Kombinasi asupan asam folat dan zat besi untuk ibu hamil ada banyak manfaatnya. Kedua zat gizi ini bisa membantu mencegah anemia pada ibu hamil sekaligus mencegah risiko cacat lahir pada bayi.
Manfaat Asam Folat dan Zat Besi untuk Ibu Hamil
Bunda membutuhkan asupan gizi yang lebih banyak selama masa kehamilan, terutama asam folat dan zat besi. Apa saja manfaatnya?
1. Mencegah Cacat Tabung Saraf pada Janin
Ibu hamil perlu mencukupi asupan asam folat sejak trimester pertama untuk mencegah cacat tabung saraf pada bayi. Tabung saraf adalah cikal bakal otak dan sumsum tulang belakang yang mulai terbentuk di minggu ke-4 kehamilan.
Kekurangan asam folat dapat menyebabkan tabung saraf tidak menutup sempurna yang berisiko menimbulkan cacat lahir seperti spina bifida dan anencephaly (kondisi bayi lahir tanpa bagian otak depan yang penting untuk berpikir, belajar, dan bergerak)
Untuk mencegahnya, disarankan berkonsultasi dengan dokter untuk mengonsumsi suplemen asam folat sejak satu bulan sebelum merencanakan kehamilan hingga usia kehamilan 2–3 bulan.
Baca Juga: Kebutuhan Asam Folat Ibu Hamil di Setiap Trimester
2. Mencegah Anemia saat Hamil
Kombinasi asupan asam folat dan zat besi untuk ibu hamil berperan penting dalam produksi sel darah merah yang sehat.
Penelitian menunjukkan, konsumsi vitamin prenatal kombinasi zat besi dan asam folat dapat menurunkan atau bahkan mencegah risiko anemia pada ibu hamil.
Dalam kasus parah, anemia dapat meningkatkan risiko komplikasi persalinan seperti tumbuh kembang janin terhambat (IUGR), bayi lahir prematur, ketuban pecah dini, perdarahan setelah melahirkan, hingga keguguran.
Anemia selama kehamilan juga dapat menurunkan kadar zat besi pada ASI.
3. Mendukung Pertumbuhan dan Perkembangan Otak Janin
Asam folat dan zat besi sangat penting selama kehamilan karena berpengaruh besar pada perkembangan otak bayi.
Asam folat membantu mencegah cacat tabung saraf yang dapat memengaruhi otak dan sumsum tulang belakang.
Sementara zat besi dibutuhkan untuk pembentukan sel darah merah, mencegah anemia, dan mendukung kemampuan kognitif bayi.
4. Mendukung Produksi Hemoglobin
Zat besi adalah komponen utama dalam pembentukan hemoglobin, protein yang membawa oksigen dalam darah.
Selama kehamilan, bayi yang belum lahir (janin) bergantung pada Bunda untuk mendapatkan nutrisi dan oksigen yang disalurkan melalui plasenta dan tali pusat.
Hemoglobin yang cukup penting untuk menjamin pasokan oksigen dan nutrisi optimal bagi janin.
5. Menjaga Daya Tahan Tubuh Bunda saat Hamil
Selama hamil, daya tahan tubuh ibu bisa menurun karena perubahan hormon dan kebutuhan gizi yang meningkat.
Zat besi membantu menjaga energi, mencegah lelah, pusing, dan meningkatkan konsentrasi. Asam folat juga penting karena membantu pembentukan sel darah putih yang melawan infeksi.
Maka itu, penting untuk memenuhi asupan zat besi dan asam folat untuk ibu hamil.
6. Mengurangi Risiko Kelahiran Prematur
Kekurangan zat besi dan asam folat saat hamil dapat meningkatkan risiko gangguan pada perkembangan janin, seperti berat badan lahir rendah (BBLR) dan kelahiran prematur.
Selain itu, nutrisi ini berperan penting dalam mendukung pembentukan plasenta yang sehat serta memastikan aliran darah ke janin tetap optimal.
Dengan asupan yang cukup, peluang bayi lahir dalam kondisi sehat dan cukup bulan pun semakin besar.
Baca Juga: 5 Kebutuhan Gizi yang Harus Dipenuhi Ibu Hamil
Kebutuhan Zat Besi dan Asam Folat Harian Ibu Hamil
Kementerian Kesehatan Indonesia telah menetapkan rekomendasi asupan zat besi dan asam folat harian saat hamil lewat pedoman AKG 2019. Berikut detailnya:
- Trimester 1: 18 mg zat besi per hari dan 600 mikrogram (mcg) asam folat per hari.
- Trimester 2: 27 mg zat besi per hari dan 600 mikrogram (mcg) asam folat per hari.
- Trimester 3: 27 mg zat besi per hari dan 600 mikrogram (mcg) asam folat per hari.
Setiap ibu hamil memiliki kebutuhan zat gizi yang berbeda. Konsultasi dengan dokter akan membantu menyesuaikan asupan zat besi dan folat sesuai kondisi kesehatan dan usia kehamilan.
Sumber Makanan Kaya Asam Folat dan Zat Besi untuk Ibu Hamil
Kebutuhan asam folat dan zat besi bisa dipenuhi dengan asupan makanan. Apa saja sumbernya?
1. Sumber Asam Folat
Asam folat kerap dijumpai pada sumber makanan nabati. Berikut daftar makanan kaya asam folat yang perlu Bunda konsumsi.
- Sayuran hijau: bayam, brokoli, asparagus, kol.
- Buah-buahan: jeruk, alpukat, lemon, pepaya, pisang.
- Kacang-kacangan: Kacang merah dan kacang arab.
Untuk bantu penuhi asupan asam folat harian, Ibu juga bisa mengonsumsi sereal dan produk makanan yang difortifikasi.
2. Sumber Zat Besi
Sumber zat besi terbaik umumnya berasal dari sumber hewani. Pasalnya, sumber hewani mengandung jenis zat besi heme yang lebih mudah diserap tubuh. Namun, ada pula sayur dan buah sumber zat besi, apa saja?
- Daging merah dan unggas: daging ayam, sapi, kambing.
- Ikan dan makanan laut: cakalang, sarden, salmon.
- Sayuran berdaun hijau: brokoli, kale, bayam.
- Kacang-kacangan dan biji-bijian: kacang merah, kacang arab, mete, biji labu.
Cara Konsumsi Asam Folat dan Zat Besi Untuk Ibu Hamil
Cara konsumsi asam folat dan zat besi penting untuk meningkatkan penyerapannya. Hal ini membantu memenuhi kebutuhan harian bagi ibu hamil. Bagaimana caranya?
1. Konsumsi Vitamin C untuk Meningkatkan Penyerapan Zat Besi
Untuk membantu penyerapan zat besi, pastikan Bunda konsumsi makanan yang tinggi vitamin C.
Perlu Bunda tahu, vitamin C berinteraksi dengan zat besi sehingga lebih mudah diserap usus. Penelitian pun membuktikan, kadar zat besi di tubuh naik setelah konsumsi vitamin C.
2. Hindari Teh dan Kopi Saat Mengonsumsi Zat Besi
Teh dan kopi sebaiknya dihindari saat atau sesaat setelah konsumsi makanan yang mengandung zat besi. Penyerapan asam folat dan zat besi pada ibu hamil dapat terhambat jika dikonsumsi bersamaan dengan teh atau kopi.
Teh dan kopi mengandung kafein, flavonoid, serta tanin—senyawa yang diketahui mengganggu penyerapan zat besi di usus. Akibatnya, efektivitas asupan nutrisi penting ini bisa menurun secara signifikan.
3. Minum Susu Hamil Tinggi Zat Besi dan Asam Folat
Minum susu hamil bisa bantu lengkapi kebutuhan zat gizi harian Bunda yang mungkin tidak dapat dicukupi dari makanan.
SGM Bunda High-Iron adalah susu untuk ibu hamil dan menyusui yang tinggi zat besi & asam folat, juga diperkaya DHA, minyak ikan tuna, sekaligus sumber protein, dan tidak bikin mual. Dukung nutrisi lengkap untuk pertumbuhan & perkembangan janin.
Kadar zat besi per 1 gelas susu SGM Bunda (250 ml) bisa bantu cukupi 25% kebutuhan zat besi dan 20% kebutuhan folat selama hamil.
4. Konsumsi Suplemen Asam Folat dan Zat Besi
Ternyata, suplemen zat besi ibu hamil dan asam folat diperlukan untuk berbagai kondisi kehamilan, apa saja?
- Ibu hamil kembar.
- Ibu dengan jarak kehamilan pendek.
- Menstruasi deras sebelum hamil.
- Sering muntah akibat morning sickness.
Kebutuhan asam folat dan zat besi untuk ibu hamil juga bisa dipenuhi dengan mengonsumsi suplemen.
WHO merekomendasikan dosis suplemen zat besi sebanyak 30–60 mg zat besi elemental dan 400 mcg atau 0,4 mg asam folat. Jangan lupa konsultasikan dulu dengan dokter Bunda.
Asupan asam folat dan zat besi untuk ibu hamil perlu dipenuhi. Dengan dua kandungan gizi ini, ibu hamil dan janin bisa terhindar dari berbagai komplikasi yang membahayakannya di kemudian hari.
Daftar jadi member Klub Generasi Maju sekarang untuk dapatkan akses gratis ke ratusan artikel parenting yang terverifikasi ahli, fitur pendukung tumbuh kembang anak, hingga konsultasi 24 jam bersama para ahli. Dengan jadi member, Bunda juga berkesempatan dapat hadiah menarik dari setiap pembelian produk SGM!