Facebook Pixel Code 4 Cara Menghitung Usia Kehamilan Secara Manual yang Akurat

4 Cara Menghitung Usia Kehamilan Secara Manual

Disusun oleh: Tim Penulis

Diterbitkan: 13 Juli 2020

Diperbarui: 13 Agustus 2025

Trimester 1
Tumbuh Kembang
Cover Image of 4 Cara Menghitung Usia Kehamilan Secara Manual

 

Jika ini adalah kehamilan pertama Bunda, Bunda harus tahu bagaimana cara menghitung usia kehamilan manual untuk memprediksi hari perkiraan lahir si Kecil dan memastikan perkembangan janin berjalan optimal.

Lalu, bagaimana cara hitung usia kehamilan tanpa USG?

Awal Hamil Dihitung Mulai Kapan?

Kehamilan umumnya dihitung mulai dari hari pertama menstruasi terakhir (HPHT). HPHT dijadikan acuan karena usia kehamilan dihitung dari awal perkembangan, bukan dari pembuahan.

Maka itu, usia kehamilan dan usia janin sebenarnya berbeda. Usia kehamilan dihitung dari HPHT, sedangkan usia janin dimulai dari saat pembuahan terjadi (sekitar dua minggu setelah HPHT).

Usia janin biasanya lebih muda sekitar dua minggu dari usia kehamilan. Namun karena waktu pembuahan sulit dipastikan, istilah usia kehamilan lebih sering digunakan untuk menentukan usia kandungan.

Cara Menghitung Usia Kehamilan Manual

Kehamilan normal biasanya berlangsung 38-42 minggu sejak hari pertama haid terakhir. Berikut adalah beberapa cara menghitung usia kehamilan sendiri sebelum memastikannya lewat USG:

1. Metode HPHT

Metode Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT) paling sering digunakan untuk memperkirakan usia kehamilan secara manual. Metode HPHT juga dikenal dengan rumus Naegele.

Cara menghitung usia kehamilan manual dari HPHT adalah dengan menambahkan 7 hari. Misalnya HPHT 10 Maret 2025, maka minggu pertama kehamilan jatuh pada 17 Maret 2025.

Metode HPHT juga bisa digunakan untuk memprediksi HPL, dengan menambah 7 hari dari HPL lalu dikurangi 3 bulan dan ditambah 1 tahun. Cara menghitung HPL dengan HPHT adalah:

  • 10 Maret 2025 + 1 tahun = 10 Maret 2026
  • 10 Maret 2026 + 7 hari = 17 Maret 2026 
  • 17 Maret 2026 - 3 bulan = 17 Desember 2025 -> Hari Perkiraan Lahir si Kecil.

Jika siklus haid tidak teratur, perkiraan hari lahir dapat dihitung menggunakan rumus HPHT + 9 bulan + (panjang siklus haid - 21 hari).

Baca Juga: Seperti Apa Perkembangan Janin 1 Minggu?

2. Rumus 4 ⅓

Cara menghitung usia kehamilan manual juga bisa dengan rumus 4 ⅓. Rumus menghitung usia kehamilan 4 ⅓ adalah usia kehamilan = {(tanggal saat ini-HPHT) x 4⅓}.

Contoh: Jika hari ini tanggal 14 Mei 2025 dan HPHT Bunda adalah 1 Maret 2025.

  • Selisih hari: 14-1 = 13 hari
  • Selisih bulan: Mei-Maret = 2 bulan
  • Hitung usia kehamilan: 13 hari + (2 bulan x 4⅓) = 13 hari + 8 minggu 4 hari

Jadi, perkiraan usia kandungan Bunda adalah 9 minggu lebih 3 hari.

Rumus ini cocok digunakan sebagai alternatif jika metode lain dirasa kurang akurat atau untuk mendapatkan perkiraan yang lebih rinci.

3. Kalkulator Kehamilan Online

Bunda juga bisa menggunakan tools Kalkulator Kehamilan untuk menghitung usia kehamilan secara manual dengan lebih akurat.

Caranya cukup dengan memasukkan tanggal HPHT Bunda, lalu Bunda akan langsung mendapatkan prediksi usia kehamilan, informasi perkembangan janin di minggu tersebut, sekaligus dengan hari perkiraan lahir (HPL) si Kecil.

Baca Juga: Perkembangan Janin 3 Minggu dan Tips Menjaga Kehamilan

4. Tinggi Fundus Uteri (TFU)

Usia kehamilan juga bisa diperkirakan lewat pengukuran tinggi fundus, yaitu jarak dari tulang kemaluan hingga puncak rahim. 

Rumus usia kehamilan berdasarkan TFU adalah setelah kehamilan masuk 20 minggu, tinggi fundus dalam satuan sentimeter umumnya sesuai dengan usia kehamilan dalam minggu. 

Misalnya, tinggi fundus 21 cm berarti usia kehamilan sekitar 21 minggu. Pengukuran ini dilakukan oleh dokter atau bidan menggunakan alat khusus. 

Pentingnya Menghitung Usia Kehamilan

Mengetahui cara menghitung usia kehamilan manual bisa membantu Bunda menyesuaikan berbagai macam hal untuk menstimulasi pertumbuhan janin. Ini alasan manfaat menghitung usia kehamilan!

1. Menjadwalkan Tes Screening untuk Mencegah Komplikasi

Risiko komplikasi mungkin saja terjadi dalam usia kehamilan tertentu. Misalnya, diabetes yang kerap muncul di usia 24-28 minggu kehamilan, tapi akan menghilang sendirinya. 

Maka, penting untuk dilakukan tes skrining diabetes pada rentang usia kehamilan ini. 

Contoh lainnya adalah melakukan pemeriksaan USG pada bayi kembar untuk mengetahui apakah kantung ketuban memiliki kelainan atau tidak pada usia kehamilan 11-14 minggu.

Ini dilakukan untuk mencegah terjadinya komplikasi kehamilan pada ibu maupun anak.

2. Memantau Perkembangan Janin

Mengetahui cara menghitung usia kehamilan manual juga dapat membantu dokter memantau perkembangan janin. 

Saat berkunjung ke dokter kandungan, dokter akan memeriksa denyut jantung bayi dengan alat USG, tinggi fundus uterus (bagian teratas dari rahim ibu), dan pergerakan bayi.

Hasil pemeriksaan kemudian akan dibandingkan dengan tahapan perkembangan janin yang normal untuk menilai apakah ada gangguan pada perkembangan janin atau tidak.

3. Memastikan Perawatan Tepat di Masa Kehamilan

Dengan mengetahui usia kehamilan, dokter tahu perawatan apa yang tepat pada usia kehamilan tertentu. 

Ketika Bunda membutuhkan obat pun, dokter juga bisa menentukannya karena ada obat yang hanya boleh diberikan pada trimester-trimester tertentu.

Contohnya, bila Bunda memiliki risiko tinggi preeklamsia, dokter dapat memberikan aspirin dosis rendah untuk pencegahan. 

Namun, obat ini hanya boleh diberikan pada usia kehamilan 12 minggu, sehingga usia kehamilan menjadi penting.

4. Mengetahui Perkiraan Kapan Hari Persalinan

Pentingnya mengetahui usia kehamilan maupun usia janin adalah untuk dapat memperkirakan hari persalinan

Hal ini penting karena berpengaruh saat persiapan lainnya, seperti perlengkapan bayi, biaya persalinan, dan masih banyak lagi.

Secara medis, tanggal perkiraan kelahiran menjadi penting untuk mengetahui apakah bayi terlahir cukup bulan (usia kehamilan 37-42 minggu). 

Jika bayi terlahir prematur (kurang dari 37 minggu) atau justru lebih dari 42 minggu, risiko terjadinya komplikasi pada bayi dapat meningkat.

Baca Juga: 6 Jenis Imunisasi Ibu Hamil serta Manfaatnya

Lalu setelah mengetahui usia kehamilan, Bunda perlu memastikan asupan nutrisi yang cukup untuk memastikan perkembangan janin optimal sesuai usianya.

Selain dengan makanan tinggi zat besi dan asam folat, Bunda juga bisa bantu lengkapi dengan minum susu SGM Bunda High-Iron.

Susu kehamilan SGM Bunda High-Iron tinggi zat besi dan asam folat, serta diperkaya DHA, minyak ikan, dan protein. Dukung nutrisi lengkap untuk perkembangan janin, lezatnya tidak bikin mual.

SGM Bunda

Susu untuk Ibu Hamil dan Menyusui
Tinggi Zat Besi dan Asam Folat
Dengan Rasa yang Lezat 

Cari Tahu di Sini!

Jangan lupa segera daftar jadi member Klub Generasi Maju sekarang untuk dapatkan akses gratis ke ratusan artikel perkembangan janin tiap minggu, tips persiapan parenting yang terverifikasi ahli, fitur pendukung tumbuh kembang anak, hingga konsultasi 24 jam bersama para ahli. Dengan jadi member, Bunda juga berkesempatan dapat hadiah menarik dari setiap pembelian produk SGM!

Semoga kehamilan Bunda terus berjalan lancar dan si Kecil lahir sehat, ya!

Informasi yang Wajib Bunda Ketahui

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Bunda

Temukan Topik Lainnya