Facebook Pixel Code 9 Jenis Gangguan Pencernaan Anak yang Bisa Terjadi

9 Jenis Gangguan Pencernaan Anak yang Bisa Terjadi

Foto Reviewer Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH

Disusun oleh: Tim Penulis

Ditinjau oleh: Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH

Diterbitkan: 11 November 2019

Diperbarui: 30 September 2025

3 Tahun
Kesehatan
Cover Image of 9 Jenis Gangguan Pencernaan Anak yang Bisa Terjadi

 

Gangguan pencernaan anak bisa terjadi karena masalah pola makan, infeksi virus atau bakteri, hingga kondisi kesehatan tertentu. Bunda perlu tahu beda gejala dan penyebabnya!

Jenis Gangguan Pencernaan pada Anak

Gangguan pencernaan bisa terjadi karena intoleransi laktosa, alergi susu sapi, makanan yang kurang bersih, hingga kondisi tertentu. Gejalanya bisa mirip satu sama lain.

Berikut adalah beberapa jenis gangguan pencernaan yang umum terjadi pada anak:

1. Mual/Muntah

Mual dan muntah bisa disebabkan oleh intoleransi atau alergi makanan, keracunan makanan, flu, atau mengalami motion sickness.

Untuk meredakan mual dan muntah pada anak, Bunda bisa memberikan sup hangat, memberi makan dalam porsi kecil, dan menghindari makanan berminyak

Jangan biarkan anak langsung tidur setelah makan untuk menghindari muntah. Bawa anak ke dokter jika mual muntah membuat makanan tidak bisa masuk, dehidrasi, atau terjadi reaksi alergi berat.

Baca Juga: Ciri-Ciri Anak Tidak Cocok Susu Formula dan Cara Atasinya 

2. Diare

Diare adalah gangguan pencernaan anak yang umum terjadi pada usia di bawah 5 tahun. Ini juga merupakan gejala gangguan pencernaan.

Penyebab diare pada anak yakni infeksi bakteri atau virus, keracunan makanan, intoleransi atau alergi makanan, efek samping antibiotik, radang usus (irritable bowel syndrome), dan intoleransi gluten (penyakit Celiac).

Untuk mengatasinya, Bunda bisa membantu memenuhi kebutuhan cairan si Kecil, bisa dari air putih, sup, jus, atau buah yang tinggi air. Lalu, berikan makanan lunak dan hambar.

Bunda sebaiknya waspada ketika si Kecil menunjukkan gejala lemas, demam tinggi, BAB berdarah, dan rewel terus-terusan karena ini bisa jadi tanda dehidrasi pada anak.

3. Sakit Perut

Gejala gangguan pencernaan anak yang juga umum dirasakan adalah sakit perut. Ada banyak penyebab sakit perut pada anak, seperti:

  • Kolik
  • Sembelit
  • Muntaber
  • Keracunan makanan
  • Alergi atau intoleransi makanan
  • Masalah asam lambung

Mengatasi sakit perut pada anak akan tergantung pada penyebabnya. Tapi, Bunda bisa menawarkannya minum untuk mencegah dehidrasi dan mengatasi masalah asam lambung.

4. Kembung

Perut kembung adalah gangguan pencernaan anak yang disebabkan oleh penumpukan gas dalam perut. Hal ini bisa terjadi karena anak banyak menelan udara, alergi atau intoleransi, atau pola makan tertentu. 

Bunda bisa meredakannya dengan membatasi makanan berlemak dan minuman bersoda. Pijat perut anak untuk bantu mengeluarkan gas.

Kondisi ini umumnya tidak berbahaya. Apabila perut kembung terus terjadi dan membuat perut anak semakin buncit, periksakanlah si Kecil ke dokter untuk mengetahui pengobatan yang paling tepat.

5. Sembelit

Sembelit pada anak dapat terjadi ketika si Kecil kurang makan serat, mulai beralih dari ASI ke makanan padat, alergi susu sapi, hingga menunda BAB karena asyik bermain.

Cara mengatasi sembelit yakni memberikan cukup cairan dan makanan berserat, rutin berolahraga agar feses lebih mudah keluar, dan membiasakan anak BAB di jam yang sama.

Jika sembelit tidak kunjung sembuh, BAB berdarah, dan si Kecil rewel juga susah makan, periksakan ke dokter, ya.

Baca Juga: 7 Manfaat Serat Pangan untuk Anak dan Rekomendasi Makanannya 

6. Refluks Gastroesofageal atau Heartburn (GERD)

Bayi pada tahun pertama lebih rentan mengalami GERD atau refluks asam lambung. Bunda mengenalnya dengan gumoh. Namun, anak di bawah 3 tahun juga bisa mengalaminya.

Untuk mengatasi dan mencegahnya, pastikan si Kecil duduk tegak setelah makan, jangan berbaring. Jika perlu berbaring, pastikan posisi kepala lebih tinggi dibandingkan perut.

Bawalah si Kecil ke dokter ketika ia muntah berulang, batuk tak kunjung sembuh karena asam lambung telah mengiritasi tenggorokan, serta berat badan tidak naik, bahkan turun.

7. Intoleransi Makanan 

Intoleransi makanan adalah gangguan pencernaan anak yang terjadi ketika saluran cernanya tidak bisa memproses protein yang ada dalam makanan. 

Intoleransi laktosa dan gluten adalah yang paling umum terjadi. Gejalanya perut kembung, mual, dan diare setelah makan makanan yang dicurigai menjadi penyebab intoleransi.

Untuk mengatasi intoleransi makanan, Bunda perlu mencari tahu apa yang menjadi pemicu gejala gangguan pencernaan dan menghindarinya.

8. Alergi Makanan 

Selain menyebabkan gatal di kulit, alergi makanan juga bisa menyebabkan gangguan pencernaan anak. 

Jadi, masalah pencernaan yang muncul bisa bersamaan dengan gejala alergi lainnya, seperti muncul ruam, gatal, muntah, biduran pada anak, sesak napas, atau wajah bengkak.

Makanan penyebab alergi pada anak yang paling umum, antara lain telur, kacang, susu sapi, atau cokelat. Jauhi makanan penyebab alergi untuk mencegah gejala kambuh. 

Jika si Kecil mengalami reaksi alergi berat (anafilaksis), seperti sesak napas dan wajah bengkak dengan cepat, segera bawa ke rumah sakit terdekat.

9. Gastroenteritis atau Flu Perut

Gastroenteritis atau flu perut adalah salah satu masalah pencernaan anak yang umum terjadi. Gejalanya berupa muntah dan diare. Itu sebabnya, ini dikenal juga dengan muntaber.

Muntaber pada anak disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, ataupun parasit dan cenderung tidak berbahaya.

Namun, Bunda perlu mewaspadai risiko dehidrasi terutama ketika si Kecil terus-terusan muntah dan diare tanpa ada cairan yang masuk. 

Baca Juga: Apa Bedanya Alergi Susu dan Intoleransi Laktosa?

Pentingnya Menjaga Kesehatan Pencernaan Anak

Tumbuh kembang anak sangat dipengaruhi dari nutrisi yang ia dapatkan. Itu sebabnya, penting bagi Ayah dan Bunda menjaga kesehatan pencernaan si Kecil.

Beberapa manfaat yang akan si Kecil rasakan ketika kesehatan pencernaannya terjaga, antara lain:

1. Mendukung Sistem Imun

Bakteri baik di usus adalah salah satu komponen penting dalam sistem imun. Menjaga kesehatan saluran cerna sama saja dengan menjaga keseimbangan bakteri baik.

Ketika bakteri baik di saluran cerna optimal, si Kecil jadi tidak gampang sakit.

2. Penyerapan Nutrisi Optimal

Saluran cerna, seperti lambung dan usus, adalah tempat penyerapan nutrisi yang dibutuhkan. 

Ketika mengalami gangguan pencernaan, penyerapan nutrisi anak jadi tidak optimal dan bisa berdampak pada kesehatannya.

Stunting pada anak adalah salah satu risiko terburuk jika asupan nutrisi tidak optimal. Makanan tinggi serat dan susu akan mendukung pencernaan dan memenuhi kebutuhan nutrisi.

3. Bangun Kebiasaan Baik

Untuk menjaga kesehatan saluran cerna, Bunda sebaiknya memastikan kebersihan makanan dan mengajarkan si Kecil untuk menjaga kebersihan.

Bunda juga dapat memperkenalkan makanan baru secara bertahap untuk melihat reaksi tubuhnya sehingga gangguan pencernaan pada anak dapat dihindari.

Jangan lupa untuk mengajaknya tetap aktif melakukan aktivitas fisik agar gerak usus dapat berjalan normal sehingga pencernaan pun lancar.

Jika ada pertanyaan lain yang mengganjal, Bunda bisa menghubungi Sahabat Bunda Generasi Maju untuk berkonsultasi dengan tim ahli untuk pertanyaan seputar gangguan pencernaan anak, antisipasinya, serta cara mengatasinya.

Bunda juga bisa daftar jadi member Klub Generasi Maju sekarang untuk dapatkan akses gratis ke ratusan artikel parenting yang terverifikasi ahli, fitur pendukung tumbuh kembang anak, hingga konsultasi 24 jam bersama para ahli. Dengan jadi member, Bunda juga berkesempatan dapat hadiah menarik dari setiap pembelian produk SGM!

Informasi yang Wajib Bunda Ketahui

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Bunda

Temukan Topik Lainnya

SGM 3+

Image Banner SGM 3+