Menurut Riskesdas 2018, 1 dari 3 anak balita di Indonesia mengalami anemia. Sebagai salah satu langkah pencegahan, Bunda bisa bantu lengkapi kebutuhan zat besi anak dengan memberikan si Kecil susu untuk anemia.
Apakah Susu Bisa Menyembuhkan Anemia pada Anak?
Tidak, susu untuk anemia bukanlah obat penyembuh atau pencegah anemia pada anak. Susu hanyalah asupan pelengkap gizi harian pada anak anemia yang mengandung zat besi.
Anak usia 1–2 tahun rentan anemia karena butuh zat besi 40x lebih banyak dan cadangan zat besi sejak lahir sudah habis. Jadi, kebutuhan zat besi harus dipenuhi dari asupan makanan.
Untuk mencegah dan mengatasi anemia, anak tetap memerlukan zat besi heme yang berasal dari sumber hewani agar mudah diserap tubuh.
Anak juga perlu konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan suplementasi zat besi bila diperlukan.
Baca Juga: 13 Ciri-Ciri Kekurangan Zat Besi pada Anak
Apakah Anak Anemia Boleh Minum Susu Sapi Biasa?
Susu sapi segar tidak direkomendasikan karena tinggi kalsium dan rendah zat besi. Hal ini menghambat penyerapan zat besi dan berisiko memperburuk anemia pada anak.
Anak anemia sebaiknya konsumsi susu tinggi zat besi yang telah difortifikasi. Jenis susu ini mendukung pencegahan anemia defisiensi besi pada anak.
Berikut perbandingan susu sapi dengan susu fortifikasi dan dampaknya pada anak anemia.
|
Jenis Susu
|
Kandungan
|
Efek pada Anemia
|
|
Susu sapi segar/UHT biasa
|
Tinggi kalsium, rendah zat besi
|
Hambat penyerapan zat besi
|
|
Susu pertumbuhan fortifikasi
|
Zat besi, vitamin C, vitamin D, omega-3
|
- Bantu penyerapan zat besi
- Dukung pembentukan sel darah merah
- Dukung pertumbuhan
- Tingkatkan imunitas
|
|
Susu oat, kedelai, atau almon
|
Protein nabati, kadang difortifikasi zat besi
|
Aman asal difortifikasi, tapi cek kandungan selengkapnya
|
|
Susu dengan tambahan omega-3 DHA
|
Zat besi, lemak sehat
|
- Tingkatkan fungsi imun
- Dukung perkembangan otak
|
Cara Memilih Susu untuk Anak dengan Anemia
Memilih susu untuk anak harus dicermati secara saksama. Berikut beberapa kriteria yang perlu diperhatikan dalam memilih susu untuk anemia:
1. Terfortifikasi Zat Besi
American Academy of Pediatrics (AAP) menyarankan penggunaan susu pertumbuhan yang difortifikasi zat besi karena terbukti efektif mengatasi kekurangan zat besi pada anak.
Penelitian tahun 2021 menunjukkan bahwa penambahan zat besi dalam susu dapat memenuhi kebutuhan zat besi harian anak dan meningkatkan kadar hemoglobin hingga 38,2%.
Anak yang minum susu pertumbuhan terfortifikasi zat besi memiliki jumlah sel darah merah yang lebih baik, terutama bila susu mengandung jenis zat besi khusus yang disebut ferrous sulfate.
2. Diperkaya Vitamin C
Jika susu untuk anemia yang dipilih juga diperkaya vitamin C, tubuh anak bisa menyerap zat besi dengan lebih efektif sehingga membuat sel darah merah semakin sehat.
Vitamin C membantu menciptakan lingkungan asam di perut, yang mencegah perubahan zat besi dari ferrous menjadi ferric sehingga lebih mudah diserap tubuh.
3. Ada Kandungan Vitamin D
Susu tinggi zat besi yang bagus untuk anak sebaiknya juga diperkaya vitamin D.
Vitamin D membantu mencegah dan mengobati anemia yang disebabkan oleh peradangan dengan memastikan tetap ada simpanan zat besi yang cukup untuk membuat sel darah merah sehat.
4. Diperkaya Omega-3
Para ilmuwan menemukan bahwa asam lemak omega-3 dapat memengaruhi cara tubuh menggunakan zat besi.
Lemak sehat ini bahkan penting untuk menjaga keseimbangan kadar zat besi karena dapat membantu mengatasi beberapa masalah kesehatan yang berkaitan dengan defisiensi zat besi.
Konsultasikan dengan dokter anak terkait rekomendasi susu untuk anemia yang tepat bagi anak usia 1 tahun ke atas, ya.
Cek apakah kebutuhan zat besi (iron) anak sudah cukup atau belum di Kalkulator Zat Besi, gratis! Hanya dengan menjawab 7 pertanyaan singkat, Bunda bisa langsung tahu seberapa besar risiko kekurangan zat besi pada si Kecil.
Baca Juga: 6 Cara Mudah Mencegah Anemia pada Anak
Bagaimana Cara Agar Zat Besi dalam Susu Lebih Mudah Diserap Tubuh Anak?
Sebelum memberikan susu untuk anemia, mencegah anemia perlu kombinasi pola makan sehat. Berikut ini beberapa cara yang dapat dilakukan:
1. Kombinasikan dengan Vitamin C
Untuk meningkatkan penyerapan zat besi, jangan lupa sertakan makanan yang mengandung vitamin C dalam menu makan anak.
Buah-buahan sitrus, beri-berian, paprika, tomat, dan sayuran hijau adalah beberapa sumber vitamin C yang baik.
Kombinasikan dengan sumber zat besi untuk mendapatkan nutrisi yang optimal, seperti daging merah, unggas, dan kacang-kacangan.
2. Batasi Konsumsi Susu
Agar penyerapan nutrisi anak usia 1–5 tahun lebih optimal, sebaiknya batasi konsumsi susu tidak lebih dari 24 ons (710 milliliter) per hari.
Selain dapat mencegah penyerapan zat besi, terlalu banyak mengonsumsi susu dapat menghambat nafsu makan makanan padat.
Berikan jeda minimal satu jam antara minum susu dan makanan utama untuk memastikan zat besi dapat diserap optimal.
3. Batasi Makanan/Minuman Penghambat Zat Besi
Hindari beberapa minuman seperti teh, kopi, cokelat, dan makanan tinggi kalsium, karena dapat menghambat penyerapan zat besi jika dikonsumsi bersamaan dengan makanan sumber zat besi.
Selain itu, hindari memberikan susu sapi/olahan susu sapi bersamaan dengan makanan kaya zat besi, seperti yoghurt atau keju. Hanya berikan susu untuk anemia bila diperlukan.
4. Konsumsi Makanan Kaya Zat Besi
Anak usia 1-3 tahun membutuhkan asupan zat besi sebesar 7 mg, sedangkan anak usia 4–5 tahun membutuhkan sekitar 10 mg.
Ayah Bunda bisa memberikan makanan tinggi zat besi heme, seperti daging merah, ayam, ikan, hati, dan zat besi non-heme dari sayuran berdaun hijau seperti bayam.
Baca Juga: 10 Sayuran yang Mengandung Zat Besi untuk Anak
5. Suplementasi Zat Besi Bila Perlu
Pemberian suplemen zat besi merupakan cara mencegah anemia, terutama jika anak memiliki risiko tinggi kekurangan zat besi.
Konsultasikan dengan dokter sebelum memberi suplemen zat besi agar dosisnya sesuai kebutuhan si Kecil.
Kapan Harus ke Dokter?
Susu pertumbuhan untuk anemia memang dukung pencegahan anak kurang darah. Namun, segera ke dokter bila si Kecil mengalami tanda-tanda anemia berat, seperti:
- Pucat, terutama pada bibir, tangan, dan kelopak mata.
- Detak jantung kencang.
- Susah napas.
- Lemas.
- Rewel.
- Lidah bengkak.
- Tubuh menguning.
- Tumbuh kembang lebih lambat daripada anak seusianya.
- Luka sulit sembuh.
Sebelum memberikan susu untuk anemia, si Kecil perlu pemeriksaan darah rutin bila ia memiliki faktor risiko anemia.
Susu pertumbuhan bagi anak anemia perlu mengandung zat besi dan vitamin C. Keduanya mengoptimalkan produksi sel darah merah yang dibutuhkan untuk meningkatkan sel darah merah si Kecil.
Daftar jadi member Klub Generasi Maju sekarang untuk dapatkan akses gratis ke ratusan artikel parenting yang terverifikasi ahli, fitur pendukung tumbuh kembang anak, hingga konsultasi 24 jam bersama para ahli. Dengan jadi member, Bunda juga berkesempatan dapat hadiah menarik dari setiap pembelian produk SGM!