Memasuki usia kehamilan 27 minggu, janin mengalami banyak perkembangan penting, mulai dari otak hingga sistem pernapasan. Agar kandungan kuat, si Kecil sehat hingga lahir dan begitu pula Bunda, yuk cari tahu selengkapnya!.
Perkembangan Janin 27 Minggu
Memasuki akhir trimester 3, janin sudah semakin besar, organnya berkembang semakin sempurna, dan responnya semakin peka.
1. Ukuran dan Bentuk Janin
Pada usia ini, janin umumnya sudah mencapai 36,6 cm dan memiliki berat badan sekitar 0,91 kg. Jika digambarkan, ukuran janin akan nampak seperti kembang kol.
Sebelumnya, janin masih tampak berkerut dan kulitnya berlipat-lipat. Semenjak bertambah besar, lipatan kulitnya dipenuhi lemak, organnya semakin sempurna, dan tubuhnya semakin siap untuk lahir.
Ingin tahu kapan si Kecil lahir? Yuk, hitung dengan Kalkulator Kehamilan, gratis lho Bun!
2. Perkembangan Otak dan Sistem Saraf
Di usia janin ini, aktivitas otaknya sudah mulai terdeteksi. Bentuk otaknya pun sudah semakin kompleks. Di mana baik bagian sumsum tulang belakang, bahkan otak sudah semakin matang.
Karena bagian otaknya sudah semakin berkembang, kepekaan indra janin 27 minggu semakin meningkat.
Si Kecil pun semakin peka terhadap rangsangan cahaya, suara, dan sentuhan dari luar. Pekan ini cocok untuk Ayah Bunda yang ingin komunikasi dengan janin.
3. Perkembangan Paru-Paru
Paru-paru janin usia 27 minggu sudah berfungsi sebagai organ pernapasan.
Paru-paru pun sudah menghasilkan cairan yang bernama surfaktan. Gunanya, permukaan kantung udara paru-paru atau alveolus tidak runtuh atau kolaps saat janin bernapas.
Alveolus juga penting untuk mendukung pernapasan setelah lahir.
4. Perkembangan Jantung dan Sistem Peredaran Darah
Bila Ayah menempelkan telinga ke perut Bunda, detak jantung janin sudah terdengar dari luar.
Walaupun detak jantungnya semakin terasa, jumlah detak berkurang, yakni sebanyak 140 detak per menit. Sebelumnya, detaknya mencapai 160 per menit.
5. Perkembangan Sistem Pencernaan
Tak hanya bagian otak, pencernaan janin 27 minggu juga sudah berkembang lebih sempurna.
Janin mulai memiliki refleks mengisap dan saluran pencernaannya juga belajar berkontraksi. Karena pencernaannya sudah semakin berkembang, janin pun mulai buang air besar dalam bentuk mekonium.
Lambung Selain itu, dengan melakukan gerakan peristaltik, janin sudah bisa mendorong cairan ketuban ke usus.
6, Perkembangan Kulit dan Lemak Tubuh
Kulit bayi tampak semakin kenyal dan kencang karena bertambahnya kadar lemak. Lemak ini berfungsi untuk menjaga suhu tubuh janin setelah ia lahir. Dulunya, kulit tampak berlipat-lipat dan berkerut.
Kulitnya sudah tidak lagi tipis dan transparan, bahkan sekarang sudah ada warna pigmennya.
7. Aktivitas dan Gerakan Janin
Otot-ototnya sudah semakin berkembang Pada usia ini, gerakan tubuh bayi seperti tendangan akan semakin terasa. Pasalnya, otot bayi sudah semakin berkembang, Bun.
Gerakan janin terasa seperti ada pola yang beritme. Gerakan ini kemungkinan besar merupakan cegukan.
Menjelang trimester 3, Bunda dianjurkan mulai menghitung gerakan janin dalam rentang 2-3 jam di waktu yang telah ditentukan. Bila gerakannya kurang dari 10, Bunda harus temui dokter.
Perubahan Bunda di Usia Kehamilan 27 Minggu
Untuk mengikuti tumbuh kembang janin 27 minggu, tubuh Bunda tentu harus beradaptasi sehingga ada perubahan yang bisa dirasakan. Apa saja?
1. Perubahan Tubuh Bunda dan Gejala yang Umum Lainnya
Berat badan Bunda semakin naik. Perut terasa penuh, kembung, dan sembelit. Kondisi ini terjadi karena janin menekan perut dan adanya perubahan kadar hormon progesteron.
Beberapa gejala umum yang kerap dijumpai, yaitu:
- Letih
- Timbul stretch marks
- Gusi bengkak dan berdarah
- Nyeri di samping perut
- Ambeien
- Sakit kepala
- Sakit punggung.
- Mimisan.
- Maag.
- Kram kaki.
- Pusing.
- Rambut lebih tebal.
- Timbul bercak cokelat di wajah.
- Kaki kesemutan dan tak bisa berhenti bergerak.
Bunda juga bisa mengalami pembengkakan di kaki, tangan, dan pergelangan kaki sebagai akibat peningkatan aliran darah dan rahim yang menekan pembuluh darah.
2. Perubahan Emosi dan Mental
Memasuki usia janin 27 minggu, Bunda tentu juga sering mengalami mood yang naik-turun akibat kelelahan dan perubahan hormonal.
Meski begitu, emosi memang terasa lebih stabil saat di trimester 2. Memasuki usia kehamilan ini, bunda bisa mulai merasa lebih dekat dan terhubung secara emosional dengan si Kecil.
Namun, ada pula ibu hamil yang merasakan stres dan cemas akibat mulai mempersiapkan kelahiran dan menjadi orang tua.
Cara Merawat Kehamilan agar Janin 27 Minggu Tumbuh Optimal
Agar janin 27 minggu dan Bunda tetap sehat seterusnya, ada beberapa hal yang perlu dijalani. Lakukanlah secara konsisten untuk mendapatkan manfaat jangka panjang.
1. Jaga Pola Makan Sehat
Penuhi kebutuhan dengan mengonsumsi makanan pokok berkarbohidrat, lauk-pauk nabati dan hewani tinggi protein, sayur-buah tinggi vitamin dan mineral, serta lemak sehat kaya omega-3.
Pastikan ibu hamil mendapatkan asupan nutrisi untuk tumbuh kembang janin, yaitu sam folat, zat besi, kalsium, vitamin D, zinc, dan yodium yang mencukupi.
Batasi garam untuk mencegah hipertensi dan preeklampsia. Kurangi gula agar kadar gula darah dan berat badan tetap terkontrol.
Jangan konsumsi makanan mentah agar terhindar dari infeksi parasit yang membahayakan Bunda dan janin.
2. Jaga Asupan Asam Folat
Menurut Angka Kecukupan Gizi (AKG) 2019, ibu hamil trimester kedua disarankan mengonsumsi 600 mikrogram asam folat per hari.
Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan kebutuhan sebelum hamil yang hanya sekitar 400 mikrogram per hari.
3. Lanjutkan Konsumsi Zat Besi
Saat usia janin 27 minggu, tubuh ibu memproduksi darah lebih banyak hingga 35 persen zat besi atau setara dengan 450 mg.
Sel Zat besi dibutuhkan untuk membawa sel darah merah ke seluruh tubuh yang berfungsi untuk mengangkut oksigen untuk janin.
Untuk memenuhi kebutuhan harian, pastikan Bunda mendapatkan sekitar 27 mg zat besi per harinya, ya.
SGM Bunda High-Iron adalah susu untuk ibu hamil dan menyusui yang tinggi zat besi & asam folat, juga diperkaya DHA, minyak ikan tuna, sekaligus sumber protein. Dukung nutrisi lengkap mengoptimalkan pertumbuhan & perkembangan janin, lezatnya tidak bikin mual.
4. Teruskan Konsumsi DHA
Janin membutuhkan DHA untuk memaksimalkan perkembangan otaknya. Berbagai studi juga menunjukkan bahwa asupan DHA sejak ibu hamil meningkatkan kecerdasan si Kecil.
DHA merupakan nutrisi penting yang berperan dalam pembentukan otak dan penglihatan janin.
Bunda bisa memperoleh DHA dari ikan-ikanan berlemak rendah merkuri, seperti salmon, kembung, cakalang, dan teri basah, yang aman dan bergizi selama kehamilan.
5. Tingkatkan Asupan Kalsium
Asupan kalsium yang cukup sangat penting untuk mendukung pertumbuhan tulang dan gigi bayi.
Jika asupan kalsium kurang, tubuh akan mengambil cadangan kalsium dari tulang dan gigi bunda untuk memenuhi kebutuhan janin.
Yuk, cukupi kebutuhan kalsium harian bunda sebesar 1.200 mg! Ikan teri basah, sarden, dan makarel bisa jadi pilihan sumber kalsium yang lezat dan bergizi.
5. Olahraga ringan
Pada usia janin 27 minggu, Bunda tetap disarankan berolahraga agar aliran darah tetap lancar. Beberapa jenis olahraga yang aman dan bisa dilakukan di trimester 2, antara lain:
- Senam aerobik ringan
- Berenang
- Jalan kaki
- Bersepeda dengan sepeda statis
Lanjutkan latihan peregangan dan yoga khusus ibu hamil untuk membantu memperkuat otot dan mengurangi sakit punggung.
Namun, ada beberapa jenis aktivitas yang sebaiknya dihindari saat kehamilan memasuki usia 27 minggu, seperti senam aerobik dengan gerakan melompat.
6. Jaga Kesehatan Mental dan Kelola Stres
Perubahan suasana hati sering terjadi selama kehamilan. Untuk mengendalikannya, cobalah berolahraga secara rutin untuk menstabilkan emosi.
Olahraga seperti yoga dan meditasi juga bermanfaat karena menggunakan teknik pernapasan yang dapat menenangkan pikiran.
Selain itu, jaga hubungan baik dengan keluarga, teman, atau orang-orang terdekat yang dapat dipercaya, agar mendapat dukungan emosional selama masa kehamilan.
Kapan Harus ke Dokter?
Umumnya, USG pada trimester 2 dilaksanakan pada minggu ke-18 hingga minggu ke-22. Namun, USG di usia janin 27 minggu juga bisa mendeteksi kemungkinan kelainan pada janin.
USG memeriksa beberapa kondisi janin, seperti:
- Otak dan tengkorak.
- Tulang wajah dan leher.
- Bibir sumbing.
- Tonjolan pada leher.
- Tulang dada.
- Perut.
- Tulang belakang.
- Anggota gerak.
- Jenis kelamin.
USG juga melihat kondisi pada ibu hamil, di antaranya
- Plasenta.
- Air ketuban.
- Serviks dan rahim.
Segera hubungi dokter bila Bunda mengalami gejala berikut.
- Pembengkakan parah pada pergelangan kaki, jari-jari, dan wajah.
- Perdarahan atau lendir pada vagina.
- Nyeri hebat atau kram pada perut atau panggul.
- Sulit bernapas.
- Gerakan janin berkurang.
Janin 27 minggu sudah berada di penghujung trimester 2. Perkembangannya semakin signifikan, ibu hamil pun mengalami perubahan yang tak kalah drastis. Tetap jaga kesehatan semaksimal mungkin untuk menjaga kondisi Bunda dan janin dalam jangka panjang.
Daftar jadi member Klub Generasi Maju sekarang untuk dapatkan akses gratis ke ratusan artikel parenting yang terverifikasi ahli, fitur pendukung tumbuh kembang anak, hingga konsultasi 24 jam bersama para ahli. Dengan jadi member, Bunda juga berkesempatan dapat hadiah menarik dari setiap pembelian produk SGM!