Penggunaan daun yang bisa menurunkan demam anak sering dilakukan sejak zaman dahulu. Apakah sudah terbukti aman secara medis dan bagaimana cara aman menggunakannya?
Daun yang Bisa Menurunkan Demam Anak
Meski alami, tidak semua daun penurun demam anak aman digunakan tanpa aturan. Tetap periksakan anak ke dokter, terutama jika demam tinggi atau berlangsung lebih dari 3 hari.
Nah, berikut ragam pilihan daun penurun panas anak yang bisa dicoba:
1. Daun Kelor (Moringa oleifera)
Daun kelor mengandung senyawa flavonoid yang terbukti bermanfaat menurunkan demam anak.
Daun kelor juga pernah diteliti bisa menjadi alternatif penurun demam alami yang aman dibandingkan obat demam generik.
Terutama jika si Kecil alergi terhadap obat penurun demam tertentu karena efek sampingnya.
2. Daun Dadap Serep (Erythrina variegata)
Daun dadap serep sudah diteliti efeknya sebagai daun yang bisa menurunkan demam anak secara alami berkat kandungan zat aktif alkaloid dan etanol bersifat antipiretik.
Campurkan daun dadap serep dengan daun jintan dan bawang merah untuk meningkatkan efektivitasnya. Lalu, tumbuk dan tempelkan pada kening si Kecil.
Selain menurunkan demam, daun dadap serep dipercaya dapat bantu meredakan sakit kepala serta membantu anak tidur nyenyak saat sedang sakit.
3. Daun Pegagan (Centella asiatica)
Daun pegagan umum dikenal sebagai daun penurun demam alami karena mengandung sejumlah senyawa aktif bermanfaat termasuk asiaticoside, karotenoid, dan tanin.
Air rebusan daun ini bersifat antipiretik karena juga mengandung senyawa fenolik yang bantu menurunkan kadar prostaglandin, sehingga mengurangi demam dan nyeri.
Baca Juga: 10 Cara Menurunkan Demam pada Anak Tanpa Obat
4. Daun Jambu Biji (Psidium guajava)
Daun jambu biji juga digadang sebagai daun yang bisa menurunkan demam anak jika direbus. Daun ini tidak memiliki efek antipiretik, yaitu efek menurunkan demam.
Akan tetapi, daun jambu mengandung antioksidan, vitamin C, dan flavonoid yang berperan penting melawan radikal bebas.
Ekstrak daun jambu biji juga telah terbukti bantu meningkatkan jumlah trombosit dan menghambat perkembangan virus dengue penyebab demam berdarah pada anak.
5. Daun Sambiloto (Andrographis paniculata)
Seluruh bagian dari tanaman sambiloto bisa dimanfaatkan sebagai obat demam alami untuk anak.
Zat yang terkandung dalam daun sambiloto, seperti andrographolide dan flavonoid, memiliki sifat antipiretik yang dapat menurunkan suhu tubuh anak.
Caranya, rebus seluruh bagian tanaman sambiloto dan saring. Tunggu sampai suhunya hangat suam kuku, lalu tambahkan madu agar tidak terasa pahit.
6. Daun Pandan (Pandanus amaryllifolius)
Hasil sebuah penelitian pada hewan uji coba yang mengalami demam akibat suntikan vaksin menunjukkan bahwa ekstrak daun pandan dapat membantu menurunkan demam.
Namun, hingga saat ini belum ada uji klinis yang dilakukan pada manusia sehingga efektivitas daun pandan untuk menurunkan demam anak masih perlu diteliti lebih lanjut.
Baca Juga: 13 Ciri Demam karena Kecapekan pada Anak dan Solusinya
7. Daun Kembang Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis)
Di beberapa daerah Indonesia, daun kembang sepatu secara turun temurun menjadi daun yang bisa menurunkan demam anak yang digunakan dengan cara dikompres.
Namun, belum ada cukup bukti studi ilmiah yang mampu meyakinkan keefektifan bunga sepatu untuk menurunkan demam pada manusia.
Hasil penelitian yang ada sampai saat ini hanya berhasil membuktikan ekstrak daun bunga kembang sepatu dapat menurunkan demam pada hewan uji coba yang terinfeksi jamur.
8. Daun Beluntas (Pluchea indica)
Bunda mungkin kurang familiar dengan daun beluntas. Namun, beberapa penelitian dari jurnal lokal atau internasional sudah mempelajari efek antipiretiknya untuk menurunkan demam.
Meski begitu, penelitian-penelitian yang ada rata-rata dilakukan pada hewan uji coba dan belum dipraktekkan langsung pada manusia.
Jadi, sebaiknya konsultasi dulu pada dokter sebelum memberikan daun beluntas pada si Kecil.
Perbandingan Efektivitas Daun Penurun Demam Anak
Supaya Bunda tidak bingung, simak tabel perbandingan efektivitas daun penurun demam anak berikut ini:
|
No.
|
Nama Daun
|
Kandungan Aktif Utama
|
Bukti Ilmiah
|
Cara Pakai
|
|
1.
|
Daun Kelor
|
Flavonoid, antioksidan
|
Studi menunjukkan efek antipiretik pada manusia
|
Rebus, minum airnya atau masak dalam sayur
|
|
2.
|
Daun Dadap Serep
|
Alkaloid, etanol
|
Studi lokal pada manusia dan hewan
|
Tumbuk dengan daun jintan & bawang merah. Tempel di kening
|
|
3.
|
Daun Pegagan
|
Asiaticoside, tanin
|
Efek antipiretik terbukti pada uji lab & hewan
|
Rebus, minum airnya
|
|
4.
|
Daun Sambiloto
|
Andrographolide, flavonoid
|
Efek antipiretik & antiinflamasi terbukti pada studi manusia & hewan
|
Rebus, beri madu secukupnya
|
|
5.
|
Daun Jambu Biji
|
Flavonoid, vitamin C
|
Tidak langsung menurunkan panas, tapi mendukung imun
|
Rebus, minum airnya
|
|
6.
|
Daun Pandan
|
Alkaloid, flavonoid
|
Studi pada hewan, belum ada uji manusia
|
Rebus, minum airnya
|
|
7.
|
Daun Kembang Sepatu
|
Senyawa fenolik
|
Studi terbatas pada hewan
|
Kompres daun segar
|
|
8.
|
Daun Beluntas
|
Flavonoid, tanin
|
Studi terbatas pada hewan
|
Rebus, minum airnya
|
Ingat Bunda, sebaiknya tetap konsultasi terlebih dulu ke dokter untuk memastikan keamanan dan cara pakai daun penurun demam anak yang benar sesuai kondisi si Kecil.
Baca Juga: 6 Cara Mudah Mengatasi Anak Demam Tinggi di Malam Hari
Tips Menurunkan Demam Anak Secara Alami
Tak hanya daun yang bisa menurunkan demam anak, tapi juga ada beberapa cara lain yang bisa Bunda lakukan untuk meredakan demam pada anak secara alami.
- Penuhi kebutuhan cairan anak untuk cegah dehidrasi, termasuk air putih bersuhu ruangan, kaldu ayam hangat, jus buah encer, es loli dari buah yang dibekukan.
- Beristirahat dengan baik. Bunda atau Ayah bisa bacakan cerita di tempat tidur agar si Kecil mau beristirahat.
- Mandi air hangat. Jika anak tidak mau mandi, bisa lap tubuhnya dengan air hangat.
- Jangan pakaikan pakaian tebal dan selimut yang berlapis karena akan membuat tubuh anak semakin panas.
- Berikan air rebusan jahe. Jahe punya senyawa antibakteri untuk melawan demam. Namun, jangan terlalu banyak karena bisa menyebabkan nyeri ulu hati.
- Kompres hangat bagian ketiak dan selangkangan anak selama 10-15 menit agar bisa mengeluarkan panas melalui pori-pori tubuh.
- Berikan paracetamol sirup. Ikuti anjuran apoteker, dokter, atau instruksi di kemasan mengenai dosis pemberian obat penurun demam bagi anak.
Baca Juga: 10 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan saat Anak Demam
Kapan Harus ke Dokter?
Beberapa daun berpotensi menurunkan demam anak. Namun, bahan herbal ini bukan pengganti pengobatan medis.
Tetap konsultasikan ke dokter, terutama anak di bawah usia 5 tahun. Selanjutnya, Bunda perlu bawa si Kecil ke dokter bila:
- Demam ≥ 39°C atau berlangsung lebih dari 3 hari.
- Muncul gejala anak dehidrasi seperti bibir kering dan jarang buang air kecil.
- Anak mengalami kejang atau penurunan kesadaran.
- Anak demam disertai munculnya ruam.
- Anak demam dibarengi nyeri kepala hebat.
- Anak demam diikuti dengan muntah atau nyeri perut hebat.
- Anak sulit dibangunkan, tidak bergerak, atau tidak merespon sama sekali.
- Anak sulit bernapas.
- Lidah, bibir, dan kuku si Kecil tampak berwarna kebiruan.
Bunda juga dapat berkonsultasi seputar kesehatan, nutrisi, pola asuh, dan tumbuh kembang si Kecil dengan menghubungi Sahabat Bunda Generasi Maju.
Tim Careline kami siap membantu dengan pengetahuan dan informasi terpercaya tentang nutrisi dan perkembangan anak.
Jangan lupa daftar jadi member Klub Generasi Maju sekarang untuk dapatkan akses gratis ke ratusan artikel parenting yang terverifikasi ahli, fitur pendukung tumbuh kembang anak, hingga konsultasi 24 jam bersama para ahli.
Dengan jadi member, Bunda juga berkesempatan dapat hadiah menarik dari setiap pembelian produk SGM!