Facebook Pixel Code 14 Cara agar Anak Cepat Tinggi yang Efektif

14 Cara agar Anak Cepat Tinggi yang Efektif

Foto Reviewer dr. Marlisye Marpaung, M.Ked(Ped), Sp.A(K)

Disusun oleh: Tim Penulis

Ditinjau oleh: dr. Marlisye Marpaung, M.Ked(Ped), Sp.A(K)

Diterbitkan: 29 Maret 2023

Diperbarui: 22 September 2025

1 Tahun
Tumbuh Kembang
Cover Image of 14 Cara agar Anak Cepat Tinggi yang Efektif

 

Pernahkah Bunda bertanya-tanya, adakah cara agar anak cepat tinggi? Agar tidak keliru, simak cara tepat memaksimalkan penambahan tinggi badan anak di masa pertumbuhan!

Pertumbuhan Tinggi Badan Anak Usia 1-5 Tahun 

Secara umum, tinggi badan anak usia 1-2 tahun bertambah sekitar 10-15 cm per tahun dan usia 2-3 tahun bertambah sekitar 7-10 cm per tahun. 

Setelah usia 3 tahun, pertambahan tinggi badan cenderung lebih lambat, yakni sekitar 6-8 cm per tahun. Pertumbuhan tinggi badan akan terus stabil sampai sebelum masa pubertas. 

Selama dan setelah pubertas, pertambahan tinggi badan anak akan meningkat pesat kembali. 

Faktor yang Memengaruhi Tinggi Badan Anak

Ada banyak faktor yang menjadi penentu tinggi badan anak. Genetik disebut sebagai salah satu faktor terbesar. 

Meski begitu, tinggi badan antar saudara kandung bisa saja berbeda karena kombinasi gen yang tidak sama, Bun. Nah, secara garis besar, berikut faktor yang menentukan tinggi badan anak:

  • Genetik mengambil peran terbesar, yakni sekitar 80%, sebagai penentu tinggi badan anak. 
  • Faktor biologis, seperti hormon anak. 
  • Faktor lingkungan, seperti pola makan anak, asupan gizi harian anak, kebersihan lingkungan tempat tinggal, serta kejadian infeksi atau penyakit pada anak.
  • Faktor gizi ibu, seperti asupan gizi ibu saat hamil, kebiasaan merokok, maupun paparan zat berbahaya. 
  • Faktor sosial ekonomi, seperti pendapatan, pendudukan, serta pekerjaan keluarga.
  • Usia emas pertumbuhan anak yakni 1000 hari pertama kehidupan atau sejak di dalam kandungan sampai usia 2 tahun. 

Cara agar Anak Cepat Tinggi

Mengoptimalkan proporsi tubuh anak bisa dimulai sejak usia dini. Agar pertumbuhannya lebih optimal, berikut cara agar anak cepat tinggi yang bisa Bunda upayakan:

1. Perbanyak Makan Protein Hewani (Daging dan Telur)

Cara agar anak cepat gemuk dan tinggi bisa dengan memperbanyak konsumsi protein hewani. Kemenkes RI menganjurkan hal ini terutama dalam 2 tahun pertama usianya.

Protein hewani memiliki kualitas asam amino paling baik untuk pertumbuhan tinggi badan anak. Sebagai panduan, 30-35% dari 1 porsi piring makan sebaiknya terdiri dari sumber protein hewani, seperti daging dan telur.

Daging dan telur juga mengandung vitamin D, fosfor, asam lemak omega-3, selenium, zat besi, dan yodium yang penting untuk pertumbuhannya.

2. Konsumsi Makanan Tinggi Kalsium

Kalsium tidak langsung menambah tinggi badan, tapi berperan penting untuk membangun dan menjaga kepadatan tulang agar anak cepat tinggi. Contoh makanan sumber kalsium adalah:

  • Keju
  • Yogurt
  • Brokoli
  • Ikan tuna dan sarden
  • Susu pertumbuhan terfortifikasi kalsium

Baca Juga: Tinggi Badan Anak 1 Tahun yang Ideal dan Cara Cepat Tinggi

3. Cukupi Asupan Vitamin D

Vitamin D meningkatkan penyerapan kalsium. Keduanya bekerja sama untuk mendukung pertumbuhan tinggi dan kekuatan tulang yang optimal.

Sumber vitamin D terbaik adalah sinar matahari pagi sejak terbit sampai pukul 09.00 dan sore pukul 15.00 sampai matahari terbenam. Vitamin D juga bisa didapatkan dari makanan seperti:

  • Kuning telur.
  • Jamur.
  • Salmon.
  • Tuna kaleng .
  • Minyak ikan.
  • Hati sapi.

4. Optimalkan Asupan Zat Besi dan Vitamin C

Cara agar anak cepat gemuk dan tinggi selanjutnya adalah penuhi asupan zat besi. Pasalnya, defisiensi zat besi akan berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan anak.

Kurang zat besi juga membuat anak jadi cepat lemas dan tidak berenergi, sehingga mudah lelah saat beraktivitas fisik. Padahal, aktivitas fisik bisa membantunya cepat tinggi dan gemuk.

Sebaliknya, anak yang menerima tambahan asupan zat besi mengalami peningkatan laju pertambahan berat badan dan tinggi badan lebih cepat dari yang diharapkan.

Vitamin C juga tidak kalah penting untuk memaksimalkan penyerapan zat besi, kalsium, dan vitamin D untuk optimalkan pertumbuhan fisik si Kecil. 

5. Minum Susu Pertumbuhan

Susu adalah sumber kalsium dan protein yang bagus untuk menambah tinggi badan anak. Susu mengandung IGF-1, hormon yang penting untuk perkembangan tulang dan otot.

Berikanlah susu pertumbuhan yang bagus untuk tulang anak dengan kombinasi unik antara zat besi dan vitamin C, DHA 100% berkualitas, minyak ikan tuna, omega 3&6, vitamin D, kalsium, zinc, dan nutrisi penting lainnya untuk dukung tumbuh kembang maksimal si Kecil. 

6. Perbanyak Makan Buah, Sayur, dan Kacang-kacangan

Penelitian tahun 2019 menunjukkan pola makan tinggi protein sejak dini merupakan cara agar anak cepat tinggi asalkan diimbangi dengan konsumsi serat dan vitamin dari buah dan sayuran.

Berikanlah anak makan buah dan sayur yang kaya kalsium, seperti:

  • Jeruk.
  • Kiwi.
  • Nanas.
  • Brokoli.
  • Kubis Brussel.
  • Sawi.
  • Kangkung.
  • dan sayuran hijau lainnya. 

Kacang-kacangan seperti almond, pistachio, dan kenari juga kaya protein, kalsium, dan asam lemak omega-3 untuk kesehatan tulang dan sendi yang bisa bantu si Kecil tumbuh tinggi.

7. Tidur yang Cukup

Tahukah Bunda kalau memastikan anak tidur cukup setiap hari juga merupakan cara agar anak cepat tinggi?

Tidur bisa membuat anak cepat tinggi, karena hormon pertumbuhan (HGH) yang memengaruhi pertambahan tinggi badan bekerja optimal hanya saat tidur.

Jadi, pastikan si Kecil tidur cukup di masa emas pertumbuhannya. Idealnya, anak usia 1-2 tahun butuh tidur 11-14 jam sehari, yang termasuk 1-2 jam tidur siang.

8. Rutin Berenang

Kegiatan fisik yang rutin dilakukan si Kecil dapat memengaruhi pertumbuhan tinggi badannya. Nah, salah satu aktivitas fisik yang bisa jadi cara agar anak cepat tinggi adalah berenang.

Berenang membuat seluruh tubuh anak akan bergerak dan meregang secara alami, serta dapat memperkuat tulang anak, terutama tulang belakang. 

Efek ini pada akhirnya dapat membuat postur tubuh anak lebih tegap dan kokoh sehingga tampak lebih tinggi.

Baca Juga: Tinggi Badan Anak 1-5 Tahun yang Ideal Menurut WHO

9. Jogging Bersama

Jogging memiliki banyak manfaat untuk anak karena dapat memperkuat tulang di kaki yang membuat si Kecil bisa lebih mantap berdiri tegap sehingga terlihat lebih tinggi.

Olahraga juga membantu meningkatkan jumlah hormon HGH (human growth hormone) yang penting untuk mengoptimalkan pertumbuhan fisik di masa anak-anak dan pubertas. 

Bunda bisa mengajak Ayah untuk jogging bersama si Kecil. Tentunya si Kecil akan semakin semangat berolahraga jika ditemani dengan kedua orang tuanya.

10. Rutin Berjemur

Buat rutinitas berjemur setiap pagi cukup sekitar 15-20 menit di antara pukul 08.00-10.00 pagi sebagai cara agar anak cepat tinggi. 

Jangan lupa pakaikan si Kecil sunscreen untuk melindungi kulitnya dari sinar UV matahari. Sinar matahari penting untuk pembentukan vitamin D yang mendukung pembentukan tulang. 

Vitamin D juga dapat membantu tubuh si Kecil menyerap kalsium dari makanan yang sudah ia konsumsi sehingga proses pertumbuhan tinggi badannya menjadi lebih optimal.

11. Latihan Peregangan

Latihan peregangan memang terlihat sederhana, namun memiliki dampak besar untuk mendukung pertumbuhan badan anak supaya makin tinggi.

Ide aktivitas ini bisa membantu anak memanjangkan tulang belakang dan memperbaiki postur tubuhnya. Caranya mudah, ajak anak untuk duduk di lantai dengan kaki yang terbuka lebar.

Biarkan anak untuk memegang ujung jari kaki dengan kedua tangannya. Latihan ini bisa Bunda lakukan secara bertahap sesuai kemampuannya.

12. Latihan Bergelantungan

Latihan pull-up atau bergelantungan juga membantu pertumbuhan tulang belakang si Kecil semakin optimal agar ia bisa tumbuh tinggi dan tegap.

Latihan ini juga dapat memperkuat otot lengan dan punggung, serta membantu anak agar tubuhnya tetap bugar.

Namun, pastikan Bunda mengawasi si Kecil saat ia sedang latihan bergelantungan agar tidak terjatuh atau mencelakai anak, ya.

13. Bersepeda

Bentuk aktivitas lain yang jadi cara agar anak cepat tinggi adalah bersepeda.

Selain meningkatkan fungsi motorik kasar, bersepeda dapat meningkatkan kekuatan otot tungkai bawah yang bisa memperbaiki postur tubuh si Kecil. 

Bunda bisa mengajak si Kecil bersepeda secara teratur, setidaknya selama 30 menit setiap hari. Jangan lupa mengawasi anak saat bersepeda, ya!

14. Hindari Junk Food 

Agar berat dan tinggi badan si Kecil bertambah dengan cara yang sehat, hindari memberikan makan junk food

Makanan seperti mie instan, burger, kentang goreng, dan minuman soda memang bisa membuat anak gemuk karena tinggi kalori.

Sayangnya, kandungan gizi makanan-makanan ini sangat rendah dan justru sarat lemak jahat yang merugikan kesehatannya secara jangka panjang.

Baca Juga: Tinggi Badan Anak Stunting dan Bedanya dengan Anak Pendek

Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?

Menerapkan cara agar anak cepat tinggi saja tidak cukup bila tidak disertai dengan pemantauan rutin terkait tumbuh kembang si Kecil. 

Bunda, jangan tunda untuk konsultasi ke dokter bila anak menunjukkan tanda berikut ini:

  • Laju pertumbuhan melambat selama beberapa bulan berturut-turut. 
  • Tinggi badan anak berada di garis merah berdasarkan tabel standar antropometri dari Kemenkes RI.
  • Berat badan tidak kunjung bertambah selama berbulan-bulan meski asupan makan sudah cukup. 
  • Ada riwayat gangguan hormon dalam keluarga.

Nah, itu dia berbagai cara agar anak cepat tinggi yang bisa rutin Bunda lakukan. Cek juga pertumbuhan si Kecil secara berkala untuk memastikkannya berada di jalur yang tepat. 

Bunda juga bisa daftar jadi member Klub Generasi Maju sekarang untuk dapatkan akses gratis ke ratusan artikel parenting yang terverifikasi ahli, fitur pendukung tumbuh kembang anak, hingga konsultasi 24 jam bersama para ahli. Dengan jadi member, Bunda juga berkesempatan dapat hadiah menarik dari setiap pembelian produk SGM!

Informasi yang Wajib Bunda Ketahui

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Bunda

Temukan Topik Lainnya

SGM Eksplor Lebih Banyak Nutrisi

Image Banner SGM Eksplor Lebih Banyak Nutrisi