Facebook Pixel Code 6 Vitamin Penting untuk Anak: Fungsi dan Cara Memenuhinya

6 Vitamin untuk Anak yang Penting untuk Kesehatannya

Foto Reviewer Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH

Disusun oleh: Tim Penulis

Ditinjau oleh: Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH

Diterbitkan: 03 Desember 2018

Diperbarui: 14 Januari 2026

1 Tahun
Nutrisi
Cover Image of 6 Vitamin untuk Anak yang Penting untuk Kesehatannya

 

Vitamin yang bagus untuk anak adalah vitamin A, C, D, E, K, dan B Kompleks, serta mineral seperti zat besi dan zinc penting untuk menunjang imunitas, pertumbuhan tulang, kesehatan mata dan otak, hingga metabolisme energi. Kekurangan vitamin D dan zat besi cukup umum, jadi pastikan anak mendapat asupan dari sinar matahari, susu, dan makanan bergizi. Konsultasikan ke dokter sebelum memberi suplemen karena dosis berlebih bisa berisiko.

Kenapa Vitamin Penting untuk Anak?

Vitamin adalah zat gizi mikro yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah kecil untuk membantu berbagai proses penting, seperti pertumbuhan, imunitas, dan produksi energi.

Vitamin penting untuk anak karena menunjang pertumbuhan tubuh, mulai dari pembentukan tulang hingga kesehatan mata dan kulit. Beragam vitamin juga membantu menguatkan daya tahan tubuh agar anak tidak mudah sakit.

Selain itu, vitamin dan mineral seperti B kompleks serta zat besi berperan besar dalam perkembangan otak dan metabolisme energi. Asupan yang cukup membantu anak lebih fokus, aktif, dan tumbuh optimal..

Tubuh tidak bisa memproduksi vitamin sendiri (atau hanya sedikit), jadi anak harus mendapatkannya dari makanan bergizi atau suplemen.

Manfaat Berbagai Vitamin untuk Anak Berdasarkan Jenisnya

Vitamin terbagi menjadi dua jenis, yaitu larut lemak (A, D, E, K) yang disimpan dalam jaringan lemak dan hati, serta larut air (C dan B kompleks) yang tidak dapat disimpan dan mudah keluar melalui urine, sehingga perlu dikonsumsi rutin setiap hari.

1. Vitamin A untuk Mata & Imun

Manfaat vitamin A untuk anak, yaitu membantu menjaga kesehatan mata agar ia mampu melihat jelas dalam berbagai kondisi cahaya, termasuk saat malam hari.

Selain itu, vitamin A berperan besar dalam memperkuat imun, sehingga dapat melawan kuman penyebab infeksi. Jika kekurangan vitamin A, si Kecil jadi lebih rentan terhadap infeksi seperti diare dan campak.

Bunda bisa mendapatkan sumber vitamin A dari wortel, bayam, brokoli, ubi, hati sapi, susu, dan telur untuk membantu memenuhi kebutuhan hariannya.

2. Vitamin B Kompleks untuk Energi & Perkembangan Otak

Ada banyak jenis vitamin B, seperti vitamin B1, B2, B3, B5, B6, B7, B9, dan B12. Oleh karena itu, bermacam-macam vitamin B disebut sebagai vitamin B kompleks. 

Manfaat vitamin B kompleks untuk anak beragam. Vitamin jenis ini membantu tubuh mengubah makanan menjadi energi sehingga si Kecil tetap aktif, serta mendukung perkembangan otak dan sarafnya.

Bunda bisa memberikan brokoli, bayam, kacang-kacangan, gandum, oat, ikan, ayam, daging, susu, dan yoghurt untuk memenuhi kebutuhan vitamin untuk anak ini.

Baca Juga: Daftar Kebutuhan Gizi Balita Usia 1-5 Tahun yang Wajib Dipenuhi

3. Vitamin C untuk Daya Tahan Tubuh & Penyerapan Zat Besi

Manfaat vitamin C untuk anak yang utama, yaitu memperkuat imun. Namun, vitamin untuk anak ini juga membantu penyerapan zat besi anak hingga dua kali lipat, yang mendukung pembentukan sel darah merah dan perkembangan otak.

Kekurangan vitamin C telah diteliti dapat menyebabkan perubahan struktural dan gangguan fungsional pada otak anak usia dini yang berpotensi membatasi kemampuan mereka untuk maju dan mencapai potensi maksimal untuk belajar dengan baik.

Vitamin anak untuk otak dan daya tahan tubuh ini bisa si Kecil dapatkan dengan makan buah-buahan seperti jeruk, pepaya, kiwi, mangga, dan stroberi serta sayuran seperti brokoli dan kol secara bergantian.

4. Vitamin D untuk Tulang & Tinggi Badan

Jangan lupakan vitamin D, Bun, sebab ini merupakan salah satu vitamin yang bagus untuk anak, terutama bagi kekuatan tulang dan pertumbuhan tinggi badannya. Bagaimana bisa?

Manfaat vitamin D untuk anak, yaitu membantu menyerap kalsium yang berperan dalam pembentukan tulang. Tanpa vitamin D yang cukup, proses pembentukan tulang bisa terhambat. 

Kebutuhan vitamin D untuk anak di atas 1 tahun adalah 600 IU per hari sesuai rekomendasi IDAI. Vitamin D bisa didapat dengan berjemur di bawah sinar matahari selama 10–15 menit serta makan ikan sarden, tuna, telur, atau sereal fortifikasi.

5. Vitamin E, Antioksidan untuk Kulit & Sel Darah

Bunda tentu ingin si Kecil memiliki kulit dan mata yang sehat, bukan? Nah, salah satu vitamin untuk anak yang dapat membantu menjaga kesehatan kulit dan mata adalah vitamin E.

Vitamin E berfungsi sebagai antioksidan untuk melindungi sel dan jaringan tubuh dari kerusakan yang dapat menimbulkan berbagai penyakit. Bukan cuma itu, vitamin ini juga berperan penting dalam menjaga kesehatan sel darah merah. 

Di sisi lain, kekurangan vitamin E dapat memengaruhi fungsi saraf dan menyebabkan penurunan fungsi imun. Jadi, penting bagi Bunda memenuhi kebutuhannya pada si Kecil melalui konsumsi kacang-kacangan, alpukat, dan bayam.

6. Vitamin K untuk Pembekuan Darah & Kesehatan Tulang

Vitamin K merupakan pemeran utama dalam proses pembekuan darah sehingga pendarahan pada luka di lutut atau siku si Kecil akibat kejar-kejaran dengan teman-temannya dapat segera berhenti. 

Selanjutnya, vitamin K juga berperan dalam produksi senyawa yang bernama osteocalcin. Senyawa ini berfungsi untuk memperkuat tulang si Kecil sehingga mengurangi risiko patah tulang. 

Lalu, dari mana asupan vitamin untuk anak ini bisa diperoleh? Bunda bisa mengolah bayam, brokoli, selada, sawi, telur, yoghurt, atau minyak zaitun menjadi masakan lezat untuk si Kecil guna memenuhi kebutuhan vitamin K-nya.

Baca Juga: 11 Manfaat Zat Besi dan Vitamin C untuk Anak + Tips Konsumsi

Tabel Kebutuhan Vitamin Harian Anak Berdasarkan Usia (AKG 2019)

Agar tumbuh kembang si Kecil optimal, kebutuhan vitamin hariannya perlu disesuaikan dengan usia. Berikut kebutuhan vitamin untuk anak dalam sehari per jenis berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG) 2019. 

Vitamin

Usia 1–3 tahun

Usia 4–6 tahun

Usia 7–9 tahun

Usia 10–12 tahun

Fungsi Utama

Vitamin A

400 mcg

450 mcg

500 mcg

600 mcg

Penglihatan, imun, pertumbuhan sel

Vitamin B1 (Tiamin)

0,5 mg

0,6 mg

0,9 mg 

1,1 mg

Metabolisme energi

Vitamin B2 (Riboflavin)

0.5 mg

0.6 mg

0,9 mg

1,3 mg

Produksi energi, kesehatan kulit & mata

Vitamin B3 (Niasin)

6 mg

8 mg

10 mg

12 mg

Sistem saraf & metabolisme

Vitamin B5 (Asam Panototenat)

2 mg

3 mg

4 mg

5 mg

Pembentukan hormon & energi

Vitamin B6 (Piridoksin)

0,5 mg

0,6 mg

1 mg

1,3 mg

Fungsi otak & pembentukan sel darah merah

Vitamin B7 (Biotin)

12 mcg

20 mcg

25 mcg

30 mcg

Metabolisme lemak & karbohidrat

Vitamin B9 (Folat)

160 mcg

200 mcg

300 mcg

400 mcg

Pembentukan sel & DNA

Vitamin B12 (Kobalamin)

1,5 mcg

1,5 mcg

2,0 mcg

3,5 mcg

Produksi sel saraf & darah

Vitamin C

40 mg

45 mg

45 mg

50 mg

Imunitas & penyerapan zat besi

Vitamin D

15 mcg (600 IU)

15 mcg (600 IU) 

15 mcg (600 IU)

15 mcg (600 IU)

Kesehatan tulang & imun

Vitamin E

6 mg

7 mg

8 mg

11 mg

Antioksidan & perlindungan sel

Vitamin K

15 mcg

20 mcg

25 mcg

35 mcg

Pembekuan darah & tulang

Bunda bisa memastikan kebutuhan vitamin untuk anak terpenuhi melalui makanan bergizi seimbang, seperti sayur, buah, ikan, dan susu, atau suplemen tambahan sesuai anjuran dokter. 

Apakah Anak Perlu Suplemen Vitamin?

Tidak semua anak membutuhkan suplemen vitamin. Menurut IDAI, kebutuhan vitamin anak idealnya dipenuhi dari makanan atau food first approach.

Suplemen hanya diberikan bila asupan makanan tidak mencukupi atau atas saran dokter. Jadi, lebih baik konsultasi dulu kepada dokter sebelum memberikan vitamin tambahan kepada si Kecil.

Menurut rekomendasi ahli kesehatan anak, suplemen diberikan hanya jika:

  • Asupan makanan anak kurang, misalnya sangat picky eater atau sulit makan buah dan sayur.
  • Anak memiliki alergi tertentu, yang membuat pilihan makanannya menjadi sangat terbatas.
  • Anak memiliki kondisi medis tertentu, termasuk masalah malabsorpsi atau risiko kekurangan vitamin.
  • Anak menjalani diet khusus, seperti vegetarian atau vegan.
  • Dokter menemukan tanda defisiensi vitamin, misalnya anemia, berat badan tidak naik, sering sakit, atau tulang lemah.

Baca Juga: 10 Cara Mengatasi Anak Susah Makan yang Efektif

Tips Agar Anak Cukup Vitamin dari Makanan

Agar kebutuhan vitamin untuk anak terpenuhi setiap hari, Bunda bisa mulai dari langkah-langkah sederhana di rumah. Berikut beberapa cara mudah yang efektif:

  • Sajikan menu berwarna-warni, semakin banyak warna, semakin kaya nutrisinya.
  • Berikan variasi makanan setiap hari, jangan hanya satu jenis buah atau sayur.
  • Jadikan buah sebagai camilan anak yang utama, karena lebih sehat dibanding camilan kemasan.
  • Libatkan anak saat memilih atau menyiapkan makanan, karena anak biasanya lebih semangat makan.
  • Contohkan pola makan sehat, karena anak belajar dari meniru orang tua.

Vitamin yang bagus untuk anak adalah yang terpenuhi lewat pola makan sehat dan dilengkapi dari susu pertumbuhan terfortifikasi lebih banyak nutrisi dengan zat besi 3x​ lipat, DHA 100%, minyak ikan tuna​, dan double protein​. Dukung si Kecil lebih cepat tanggap dan tumbuh lebih tinggi​.

SGM Eksplor 1+

SGM Eksplor 1+ Lebih banyak nutrisi: 3x Zat Besi, DHA 100%, minyak tuna & double protein. Dukung si Kecil lebih cepat tanggap & tumbuh lebih tinggi.

Cari Tahu di Sini!

Bunda juga bisa berkonsultasi kepada dokter jika si Kecil memiliki kondisi tertentu yang mengharuskan untuk konsumsi suplemen.

Daftar jadi member Klub Generasi Maju sekarang untuk dapatkan akses gratis ke ratusan artikel parenting yang terverifikasi ahli, fitur pendukung tumbuh kembang anak, hingga konsultasi 24 jam bersama para ahli. Dengan jadi member, Bunda juga berkesempatan dapat hadiah menarik dari setiap pembelian produk SGM!

Informasi yang Wajib Bunda Ketahui

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Bunda

Temukan Topik Lainnya

Kalkulator Zat Besi

Image Banner Kalkulator Zat Besi

SGM Eksplor Lebih Banyak Nutrisi

Image Banner SGM Eksplor Lebih Banyak Nutrisi