Anemia pada anak bukan selalu kondisi yang berbahaya, tapi tetap perlu segera diatasi. Selain butuh asupan zat besi yang cukup, ada berbagai vitamin untuk anemia pada anak yang akan mempercepat pemulihan kondisinya. Lalu, apa saja vitamin tersebut?
Kenapa Anak Bisa Mengalami Anemia?
Anemia pada anak adalah kondisi ketika jumlah sel darah merah di dalam tubuh kurang dari normal. Kondisi ini membuat tubuh anak kekurangan oksigen, sehingga muncul gejala anemia.
Anak umumnya bisa mengalami anemia karena kurangnya asupan zat besi, vitamin B12, serta asam folat dari makanan. Anemia rentan terjadi terutama bila si Kecil susah makan dan pola makannya tidak seimbang.
Meski kelihatannya ringan, anemia defisiensi zat besi yang tidak segera diatasi berisiko menyebabkan keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan anak.
Rekomendasi Vitamin untuk Anak Anemia dan Manfaatnya
Selain dengan memenuhi kebutuhan zat besi, anemia juga bisa diatasi dengan pemberian beberapa vitamin. Berikut vitamin untuk anemia pada anak lengkap dengan manfaat dan sumbernya:
1. Vitamin B12 (Kobalamin)
Vitamin B12 berperan dalam produksi DNA dan sel darah merah, serta mendukung sel-sel saraf yang sehat. Kekurangan vitamin B12 dapat menyebabkan anemia megaloblastik, yakni sel darah merah abnormal yang mengurangi jumlah sel sehat.
Berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG) dari Kementerian Kesehatan, anak usia 1-3 tahun butuh asupan 1,5 mcg vitamin B12 per hari.
Anak yang kekurangan vitamin B12 dapat mengalami diare, lemas, otot lemah, kehilangan nafsu makan, hingga penurunan berat badan. Daging, ikan, telur, dan susu adalah sumber utama vitamin untuk anemia pada anak yang kekurangan vitamin B12.
Baca Juga: Ciri Anak Kekurangan Zat Besi dan Cara Penuhi Kebutuhannya
2. Vitamin B9 (Asam Folat)
Vitamin B9 (folat) penting untuk pembentukan hemoglobin yang membawa oksigen ke tubuh. Kekurangan folat dapat menyebabkan anemia megaloblastik dan hemoglobin rendah.
Gejala kekurangan vitamin B9 atau folat meliputi kelelahan, kelemahan, sariawan, dan masalah saraf.
Anak usia 1-3 tahun dianjurkan mengonsumsi 160 mcg folat setiap hari. Bunda bisa penuhi kebutuhan vitamin B9 anak dari sumber makanan seperti bayam, brokoli, kacang-kacangan, dan jeruk.
3. Vitamin B5 (Asam Pantotenat)
Vitamin B5 atau asam pantotenat adalah jenis vitamin B yang berperan krusial dalam proses pembentukan sel darah merah dan metabolisme energi.
Kekurangan vitamin ini dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti kelelahan berkepanjangan, sakit kepala, dan gangguan sensasi pada tangan dan kaki.
Dalam sehari, anak usia 1-3 tahun membutuhkan setidaknya 2 mcg asupan vitamin B5 yang bisa diperoleh dari brokoli, jamur, kacang-kacangan, telur, dan ubi jalar.
4. Vitamin B6 (Piridoksin)
Vitamin B6 atau piridoksin merupakan salah satu vitamin untuk anemia pada anak, terutama anemia sideroblastik yang disebabkan kelainan genetik dalam produksi sel darah merah.
Anak yang kekurangan vitamin B6 akan menunjukkan berbagai gejala, yang termasuk ruam kulit, perubahan suasana hati, dan lemas kurang bertenaga.
Sumber vitamin penambah darah anak ini bisa diperoleh dari ikan, daging sapi, dada ayam, telur, susu, tofu, alpukat, dan pisang. Kebutuhan vitamin B6 anak usia 1-3 tahun sekitar 0,5 mg per hari.
5. Vitamin C
Berbeda dengan vitamin-vitamin di atas, vitamin C tidak secara langsung memproduksi sel darah merah, tapi bisa membantu penyerapan zat besi dari makanan untuk membantu mencegah anemia.
Kebutuhan vitamin C untuk anak usia 1-3 tahun adalah 40 mg per hari yang bisa didapat dari buah jeruk, tomat, jambu biji, brokoli, dan lainnya.
Vitamin C juga bisa bantu memperkuat perlawanan sistem imun anak terhadap penyakit infeksi yang dapat menurunkan kualitas eritrosit dan meningkatkan risiko anemia hemolitik, misalnya malaria.
Hubungan Vitamin dan Zat Besi untuk Cegah Anemia
Asupan vitamin (terutama B6, B9, B12, dan C) serta zat besi saling bekerja sama membantu tubuh membentuk sel darah merah yang sehat.
Vitamin C membantu penyerapan zat besi, sedangkan vitamin B6, B9, dan B12 berperan dalam pembentukan sel darah merah baru.
Dengan terpenuhinya kebutuhan zat besi dan vitamin untuk anemia pada anak ini, risiko anak mengalami kekurangan sel darah merah dapat berkurang. Salah satu caranya bisa diberikan dari makanan harian.
Misalnya, bubur ayam dipadukan dengan jus jambu yang kaya vitamin C dapat membantu penyerapan zat besi. Atau telur orak-arik sebagai sumber vitamin B12 juga bisa disajikan dengan sayur bayam yang kaya folat untuk mendukung produksi sel darah merah.
Baca Juga: Pentingnya IronC™, Kombinasi Unik Zat Besi dan Vitamin C untuk Anak
Bunda bisa cek apakah kebutuhan zat besi (iron) anak sudah cukup atau belum di Kalkulator Zat Besi, gratis! Hanya dengan menjawab 7 pertanyaan singkat, Bunda bisa langsung tahu seberapa besar risiko kekurangan zat besi pada si Kecil.
Dampak Kekurangan Vitamin untuk Pembentukan Darah Anak
Anemia akibat defisiensi vitamin dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, baik jangka pendek maupun jangka panjang, seperti:
- Kurangnya vitamin B6 dan B12 dapat menyebabkan gangguan sistem saraf, seperti tangan dan kaki yang kesemutan terus-menerus atau kesulitan menjaga keseimbangan.
- Kekurangan vitamin B6 dan B9 dapat mengakibatkan suasana hati mudah berubah, kurang bersemangat, serta perubahan tekstur dan warna lidah jadi lebih pucat.
- Kekurangan vitamin B12 yang tidak ditangani dapat menyebabkan komplikasi serius pada sistem saraf, sehingga membuat tubuh tidak stabil dan mudah jatuh.
- Kekurangan vitamin C bisa menurunkan daya tahan tubuh, mudah terkena infeksi, dan luka jadi lebih lama sembuh.
Cara Memenuhi Kebutuhan Vitamin untuk Cegah Anemia
Selain dari suplemen zat besi anak, agar terhindari dari bahaya anemia, pastikan kebutuhan vitamin dan zat besi harian si Kecil terpenuhi dengan baik. Berikut tips penuhinya, Bun:
- Sajikan berbagai makanan yang kaya zat besi dan vitamin.
- Ajak anak makan bersama keluarga agar lebih semangat.
- Hindari pemberian teh/kopi setelah makan karena bisa menghambat penyerapan zat besi.
- Lengkapi dengan susu pertumbuhan untuk bantu turunkan risiko anemia anak yang difortifikasi zat besi dan vitamin C.
Jangan lupa daftar jadi member Klub Generasi Maju sekarang untuk dapatkan akses gratis ke ratusan artikel parenting yang terverifikasi ahli, fitur pendukung tumbuh kembang anak, hingga konsultasi 24 jam bersama para ahli. Dengan jadi member, Bunda juga berkesempatan dapat hadiah menarik dari setiap pembelian produk SGM!