Susah makan normal dialami anak setelah usia 1 tahun karena sudah masuk tahap makanan padat seperti anggota keluarga lain. Yuk, cari tahu cara mengatasi anak susah makan yang tepat!
Penyebab Anak Susah Makan
Bunda harus tahu lebih dulu apa penyebabnya agar tahu bagaimana cara mengatasi anak susah makan yang lebih tepat sasaran. Lalu, faktor apa saja yang membuat anak susah makan?
1. Pilih-Pilih Makanan
Melansir dari IDAI, anak susah makan karena tidak suka rasa atau tekstur makanan tertentu. Jadi, si Kecil lebih memilih makanan yang sudah akrab di lidahnya.
Kadang, ada pula anak yang menolak segala jenis makanan dalam kelompok makanan tertentu. Misalnya, anak tidak mau makan nasi dan hanya mau makan roti atau mie yang termasuk karbohidrat.
Hal ini biasanya terjadi akibat terlambat mengenalkan makanan padat dan variasi tekstur makanan pada masa menyapih.
2. Bosan
Seperti orang dewasa, anak mungkin lama-lama bosan dengan apa yang biasa dimakan.
Di sinilah pentingnya memberikan si Kecil menu makanan yang variatif. Studi menunjukkan, anak lebih memilih piring makanan yang menyediakan 7 variasi lauk dan 6 warna berbeda, lho!
Maka, usahakan memberi ragam makanan dalam piring si Kecil. Contohnya, ayam panggang dengan sup wortel, sosis, jagung, buncis, dan kentang. Semakin berwarna, semakin menarik bagi si Kecil.
3. Terlalu Sering Diberi Camilan
Ketika anak tidak mau makan sayur, Bunda mungkin berpikiran untuk “menyogok” si Kecil dengan camilan manis supaya ia mau makan.
Namun, memberikan camilan justru akan membuat si Kecil jadi cepat kenyang sehingga semakin enggan makan nasi dan lauk pauknya.
4. Anak Sakit atau Alergi
Anak yang sedang sakit, nafsu makannya akan berkurang karena merasa tidak enak badan. Jika ternyata ia sakit, hindari memaksanya makan dan bersabarlah hingga ia mau mencoba meski sedikit.
Kemungkinan lainnya adalah karena ia memiliki alergi tertentu yang belum diketahui oleh Ayah Bunda. Reaksi alergi bisa membekas jadi pengalaman negatif saat makan.
Jika Bunda curiga penyebabnya alergi, jangan pula memaksanya lanjut makan makanan yang sama.
Baca Juga: Efektifkah Minyak Ikan untuk Menambah Nafsu Makan Anak?
5. Suasana Makan Kurang Mendukung
Suasana makan si Kecil memengaruhi nafsu makannya. Contohnya, saat makan dibarengi dengan menonton TV atau sembari bermain. Si Kecil tentunya akan lebih suka menonton dan bermain daripada makan.
Ketika si Kecil merasa terus-terusan dipaksa makan dan jadi dimarahi pun bisa memicu susah makan. Hal ini membuat si Kecil memiliki memori yang buruk tentang waktu makan.
6. Orang Tua Terlalu Cemas dengan Pola Makan Anak
Berbagai studi menemukan, terlalu cemas dengan pola makan anak justru membuat si Kecil semakin susah makan.
Orang tua yang terlalu khawatir akan mengontrol porsi dan jenis makanan anak secara berlebihan.
Hal ini membuat si Kecil kurang eksplorasi terhadap berbagai jenis makanan. Praktik mengunyah pada anak pun terganggu.
7. Tidak Suka dengan Sensasi Makanan
Anak kecil lebih sensitif terhadap rasa pahit atau kompleks seperti manis-pedas atau asam, yang membuatnya cenderung pilih-pilih makanan dengan rasa yang “aman”.
Di sisi lain, beberapa anak memilih makanan bukan hanya karena rasanya, tapi juga karena apa yang mereka rasakan lewat indra lainnya.
Anak bisa menolak makanan karena salah satu atau beberapa hal berikut:
- Tekstur
- Bau
- Tampilan
- Warna
- Gerakan makanan (misalnya, agar-agar atau jelly yang bergoyang-goyang bila disenggol)
Semakin si Kecil tidak familiar dengan hal-hal di atas, semakin sulit ia menyukai makanan tersebut.
8. Terbiasa Makan Makanan Cepat Saji
Anak cenderung menolak makanan rumahan karena terbiasa makan makanan fast food yang tinggi garam, gula, dan lemak zat yang lebih enak di lidah.
Padahal, anak sebaiknya makan sama seperti anggota keluarga lain dan memperbanyak sayur serta buah untuk mendapatkan gizi seimbang.
Baca Juga: 12 Asupan Penambah Nafsu Makan Anak yang Alami
Cara Mengatasi Anak Susah Makan
Bagaimana cara mengatasi anak susah makan? Anak susah makan perlu ditangani dengan sabar dan strategi yang tepat, seperti:
1. Tidak Memaksa Makan
Melihat si Kecil susah makan memang bikin geram. Namun, usahakan tidak memaksanya makan.
Memaksa si Kecil makan saat GTM hanya akan membuatnya trauma dan semakin ogah-ogahan makan.
2. Menetapkan Waktu Makan
Cara mengatasi anak susah makan selanjutnya, tetapkan waktu makan dan lakukan secara terus-menerus.
Dengan waktu makan teratur, si Kecil bisa menyesuaikan diri. Ia pun akan paham kapan merasa lapar dan harus makan.
3. Memperkenalkan Makanan Baru secara Bertahap
Jika si Kecil cenderung pilih-pilih makanan, cobalah memperkenalkan makanan baru secara bertahap.
Caranya, kombinasikan makanan baru dengan makanan favorit si Kecil terlebih dahulu, Bun.
4. Sajikan Makanan yang Menarik
Selain bervariasi, makanan untuk si Kecil baiknya juga disajikan dengan menarik. Misalnya, mencetak nasi ke dalam bentuk karakter kartun lucu sehingga ia tertarik memakannya.
Berikan pula makanan yang berwarna cerah, seperti kombinasi telur (kuning), irisan wortel (oranye), potongan tomat (merah), brokoli (hijau) untuk menggugah seleranya.
5. Memberi Contoh yang Baik Saat Makan
Kebiasaan makan si Kecil turut dipengaruhi oleh kebiasaan orang tuanya. Jika tak ingin anak 1 tahun susah makan sayur, Bunda dan Ayah pun harus memberikan contoh, yaitu makan sayur bersama si Kecil.
Selama tahun pertama anak, pola makannya berubah dengan cepat karena orang tua menyajikan asupan makanan anak yang sama dengan makanan keluarga.
Studi pun menunjukkan, 70% pola makan anak berasal dari apa yang dilihat dari orang tuanya.
6. Melibatkan Si Kecil Saat Membuat Makanan
Untuk mengatasi anak yang susah makan, libatkan ia dalam proses menyiapkan makanan. Ajak si Kecil belanja ke pasar atau supermarket, dan biarkan ia memilih sendiri buah, sayur, dan bahan makanan sehat yang disukai.
Setelah sampai di rumah, minta ia mendekorasi piring makannya agar lebih menarik. Lalu, biasakan makan bersama di meja makan agar suasana makan jadi menyenangkan.
Dengan cara ini, anak akan lebih semangat makan karena merasa terlibat dan menganggap makan sebagai aktivitas yang seru.
7. Jauhkan dari TV dan Gadget
Perhatian Si Kecil sering kali teralihkan saat seru menonton TV dan main gadget.
Jadi, matikan TV dan jauhkan alat elektronik lainnya saat makan agar ia lebih fokus mengunyah dan menghabiskan makanan sebagai cara mengatasi anak susah makan.
Jangan pula memberikan gadget sebagai iming-iming agar anak mau makan. Hal ini malah membuat ia akan tetap teralihkan dan tidak mau makan.
8. Hindari Memberi Makanan Manis sebagai Hadiah
Sering kali agar si Kecil mau makan, beberapa orang tua mengiming-iminginya dengan memberi makanan manis sebagai hadiah.
Cara mengatasi anak susah makan seperti ini sebaiknya dihindari. Pasalnya, hal ini justru membuat si Kecil kecanduan makanan manis.
Anak harus membatasi makanan dengan gula tambahan agar asupan gizinya seimbang dan terhindar dari berbagai risiko masalah kesehatan.
9. Jangan Segera Mengganti Makanan
Jika anak menolak makanan yang disajikan, Ayah Bunda tidak perlu langsung memasakkan yang baru.
Memberi alternatif justru membuat anak belajar bahwa ia bisa menolak dan tetap mendapat pilihan lain.
Biarkan ia merasa lapar sejenak. Saat tidak ada opsi lain, anak cenderung akan makan makanan yang tersedia.
10. Hindari Memberikan Camilan Dekat Waktu Makan
Sebaiknya, berikan camilan beberapa jam setelah makan berat atau 1-2 jam sebelum makan berat. Jangan terlalu mepet dengan waktu makan beratnya.
Cara mengatasi anak susah makan ini penting agar perutnya tidak kenyang sehingga menolak makan berat.
Jeda waktu camilan yang tepat juga mendorong nafsu makan yang sehat saat makan besar.
Dampak Anak Susah Makan terhadap Tumbuh Kembangnya
Jika dibiarkan, anak susah makan akan kekurangan asupan gizi yang dibutuhkan tubuhnya. Dengan begitu, anak akan rentan mengalami:
- Gangguan pertumbuhan dan kognitif akibat defisiensi zat besi dan zinc karena jarang makan daging, buah-buahan, dan sayuran.
- Sembelit karena kurang serat dari buah dan sayuran.
Nah, jangan sampai si Kecil mengalami dampak buruk yang sangat memengaruhi tumbuh kembangnya ini, ya. Untuk itu, Ayah Bunda perlu memahami cara mengatasi anak susah makan.
Baca Juga: 7 Makanan dengan Kandungan Zat Besi Terbaik untuk Anak
Untuk bantu lengkapi asupan gizi harian anak, Bunda juga bisa berikan susu pertumbuhan terbaik yang mengandung lebih banyak nutrisi dengan zat besi 3x lipat, DHA 100%, minyak ikan tuna, dan double protein. Dukung si Kecil lebih cepat tanggap dan tumbuh lebih tinggi.
Daftar jadi member Klub Generasi Maju sekarang untuk dapatkan akses gratis ke ratusan artikel parenting yang terverifikasi ahli, fitur pendukung tumbuh kembang anak, hingga konsultasi 24 jam bersama para ahli. Dengan jadi member, Bunda juga berkesempatan dapat hadiah menarik dari setiap pembelian produk SGM!