Perkembangan janin trimester 3 sudah dimulai, artinya Bunda selangkah lebih dekat menyambut kelahiran si Kecil. Seperti apa perkembangan janin dan perubahan tubuh yang akan Bunda rasakan?
Tahap Perkembangan Janin di Trimester 3 Kehamilan
Trimester ketiga dimulai dari minggu ke-28 hingga ke-40, atau bulan ketujuh sampai kesembilan. Berikut penjelasan perkembangan dari bulan ke bulan selama trimester 3.
1. Perkembangan Janin 7 Bulan (Minggu 28–31)
Pada usia kehamilan 28–31 minggu, janin berukuran lebih besar berkat cadangan lemak yang mulai berkembang. Berat badan janin di bulan ini sekitar 0,9–1,8 kg, panjang tubuh mencapai 35,5 cm.
Janin bisa merespons rangsangan suara, cahaya, dan nyeri dari luar karena inderanya sudah bekerja dengan optimal.
Tidak hanya itu, bayi juga mulai mengubah posisi di dalam rahim untuk bersiap-siap lahir. Kelopak mata si Kecil sudah dapat terbuka sebagian dan bulu mata telah terbentuk sempurna.
2. Perkembangan Janin 8 Bulan (Minggu 32–35)
Pada fase perkembangan janin trimester 3 ini, panjang tubuh janin mencapai 45,7 cm dengan berat badannya sekitar 2,2 kg.
Otak janin sudah berkembang dengan pesat. Jadi, ia lebih mudah merespons berbagai stimulasi dari cerita dan musik yang diputar.
Indra penglihatan dan pendengarannya juga semakin baik, tapi paru-parunya belum sematang organ yang lain.
Lanugo atau rambut halus tubuh yang tumbuh di trimester dua akan rontok pada trimester 3. Kulitnya pun akan jadi lebih halus.
3. Perkembangan Janin 9 Bulan (Minggu 36–40)
Pada minggu ke-33 hingga 36 kehamilan, panjang bayi mencapai 48,2–50,8 cm dan berat sekitar 2,5-3,1 kg. Posisi bayi berputar ke bawah, kepalanya ada di bawah dekat panggul dan jalur lahir.
Perkembangan janin trimester 3 pada organ tubuh juga sudah berkembang dengan sangat baik. Tengkoraknya sudah kuat, alat kelamin sudah terbentuk utuh, dan paru-parunya mulai berfungsi optimal.
Bayi pun mampu menunjukkan refleksnya, seperti berkedip, menutup mata, merespons sentuhan dari luar, hingga menoleh.
Baca Juga: Stimulasi yang Perlu Dilakukan saat Hamil
Perubahan Tubuh Ibu pada Hamil Trimester 3
Seiring perkembangan janin trimester 3, ada perubahan dan keluhan ibu hamil yang umum dialami, apa saja?
1. Payudara Semakin Membesar dan Terasa Nyeri
Payudara semakin membesar dan terasa berat karena saluran air susu sudah mulai berkembang, terutama untuk menghasilkan kolostrum (ASI pertama).
Untuk mengatasi perubahan tubuh ini, Bunda disarankan menghindari penggunaan bra ketat dan mengganti bra dengan ukuran yang lebih besar agar nyaman saat dikenakan.
2. Keputihan
Di usia kehamilan trimester 3 ini, cairan kental keluar dari vagina, jumlahnya lebih banyak daripada trimester sebelumnya. Jangan khawatir, kondisi ini normal.
Mengutip situs American Pregnancy, keputihan pada perkembangan janin trimester 3 berasal dari tumpukan sumbatan lendir di dalam leher rahim atau serviks.
Ketika serviks mulai menipis dan terbuka, sumbatan lendir tersebut akan keluar melalui vagina. Ini menandakan bahwa tubuh mempersiapkan jalan lahir bayi.
Lendir bertekstur kental berwarna bening, merah muda, atau terkadang merah. Lendir biasanya keluar beberapa menit, jam, atau hari sebelum persalinan tiba.
3. Kontraksi Palsu
Perubahan umum pada kehamilan trimester 3 adalah munculnya kontraksi palsu atau Braxton Hicks. Sering kali, ibu hamil mengira ini adalah tanda persalinan.
Sebenarnya, kontraksi palsu adalah cara tubuh mempersiapkan kontraksi sesungguhnya saat proses persalinan. Kontraksi palsu biasanya masih ringan dan intensitasnya tidak teratur.
Pola kontraksi asli akan terasa konsisten. Kontraksi persalinan yang asli umumnya sekitar 30–70 detik setiap lima, sepuluh, atau lima belas menit sekali.
Jeda antar kontraksi awalnya dapat cukup jauh, namun kemudian semakin rapat dan sering.
Baca Juga: 8 Cara Memancing Kontraksi agar Cepat Melahirkan yang Aman
4. Gerakan Bayi Makin Aktif
Seiring perkembangan janin trimester 3, gerakan si Kecil semakin aktif daripada bulan-bulan sebelumnya.
Bayi akan lebih sering menendang dan banyak bergerak. Bahkan, ia bisa lebih aktif meregangkan badan dan berguling-guling dalam kandungan, Bun.
5. Sakit Punggung dan Pinggul
Sakit pinggul dan sakit punggung saat hamil terjadi akibat berat janin yang semakin besar. Nyeri juga muncul akibat ligamen ikut melonggar untuk mempersiapkan persalinan.
Penyebab nyeri punggung dan pinggul juga diakibatkan pembesaran ukuran rahim hingga menekan saraf skiatik yang membentang dari punggung bawah sampai ke kaki.
Untuk mengurangi rasa nyeri, cobalah duduk di kursi menggunakan bantal dan tidur menggunakan bantal hamil. Jangan lupa olahraga, pijat, dan menggunakan alas kaki yang nyaman.
6. Kaki Membengkak
Keluhan kaki membengkak sering terjadi pada perkembangan janin trimester 3. Hal ini normal terjadi karena rahim yang membesar memengaruhi aliran darah dari kaki ke jantung.
Akibatnya, cairan di kaki pun menumpuk di pembuluh darah kaki. Kondisi ini bisa saja semakin memburuk apabila Bunda mengalami kelebihan cairan tubuh.
Untuk mengatasinya, lakukan peregangan tubuh secara rutin, aktif bergerak, posisikan kaki lebih tinggi dari tubuh, minum air putih yang cukup, serta batasi konsumsi garam.
7. Varises dan Wasir
Seiring perkembangan janin trimester 3, ada tekanan di pembuluh darah vena kaki. Akibatnya, pembuluh darah menjadi kebiruan atau keunguan serta menonjol keluar atau disebut varises.
Di saat yang bersamaan, kondisi ini membuat Bunda rentan mengalami wasir. Sebab, ada pembengkakan pada anus dan bobot janin juga menekan anus.
8. Nyeri Ulu Hati (Heartburn)
Sebagian besar bumil di usia trimester ketiga merasakan sensasi terbakar pada ulu hati atau heartburn.
Kondisi ini terjadi karena peningkatan hormon progesteron yang bisa melemaskan otot kerongkongan. Efeknya, kerongkongan sulit menahan makanan asam di perut.
Asam lalu naik ke arah kerongkongan dan menimbulkan sensasi panas.
9. Sering Buang Air Kecil
Di usia hamil trimester 1 dan trimester 2, sering buang air kecil adalah hal yang normal terjadi.
Nah, memasuki usia trimester 3, keluhan ini akan semakin sering muncul, bahkan bisa buang air kecil di setiap jamnya.
Kondisi ini terjadi karena bobot janin bertambah, rahim membesar, dan menekan area kandung kemih.
10. Sulit Tidur
Perkembangan janin trimester 3 seringkali membuat Bunda sulit tidur.
Masalah ini biasanya dipicu oleh gerakan janin yang mengagetkan atau terlalu aktif, sensasi perih di dada (heartburn), ingin buang air kecil, dan bahkan sesak napas.
Baca Juga: 5 Cara Meningkatkan Daya Tahan Ibu Hamil agar Tetap Bugar
Komplikasi Kehamilan yang Umum Terjadi di Trimester Ketiga
Ketika memasuki perkembangan janin trimester ketiga, ada sejumlah risiko komplikasi kehamilan yang kerap ditemukan, yakni:
1. Perdarahan
Perdarahan ringan jelang waktu persalinan mungkin pertanda bahwa proses melahirkan semakin dekat.
Namun, hal ini juga bisa disebabkan oleh kelainan plasenta, yaitu plasenta previa (plasenta menutupi leher rahim) dan solusio plasenta (plasenta lepas sebelum kelahiran).
Jika ini terjadi, segera ke dokter atau unit gawat darurat untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat.
2. Preeklampsia
Preeklampsia adalah tekanan darah tinggi yang terjadi tiba-tiba dan menyebabkan pembengkakan pada wajah, tangan, dan kaki.
Selain pembengkakan, komplikasi ditandai dengan sakit kepala tak tertahankan, pandangan buram atau menghilang sementara, sesak napas, dan nyeri di bagian rusuk bawah.
Komplikasi ini menyebabkan pertumbuhan janin terhambat, kelahiran prematur, solusio plasenta, serta kerusakan berbagai organ pada ibu hamil.
3. Ketuban Pecah Dini (KPD)
Komplikasi perkembangan janin trimester 3 yang bisa terjadi adalah ketuban pecah dini. Artinya, selaput ketuban yang pecah sebelum persalinan.
Kondisi ini umumnya terjadi akibat perdarahan vagina, kelainan bawaan pada rahim, serta serviks melemah dan melebar sebelum persalinan.
Kondisi ini rentan membuat ketuban infeksi dan menyebar ke janin, solusio plasenta, hingga tali pusar lepas terlalu dini.
Persiapan Melahirkan yang Harus Bunda Lakukan
Saat perkembangan janin trimester 3 terus berlanjut, artinya tanda kelahiran semakin dekat, maka ada hal-hal yang perlu dipersiapkan. Apa sajakah itu?
- Perhatikan gerakan bayi dalam kandungan, bila makin kurang aktif atau tak terasa sama sekali, segera ke dokter kandungan.
- Amati gejala atau perubahan tubuh yang dirasa tidak normal, bisa jadi merupakan gejala komplikasi.
- Perhatikan kontraksi yang muncul.
- Lakukan aktivitas fisik rutin, seperti olahraga atau peregangan untuk mengurangi rasa nyeri dan kaki bengkak.
- Persiapkan perlengkapan persalinan, seperti dokumen-dokumen melahirkan, pakaian bayi, baju ganti, dan perlengkapan mandi.
- Konsumsi makanan bergizi seimbang yang terdiri dari karbohidrat, protein, lemak sehat, dan serat.
- Perbanyak konsumsi makanan kaya zat besi agar sel darah merah bayi terbentuk.
- Penuhi asupan kalsium dan asam folat.
Asupan bergizi seimbang dari makanan menjadi prioritas. Bila perlu, Bunda bisa minum susu kehamilan untuk melengkapi kebutuhan gizi sehari-hari.
SGM Bunda High-Iron adalah susu untuk ibu hamil dan menyusui yang tinggi zat besi & asam folat, juga diperkaya DHA, minyak ikan tuna, sekaligus sumber protein. Dukung nutrisi lengkap mengoptimalkan pertumbuhan & perkembangan janin, lezatnya tidak bikin mual.
Baca Juga: Melahirkan di Air: Proses, Syarat, dan Keuntungan Water Birth
Dapatkan panduan lengkap seputar perawatan bayi, tips bonding dengan si Kecil, hingga tips menghadapi hari-hari pertama sebagai ibu baru di E-Book Panduan Bunda Baru. Unduh GRATIS sekarang agar Bunda bisa mulai perjalanan menjadi ibu baru dengan lebih tenang dan percaya diri!
Jangan lupa, daftar jadi member Klub Generasi Maju sekarang untuk dapatkan akses gratis ke ratusan artikel parenting yang terverifikasi ahli, fitur pendukung tumbuh kembang anak, hingga konsultasi 24 jam bersama para ahli. Dengan jadi member, Bunda juga berkesempatan dapat hadiah menarik dari setiap pembelian produk SGM!