Janin 6 minggu berarti kehamilan mulai memasuki bulan kedua di trimester pertama. Pada minggu ini, tanda-tanda hamil akan makin jelas dan perkembangan janin juga semakin pesat.
Perkembangan Janin di Minggu ke-6 Kehamilan
Janin 6 minggu menunjukkan perkembangan pesat di awal trimester pertama. Di minggu ini, detak jantung mulai terdengar dan bentuk tubuh janin makin jelas. Berikut penjelasannya:
1. Ukuran Janin
Pada usia 6 minggu, janin sudah sebesar kacang polong. Ukurannya mencapai 0,5 cm–0,6 cm dari kepala hingga bokongnya.
Tubuh janin 6 minggu mulai melengkung seperti huruf C dan muncul tonjolan kecil yang nantinya akan tumbuh menjadi lengan.
Janin juga telah memiliki tulang belakang dengan bentuk memanjang, ujungnya menyerupai ekor kecil. Bentuk ini perlahan akan hilang dan berubah dalam waktu beberapa pekan.
2. Jantung Mulai Berdetak
Apakah janin usia 6 minggu sudah memiliki detak jantung? Ya, jantungnya sudah mulai dapat berdetak dan bisa terdeteksi lewat pemeriksaan USG. Saat ini ukuran jantung janin tidak lebih besar dari biji wijen.
Normalnya, detak jantung janin pada usia ini adalah 110 detak per menit. Namun, ada pula beberapa janin 6 minggu memiliki detak jantung 160 kali per menit.
Tak hanya itu, organ ini juga mulai mengalirkan darah melalui sistem peredaran darah bayi yang sedang berkembang.
3. Tungkai Janin Tumbuh
Di minggu ini, tungkai janin mulai tumbuh. Namun belum tampak utuh sempurna, masih hanya berupa tonjolan mirip kecebong.
Karena bentuk tungkainya masih tertekuk dan belum lurus, panjang tungkainya sulit diukur. Ayah Bunda hanya mengetahui ukuran tubuhnya dari kepala ke bokong.
Selain tonjolan tungkai dan lengan, janin 6 minggu juga memiliki tonjolan saraf tabung yang sudah tertutup. Saraf tabung merupakan struktur awal yang akan berkembang menjadi otak dan sumsum tulang belakang.
4. Wajah Bayi Mulai Terbentuk
Wajah si Kecil mulai terbentuk di usia kehamilan 6 minggu. Pipi, dagu, dan rahang mulai terbentuk dan terlihat saat pemeriksaan.
Pemeriksaan juga akan memperlihatkan titik-titik tempat mata dan lubang hidung akan terbentuk. Selain itu, telinga bayi akan mulai terlihat muncul ditandai dengan lekukan kecil di sisi kepala.
Tak hanya wujudnya, sistem penciuman pada hidung dan sistem penglihatan pada lensa mata juga sudah terbentuk.
5. Organ Tubuh Mulai Terbentuk
Janin 6 minggu menunjukkan pembentukan berbagai organ tubuh. Sel-sel tubuhnya semakin berkembang dan memiliki informasi genetik yang beragam agar organ tubuh berkembang dengan optimal.
Sel-sel tersebut membantu pembentukan kulit, mata, liver, paru‑paru, saluran cerna, ginjal, dan berbagai kelenjar.
Perkembangan ini terus berlanjut, sebagian besar organ dan sistem di tubuh janin mulai terbentuk hingga minggu ke-8.
Sejak usia 6 minggu, Ayah Bunda ingin tahu kapan si Kecil lahir? Hitung perkiraan hari kelahiran si Kecil dengan mudah di Kalkulator Kehamilan, gratis!
6. Otak & Sistem Saraf Mulai Berkembang
Di usia ini, tabung saraf janin sudah tertutup. Artinya, otak, sumsum tulang belakang, dan sistem saraf sudah mulai berkembang.
Di usia ini, sel saraf pertama pada janin akan muncul. Tabung saraf akan membentuk otak di bagian depan dan sumsum tulang belakang di bagian posterior atau belakang.
Hingga minggu ke-8, bagian otak akan tumbuh menjadi struktur yang lebih jelas, seperti otak tengah dan otak belakang.
Tanda dan Gejala Kehamilan yang Bunda Rasakan
Di awal kehamilan, sebagian besar ibu hamil mulai menyadari berat badannya bertambah agak banyak. Bunda juga merasakan lebih banyak tanda-tanda kehamilan daripada minggu-minggu sebelumnya.
1. Morning Sickness
Pada kehamilan minggu ke-6, hormon kehamilan meningkat untuk mendukung proses perkembangan janin. Inilah yang membuat ibu hamil jadi sering merasa mual.
Disebut morning sickness karena keluhan ini sering muncul pada pagi hari. Namun, mual dan muntah juga bisa dirasakan kapan saja.
Tenang, mual dan muntah saat hamil muda lumrah terjadi. Untuk mengurangi rasa seperti sekarang ini, Bunda bisa mencoba dengan makan dengan porsi kecil, namun sering.
2. Sering Buang Air Kecil
Saat usia janin 6 minggu, Bunda sering buang air kecil.
Meski perut belum tampak membesar, rahim akan membesar seiring pertambahan berat janin. Ini dapat menekan kandung kemih sehingga Bunda sering buang air kecil.
Terlebih, hormon kehamilan hCG (human chorionic gonadotropin) juga membuat Bunda sering buang air kecil. Hormon ini meningkatkan aliran darah ke ginjal untuk membuang kotoran Bunda dan bayi.
3. Nyeri Payudara
Nyeri payudara juga kerap dialami ibu saat hamil janin 6 minggu. Biasanya, payudara akan terasa lebih lembut dan membengkak sehingga terasa sakit saat disentuh.
Kondisi ini terjadi akibat perubahan hormon sebagai persiapan untuk menghasilkan ASI saat mulai menyusui nanti.
Tak hanya itu, ukuran payudara Bunda juga akan membesar, lebih berat, dan terasa penuh. Untuk itu, Bunda disarankan mengganti bra dengan ukuran yang lebih besar agar nyaman saat dikenakan.
4. Merasa Lelah
Selama usia kehamilan minggu ini, ibu hamil biasanya akan merasa mudah lelah.
Hingga saat ini, belum diketahui penyebab pasti kelelahan. Namun, para ahli menduga kenaikan hormon progesteron dan perkembangan janin merupakan penyebab utama kelelahan.
Tidak perlu khawatir jika ini terjadi. Pasalnya, ini adalah kondisi yang sangat normal pada masa perkembangan janin usia 6 minggu.
5. Nyeri Ulu Hati (Heartburn)
Sebagian besar bumil mungkin merasakan sensasi terbakar pada dada dan ulu hati atau dikenal dengan istilah heartburn.
Untuk mengurangi dan mencegah heartburn, Bunda bisa melakukan hal-hal di bawah ini:
- Jangan langsung berbaring setelah makan.
- Batasi atau hindari konsumsi makanan berlemak, pedas, makanan yang digoreng, makanan berbumbu kuat atau tajam.
- Makan dalam porsi kecil.
- Saat tidur, posisikan kepala lebih tinggi dari badan.
6. Penciuman dan Perasa Lebih Sensitif
Saat hamil janin 6 minggu, Bunda mungkin merasa lebih sensitif dengan aroma atau rasa tertentu.
Bahkan, Bunda seketika memiliki kesukaan wangi dan makanan yang berbeda. Bunda juga terkadang merasakan sensasi seperti mengisap logam di mulut.
Kondisi ini terjadi akibat kenaikan hormon estrogen pada trimester awal kehamilan. Diketahui, estrogen berperan dalam mengatur sensasi rasa dan bau.
7. Sakit Kepala
Tak jarang, di usia kehamilan ini, ibu hamil juga sering sakit kepala. Penyebabnya belum diketahui pasti, tetapi kenaikan volume darah dan lonjakan bisa menjadi pemicunya.
Sensasi sakit kepala yang muncul, di antaranya nyeri tumpul, mata terasa tegang, dan nyeri di bagian sekitar dahi dan hidung atau area sinus.
Pada ibu hamil, sakit kepala sinus bisa terjadi akibat hidung tersumbat atau meler. Terlalu sering muntah saat morning sickness hingga dehidrasi juga bisa memicu sakit kepala.
Cara Menjaga Kesehatan Janin dan Bumil di 6 Minggu Kehamilan
Selama kehamilan, Bunda perlu menjaga kesehatan dengan baik agar perkembangan janin tetap optimal. Berikut sederet cara menjaga kesehatan janin dan ibu hamil di usia kehamilan 6 minggu, yakni:
1. Menerapkan Pola Makan Bergizi Seimbang
Salah satu cara menjaga kesehatan janin dan bumil adalah memastikan asupan yang dikonsumsi adalah makanan bergizi.
Pastikan dalam setiap sepiring nasi terdapat karbohidrat, lemak sehat, protein hewani, serta sayur dan buah.
Meski merasa tidak berselera dengan makanan sehat, cobalah untuk tetap mengonsumsinya agar kebutuhan gizi Bunda dan si Kecil tetap terpenuhi.
2. Jaga Asupan Zat Besi Harian
Saat hamil janin 6 minggu, penuhi asupan zat besi harian sebanyak 220 miligram per hari. Dapatkan asupan zat besi dari daging merah, sayur-sayuran hijau, telur, dan ikan.
Untuk mempercepat penyerapan zat besi, konsumsi asupan kaya zat besi, seperti jeruk, brokoli, tomat, dan stroberi.
Kekurangan zat besi pada ibu hamil bisa menyebabkan anemia. Efeknya, anak juga mengalami anemia hingga mengganggu tumbuh kembang fisik dan kognitifnya. Anemia juga memicu lahir prematur hingga depresi pascapersalinan.
3. Perbanyak Konsumsi Asam Folat
Sejak positif hamil, Bunda perlu konsumsi asupan kaya asam folat setiap hari, minimal selama 12 minggu pertama kehamilan, bahkan sejak merencanakan kehamilan.
Asam folat penting untuk mendukung proses perkembangan tabung saraf sehingga mengurangi risiko cacat tabung saraf, seperti spina bifida atau sumsum tulang belakang bayi gagal berkembang.
Sumber asam folat bisa ditemukan dalam sayuran berwarna hijau, daun-daunan, buncis, dan kacang merah. Bila perlu, konsumsi suplemen asam folat dengan dosis 0,4 miligram.
Baca Juga: 11 Rekomendasi Makanan Sehat untuk Ibu Hamil dan yang Harus Dihindari
4. Minum Susu Hamil Terfortifikasi
Selain dari konsumsi makanan sehat, Bunda perlu mendapat asupan asam folat dan kalsium serta nutrisi penting lainnya lewat dampingan susu hamil.
SGM Bunda High-Iron adalah susu untuk ibu hamil dan menyusui yang tinggi zat besi & asam folat, juga diperkaya DHA, minyak ikan tuna, sekaligus sumber protein.
Dukung nutrisi lengkap mengoptimalkan pertumbuhan & perkembangan janin, lezatnya tidak bikin mual.
5. Minum Suplemen Prenatal
Suplemen ini mengandung berbagai vitamin dan mineral yang penting untuk menjaga kesehatan dan mengurangi risiko berbahaya bagi ibu hamil dan janin 6 minggu.
Suplemen prenatal biasanya terdiri dari asam folat, zat besi, kalsium, vitamin D, DHA, dan yodium. Idealnya, Bunda perlu mengonsumsi vitamin prenatal sejak 1–3 bulan sebelum mencoba hamil.
Meski perlu dikonsumsi ibu hamil secara umum, ada beberapa kondisi kehamilan yang membuat Bunda lebih memerlukan vitamin prenatal, yaitu bumil anemia, kekurangan gizi, hamil kembar, dan sering muntah-muntah.
6. Tetap Olahraga Ringan & Istirahat
Hamil janin 6 minggu bukan menjadi halangan untuk olahraga. Faktanya, Bunda tetap perlu olahraga 150 menit per pekan atau 30 menit per hari, sama seperti saat sebelum hamil.
Bunda bisa memilih olahraga yoga hamil, jalan cepat, atau berenang. Olahraga penting untuk meredakan sakit kepala, meningkatkan mood, dan meningkatkan kualitas tidur.
Bila tidur cukup, Bunda akan mendapatkan istirahat yang cukup. Jadi, Bunda tidak mudah lelah dan tetap terasa bugar sepanjang hari.
7. Hindari Alkohol, Kafein, dan Rokok
Konsumsi alkohol saat hamil bisa memicu masalah Fetal Alcohol Syndrome (FAS) pada janin. Kondisi ini menyebabkan cacat lahir, disabilitas intelektual, dan berat badan lahir rendah.
Rokok pun menghambat aliran darah yang berisi oksigen dan nutrisi dari ibu hamil menuju janin. Konsumsi kafein bisa menghambat penyerapan zat besi.
Tak hanya itu, kafein berlebih juga berkaitan dengan risiko keguguran, berat bayi lahir rendah, dan berbagai komplikasi saat hamil.
Pemeriksaan di Minggu Ke-6 Kehamilan
Apakah janin 6 minggu terlihat di USG? Ya, dokter bisa mendeteksi embrio melalui USG sejak janin usia 6 pekan. Embrio nantinya akan berkembang menjadi janin saat berusia 8 minggu.
Lantas, kapan bisa melihat jantung berdetak? Detak jantung janin bisa terlihat di USG juga saat usianya mencapai 6 minggu. Namun, detak akan lebih mudah terdeteksi pada usia kehamilan 6,5–7 minggu.
Pemeriksaan kehamilan dilakukan dengan USG abdominal atau USG transvaginal. USG abdominal idealnya dilakukan saat usia kehamilan 12 minggu, tapi bisa mendeteksi detak jantung janin sejak 6,5–7 minggu.
USG transvaginal bisa mendeteksi detak jantung sejak usia janin 5,5–6 minggu. Pemeriksaan ini sering digunakan di awal kehamilan untuk melihat embrio dan usia kehamilan lebih jelas.
Kapan Harus Waspada
Apabila Bunda hamil janin 6 minggu, waspada dan segera temui dokter bila mengalami kondisi berikut:
- Sakit kepala tak tertahankan dan semakin parah
- Pingsan
- Penglihatan berubah
- Demam tinggi 38°C ke atas
- Pembengkakan ekstrem di tangan atau wajah
- Sulit bernapas
- Muncul pikiran ingin menyakiti diri atau janin
- Nyeri dada dan detak jantung cepat
- Mual dan muntah hebat
- Nyeri perut tak kunjung hilang
Nah, itu dia berbagai informasi seputar perkembangan janin 6 minggu serta perubahan tubuh yang umum dialami Bunda. Pastikan untuk menjaga diri Bunda, serta tumbuh kembang dan kesehatan janin di masa ini, ya!
Lalu, akan seperti apa, ya, perkembangan janin di minggu ke-7 nanti?
Daftar jadi member Klub Generasi Maju sekarang untuk dapatkan akses gratis ke ratusan artikel parenting yang terverifikasi ahli, fitur pendukung tumbuh kembang anak, hingga konsultasi 24 jam bersama para ahli. Dengan jadi member, Bunda juga berkesempatan dapat hadiah menarik dari setiap pembelian produk SGM!