Facebook Pixel Code Bayi 12 Bulan Sudah Bisa Apa Saja? Ini Stimulasinya!

Perkembangan Bayi 12 Bulan dan Stimulasinya

Disusun oleh: Tim Penulis

Diterbitkan: 02 Maret 2023

Diperbarui: 01 September 2025

10 - 12 Bulan
Tumbuh Kembang
Cover Image of Perkembangan Bayi 12 Bulan dan Stimulasinya

 

Bayi usia 12 bulan menunjukkan perkembangan fisik dan kemampuan sosial yang signifikan. Namun, apakah semua bayi 12 bulan sudah bisa jalan atau berdiri? Simak jawabannya di sini!

Bayi 12 Bulan Bisa Apa Saja?

Tak hanya dari segi fisik, ada berbagai perkembangan baru yang akan dicapai di usia ini. Apa sajakah itu?

1. Semakin Banyak Bicara

Perkembangan bayi 12 bulan yang paling terlihat adalah semakin banyak bicara. Setelah mahir berceloteh "da," "ba," "ga," dan "ma", sekarang ia fasih mengucapkan “mama”, “papa”, “dadah”, dan “susu”. 

Si Kecil sudah bisa mengucapkan 1–2 kata sederhana yang mudah dipahami. Bayi pun lebih mudah diajak berkomunikasi dua arah.

Ia bisa menunjuk benda ataupun anggota tubuh yang Ayah Bunda ucapkan. Sebagai contoh, bila Ayah Bunda bertanya, “Mulutnya Adik yang mana?” atau “Kucing mana ya, Dik?”

2. Mengikuti dan Memahami Perintah Sederhana

Bayi 12 bulan juga sudah mampu mengikuti dan memahami perintah sederhana sambil melakukan gerakan tertentu. 

Misalnya, bila orang tua mengatakan “no-no” dengan menggelengkan kepala, artinya tidak boleh. 

Ia juga paham bila Ayah Bunda melambaikan tangan sambil berkata “dadah” untuk menunjukkan berpisah atau selamat tinggal, serta mengangkat kedua tangannya ketika berpakaian. 

3. Melangkahkan Kaki Pertama Kali

Di usia 12 bulan ini, beberapa anak sudah mampu berdiri serta berjalan sendiri. Bulan lalu, ia mungkin belum begitu berani melangkahkan kakinya.

Awalnya, si Kecil akan merambat berdiri sambil berpegangan pada dinding, meja, kursi, sofa, tempat tidur, atau bertumpu pada tangan orang tuanya. 

Sedikit demi sedikit, ia mulai melangkah sambil tetap berpegangan.

4. Mahir Mengendalikan Jari-Jari Tangan

Di usia 1 tahun, keterampilan motorik halusnya berkembang signifikan. Ia lebih lihai menggenggam dan mengambil benda, bahkan hanya dengan telunjuk dan jempolnya.

Meski terkesan biasa, kemampuan motorik halus penting dalam tahap perkembangan bayi 12 bulan, terutama untuk melatih anak belajar menulis atau melakukan aktivitas harian di bulan-bulan berikutnya.

5. Sering Meniru Ucapan dan Tindakan Orang Tua

Karena bayi banyak belajar dari hal yang dilihat sehari-hari, ia semakin hebat meniru ucapan dan tindakan yang dilakukan oleh orang tuanya. 

Contohnya, ia mungkin akan menggunakan guling atau botol susu yang ditempelkan di telinga untuk meniru Ayah Bunda saat sedang menelepon.

Tak hanya itu, ia juga meniru cara orang tuanya berkomunikasi. Misalnya, mengucapkan seruan seperti "Uh-oh!" serta menganggukkan dan menggelengkan kepalanya.

 

6. Cemas Saat Berpisah dengan Orang Tua

Si Kecil merasa aman dan terbiasa saat berada di dekat Ayah Bunda. Di sisi lain, bayi sudah paham bila orang tuanya harus pergi meninggalkannya sehingga merasa cemas.

Maka itu, Ayah Bunda bisa mengajarkannya bahwa orang tuanya masih ada walaupun ia tidak dapat melihatnya.

Bisa juga, jelaskan kalau Ayah Bunda akan pergi, tapi hanya sebentar, agar ia merasa nyaman dan aman. 

7. Senang Bermain dengan Teman-Temannya

Dari aspek kemampuan sosial dan emosinya, bayi menikmati waktu bermain dengan teman-temannya. Mereka akan berkomunikasi satu sama lain dengan gestur dan celotehannya. 

Beberapa bayi bahkan bisa berempati dan cukup peka merasakan kesedihan serta kebahagiaan temannya saat bermain. Misalnya, ikut merasa sedih melihat temannya menangis.

Si Kecil semakin sering tersenyum saat diajak bicara oleh orang lain di masa perkembangan bayi 12 bulan. 

Meski begitu, tak sedikit juga anak yang masih merasa malu dan khawatir saat bertemu orang baru.

8. Menunjukkan Benda dengan Jari Telunjuk

Saat berusia 1 tahun, si Kecil sudah bisa menunjuk dengan jari telunjuk untuk menyatakan bahwa ia tertarik dengan suatu hal. 

Ia juga menggunakan gestur ini untuk meminta Ayah Bunda memberikan sesuatu padanya. Saat dia ingin berbagi momen, ia meminta Ayah Bunda untuk melihat apa yang ia tunjuk.

Si Kecil pun menunjuk agar orang tuanya lebih perhatian dengan hal yang ia pikirkan. Saat ia ditanya orang tuanya, si Kecil pun menunjuk sesuatu untuk menjawab pertanyaan tersebut.

9. Mencoret-Coret Kertas

Karena kemampuan motorik halusnya lebih terasah, bayi bisa menggenggam krayon dengan telunjuk dan ibu jarinya. Ia juga bisa mengarahkan dan menggerakkan krayon tersebut di atas kertas.

Hasil coret-coretannya masih belum ada arti, biasanya berupa gambar lingkaran tak beraturan. Coretan ini hanya untuk bersenang-senang, bukan untuk belajar teknik menggambar.

10. Menggunakan Benda Sesuai Fungsinya

Bayi 1 tahun sudah mampu memahami dan menggunakan suatu benda. Misalnya, ia memegang sisir dan mengarahkannya ke rambut dengan cara diusap agar rambut rapi. 

Ia pun sudah bisa menggenggam sippy cup dan langsung minum dari sana. 

Bahkan, ia sebenarnya sudah mampu minum dari gelas tanpa tutup atau dot. Hanya saja, Ayah Bunda perlu memegang gelasnya selama ia minum.

Baca Juga: 10 Rekomendasi Mainan Edukasi Anak 1 Tahun

Tips Stimulasi Bayi 12 Bulan

Agar perkembangan bayi 12 bulan optimal, ada berbagai stimulasi yang bisa diberikan. Apa saja contohnya?

1. Ciptakan Lingkungan yang Aman

Karena anak mencoba berjalan dan berkeliling ruangan, pastikan lingkungan eksplorasinya aman. Berikut beberapa hal yang perlu dilakukan.

  • Berikan bantalan empuk pada tiap sudut perabotan rumah yang memiliki ujung tajam, seperti meja dan kursi.
  • Kunci lemari, laci, dan pintu agar tidak mudah dibuka. 
  • Singkirkan benda-benda pecah belah, berujung runcing atau tajam, dan berukuran kecil dari jangkauan bayi. 
  • Pasang pagar di ujung tangga agar bayi tidak memanjat.
  • Tutup stop kontak listrik atau hal yang berhubungan dengan listrik.

Pastikan Ayah Bunda selalu ada di sampingnya untuk mengawasi saat ia memegang atau berjalan-jalan, ya.

2. Sering Ajak Bayi Ngobrol

Ajak mengobrol untuk kenalkan berbagai warna atau benda-benda di hadapannya. 

Misalnya, saat memakaikan pakaian, sebutkan warna pakaian yang dikenakan bayi, seperti “Baju Adik warna merah. Kalau sandal Adik warna kuning”. 

Bimbing si Kecil untuk menyebutkan nama-nama anggota tubuh atau warna dengan cara menunjuknya. Sebagai contoh, “Ini namanya hidung. Ini mulut. Ini mata”, 

Kemudian, ulangi apa yang diajarkan dengan bertanya, seperti “Mulut mana mulut?” atau “Warna merah yang mana, ya?”

3. Membacakan Buku

Bacakan buku cerita bergambar bersama si Kecil. Sebelum membacakan, Ayah Bunda bisa tawarkan pilihan buku yang ia mau.

Sembari membacakan, ajak ngobrol sejenak tentang buku tersebut. misalnya “Lihat, Dik! Ini namanya kuda. Adik suka kuda, nggak?”, “Coba cari sapi lainnya di gambar ini, yuk!”

Interaksi ini bisa meningkatkan kemampuan sosial dan bahasa, serta meningkatkan waktu berkualitas antara bayi dan orang tuanya.

4. Berikan Mainan yang Bisa Didorong

Bila sudah ada tanda-tanda ingin berjalan, coba berikan mainan yang dapat didorong sebagai alat bantu bayi berjalan. Pilihlah mainan yang stabil agar si Kecil tidak mudah terjatuh.

Ajak si Kecil untuk berjalan tanpa menggunakan alas kaki bila ada di rumah untuk melatih indra proprioseptif. 

Gunanya, agar si Kecil menyadari gerakannya sehingga bisa berjalan, berlari, melompat, melewati rintangan, atau menendang benda dengan presisi, dan minim risiko cedera.

5. Berikan Jenis dan Tekstur Makanan Baru

Seiring bertambahnya usia, bayi perlu tekstur dan jenis makanan yang lebih beragam dan yang bergizi seimbang. 

Dukung perkembangan anak 1 tahun dengan memberikan makanan kaya lemak sehat dan hindari lemak jenuh. Biasakan konsumsi makanan padat yang sama dengan anggota keluarga.

Gunanya, agar mencegah masalah nutrisi, seperti stunting. Makanan bergizi seimbang juga penting untuk tinggi dan berat bayi yang sesuai grafik pertumbuhan WHO, yaitu:

  • Bayi laki-laki: berat badan sekitar 7,7–10,8 kg, tinggi badan 71–78,1 cm. 
  • Bayi perempuan: berat badan sekitar 7–10,1 kg, tinggi badan 68,9–76,6 cm.

Baca Juga: Tabel Berat Badan Bayi Normal Menurut WHO Sesuai Usianya

6. Periksa Gigi Bayi

Ajak bayi kontrol kesehatan gigi. Di usia ini, kerusakan gigi pada anak cukup sering terjadi. 

Dokter gigi akan memberikan informasi soal cara merawat gigi, mencegah gigi berlubang, dan memastikan jumlah fluoride yang tepat saat menyikat gigi.

Saat di rumah, orang tua bisa mulai rutin mengajarkan anak untuk menyikat gigi. Gunakan pasta gigi khusus anak ber-fluoride seukuran biji beras. 

7. Hindari Baby Walker

Baby walker terbukti tidak efektif menstimulasi bayi untuk berjalan. Karena tubuhnya disangga dan terdapat roda, bayi tidak menggunakan tubuh dan kakinya untuk menopang dan berjalan.

Roda pada baby walker membuat gerakan si Kecil menjadi cepat sehingga ia sulit mengontrolnya. Akibatnya, ia akan rentan mengalami kecelakaan.

Baby walker juga membuat posisi tubuh bayi lebih tinggi, sehingga bisa menjangkau benda dan tempat yang membahayakan.

Baca Juga: Tips Memilih Susu Pertumbuhan yang Bagus untuk Anak 1 Tahun

Kapan Harus ke Dokter?

Segera ke dokter bila bayi 12 bulan mengalami tanda-tanda bahaya berikut:

  • Bayi 12 bulan belum bisa berdiri sendiri.
  • Tidak bisa merangkak.
  • Tidak menengok saat namanya dipanggil.
  • Tidak paham dengan larangan atau kata "tidak".
  • Tidak mencari barang yang disembunyikan.
  • Tidak melambai atau menggelengkan kepala,
  • Tidak mengucapkan satu kata, seperti "Mama" atau "Dada".
  • Tidak mampu menunjuk benda.
  • Tidak peduli atau menolak kedekatan dengan orang tua atau pengasuh.
  • Tidak melihat benda yang ditunjuk.

Namun, Bunda tak perlu khawatir bila bayi 12 bulan belum bisa jalan. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyatakan, bayi bisa berjalan dalam rentang usia 10–18 bulan.

Nah, itulah tadi berbagai tanda perkembangan bayi 1 tahun serta berbagai stimulasi yang sesuai untuk mendukung tumbuh kembangnya. 

Jika muncul tanda-tanda bahaya yang sudah dipaparkan, periksakan si Kecil ke dokter spesialis anak untuk hasil yang lebih akurat.

Punya pertanyaan seputar nutrisi dan tumbuh kembang si Kecil? Yuk, hubungi Sahabat Bunda Generasi Maju! Tim Careline kami siap membantu dengan pengetahuan dan informasi terpercaya tentang nutrisi dan perkembangan anak.

Informasi yang Wajib Bunda Ketahui

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Bunda

Temukan Topik Lainnya

Kalkulator Zat Besi (FO)

Image Banner Kalkulator Zat Besi (FO)