Mana tempat imunisasi bayi yang lebih baik, puskesmas atau rumah sakit ya? Ada beberapa pertimbangan dalam memilih tempat imunisasi sesuai kebutuhan si Kecil. Ini ulasannya!
Di Mana Saja Tempat Imunisasi untuk Bayi?
Tempat Imunisasi bayi ada di posyandu, puskesmas, rumah sakit, dan klinik/tempat praktek dokter anak. Namun, posyandu atau puskesmas hanya melayani imunisasi wajib yang disubsidi pemerintah.
Jadi, Bunda bisa datang ke puskesmas, posyandu, atau fasilitas kesehatan terdekat dari rumah untuk mendapatkan imunisasi wajib, seperti vaksin Hepatitis B, BCG, Polio, DPT, dan campak secara gratis.
Sementara untuk melengkapi imunisasi tambahan atau lanjutan (booster), Bunda bisa membawa bayi ke klinik atau rumah sakit terdekat.
Pertimbangan Melakukan Imunisasi di Posyandu dan Puskesmas
Pilihan tempat imunisasi bayi adalah posyandu dan puskesmas. Berikut beberapa kelebihan mendapatkan imunisasi di posyandu dan puskesmas:
1. Akses Mudah dan Banyak
Sekarang setiap pemukiman wajib memiliki posyandu atau puskesmas sendiri. Jadi, Bunda bisa datangi tempat yang paling dekat dengan rumah untuk mendapatkan imunisasi bayi.
2. Menyediakan Imunisasi Dasar
Semua imunisasi wajib atau dasar yang digalakkan pemerintah dan didukung oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) tersedia di posyandu. Beberapa imunisasi tersebut antara lain:
- Hepatitis B.
- BCG.
- Polio.
- DPT-HIB.
- Campak.
Semua jenis imunisasi tersebut sebaiknya diberikan sebelum si Kecil berusia 1 tahun. Ibu bisa mendapatkannya di posyandu.
Baca Juga: 6 Cara Efektif Mengatasi Bayi yang Rewel Setelah Imunisasi
3. Tidak Dipungut Biaya Alias Gratis
Tempat imunisasi bayi di posyandu dan puskesmas tidak dipungut biaya sama sekali. Meski gratis, hal ini tidak mengurangi manfaat imunisasi yang didapat buah hati Bunda, kok.
Kalaupun ada, biasanya hanya berupa biaya administrasi yang jumlahnya tidak besar. Setelah itu, vaksin dan pelayanannya bisa Bunda dapatkan secara gratis.
4. Ada Jadwalnya
Posyandu umumnya memiliki jadwal imunisasi untuk vaksin tertentu. Misalnya, kapan jadwal imunisasi hepatitis, kapan imunisasi BCG, dan seterusnya.
Begitu juga di puskesmas, yang memberlakukan jadwal di hari-hari tertentu untuk pelayanan imunisasi. Sebagai contoh, pelayanan imunisasi hanya dilakukan setiap hari Selasa dan Kamis.
Jadwal ini mungkin saja berbeda antara satu puskesmas dan posyandu dengan yang lainnya. Maka, tidak ada salahnya untuk survei dan bertanya lebih dulu ke petugas kesehatan di sana.
Baca Juga: 7 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum si Kecil Imunisasi Dasar
Kelebihan Melakukan Imunisasi di Klinik atau Rumah Sakit
Beberapa orangtua mungkin ada yang memilih untuk melakukan imunisasi bayi di klinik atau rumah sakit karena pertimbangan sebagai berikut:
1. Pilihan Imunisasi Lengkap
Di tempat praktek dokter atau klinik dan rumah sakit swasta, Bunda bisa memperoleh imunisasi wajib dan tambahan atau booster, seperti:
- Influenza.
- Tifoid.
- Hepatitis A.
- Human Papillomavirus (HPV).
- Varisela.
- Dengue.
Namun, imunisasi di tempat-tempat swasta umumnya dipungut biaya karena penyediaan vaksinnya tidak disubsidi oleh pemerintah.
Jadi, biaya administrasi, konsultasi dokter, dan vaksin akan ditanggung penuh oleh Bunda sebagai konsumen.
2. Tersedia Kombinasi Imunisasi
Tempat imunisasi bayi di klinik atau rumah sakit juga menyediakan kombinasi vaksinasi, yaitu penggabungan dua jenis imunisasi atau lebih ke dalam satu imunisasi.
Contohnya, imunisasi DPT-HIB yang seharusnya dilakukan dalam dua kali suntikan, dokter bisa memberikan kombinasi imunisasi tersebut hanya dalam satu suntikan.
Baca Juga: Pentingnya Imunisasi Kejar untuk Lengkapi Imunisasi Dasar Anak
Apakah Imunisasi Pasti Membuat Anak Kebal?
Bayi yang sudah memperoleh imunisasi akan sangat jarang sakit karena sistem imunnya sudah kebal.
Jika tertular sakit, biasanya kondisi si Kecil tidak akan terlalu parah sampai membahayakan nyawa.
Sebaliknya, mereka yang tidak memperoleh vaksinasi wajib sama sekali biasanya cenderung mengalami sakit lebih berat, komplikasi berupa kecacatan, atau bahkan kematian.
Ini karena perlindungan imunisasi memang tidak 100%, Bun. Artinya setelah diimunisasi, si Kecil masih bisa terkena penyakit, tetapi kemungkinannya kecil (hanya 5-15%).
Baca Juga: 8 Penanganan Demam Pasca Imunisasi pada Bayi
Nah, itu dia berbagai informasi seputar rekomendasi tempat imunisasi bayi serta kelebihannya.
Hal terpenting adalah lengkapi imunisasi sesuai jadwal dan pastikan tepat jenisnya, ya. Dengan begitu, bayi Bunda akan lebih kebal dari berbagai penyakit.
Punya pertanyaan seputar kesehatan dan tumbuh kembang si Kecil? Yuk, hubungi Sahabat Bunda Generasi Maju! Tim Careline kami siap membantu dengan pengetahuan dan informasi terpercaya tentang nutrisi dan perkembangan anak.