Vitamin D untuk anak berperan besar membantu perkembangan tulang tetap optimal. Anak usia 1-18 tahun membutuhkan 600 IU vitamin D setiap hari dari susu, ikan salmon, yogurt, kuning telur, keju, minyak ikan, jamur shiitake, dan paparan sinar matahari.
Manfaat Vitamin D untuk Anak
Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), 1 dari 2 anak Indonesia kekurangan asupan vitamin D. Manfaat vitamin D untuk anak tidak hanya soal tulang, tetapi juga mencakup aspek tumbuh kembang lainnya.
1. Mendukung Pertumbuhan Tulang dan Gigi yang Kuat
Vitamin D membantu pembentukan hormon kalsitriol yang memungkinkan tubuh menyerap kalsium secara optimal. Tanpa vitamin D yang cukup, penyerapan kalsium menurun dan tulang bisa menjadi lemah.
Oleh karena itu, asupan kalsium dan vitamin D yang cukup sejak dini membantu Bunda memastikan tulang dan gigi si Kecil tumbuh dengan kuat dan sehat.
2. Meningkatkan Fungsi Otak dan Konsentrasi Anak
Vitamin D juga berperan dalam pembentukan mielin, yaitu selubung saraf yang penting untuk pengiriman sinyal antar sel otak, yang memengaruhi konsentrasi dan daya ingat anak.
Namun, vitamin D saja tidak cukup untuk mendapatkan manfaat tersebut, Bun. Memenuhi nutrisi lain, seperti zat besi dan DHA untuk anak, penting guna mendukung perkembangan otak serta meningkatkan kemampuan kognitifnya.
Dengan memberikan vitamin D untuk anak yang cukup serta zat gizi penting lain, Bunda mendukung tumbuh kembang otaknya agar tidak tertinggal dari teman sebaya.
3. Menjaga Sistem Kekebalan Tubuh
Ketika musim hujan dan pancaroba, anak-anak pasti lebih gampang jatuh sakit. Salah satu alasannya adalah karena ia kurang terpapar sinar matahari, yang menjadi sumber vitamin D untuk anak terbaik.
Bentuk aktif dari vitamin D akan membantu menghentikan respons peradangan sekaligus memperkuat pembentukan protein yang berfungsi untuk meningkatkan kekebalan tubuh si Kecil.
Jadi, ketika si Kecil mendapatkan asupan vitamin D yang cukup, ia tidak akan gampang sakit. Ketika imun anak kuat, risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) maupun gangguan kesehatan umum bisa ditekan, Bunda.
4. Mencegah Risiko Riketsia dan Gangguan Pertumbuhan
Kekurangan vitamin D parah pada anak dapat memicu penyakit riketsia yang menyebabkan kelemahan otot, keterlambatan perkembangan motorik, dan tungkai kaki berbentuk O.
Dengan memastikan asupan vitamin D cukup, Bunda membantu mencegah gangguan tumbuh kembang ini sebelum muncul tanda-tanda yang lebih jelas.
Pemeriksaan dini dan penanganan juga penting jika anak menunjukkan gejala seperti kaki melengkung atau lambat berdiri dan berjalan.
Jumlah Kebutuhan Vitamin D untuk Anak Usia Dini
Berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG) 2019, anak di atas usia 1 tahun membutuhkan 15 mcg (600 IU) vitamin D per hari yang bisa didapat dari makanan, susu fortifikasi, dan sinar matahari.
Angka ini bisa dijadikan acuan bagi Bunda agar si Kecil mendapatkan vitamin D yang cukup setiap hari. Diskusikan dengan dokter jika anak memiliki kondisi khusus.
Baca Juga: 10 Vitamin Anak untuk Perkembangan Otak dan Daya Ingat
Sumber Vitamin D Terbaik untuk Anak
Ada banyak sumber vitamin D untuk anak yang aman dan efektif guna memenuhi kebutuhan asupan hariannya. Berikut penjelasan lengkapnya
1. Sinar Matahari
Sujmber vitamin D terbaik adalah paparan sinar matahari langsung.
Menurut IDAI, cara terbaik untuk mendapatkan vitamin D dari sinar matahari adalah berjemur selama 10 hingga 15 menit di antara pukul 10.00 pagi hingga 15.00 sore. Gunakan pakaian tipis tertutup agar kulit anak langsung terpapar matahari.
Pakaikan sunscreen di area kulit yang tidak tertutup pakaian agar anak tetap terlindungi dari radiasi tinggi sinar UV.
2. Makanan Kaya Vitamin D
Selain dari paparan sinar matahari, Bunda bisa memilih makanan berikut guna memenuhi jumlah kebutuhan vitamin D untuk anak usia dini.
- Ikan salmon: 441 IU per 100 g
- Ikan makarel: 643 IU per 100 g
- Ikan tuna: 269 IU per 100 g
- Kuning telur: 82 IU per 100 g
- Keju cheddar: 24 IU per 100 g
- Jamur shiitake kering: 1.600 IU per 100 g
- Susu yang telah diperkaya vitamin D: 115–130 IU per 250 ml
3. Suplemen Vitamin D
Suplementasi vitamin D untuk anak sangat dianjurkan guna mencegah terjadinya defisiensi. Nah, untuk anak usia 1 tahun ke atas, disarankan untuk mendapatkan suplementasi sebanyak 600 IU per hari tanpa memandang jenis makanannya.
Jadi, meski si Kecil rajin makan ikan tuna dan bermain di bawah sinar matahari, ia tetap perlu mendapat suplemen vitamin D. Apalagi bila si Kecil sudah kekurangan asupan vitamin D, suplementasi wajib dilakukan.
Namun, Bunda perlu konsultasi ke dokter dulu, ya, sebelum mulai mengonsumsi suplemen, terutama jika anak memiliki kondisi medis tertentu atau sedang dalam pengobatan khusus.
Baca Juga: 17 Manfaat Minyak Ikan untuk Anak dan Sumber Terbaiknya
Tips Memenuhi Kebutuhan Vitamin D Anak Sehari-hari
Agar manfaat vitamin D untuk anak bisa didapat, Bunda perlu membantu memenuhi asupan hariannya. Tips berikut bisa Bunda praktikkan:
- Variasikan sumber alami dan fortifikasi vitamin D, misalnya ikan, telur, dan jamur dengan susu yang diperkaya vitamin D.
- Ajak anak bermain di luar setiap hari selama minimal 10 menit agar terkena sinar matahari langsung.
- Pastikan pola makan seimbang, kombinasi vitamin D, zat besi, kalsium, dan omega–3 untuk anak.
- Hindari hanya berharap pada satu cara, kombinasikan makanan dengan paparan sinar dan suplemen jika perlu.
Konsultasikan kepada dokter jika anak jarang berjemur atau memiliki kondisi medis tertentu yang memengaruhi penyerapan vitamin D.
Baca Juga: 11 Manfaat Zat Besi dan Vitamin C untuk Anak + Tips Konsumsi
Hubungan Vitamin D dan Zat Besi untuk Anak
Di dalam tubuh, vitamin D ikut mengatur hormon hepcidin yang berfungsi mengontrol penyerapan zat besi. Saat kadar vitamin D cukup, tubuh lebih mudah menjaga kadar zat besi dan hemoglobin tetap optimal.
Menurut penelitian pada jurnal Nutrients (2022), anak yang kadar vitamin D-nya rendah cenderung lebih berisiko mengalami kekurangan zat besi.
Dengan demikian, Bunda perlu memastikan asupan vitamin D dan zat besi untuk anak tercukupi demi kesehatan dan perkembangan otaknya melalui makanan atau minuman fortifikasi vitamin D.
SGM Eksplor 1+ mengandung lebih banyak nutrisi dengan zat besi 3x lipat, DHA 100%, minyak ikan tuna, dan double protein. Dukung si Kecil lebih cepat tanggap dan tumbuh lebih tinggi.
Daftar jadi member Klub Generasi Maju sekarang untuk dapatkan akses gratis ke ratusan artikel parenting yang terverifikasi ahli, fitur pendukung tumbuh kembang anak, hingga konsultasi 24 jam bersama para ahli. Dengan jadi member, Bunda juga berkesempatan dapat hadiah menarik dari setiap pembelian produk SGM!