Facebook Pixel Code Operasi Caesar: Prosedur, Risiko, dan Pemulihan Pascaoperasi

Prosedur Operasi Caesar, Pemulihan, dan Efek Sampingnya

Disusun oleh: Tim Penulis

Diterbitkan: 20 Juli 2023

Diperbarui: 11 Agustus 2025

Trimester 3
Tumbuh Kembang
Cover Image of Prosedur Operasi Caesar, Pemulihan, dan Efek Sampingnya

 

Operasi caesar adalah salah satu metode persalinan yang dapat dilakukan karena alasan tertentu. Yuk, pahami prosedur ini agar Bunda bisa mempersiapkan persalinan dengan baik!

Apa Itu Operasi Caesar dan Kapan Diperlukan?

Bedah caesar adalah prosedur persalinan yang dilakukan dengan membuat sayatan di perut dan rahim. Bayi akan lahir melalui perut, bukan pervaginam.

C-section umumnya dilakukan karena alasan medis ketika persalinan normal atau pervaginam tidak memungkinkan atau berisiko bagi ibu hamil dan bayinya.

Misalnya, posisi janin sungsang, hamil kembar, ada lilitan tali pusat, placenta previa, ataupun sudah pernah melahirkan caesar sebelumnya. 

Prosedur ini juga bisa ditempuh karena alasan nonmedis, seperti pilihan pribadi ibu hamil dengan pertimbangan kenyamanan atau kondisi psikologis tertentu.

Prosedur Bedah Caesar

Operasi dilakukan di ruang operasi atau ruang bersalin khusus, berikut uraiannya:

  • Dimulai dengan pemberian anestesi epidural atau spinal pada ibu hamil yang membuat tubuh mati rasa di area pinggang ke bawah.
  • Setelah bius bekerja, perut ibu hamil kemudian dibersihkan dengan antiseptik dan dipasang kain kasa steril di sekitar lokasi sayatan sampai menutup dada dan kaki. 
  • Dokter kandungan kemudian membuat sayatan yang menembus kulit perut, masuk ke dinding perut, dan di dinding rahim sepanjang 3-4 inci atau sekitar 10 cm. 
  • Bayi dikeluarkan melalui sayatan-sayatan tersebut, dilanjutkan dengan memotong tali pusar dan mengeluarkan plasenta. 
  • Setelah semua selesai, sayatan ditutup kembali dengan dijahit.

Berapa lama operasi caesar bisa berkisar 15-45 menit, tergantung durasi mengeluarkan bayi dari kandungan. 

Baca Juga: Bolehkah Ibu Tidur Siang Setelah Melahirkan? Ini Faktanya!

Efek Samping Operasi Caesar untuk Ibu dan Anak

Proses melahirkan caesar dapat memberikan efek tersendiri bagi Bunda dan si Kecil. Berikut efek c-section jangka pendek, panjang, serta kaitannya pada risiko alergi anak:

1. Efek Jangka Pendek dan Proses Penyembuhan

Efek samping bedah caesar jangka pendek yakni: 

  • Menimbulkan efek nyeri di luka bekas sayatan, terutama setelah efek bius menghilang. 
  • Infeksi, perdarahan, serta rasa tidak nyaman di sekitar area sayatan.
  • Waktu pemulihan lebih lama dibandingkan dengan persalinan normal, yakni bisa berlangsung sekitar 4-6 minggu. 

Bunda harus menghindari aktivitas berat seperti membersihkan rumah, mengemudikan kendaraan, dan lainnya. Bunda dianjurkan beristirahat sampai pulih total. 

2. Efek Operasi Caesar Jangka Panjang

Efek prosedur caesar secara jangka panjang adalah risiko infeksi karena letaknya yang dekat dengan rahim, serviks (leher rahim), dan vagina. 

Bahkan, persalinan caesar merupakan faktor risiko tertinggi munculnya infeksi pasca persalinan. Risiko timbulnya infeksi ini semakin tinggi bila sudah sering menjalani c-section. 

Penelitian menemukan bahwa salah satu risiko jangka panjang c-section adalah perlengketan organ dalam, seperti rahim, usus, atau kandung kemih yang saling menempel akibat proses penyembuhan luka setelah operasi.

3. Hubungan Antara Bedah Caesar dan Risiko Alergi Anak

Sebuah penelitian menunjukkan, anak yang lahir secara caesar lebih banyak yang berpotensi mengalami alergi makanan pada masa kanak-kanak dibandingkan anak yang lahir dengan persalinan normal. 

Risiko bisa lebih besar apabila terdapat minimal satu orang tua memiliki riwayat alergi dibandingkan anak yang lahir normal dari orang tua tanpa riwayat alergi.

Hal ini turut didukung oleh penelitian lain dari Clinical and Experimental Allergy

Penelitian tersebut menemukan bahwa anak yang lahir secara caesar lebih rentan mengalami alergi, termasuk alergi saluran pernapasan seperti asma dan rhinitis alergi, dibandingkan anak yang lahir dari persalinan normal.

Baca Juga: Penyebab Berat Badan Sulit Turun Setelah Melahirkan

Hal yang Harus Diperhatikan Setelah Bedah Caesar

Ada beberapa hal yang perlu Bunda perhatikan setelah menjalani persalinan caesar, di antaranya:

1. Pantangan Setelah Operasi Caesar yang Wajib Dihindari

Penting bagi Bunda menghindari pantangan berikut agar cepat pulih:

  • Mengemudi kendaraan.
  • Berolahraga. 
  • Membawa barang berat. 
  • Berhubungan seksual. 
  • Naik turun tangga.

Berapa lama pemulihan pasca operasi caesar? Mungkin ini jadi pertanyaan Bunda agar bisa kembali beraktivitas seperti semua.

Pada dasarnya, Bunda bisa kembali melakukan aktivitas tersebut setelah kondisi tubuh pulih sepenuhnya, atau paling tidak sekitar 6 minggu setelah melahirkan. 

2. Berapa Kali Kontrol Setelah Operasi Caesar ke Dokter?

Kontrol setelah persalinan caesar setidaknya dilakukan 2 kali. Dokter biasanya meminta Bunda untuk melakukan pemeriksaan sekitar 6-12 minggu pasca persalinan. 

Pemeriksaan yang dilakukan meliputi cek fisik, perut, vagina, serviks, dan rahim untuk melihat progres pemulihan Bunda. 

Jika diperlukan, kontrol juga dilakukan untuk melepas benang jahitan operasi. Ini biasanya dilakukan 5-7 hari setelah melahirkan sesuai dengan anjuran dokter kandungan.

Baca Juga: Ini Alasan yang Mengharuskan Bunda Menjalani Induksi Persalinan

Durasi Masa Nifas Setelah Bedah Caesar

Berapa lama masa nifas setelah operasi caesar? Lama waktu masa nifas umumnya tidak jauh berbeda dengan durasi pemulihan pasca caesar, yakni selama kurang lebih 6-8 minggu.

Masa nifas adalah periode pasca persalinan yang ditandai dengan keluarnya darah menyerupai darah haid dalam waktu yang cukup lama dan bersamaan dengan pemulihan tubuh ibu. 

Tips Pemulihan Pasca Operasi Caesar

Agar tidak sakit setelah operasi caesar, beberapa tips pemulihan pasca operasi berikut bisa Bunda lakukan:

  • Istirahat yang cukup. Di samping kesibukan merawat bayi baru lahir, penting untuk mendapatkan istirahat yang cukup setelah melahirkan supaya tubuh cepat pulih.
  • Minum obat pereda nyeri sesuai resep dokter. Untuk meredakan nyeri, dokter biasanya akan meresepkan obat-obatan seperti ibuprofen, acetaminophen, dan lainnya yang aman dikonsumsi saat menyusui.
  • Hindari pantangan-pantangan setelah melahirkan caesar, seperti membawa barang berat, menyetir kendaraan, olahraga, dan sebagainya. 
  • Konsumsi makanan bergizi. Asupan bernutrisi penting untuk mempercepat pemulihan tubuh sekaligus melancarkan proses menyusui.

Dapatkan panduan lengkap seputar perawatan bayi, tips bonding dengan si Kecil, hingga tips menghadapi hari-hari pertama sebagai ibu baru di E-Book Panduan Bunda Baru. Unduh GRATIS sekarang agar Bunda bisa mulai perjalanan menjadi ibu baru dengan lebih tenang dan percaya diri!

Apakah Luka Operasi Bedah Caesar Bisa Sembuh Total?

C-section adalah operasi besar, sehingga butuh waktu sampai bisa sembuh total. 

Luka di luar kulit umumnya dapat tertutup rapat sekitar 2 hari dan sembuh dalam kurun waktu sekitar 6 minggu. 

Namun, penyembuhan jaringan di dalam perut, seperti otot dan rahim, bisa butuh waktu berbulan-bulan lamanya sampai pulih total. 

Kapan Harus Konsultasi ke Dokter Setelah Operasi Caesar?

Setelah menjalani bedah caesar, Bunda memang disarankan untuk beristirahat dan fokus pada pemulihan. Namun, penting juga untuk tetap waspada terhadap tanda-tanda komplikasi pasca operasi yang tidak boleh diabaikan.

Jika Bunda mengalami gejala berikut, segera periksakan diri ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat:

  • Demam tinggi (di atas 38°C): bisa menjadi tanda infeksi pada luka operasi atau organ dalam.
  • Nyeri yang makin parah dari hari ke hari; terutama jika tidak membaik meskipun sudah minum obat pereda nyeri.
  • Luka operasi mengeluarkan cairan atau nanah: mengindikasikan infeksi pada bekas sayatan.
  • Perdarahan berlebih dari vagina (sangat banyak, berbau tidak sedap, atau disertai gumpalan besar)
  • Sakit kepala hebat pasca anestesi; apalagi jika disertai penglihatan kabur, mual, muntah, atau sulit berdiri.

Jangan menunda pemeriksaan jika Bunda merasa tubuh tidak pulih sebagaimana mestinya. Penanganan yang cepat bisa mencegah komplikasi lebih lanjut.

Cara Mengurangi Risiko Alergi pada Anak Lahir Caesar

Sebelumnya sempat disinggung bahwa bayi yang lahir caesar punya risiko alergi yang lebih tinggi. Kabar baiknya, risiko ini bisa diminimalkan dengan cara berikut:

  • Menyusui ASI eksklusif.
  • Memberikan probiotik, tapi sebaiknya atas anjuran dari dokter.
  • Tinggal di lingkungan bebas asap rokok. 
  • Asupan nutrisi yang baik selama masa tumbuh kembang anak.

Setiap prosedur medis, termasuk persalinan, tentu ada risikonya. Memilih prosedur persalinan yang dinilai paling aman untuk ibu hamil dan bayi akan meminimalkan risiko terjadinya komplikasi persalinan.

Masih punya pertanyaan seputar pemulihan pasca operasi caesar, nutrisi menyusui, atau perkembangan bayi lahir caesar? Yuk, hubungi Sahabat Bunda Generasi Maju untuk informasi terpercaya langsung dari ahlinya!

Informasi yang Wajib Bunda Ketahui

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Bunda

Temukan Topik Lainnya

Kalkulator Zat Besi (FO)

Image Banner Kalkulator Zat Besi (FO)

SGM Eksplor Lebih Banyak Nutrisi

Image Banner SGM Eksplor Lebih Banyak Nutrisi

Baru! Rasa Vanila Creamy

Image Banner Baru! Rasa Vanila Creamy

SGM 3+

Image Banner SGM 3+