Perkembangan bayi dalam kandungan berlangsung mulai dari minggu pertama hingga saat kelahiran. Yuk, cari tahu perkembangan janin sampai ciri bayi berkembang dalam kandungan!
Trimester 1 (Minggu 1–12)
Selamat Bunda mulai memasuki trimester 1 kehamilan sekarang! Berikut perkembangan janin di trimester 1:
1. Minggu 1–2
Trimester 1 berlangsung selama 12 minggu atau 3 bulan. Masa ini diawali oleh sel telur yang berhasil dibuahi, lalu berkembang dan berubah jadi janin yang mulai berbentuk manusia.
Di fase ini, tubuh melepaskan lebih banyak hormon dan ovarium menghasilkan sel telur (ovulasi) sebagai persiapan kehamilan.
2. Minggu 3–4
Fertilisasi atau pembuahan terjadi ketika sel telur bertemu dengan sperma, sehingga membentuk zigot yang kemudian berubah jadi morula.
Morula berubah menjadi blastokista, menempel di dinding rahim (implantasi), kemudian berubah jadi embrio. Proses ini membuat rahim membentuk plasenta dan kantung ketuban.
3. Minggu 5–6
Tabung saraf (otak, sumsum tulang belakang, dan jaringan saraf lain dalam sistem saraf pusat) terbentuk di minggu ke-5.
Perkembangan bayi dalam kandungan di minggu ke-6 adalah mulai terbentuk tulang dasar yang akan menjadi lengan dan kaki, adanya sel-sel darah, dan sirkulasi darah mengalir.
Jantung dan organ-organ lain terbentuk diiringi berkembangnya struktur yang membentuk mata, telinga, dan lengan.
4. Minggu 7–8
Proses pembentukan kepala, otak, wajah, telinga dan mata. Lekukan lubang hidung juga mulai terlihat.
Di masa ini, alat kelamin mulai terbentuk dan tali pusar telah berkembang sempurna untuk mengangkut oksigen dan darah ke embrio.
5. Minggu 9–10
Terjadi pembentukkan lengan, siku, jari-jari kaki, serta kelopak mata.
Gigi dan indra perasa mulai berkembang, otot terbentuk, dan tubuhnya makin menyerupai manusia, meski ukuran kepala masih lebih besar.
Di minggu ke-10, kepala janin membulat, siku bisa ditekuk, dan jari-jari tangan serta kaki sudah tidak berselaput.
6. Minggu 11–12
Embrio sekarang sudah bisa disebut sebagai janin dengan lutut, siku, dan pergelangan kaki yang mulai berfungsi.
Wajah mulai terbentuk lebih jelas, tulang mengeras, dan semua organ seperti peredaran darah, pencernaan, dan saluran kemih sudah mulai berfungsi.
Janin juga mulai minum dan buang air kecil melalui cairan ketuban, usus sudah ada di perut, dan kuku serta gigi mulai berkembang.
Trimester 2 (Minggu 13–27)
Memasuki trimester 2, perkembangan bayi dalam kandungan tampak lebih signifikan dan semakin mengagumkan, Bun. Berikut setiap tahap perkembangannya di trimester 2 kehamilan:
1. Minggu 13–16
Di masa ini, janin mengalami perkembangan penting seperti terbentuknya pita suara, penebalan kulit, dan tumbuhnya rambut halus.
Alat kelamin luar dan sidik jari mulai terbentuk, serta paru-paru mulai berkembang meskipun janin masih berlatih bernapas dengan cairan ketuban.
Janin mulai melakukan gerakan seperti mengisap ibu jari, dan indera pendengaran serta penglihatan mulai merespons rangsangan dari luar.
2. Minggu 17–20
Perkembangan bayi dalam kandungan saat ini menunjukkan munculnya kulit yang masih tipis tapi tertutup oleh vernix caseosa (lapisan pelindung) serta adanya lanugo (rambut tipis).
Janin mulai memiliki pola tidur-bangun, dapat terkejut oleh suara keras, dan mulai menendang yang akan terasa oleh Bunda.
Di minggu ke-20, otak janin mulai mengembangkan area yang mengatur kelima indera, dan kuku tumbuh hingga ke ujung jari.
3. Minggu 21–24
Janin di minggu 21 semakin aktif dan sumsum tulangnya mulai memproduksi sel darah. Indra tubuhnya berkembang, termasuk kemampuan menggenggam dan mendengar detak jantung Bunda.
Pada minggu ke-23, janin berpeluang bertahan hidup jika lahir prematur dengan perawatan intensif.
Paru-parunya sudah terbentuk di minggu ke-24, tapi fungsinya belum cukup matang untuk bekerja di luar rahim.
4. Minggu 25–27
Di minggu 25, janin mulai terlihat lebih berisi karena penambahan lemak, dan sistem sarafnya berkembang pesat.
Ia mulai memproduksi melanin untuk memberi warna pada kulit dan mata, serta surfaktan yang penting untuk fungsi paru-paru setelah lahir.
Di minggu ke-27, janin sudah bisa membuka mata, berkedip, dan memiliki bulu mata.
Baca Juga: 5 Pantangan untuk Ibu Hamil Trimester 2
Trimester 3 (Minggu 28–40)
Memasuki trimester akhir kehamilan, perkembangan bayi dalam kandungan akan semakin lengkap dan sempurna. Di masa ini, Bunda juga harus bersiap untuk hari kelahiran.
1. Minggu 28–31
Gerakannya makin terasa karena ruang dalam rahim semakin sempit. Janin juga mulai bisa mengatur suhu tubuhnya sendiri dan otaknya berkembang pesat.
Pada minggu ke-31, janin mampu merespons lebih banyak rangsangan dan menunjukkan pola tidur-bangun yang lebih jelas.
2. Minggu 32–34
Di minggu ini, kulit janin tidak lagi transparan dan sebagian besar organnya sudah terbentuk dengan baik.
Tulangnya mulai mengeras, kecuali tulang tengkorak yang tetap lunak untuk memudahkan proses lahir.
Lapisan vernix caseosa di kulit janin juga semakin menebal sebagai perlindungan tambahan.
3. Minggu 35–37
Otak janin di minggu 35 terus berkembang meski beratnya belum mencapai ukuran lahir. Rambut halus (lanugo) mulai hilang, rambut di kepala mulai tumbuh, dan kuku kaki janin sudah mencapai ujung jari. Posisinya mulai turun ke panggul sebagai persiapan kelahiran.
4. Minggu 38–40
Perkembangan organ-organ tubuh janin sudah lengkap dan ia siap lahir. Di masa ini, perkiraan panjang janin mencapai sekitar 45–50 cm dengan berat 3–4 kg.
Baca Juga: 11 Penyebab Flek saat Hamil dan Cara Tepat Mengatasinya
Cara Mengetahui Perkembangan Bayi dalam Kandungan
Cara mengetahui perkembangan bayi dalam kandungan adalah dengan rutin memeriksakan diri ke dokter spesialis obstetri dan ginekologi maupun bidan. Berikut detailnya:
1. USG Kehamilan
Pemeriksaan USG pada trimester 1-3 membantu mengetahui perkembangan janin sekaligus mengukur aspek lain dari kehamilan, seperti lokasi plasenta dan jumlah cairan ketuban.
Pada kasus tertentu, USG bisa membantu memeriksa kemungkinan masalah pada kehamilan maupun medis lainnya.
USG bisa dilakukan dari perut (abdomen) maupun melalui vagina (transvaginal).
2. Doppler
Doppler berguna untuk mengukur denyut jantung janin dan memastikannya dalam kondisi normal.
Pemeriksaan bisa dilakukan dengan perangkat USG doppler dengan transduser yang diletakkan di perut, sehingga laju dan pola detak jantung janin akan tampak di layar monitor.
3. Pengukuran Fundus
Pengukuran tinggi fundus membantu memperkirakan ukuran janin selama kehamilan. Caranya dengan mengukur jarak dari tulang kemaluan ke puncak rahim.
4. Pemantauan Mingguan
Mencatat perkembangan bayi dalam kandungan setiap minggu juga dapat membantu memantau kondisi janin.
Penting untuk rutin konsultasi dengan dokter guna memastikan janin berkembangan dengan optimal.
Baca Juga: Manfaat Asam Folat untuk Ibu Hamil Trimester 3 & Kebutuhannya
Selain dengan pemeriksaan rutin, Bunda bisa mengoptimalkan perkembangan janin di dalam kandungan dengan makan makanan bergizi, istirahat yang cukup, serta minum susu untuk ibu hamil dari SGM Bunda High-Iron.
SGM Bunda High-Iron adalah susu untuk ibu hamil dan menyusui yang tinggi zat besi & asam folat, juga diperkaya DHA, minyak ikan tuna, sekaligus sumber protein. Dukung nutrisi lengkap mengoptimalkan pertumbuhan & perkembangan janin, lezatnya tidak bikin mual.
Ciri-Ciri Bayi Berkembang dengan Normal
Mengetahui janin di dalam kandungan berkembangan dengan baik dan optimal tentu menjadi kelegaan bagi Bunda. Untuk memastikannya, berikut ciri bayi berkembang dalam kandungan:
- Denyut jantung janin berkisar antara 110-160 denyut per menit.
- Gerakan janin yang rutin dan kuat. Pastikan Bunda mengetahui pola dan jumlah gerakan normal dari janin selama kehamilan. Perubahan pada pergerakan janin dapat menandakan ada yang perlu diwaspadai.
- Pertumbuhan fundus yang optimal sesuai jumlah minggu kehamilan dengan perkiraan lebih atau kurang 3 sentimeter (cm), terutama setelah minggu ke-24 kehamilan.
- Janin merespons suara, bereaksi terhadap cahaya, serta bergerak-gerak di dalam kandungan.
Ciri-Ciri Bayi Tidak Berkembang (Janin Stop Berkembang / IUGR)
Perkembangan bayi dalam kandungan bisa saja tidak optimal bahkan tidak berkembang, atau dikenal dengan nama intrauterine growth restriction (IUGR).
Penyebab bayi dalam kandungan tidak berkembang dengan baik meliputi:
- Kelainan kromosom
- Infeksi pada ibu hamil
- Kekurangan gizi
- Diabetes
- Penyakit ginjal
- Anemia
- Gaya hidup yang buruk seperti merokok, minum alkohol, dan mengonsumsi obat-obatan terlarang
Waspadai ciri-ciri bayi tidak berkembang dalam kandungan berikut ini:
- Jarang bergerak dan tendangan melemah.
- Perdarahan dari vagina disertai kram perut kerap jadi tanda keguguran, tapi bisa juga dikaitkan dengan masalah kehamilan lainnya.
- Detak jantung tidak terdengar saat USG.
- Berat janin rendah.
- Tidak ada embrio (blighted ovum), biasanya terjadi di trimester 1 kehamilan.
Baca Juga: 11 Rekomendasi Makanan Sehat untuk Ibu Hamil dan yang Harus Dihindari
Apa yang Harus Dilakukan Jika Ada Tanda Risiko?
Segala perubahan yang terjadi di masa kehamilan sebaiknya tidak dianggap sepele. Tindakan berikut perlu dilakukan untuk memastikan keamanan janin di dalam kandungan:
- Segera periksa dokter dan lakukan pemeriksaan dengan USG.
- Selalu pantau gerakan janin.
- Memperbaiki asupan makanan harian dan bed rest jika diperlukan.
- Konsumsi obat sesuai saran dokter.
Konsultasi ke dokter obstetri dan ginekologi secara rutin penting untuk memastikan perkembangan bayi dalam kandungan baik dan optimal.
Dokter akan menggunakan USG untuk mengukur tubuh bayi, mengetahui posisi plasenta, memeriksa jumlah cairan ketuban, hingga mencari tahu kondisi lainnya di dalam kandungan.
Daftar jadi member Klub Generasi Maju sekarang untuk dapatkan akses gratis ke ratusan artikel parenting yang terverifikasi ahli, fitur pendukung tumbuh kembang anak, hingga konsultasi 24 jam bersama para ahli. Dengan jadi member, Bunda juga berkesempatan dapat hadiah menarik dari setiap pembelian produk SGM!