Kebutuhan zat besi bayi penting untuk dipenuhi setiap harinya demi menunjang tumbuh kembangnya. Ketahui kebutuhan yang optimal sampai cara meningkatkan kadar zat besi dalam tubuh bayi melalui ulasan berikut.
Kebutuhan Zat Besi Bayi Usia 6–12 Bulan
Berbeda usia, tentu berbeda juga kebutuhan zat besi bayi. Lalu, berapa banyak zat besi yang dibutuhkan bayi?
Mengacu pada Angka Kecukupan Gizi (AKG) tahun 2019 dari Kementerian Kesehatan, berikut rekomendasi asupan zat besi harian berdasarkan usia:
- 0 – 5 bulan adalah sebesar 0,3 mg per hari, yang dapat terpenuhi dari ASI.
- 6 – 11 bulan sebesar 11 mg per hari.
- 12 bulan sebesar 7 mg per hari.
Kebutuhan zat besi pada bayi usia 0-6 bulan masih bisa dipenuhi dari ASI. Namun menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), bayi butuh tambahan zat besi di umur mulai dari 6 bulan.
Ini karena di usia 0-6 bulan, kebutuhan zat besi bayi masih sedikit dan dapat dipenuhi hanya dari ASI. Kandungan zat besi dalam ASI pun mudah diserap oleh saluran cerna bayi.
Sementara setelah usia 6 bulan, pertumbuhan bayi sudah lebih pesat sehingga kebutuhan zat besi hariannya pun ikut meningkat untuk mendukung tumbuh kembangnya.
Baca Juga: Dampak Bayi Kekurangan Zat Besi dan Cara Mengatasinya
Apa yang Akan Terjadi Jika Bayi Kekurangan Zat Besi?
Mengingat ada banyak manfaat zat besi untuk bayi, tentu penting untuk memenuhi kebutuhan hariannya. Bayi yang kekurangan zat besi berisiko mengalami masalah kesehatan, seperti berikut:
1. Dampak Jangka Pendek Kekurangan Zat Besi pada Bayi
Kekurangan zat besi pada bayi dapat menyebabkan dampak jangka pendek yang muncul dalam waktu relatif cepat. Kondisi ini perlu diwaspadai karena memengaruhi kesehatan bayi secara menyeluruh.
Beberapa gejala yang sering terlihat antara lain bayi tampak lelah, lesu, atau kekurangan energi. Nafsu makan juga bisa menurun, membuat asupan nutrisi harian tidak tercukupi.
Selain itu, bayi bisa mengalami wajah pucat, napas pendek, serta gangguan tidur. Tanda-tanda ini menjadi sinyal penting bahwa bayi membutuhkan asupan zat besi yang cukup.
2. Risiko Anemia Defisiensi Zat Besi
Bayi yang kekurangan zat besi berisiko besar mengalami anemia. Anemia ini bisa terjadi ketika tubuh tidak punya sel darah merah yang cukup untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh.
Anemia pada bayi bisa menimbulkan gejala berbeda tergantung tingkat keparahannya. Namun umumnya, gejala anemia yang paling khas adalah kulit tampak pucat dan kelelahan.
Sementara tanda atau gejala lainnya termasuk detak jantung cepat, mudah rewel, penurunan nafsu makan, kuku rapuh, dan lidah sakit atau bengkak.
Akan tetapi, terkadang ada juga bayi yang mengalami anemia tanpa gejala apa pun. Anemia pada bayi tidak boleh disepelekan karena berisiko mengganggu tumbuh kembang dan membuatnya rentan terserang penyakit.
3. Dampak Jangka Panjang Akibat Bayi Kekurangan Zat Besi
Penelitian pada jurnal Nutrition Reviews menemukan, akibat bayi kekurangan zat besi berisiko menimbulkan dampak jangka panjang pada perkembangan otak dan perilaku.
Bayi mungkin mengalami keterlambatan bicara, gangguan motorik, gangguan kognitif, serta masalah sosial-emosional. Ini karena kekurangan zat besi di masa awal kehidupan dapat mengganggu proses penting dalam perkembangan otak yang terjadi sejak dini.
Alhasil, fungsi dan kerja saraf dalam tubuh bisa kurang bekerja optimal.
Baca Juga: 15 Makanan yang Mengandung Zat Besi dan Vitamin C untuk Bayi
Cara Meningkatkan Zat Besi pada Bayi
Kebutuhan zat besi bayi di bawah 5 bulan bisa terpenuhi dari ASI dan zat besi cadangan yang dibawa sejak bayi dalam kandungan. Namun untuk bayi 6-12 bulan, kebutuhan zat besi bisa dipenuhi dengan cara berikut:
1. Berikan Makanan Tinggi Zat Besi Minimal 2 Kali per Hari
Penting untuk memberikan makanan pendamping ASI (MPASI) yang tinggi zat besi minimal dua kali sehari. MPASI yang kaya zat besi membantu memenuhi kebutuhan nutrisi bayi yang sedang tumbuh.
Berikut adalah beberapa jenis makanan beserta takarannya menurut IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia):
- Daging sapi cincang 28 g (mengandung 0,8 mg zat besi)
- Daging kambing 28 g (mengandung 1 mg zat besi)
- Hati ayam 28 g (mengandung 3,6 mg zat besi)
- Hati sapi 28 g (mengandung 1,7 mg zat besi)
- Bayam 28 g atau kurang lebih 3 ikat (mengandung 1 mg zat besi)
- Brokoli 28 g atau kurang lebih 9 kuntum (mengandung 0,2 mg zat besi)
2. Kombinasi dengan Vitamin C
Bunda dapat meningkatkan penyerapan zat besi dengan mengombinasikan makanan kaya zat besi dan vitamin C. Kombinasi ini penting, terutama saat memberikan MPASI dari sumber nabati.
Vitamin C berperan membantu tubuh menyerap zat besi lebih optimal. Oleh karena itu, konsumsi zat besi bersama vitamin C bisa membuat manfaatnya lebih maksimal.
Buah-buahan seperti jeruk, pepaya, dan tomat bisa diberikan bersamaan dengan MPASI. Cara ini efektif untuk mendukung kebutuhan zat besi harian si Kecil.
3. Utamakan Sumber Zat Besi dari Protein Hewani
Utamakan sumber zat besi heme, yang berasal dari protein hewani, karena lebih mudah diserap oleh tubuh dibandingkan zat besi non-heme. Daging merah, hati, ikan, dan daging ayam adalah sumber zat besi yang sangat baik.
Mengutamakan zat besi heme dapat membantu bayi mendapatkan manfaat maksimal dari asupan zat besi yang diberikan. Sumber zat besi non-heme seperti sayuran dapat dijadikan pelengkap untuk MPASI si Kecil.
4. Hindari Makanan yang Menghambat Penyerapan Zat Besi
Selain memastikan makanan si Kecil mengandung zat besi tinggi, perhatikan juga jenis makanan dan minuman yang dapat menghambat penyerapan zat besi.
Hindari memberikan teh, susu sapi murni, dan makanan tinggi serat bersamaan dengan makanan yang kaya zat besi.
Memperhatikan asupan harian si Kecil memang jadi salah satu kunci memenuhi kebutuhan zat besi bayi. Bunda juga bisa menggunakan Kalkulator Zat Besi untuk mengukur risiko kekurangan zat besi pada buah hati secara berkala.
Daftar jadi member Klub Generasi Maju sekarang untuk dapatkan akses gratis ke ratusan artikel parenting yang terverifikasi ahli, fitur pendukung tumbuh kembang anak, hingga konsultasi 24 jam bersama para ahli. Dengan jadi member, Bunda juga berkesempatan dapat hadiah menarik dari setiap pembelian produk SGM!