Beberapa vitamin yang berperan besar untuk perkembangan otak anak meliputi vitamin C, vitamin A, vitamin B kompleks, vitamin D, vitamin E, serta mineral seperti zat besi dan zinc. Semuanya membantu meningkatkan fokus, daya ingat, dan fungsi saraf anak. Zat gizi ini dapat diperoleh dari ikan, telur, sayuran hijau, kacang-kacangan, dan bila diperlukan bisa dilengkapi dengan susu pertumbuhan terfortifikasi.
Kenapa Vitamin Penting untuk Perkembangan Otak Anak?
Sekitar 80% struktur otak terbentuk dalam 1000 hari pertama kehidupan anak. Selama periode ini, otak bisa membentuk 1 juta koneksi setiap detiknya.
Vitamin berperan penting dalam mendukung pembentukan sel saraf, koneksi antar-neuron, dan proses belajar sejak usia dini yang berpengaruh pada daya fokus dan konsentrasi, serta daya ingat jangka panjang.
Kekurangan vitamin dapat menghambat fungsi kognitif, memengaruhi daya ingat, konsentrasi, serta kemampuan anak menyerap informasi.
Kapan Anak Membutuhkan Vitamin untuk Otak?
Anak membutuhkan vitamin untuk otak terutama saat masa pertumbuhan cepat, yaitu di usia 0–5 tahun.
Perkembangan otak di fase ini bersifat unik dan tidak bisa diulang, sehingga perlu dukungan stimulasi serta vitamin dari makanan bergizi dan suplemen seperti susu pertumbuhan terfortifikasi.
Terlebih, beberapa anak juga memiliki risiko lebih tinggi mengalami kekurangan vitamin, antara lain:
- Kurang mengonsumsi protein hewani
- Alergi makanan tertentu
- Sering sakit
- Anak dengan gangguan makan
Maka itu, jangan abaikan pemberian vitamin anak untuk otak dalam asupan hariannya ya, Bunda.
Jenis Vitamin Anak untuk Otak dan Manfaatnya
Jenis nutrisi paling penting untuk otak anak adalah omega-3, DHA & EPA, serta mineral seperti kolin dan zinc. Namun, vitamin juga tak kalah penting dan bisa menjadi pelengkap.
1. Vitamin C
Vitamin C adalah vitamin yang penting untuk otak berkat perannya memaksimalkan penyerapan zat besi. Zat besi membantu perkembangan sel saraf dan memastikan otak mendapatkan cukup oksigen.
Asupan vitamin C juga mencegah agar anak tidak mudah sakit, sehingga optimalkan kesempatan belajarnya.
2. Vitamin D
Vitamin D penting untuk mendukung perkembangan otak anak, membantu mereka berpikir cepat dan mudah belajar hal baru.
Nutrisi ini mengoptimalkan fungsi kognitif dengan membentuk mielin, selubung pelindung saraf yang mempercepat pengiriman informasi di otak.
Sumber utama vitamin D adalah paparan sinar matahari pagi, namun anak juga bisa mendapatkannya dari telur, daging, dan susu pertumbuhan terfortifikasi.
3. Vitamin A
Vitamin A adalah vitamin anak untuk otak yang tidak boleh terlewat. Vitamin A penting karena mendukung perkembangan sel otak, memelihara fungsi saraf, dan menjaga struktur hipokampus.
Hipokampus adalah area di otak yang berperan dalam proses pembelajaran dan menjadi tempat pembentukan dan penyimpanan memori, serta pemahaman bahasa.
Sumber vitamin A meliputi hati sapi atau ayam, wortel, minyak ikan, dan susu. Kekurangannya bisa memengaruhi daya ingat dan konsentrasi.
Baca Juga: 20 Makanan Mengandung Vitamin A yang Baik untuk Anak
4. Vitamin B1
Vitamin B1 alias thiamin perlu dipenuhi kebutuhannya karena berperan penting dalam menjaga kesehatan otak.
Kekurangan vitamin ini dapat menyebabkan penurunan kecerdasan, daya ingat melemah, dan penurunan kewaspadaan (atensi).
Untuk memenuhi asupan vitamin daya ingat anak satu ini, Bunda dapat memberikan olahan daging merah, daging ayam, ikan, telur, yogurt, keju, dan susu pertumbuhan terfortifikasi.
5. Vitamin B2
Vitamin B2 (riboflavin) termasuk vitamin anak untuk otak yang berfungsi melindungi sel-sel otak dari radikal bebas, membantu kinerja sistem saraf, dan meningkatkan penyerapan zat besi.
Memenuhi asupan riboflavin dapat bantu anak memiliki fokus dan daya ingat yang lebih baik.
Vitamin B2 bisa didapat dari konsumsi daging, telur, hati, ikan, kacang-kacangan, sayuran hijau, dan susu pertumbuhan terfortifikasi.
6. Vitamin B3
Selain omega-3, vitamin untuk kecerdasan otak anak yang juga penting adalah vitamin B3 (niacin). Vitamin B3 menjaga otak mendapatkan energi yang cukup untuk berfungsi secara optimal.
Kekurangan vitamin B3 berisiko membuat anak lambat berpikir dan sulit fokus atau berkonsentrasi.
Kebutuhan vitamin B3 anak bisa dipenuhi dari konsumsi daging merah, unggas, ikan, kacang-kacangan, dan kentang.
Baca Juga: Manfaat DHA dan EPA untuk Tumbuh Kembang Anak
7. Vitamin B5
Vitamin B5 (pantotenat) adalah bahan dasar untuk proses pembuatan molekul bernama asetil-koenzim A. Molekul ini sangat penting untuk proses pembentukan mielin di dalam otak.
Bila pembentukan mielin maksimal, si Kecil menjadi lebih cepat memahami informasi yang ia terima. Dengan begitu, proses belajar si Kecil sehari-hari menjadi lebih mudah.
8. Vitamin B6
Vitamin anak untuk otak yang disebut juga dengan piridoksin ini berperan membentuk neurotransmitter, yakni zat kimia penting yang bertugas sebagai pembawa pesan di dalam otak.
Di samping itu, neurotransmitter juga berfungsi mengatur penggunaan energi di dalam otak. Maka dari itu, kekurangan vitamin B6 dapat menyebabkan penurunan kecerdasan kognitif.
Bunda bisa berikan makanan tinggi vitamin B6 yang berasal dari ikan, hati sapi, kentang, sayuran berserat, serta pisang.
9. Vitamin B9
Lebih dikenal dengan nama asam folat, vitamin B9 termasuk dalam nutrisi yang berperan dalam pembentukan sel darah merah yang optimal.
Jika anak kekurangan nutrisi ini, berisiko menyebabkan anemia megaloblastik, yakni ketika sel darah merah bentuknya tidak sempurna dan mudah mati.
Ketika anak terserang anemia megaloblastik, ia akan sulit konsentrasi, sulit mengingat, kesulitan memproses informasi yang didapatkan, dan tampak murung.
Baca Juga: Pentingnya Nutrisi untuk Optimalkan Perkembangan Otak Anak
10. Vitamin B12
Vitamin untuk kecerdasan otak anak selanjutnya adalah vitamin B12 alias cobalamin. Vitamin ini diperlukan otak untuk proses pembentukan selubung saraf (mielin) dan neurotransmitter.
Tanpa mielin dan neurotransmitter, otak si Kecil kesulitan menerima dan memproses informasi yang diterima dari lingkungan dengan baik.
Maka itu, pemenuhan vitamin B12 berkaitan erat dengan fungsi kognitif anak yang lebih tinggi untuk bisa lebih maksimal belajar, konsentrasi, mengingat, dan memecahkan masalah dengan baik.
11. Vitamin E
Bukan hanya menjaga kesehatan kulit dari pengaruh radikal bebas, fungsi antioksidan yang dimiliki vitamin E juga mampu menjaga kesehatan sel-sel otak.
Sel-sel otak yang sehat berpengaruh besar terhadap tingkat kecerdasan kognitif anak dan kemampuan otaknya untuk berkembang sepanjang hidupnya.
12. Zat Besi
Selain berbagai vitamin anak untuk otak di atas, terdapat mineral yang tak kalah penting berupa zat besi. Zat besi berperan mengangkut oksigen ke seluruh jaringan tubuh, termasuk otak si Kecil.
Anak butuh asupan zat besi supaya kemampuan kognitifnya berjalan optimal dalam menerima informasi dan hal-hal baru, serta menyimpannya dalam ingatan jangka panjang.
Jika zat besi dikombinasikan dengan vitamin C dalam rasio tepat, zat gizi ini dapat bantu optimalkan penyerapan zat besi dari asupan makanan sehari-hari dan dampingan susu pertumbuhan.

Baca Juga: Makanan yang Mengandung Zat Besi untuk Anak
Tips Memenuhi Vitamin Otak Anak Setiap Hari
Untuk memaksimalkan kinerja otak si Kecil, berikut tips memenuhi vitamin otak anak yang bisa Bunda praktikkan.
1. Sajikan Makanan Berwarna-warni dalam 1 Piring
Buah dan sayuran berwarna-warni mengandung fitonutrien yang baik untuk kesehatan tubuh. Ini karena setiap warna punya manfaat unik tersendiri yang dibutuhkan oleh tubuh si Kecil.
Untuk itu, penuhi piring si Kecil dengan sayur dan buah yang bervariari agar kebutuhan makro dan mikronutriennya dapat terpenuhi.
2. Masukkan Protein Hewani 2 Kali Sehari
Melansir penelitian dalam jurnal Frontiers in Nutrition (2024), protein hewani seperti daging, unggas, telur, susu, dan ikan kaya akan protein, beragam mikronutreen, dan asam amino esensial.
Semua zat gizi ini dapat mendukung tumbuh kembang anak serta mengandung vitamin anak untuk otak karena kandungan asam amino di dalamnya.
Untuk itu, berikan si Kecil protein hewani minimal 2 kali dalam sehari untuk mencukupi kebutuhan hariannya.
3. Olah Makanan dengan Cara Sehat (Kukus, Panggang, Semur)
Makanan yang sehat bisa jadi tidak sehat jika diolah dengan cara yang keliru. Mengukus sayuran misalnya, bisa mempertahankan lebih banyak vitamin dan mineral dibandingkan merebusnya.
Selain itu, memanggang daging jauh lebih baik dibandingkan menggorengnya. Ini karena penggunaan minyak bisa menambah lemak trans dan kalori pada daging.
4. Tambahkan Buah Tinggi Vitamin C setiap hari
Bunda bisa memberikan buah tinggi vitamin C setiap hari sebagai vitamin anak untuk otak. Selain untuk otak, vitamin satu ini juga bantu menjaga sistem imun si Kecil agar tak mudah sakit.
Buah-buahan yang kaya vitamin C di antaranya stroberi, kiwi, tomat, dan jeruk. Sebaiknya, berikan buah asli ya Bun, bukan buah olahan atau jus.
5. Lengkapi dengan Susu Fortifikasi
Studi yang dipublikasikan di Frontiers in Nutrition pada 2022 menunjukkan anak yang rutin mengonsumsi susu cenderung menunjukkan kemampuan fokus dan berpikir yang lebih baik.
Nah, Bunda bisa memberikan susu formula untuk kecerdasan otak anak yang diperkaya zat besi, vitamin C, DHA, dan omega-3.
Penelitian di Indonesia menunjukkan bahwa susu formula dapat mendukung tumbuh kembang anak selama disajikan dengan benar dan didampingi pola makan serta stimulasi yang cukup dari orangtua.
Penelitian lain juga menguatkan temuan di atas. Susu formula fortifikasi dapat membantu kemampuan bahasa dan fokus anak, namun perkembangan kognitif tetap lebih banyak ditentukan oleh stimulasi dan pola makan sehari-hari.
Jadi, mulai sekarang, jangan lupa terus penuhi kebutuhan vitamin anak untuk otak sambil terus memberikan stimulasi yang tepat agar si Kecil tumbuh cerdas, Bun!
Daftar jadi member Klub Generasi Maju sekarang untuk dapatkan akses gratis ke ratusan artikel parenting yang terverifikasi ahli, fitur pendukung tumbuh kembang anak, hingga konsultasi 24 jam bersama para ahli. Dengan jadi member, Bunda juga berkesempatan dapat hadiah menarik dari setiap pembelian produk SGM!