Menjelang persalinan, penting menyiapkan perlengkapan bayi baru lahir. Agar tidak bingung, cek daftar barang yang perlu dibawa ke rumah sakit dan mana yang disiapkan di rumah!
Mengapa Penting Menyiapkan Perlengkapan Bayi Baru Lahir?
Menyiapkan perlengkapan bayi sebelum lahiran bukan cuma tradisi, tapi strategi penting bagi orang tua untuk membantu mengurangi kerepotan dan kebingungan setelah si Kecil lahir nanti.
Sebab, kehadiran bayi bisa bikin stres jika Ayah dan Bunda tidak siap secara mental dan logistik. Persiapan awal membantu menghadapi perubahan hidup dengan lebih tenang.
Dengan perlengkapan yang sudah siap dalam jangkauan, Bunda jadi bisa fokus penuh merawat bayi. Energi pun bisa dicurahkan sepenuhnya pada si Kecil tanpa harus repot keluar untuk belanja mendadak.
Kapan Waktu yang Tepat Membeli Perlengkapan Bayi Baru Lahir?
Tidak ada patokan waktu yang benar atau salah untuk mulai membeli perlengkapan bayi. Manfaatkan waktu luang sejak trimester pertama untuk mencicil belanja perlengkapan si Kecil agar tidak terburu-buru.
Beberapa perlengkapan yang akan rutin dipakai bayi, seperti baju, sepatu, atau popok, bisa dicicil beberapa minggu sebelum hari persalinan.
Usahakan semua perlengkapan si Kecil sudah siap pada minggu ke-35 sehingga Bunda hanya perlu mengemasnya dalam tas melahirkan.
Baca Juga: Terlambat Imunisasi? Ini yang Perlu Bunda Lakukan
Daftar Perlengkapan Bayi Baru Lahir yang Perlu Disiapkan
Memiliki daftar belanja perlengkapan bayi baru lahir akan membantu pengeluaran Bunda tetap sesuai budget dan tidak ada barang yang terbeli mubazir. Berikut beberapa barang yang wajib disiapkan:
1. Pakaian Bayi
Pilih baju bayi dari bahan lembut, tahan lama, punya sirkulasi udara yang baik, dan tidak mudah rusak meski sering dicuci seperti katun organik, katun jersey, atau kain bambu. Bahan ini juga aman untuk kulit bayi yang sensitif.
Berikut list macam-macam baju bayi baru lahir yang perlu Bunda siapkan:
- 7 baju baju terusan (onesies) dengan ritsleting depan sampai kaki agar mudah saat ganti popok.
- 7 pasang piyama dan/atau baju tidur bayi.
- 7 buah kaos lengan pendek atau setelan lengan pendek dengan kancing samping. Pilih yang ukurannya longgar serta praktis untuk dilepas pakai.
- 5 buah celana bayi dengan karet pinggang elastis.
- 6 buah singlet bayi.
- 5 pasang kaus kaki.
- 2 buah topi.
- Baju hangat seperti jaket yang berbahan tebal tetapi lembut untuk bayi.
Jangan langsung beli banyak dalam satu ukuran saja karena bayi tumbuh cepat. Jadi, ada baiknya membeli cadangan dalam beberapa ukuran sekaligus (ukuran 0-3 bulan, 3-6 bulan, dan 6-12 bulan).
2. Popok
Bayi baru lahir umumnya perlu ganti popok 10-12 kali sehari, karena bisa BAB hingga 10 kali sehari di minggu pertama, dan BAK minimal sekali dalam 12 jam pertama.
Jadi, Bunda perlu menyediakan sekitar satu lusin popok setiap hari. Jika ingin menggunakan popok sekali pakai, sebaiknya beli kemasan kecil dulu untuk memastikan cocok di kulit dan pas di tubuh bayi.
3. Perlengkapan Mengganti Popok
Selain popok, Bunda juga perlu menyiapkan perlengkapan untuk mengganti popok bayi yang baru lahir, seperti:
- Ember kecil untuk mencuci popok kain.
- Tisu basah bebas alkohol dan bebas pewangi, Bunda juga bisa menggunakan kapas bulat yang dibasahi air saat mengganti popok bayi.
- Tisu atau kain dari bahan yang lembut untuk mengeringkan area popok agar tidak lembap.
- Krim ruam popok untuk mencegah ruam popok atau mengatasinya bila terjadi ruam.
- Perlak atau alas anti-air sehingga mudah dibersihkan.
Baca Juga: 10 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan pada Bayi 2 Bulan
4. Peralatan Mandi
Perlengkapan mandi untuk bayi baru lahir juga termasuk salah satu yang wajib Bunda siapkan. Beberapa perlengkapan mandi bayi yang perlu Bunda siapkan, yaitu:
- Bak mandi bayi.
- Sabun dan sampo khusus bayi yang bebas pewangi dan parfum sehingga tidak mengiritasi kulit.
- 2 buah handuk mandi bayi.
- 4 kain waslap.
- Gunting kuku dan sisir.
Bayi baru lahir belum perlu skincare seperti krim, parfum, losion, atau minyak telon. Menurut IDAI, sebaiknya sebisa mungkin hindari zat apa pun yang langsung kena kulit karena kulit bayi masih sangat sensitif.
5. Peralatan Menyusui
Bunda juga wajib menyiapkan perlengkapan untuk menyusui, seperti:
- 3 buah bra menyusui untuk memudahkan Bunda saat memberikan ASI langsung pada bayi atau memompa ASI.
- Krim puting untuk membantu meredakan rasa nyeri pada puting.
- Pompa ASI yang dapat disesuaikan dengan anggaran Bunda, antara pompa ASI manual atau elektrik.
- Kantong ASI.
- Bantal menyusui untuk menopang bayi saat menyusui, juga membantu Bunda merasa lebih nyaman.
- Sapu tangan untuk membersihkan gumoh pada bayi setelah menyusu.
Baca Juga: Berapa Berat Badan Bayi 1 Bulan yang Normal?
6. Perlengkapan Tidur
Perlengkapan tidur, termasuk kasur ranjang boks bayi, juga penting untuk disiapkan sejak jauh-jauh hari. Agar bayi bisa tidur nyenyak dengan aman, Bunda perlu menyiapkan perlengkapan tidur seperti:
- Boks tidur bayi.
- Kasur bayi yang sesuai dengan ukuran boks tidurnya.
- Selimut.
- 3 buah sprei untuk tempat tidur bayi.
- Kelambu untuk menghindari bayi dari gigitan nyamuk.
- Gendongan bayi.
Akademi Pediatri Amerika Serikat (AAP) menekankan pentingnya bayi baru lahir tidur di kasur yang permukaannya kokoh dan rata untuk mencegah terjadinya SIDS (Sindrom Kematian Bayi Mendadak).
7. Perlengkapan Bepergian
Bayi newborn boleh bepergian naik mobil, tapi sebaiknya hanya untuk jarak dekat dan durasi yang singkat. Naik pesawat baru dibolehkan setelah usia 7 hari, idealnya mulai di 2–3 bulan.
Maka itu, perlengkapan bepergian untuk bayi baru lahir juga jadi penting. Beberapa perlengkapan yang harus disiapkan, antara lain:
- Gendongan bayi (pilih gendongan bayi depan yang menghadap dada Bunda).
- Carseat.
- Stroller untuk bepergian ke tempat umum.
- Tas bayi.
8. Perlengkapan P3K dan Kesehatan
Bayi baru lahir sebaiknya memiliki kotak P3K-nya sendiri yang perlu disiapkan di rumah sejak sebelum kelahiran agar tidak panik dan terburu-buru jika ada kondisi darurat setelahnya.
Beberapa P3K untuk bayi baru lahir yang harus ada di rumah adalah:
- Termometer.
- Alat penyedot ingus (rubber bulb).
- Nasal spray sesuai anjuran dokter.
- Obat-obatan dasar yang aman untuk bayi, seperti penurun panas sesuai anjuran dokter.
- Petroleum jelly.
- Pinset.
- Tisu beralkohol.
Baca Juga: 15 Cara Mengeluarkan Dahak pada Bayi 0-12 Bulan yang Aman
Tips Memilih Perlengkapan Bayi yang Aman dan Berkualitas
Ada begitu banyak perlengkapan bayi baru lahir yang dijual di pasaran. Sebagai panduan, ini dia beberapa tips yang bisa Ayah dan Bunda ikuti saat memilih perlengkapan bayi newborn:
1. Perhatikan Sertifikasi dan Standar Keamanan
Beberapa produk perlengkapan bayi baru lahir memerlukan standar khusus, misalnya saja pompa asi, carseat, stroller, perlengkapan makan, hingga popok.
Untuk baju bayi, hindari yang berbahan poliester karena cenderung tidak menyerap keringat. Hal ini dapat meningkatkan risiko biang keringat pada bayi.
2. Pilih Produk yang Sesuai Usia dan Kebutuhan Bayi
Pilihlah produk yang sesuai dengan kebutuhan si Kecil dan usianya. Misalnya, untuk membeli baju, sebaiknya hindari membeli dalam jumlah terlalu banyak karena ukuran bayi yang cenderung cepat bertambah.
Selain itu, Ayah dan Bunda juga dapat membeli produk khusus bayi, seperti deterjen, karena lebih sesuai dengan kondisi kulitnya yang masih sensitif.
3. Minta Rekomendasi dari Orang Terdekat
Tidak ada salahnya meminta rekomendasi perlengkapan bayi baru lahir atau meminjamnya dari teman atau anggota keluarga lain untuk membantu Bunda menghemat biaya dan waktu persiapannya.
Sesuaikan dengan kondisi Ayah dan Bunda, juga si Kecil. Satu hal yang paling penting, jangan lupa juga untuk membekali diri dengan ilmu persiapan perawatan bayi dan panduan menyusui ASI Eksklusif yang bisa Bunda dapatkan secara gratis di Diary Generasi Maju!