Kondisi ini disebut dengan pica.

Jika Bunda sudah mencurigai beberapa ciri anak kurang zat besi di atas, segera cek kecukupan kadar zat besi si Kecil di Kalkulator Zat Besi! Cukup isi 7 pertanyaan singkat, Bunda bisa tahu risiko kekurangan zat besi pada si Kecil.

Baca Juga: 6 Cara Mudah Mencegah Anemia pada Anak

Bagaimana Mengetahui Anak Kekurangan Zat Besi? 

Dokter anak dan dokter umum biasanya bisa mendiagnosis dan mengobati anemia kekurangan zat besi, tapi spesialis hematologi dan onkologi juga dapat membantu. 

Diagnosis anemia kekurangan zat besi umumnya dilakukan melalui tes darah. Anak direkomendasikan menjalani tes anemia defisiensi besi sejak usia 9-12 bulan.

Beberapa tes diagnosis anemia defisiensi besi pada anak antara lain:

  • Tes darah lengkap atau complete blood count (CBC)
  • Tes apusan darah (blood smear)
  • Pemeriksaan kadar zat besi dan feritin
  • Tes sumsum tulang
  • Hitung retikulosit
  • Pemeriksaan genetik

Apa yang Harus Dilakukan Jika Anak Kurang Zat Besi?

Untuk mengatasi ciri-ciri kekurangan zat besi, kunci utamanya adalah menambah asupan zat besi anak agar kebutuhan hariannya terpenuhi sesuai standar. Berikut cara yang harus Bunda lakukan:

1. Berikan Makanan Tinggi Zat Besi

Makanan kaya zat besi dari protein hewani adalah daging merah (sapi atau kambing), ayam, telur, seafood (tuna, salmon, sarden, kerang-kerangan), hingga hati sapi dan hati ayam.

Berikan makanan protein hewani minimal 2x sehari, yang dilengkapi dengan protein nabati.

Sumber protein nabati juga ada yang mengandung zat besi, misalnya roti gandum utuh, sereal fortifikasi zat besi, buah kering, kacang-kacangan, biji-bijian, polong-polongan, tahu, dan sayuran hijau.

Baca Juga: 10 Sayuran yang Mengandung Zat Besi untuk Anak

2. Konsumsi Suplemen Zat Besi

Atasi ciri-ciri kekurangan zat besi dengan suplemen. IDAI merekomendasikan suplementasi besi diberikan kepada semua anak sampai usia 5 tahun, terutama anak usia 0-2 tahun.

Pada anak usia 1-2 tahun, suplemen zat besi (elemental iron) dapat diberikan dengan dosis 2 mg/kg berat badan/hari selama 3 bulan. Dosis maksimal dapat sampai 30 mg/hari.

Lalu pada anak usia 2-5 tahun, dosis suplemen yang direkomendasikan adalah 1 mg/kg berat badan/hari untuk 2x/minggu selama 3 bulan. Pastikan konsultasi ke dokter dulu ya, Bun!

3. Kombinasikan dengan Sumber Vitamin C

Jika Bunda mulai curiga ada ciri anak kurang zat besi, optimalkan asupan makanan sumber vitamin C untuk maksimalkan proses penyerapan zat besi dari makanan yang si Kecil makan.

Buah-buahan berwarna cerah seperti jeruk, melon, stroberi, serta sayuran hijau tua seperti brokoli dan bayam merupakan sumber vitamin C yang bagus untuk anak.

Selain mendukung penyerapan zat besi, vitamin C juga berfungsi penting dalam memperkuat sistem imun anak.

4. Berikan Susu Tinggi Zat Besi

Pastikan si Kecil mendapat asupan zat besi maksimal dengan memberikan susu pertumbuhan yang difortifikasi zat besi

Batasi juga konsumsi susu anak usia 1-5 tahun hingga 2-3 gelas per hari, agar tidak berlebihan.

Hindari susu sapi biasa karena kandungan kalsiumnya dapat menghambat penyerapan zat besi.

Batasi juga konsumsi susu anak usia 1-5 tahun hingga 2 gelas per hari, masing-masing 200-250 ml agar tidak berlebihan.

Selain itu, atur jadwal minum susunya dengan memberi jarak 2-3 jam sebelum atau setelah makan utama agar penyerapan zat besi tetap optimal.

Itu dia berbagai ciri-ciri kekurangan zat besi, cara diagnosis, dan cara mengatasinya. Segera periksakan ke dokter bila Bunda mencurigai anak mengalami anemia defisiensi besi!

Jangan sampai ketinggalan daftar jadi member Klub Generasi Maju untuk dapatkan akses gratis ke ratusan artikel parenting yang terverifikasi ahli, fitur pendukung tumbuh kembang anak, hingga konsultasi 24 jam bersama para ahli. Dengan jadi member, Bunda juga berkesempatan dapat hadiah menarik dari setiap pembelian produk SGM!

Informasi yang Wajib Bunda Ketahui

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Bunda

Temukan Topik Lainnya

SGM Eksplor Lebih Banyak Nutrisi

Image Banner SGM Eksplor Lebih Banyak Nutrisi