Facebook Pixel Code 13 Ciri Anak Demam Karena Kecapekan dan Tips Atasinya

13 Ciri Demam karena Kecapekan pada Anak dan Solusinya

Foto Reviewer Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH

Disusun oleh: Tim Penulis

Ditinjau oleh: Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH

Diterbitkan: 08 November 2023

Diperbarui: 20 Februari 2026

3 Tahun
Kesehatan
Cover Image of 13 Ciri Demam karena Kecapekan pada Anak dan Solusinya

 

Kadang sulit untuk membedakan ciri demam karena kecapekan pada anak dengan demam akibat infeksi virus. Yuk, ketahui ciri-cirinya supaya Bunda dapat mengatasinya dengan tepat! 

Ciri Anak Demam karena Kecapekan

Terlalu lama beraktivitas saat cuaca terik bisa membuat badan anak terasa panas. Kondisi ini bukan demam, tapi heat exhaustion (kelelahan akibat panas berlebihan). Berikut ciri-cirinya: 

1. Anak Tampak Lemas

Setelah panas-panasan di luar, anak akan tampak lelah dan lesu karena tidak memiliki tenaga untuk lanjut beraktivitas seperti biasanya. Ia bahkan mungkin akan lebih banyak diam dan tampak mengantuk. 

Di hari yang panas, tubuh harus bekerja ekstra keras untuk menjaga suhu badan tidak melonjak naik. Usaha ekstra ini membutuhkan energi yang banyak, sehingga si Kecil merasa lelah.

2. Suhu Tubuh Naik

Suhu tubuh normal anak ada di rentang sekitar 37°C. Ciri demam karena kecapekan pada anak adalah suhu tubuh yang naik, tapi tidak terlalu tinggi seperti saat terjangkit virus.

Demam akibat infeksi penyakit umumnya menyebabkan suhu tubuh anak naik hingga 39,4°C atau lebih. Suhu tubuh saat demam karena kecapekan biasanya sekitar 37,8 - 39°C saja.

Demam pada anak yang kelelahan biasanya juga hanya berlangsung singkat. 

3. Pusing dan Mual

Kelelahan akibat panas berlebihan juga dapat membuat anak merasa pusing atau sakit kepala, yang mungkin diiringi dengan rasa mual dan ingin muntah.

Pusing disebabkan oleh pembuluh darah di area kepala yang menyempit karena tubuh kehilangan air dan elektrolit (dehidrasi).

Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat membuat si Kecil jatuh pingsan alias tidak sadarkan diri. 

4. Cepat Merasa Haus

Anak yang demam karena kelelahan biasanya juga akan cepat merasa haus sehingga minta minum lebih banyak dari biasanya. Ini adalah salah satu tanda dehidrasi pada anak.

Biasanya cepat haus juga diiringi dengan jumlah buang air kecil yang lebih sedikit dan menangis tanpa air mata. 

5. Rewel dan Mudah Marah

Ciri demam karena kecapekan pada anak termasuk tiba-tiba rewel, manja, mudah marah seperti tantrum, atau bahkan diam sekali tidak mau berbicara. 

Ketika anak merasa tidak nyaman secara fisik karena kecapekan dan kepanasan, kemampuan untuk mengelola emosi pun ikut terpengaruh.

Baca Juga: Penyebab Anak Tiba-Tiba Demam dan Cara Mengatasinya

6. Kulit Pucat

Selain terasa dingin, kulit si Kecil juga tampak lebih pucat dari biasanya ketika sedang demam karena kelelahan.

Untuk melihat perubahan warna kulit anak dengan lebih jelas, Bunda dapat memeriksa telapak tangan, kuku, gusi, lidah, dan mata anak. 

7. Keringat Berlebihan

Ciri demam karena kecapekan pada anak selanjutnya adalah tubuh terasa lembap dan basah akibat keringat berlebihan. 

Ketika suhu anak meningkat, otaknya akan memerintahkan tubuh memproduksi lebih banyak keringat untuk menurunkan suhu tubuh. 

8. Muncul Ruam Merah

Ruam gatal berupa bintik-bintik menonjol dapat muncul di sejumlah area tubuh, terutama yang tertutup baju dan di area lipatan, sebagai salah satu ciri anak demam karena kecapekan. 

Pada kulit yang cerah, ruam akan tampak merah. Sedangkan pada kulit yang berwarna lebih gelap, ruam mungkin berwarna abu-abu atau putih. 

Ruam karena demam saat kecapekan tidak berbahaya dan akan sembuh dalam beberapa hari.

9. Detak Jantung Cepat tapi Lemah

Ciri demam karena kecapekan pada anak juga dapat dilihat dari perubahan detak jantung dan pernapasannya. 

Detak jantung anak yang kelelahan biasanya terasa lebih lemah tapi ritmenya cepat. Napasnya juga lebih cepat daripada biasanya.

10. Tampak Linglung

Suhu tubuh yang terlalu tinggi dapat menyebabkan anak terlihat kebingungan. Kondisi ini biasanya berlangsung singkat, kurang lebih selama 5 menit.

Bunda mungkin akan mendapati si Kecil dalam keadaan sadar akan tetapi mengatakan hal-hal yang aneh atau melihat hal yang sebenarnya tidak ada.

11. Kulit Tampak Merinding 

Saat cuaca sangat panas dan lembap, keringat pada tubuh si Kecil tidak dapat menguap dengan sempurna, sehingga pori-pori kulitnya membesar. 

Kondisi ini sering disebut sebagai kulit merinding. Namun, pembesaran pori-pori tersebut dapat menyebabkan peningkatan suhu tubuh si Kecil, yang pada akhirnya dapat memicu demam.

12. Kram Otot

Kram otot sering menjadi salah satu ciri demam karena kecapekan pada anak​. 

Kondisi ini bisa terjadi karena tubuh si Kecil kehilangan banyak cairan dan nutrisi penting akibat keringat yang berlebihan, sehingga memicu dehidrasi. 

Ketika hal ini terjadi, otot-otot tubuh dapat mengalami kejang yang menyakitkan. Kram otot sendiri umumnya terjadi di area perut, punggung, lengan, dan kaki.

13. Tidak ada Gejala Sakit Lain

Demam karena infeksi virus atau bakteri jahat biasanya disertai dengan gejala sakit lainnya seperti batuk, pilek, sakit tenggorokan, diare, kembung, dan lain sebagainya. 

Ciri demam karena kecapekan pada anak umumnya tidak akan disertai tanda-tanda tersebut. 

Baca Juga: 10 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan saat Anak Demam

Cara Mengatasi Demam pada Anak yang Kecapekan

Agar anak merasa lebih baik ketika mengalami demam, ada beberapa tindakan yang dapat dilakukan oleh Bunda untuk mengatasi demam anak di bawah ini:

1. Berteduh di Ruangan Sejuk 

Ketika anak menunjukkan tanda demam karena kelelahan sehabis beraktivitas di bawah terik matahari, segera bawa si Kecil ke tempat yang lebih sejuk. 

Bunda dapat mengajaknya duduk di bawah pohon yang rindang atau masuk ke dalam ruangan yang berpendingin. 

Walau begitu, jangan arahkan pendingin ruangan (baik AC maupun kipas angin) langsung ke depan tubuh anak ya, Bunda. 

2. Kenakan Pakaian Menyerap Keringat

Sebagian orang tua mungkin mengira bahwa memakaikan baju tebal dan menggunakan selimut berlapis dapat membantu anak berkeringat lebih cepat. 

Namun, sebenarnya, pakaian tebal justru dapat menjebak panas di tubuh dan mengakibatkan peningkatan suhu tubuh.

Oleh karena itu, pastikan anak mengenakan pakaian yang tipis dan menyerap keringat serta hindari penggunaan selimut yang tebal. 

3. Ajak Tidur Siang 

Agar suhu tubuh si Kecil cepat turun, berikanlah ia cukup waktu untuk beristirahat di sela-sela aktivitas yang membuatnya lelah. 

Pusing ciri demam karena kecapekan akan hilang dalam 1 hingga 2 jam setelah anak tidur siang dan minum cukup air.

Pastikan juga si Kecil tidur malam yang cukup untuk menurunkan demam di malam hari.

4. Dinginkan Kulit Anak

Cara mengatasi ciri demam karena kecapekan pada anak yang berikutnya ialah dengan mendinginkan kulit. 

Bunda dapat mengompres kulit anak dengan waslap yang dibasuh air dingin. Letakkan kompres di bawah ketiak atau di sekitar leher si Kecil untuk membantunya merasa lebih nyaman.

 Baca Juga: 8 Daun yang Bisa Menurunkan Demam Anak

5. Menyemprotkan Air pada Tubuh Anak

Selain mengompres tubuh dengan waslap dingin, Bunda juga bisa bantu redakan demam si Kecil dengan menyemprotkan air ke seluruh permukaan tubuhnya. 

Gunakan botol semprot, seperti botol parfum bekas yang sudah dicuci bersih, untuk menyebarkan air secara merata.

Saat menyemprotkan air, pastikan Bunda menyalakan kipas angin agar sirkulasi udara lancar dan air yang menempel pada kulit si Kecil dapat menguap lebih cepat. 

Penguapan ini membantu menurunkan suhu tubuhnya secara perlahan. 

6. Pastikan Anak Banyak Minum

Ketika anak sedang mengalami demam, penting bagi Bunda untuk memastikan anak mendapatkan cukup cairan. Namun, meminta anak minum air putih sering kali sulit.

Sebagai alternatifnya Bunda bisa memberikan makanan berkuah hangat atau jus buah untuk memenuhi kebutuhan cairan dan mencegah dehidrasi pada anak.

7. Memberi Pijatan Lembut 

Apabila anak mengalami kram otot saat demam akibat kecapekan, Bunda bisa bantu si Kecil merasa lebih nyaman dengan meregangkan tubuhnya perlahan atau memberikan pijatan lembut. 

Sebelum memijat si Kecil, pastikan Bunda mencuci tangan dulu dengan sabun untuk mengurangi risiko iritasi kulit. 

8. Jangan Berikan Obat Turun Panas

Saat Bunda melihat ciri demam karena kecapekan pada anak​, jangan memberikan obat turun panas untuk menurunkan suhu tubuhnya. 

Obat turun panas seperti parasetamol tidak akan efektif untuk menangani kondisi ini. Jika tetap diberikan pada si Kecil, justru akan meningkatkan risiko komplikasi. 

Kapan Harus Dibawa ke Dokter?

Ciri demam karena kecapekan pada anak biasanya mereda setelah 30 menit jika sudah beristirahat. Namun, waspada jika anak menunjukkan tanda berbahaya berikut: 

  • Demam tinggi lebih dari 40°C.
  • Tampak bingung atau mengigau lebih dari 5 menit.
  • Kulit terasa panas, terlihat merah, namun tidak disertai keringat. 
  • Kesulitan bernapas.
  • Memiliki bintik-bintik memar.
  • Demam disertai kejang.
  • Jarang buang air kecil.
  • Bibir, lidah, dan kuku terlihat kebiruan.
  • Pingsan alias tidak sadarkan diri. 

Jika Bunda mendapati tanda dan gejala di atas, ada kemungkinan demam anak bukan karena kecapekan, tapi akibat infeksi penyakit tertentu.

Segera bawa anak ke dokter untuk diperiksa lebih lanjut dan diberikan perawatan sesuai penyebabnya. Bunda juga dapat bertanya langsung pada Sahabat Bunda Generasi Maju terkait tumbuh kembang dan kesehatan anak.

Semoga artikel ini membantu ya, Bun!

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Bunda

Temukan Topik Lainnya

SGM 3+

Image Banner SGM 3+