Trimester 1 merupakan fase awal kehamilan yang penuh perubahan besar, baik bagi tubuh Bunda maupun perkembangan janin. Yuk, cari tahu apa saja yang terjadi di trimester pertama!
Pengertian Trimester Pertama dalam Kehamilan
Trimester pertama kehamilan adalah 3 bulan pertama kehamilan, yang dimulai dari hari pertama haid terakhir (HPHT) hingga akhir minggu ke-13.
Trimester ini adalah tahap awal yang sangat krusial terjadi karena fondasi pertumbuhan janin mulai terbentuk, termasuk organ-organ penting seperti otak, jantung, dan tulang belakang.
Selain itu, tubuh Bunda mengalami perubahan hormonal yang cukup besar guna mendukung proses kehamilan.
Selama periode ini pula Bunda akan merasakan tanda-tanda hamil muda, seperti kelelahan ekstrem, mual di pagi hari, dan gangguan pencernaan seperti sembelit.
Perkembangan Janin di Trimester Pertama
Berbagai perkembangan janin trimester 1 dari minggu ke minggunya adalah sebagai berikut:
1. Bulan 1 (Minggu 1-4): Pembentukan Embrio
Janin akan terbentuk di minggu ke-4 kehamilan, dari yang awalnya berupa sekumpulan sel bernama blastocyst menjadi embrio alias bakal janin.
Ukuran embrio pada tahap ini hanya sebesar titik ujung pensil. Meski demikian, tabung sistem saraf sudah mulai terbentuk di minggu ini.
Tabung sistem saraf merupakan asal mula perkembangan otak, tulang belakang, jaringan saraf, mata, telinga, jantung, serta sistem peredaran darah, pernapasan, dan pencernaan.
Di akhir bulan pertama kehamilan, ukuran panjang janin Bunda berkisar antara 6-7 mm atau kira-kira sebesar sebiji beras. Jantung janin juga sudah mulai berdetak.
Baca Juga: Seperti Apa Perkembangan Janin 1 Minggu?
2. Bulan 2 (Minggu 5-8): Perkembangan Organ Vital
Di minggu ke-5 sampai minggu ke-8 trimester 1, organ tubuh sekarang sudah mulai berfungsi meskipun belum optimal. Kini, sistem tabung saraf bayi sudah selesai terbentuk.
Tulang lunak juga mulai memadat, bersamaan dengan sistem peredaran darah, saraf, pencernaan, saluran kemih, dan indra perasa bayi yang mulai berkembang dan berfungsi.
Bentuk wajah bayi pun terus berkembang, termasuk hidung, mata, dan mulut. Kemudian, benih gigi janin sudah mulai muncul.
Daun telinganya sudah mulai muncul di sisi kiri dan kanan bagian kepalanya. Sekarang bayi Bunda sudah berukuran sekitar 1,1-1,4 cm.
3. Minggu 9-13: Janin Mulai Bergerak
Memasuki bulan ketiga kehamilan atau minggu ke-9 sampai minggu ke-13, bentuk bayi semakin terlihat jelas.
Kukunya sudah mulai terbentuk. Lengan, kaki, indra pendengaran, dan organ reproduksi juga sudah makin berkembang. Namun, Bunda masih belum bisa mengetahui jenis kelamin calon bayi di bulan ini.
Pada akhir kehamilan bulan ketiga, ukuran janin sudah mencapai 6,1 cm dengan berat sekitar 14 gram.
Baca Juga: Perkembangan Janin 12 Minggu dan Tips Menjaga Kehamilan
Nah, apakah Bunda masih bingung tentang cara menghitung usia kehamilan? Yuk, cari tahu usia kehamilan Bunda saat ini sekaligus hitung perkiraan hari kelahiran si Kecil melalui Kalkulator Kehamilan. Caranya mudah, kok!
Perubahan Tubuh Ibu Hamil pada Trimester 1
Di trimester 1 ini, muncul beberapa tanda-tanda kehamilan dan perubahan tubuh. Berikut berbagai gejala yang biasa Bunda alami:
1. Gejala Umum yang Sering Dialami
Selama 3 bulan pertama hamil, gejala yang umum dirasakan adalah mual dan muntah (morning sickness).
Muncul flek atau bercak darah dalam jumlah sedikit juga bisa Bunda alami. Perdarahan ini terjadi karena bakal embrio sudah menempel pada dinding rahim.
Keputihan juga normal terjadi, tapi jika keputihan berbau kuat, warnanya kekuningan atau kehijauan, serta disertai rasa sakit, nyeri atau gatal segera cek ke dokter ya, Bun.
Selain itu, sering buang air kecil dan nyeri ulu hati (heartburn) merupakan hal yang wajar di trimester pertama.
2. Perubahan Hormon dan Dampaknya
Perubahan hormon tentunya terjadi pada ibu hamil. Nah, perubahan hormon ini berdampak pada kondisi tubuh Bunda.
Peningkatan hormon progesteron melemaskan jaringan otot saluran pencernaan. Akibatnya, frekuensi buang air besar jadi terganggu, sehingga terjadi sembelit.
Nyeri payudara akibat perubahan hormon juga menjadi perubahan tubuh yang kerap dialami ibu hamil di usia kehamilan trimester 1.
Biasanya, payudara akan terasa lebih lembut dan membengkak, sehingga terasa sakit saat disentuh. Ini adalah persiapan untuk menghasilkan ASI saat mulai menyusui nanti.
Cara Menjaga Kehamilan Trimester Pertama
Maka supaya si Kecil bisa tumbuh menjadi anak generasi maju, Bunda perlu mendukung tumbuh kembangnya sejak dalam kandungan. Ini tipsnya!
1. Makanan yang Dianjurkan dan Perlu Dihindari
Jaga kesehatan diri Bunda dan janin dengan asupan makanan bergizi. Ini jenis makanan sehat selama hamil yang dianjurkan selama trimester 1:
- Karbohidrat sebagai sumber energi utama. Contoh: nasi, umbi-umbian, kentang, singkong.
- Protein untuk menjaga suplai darah Bunda dan perkembangan otot bayi. Contoh: daging, ayam, olahan susu, seafood, tempe, tahu, kacang polong.
- Lemak sebagai cadangan energi dan membantu penyerapan vitamin A, D, E, dan K. Contoh: minyak jagung, minyak zaitun, alpukat, dan kacang-kacangan.
- Vitamin C yang membantu penyerapan zat besi nabati. Didapatkan dari buah dan sayuran.
- Yodium untuk produksi hormon tiroid yang akan meminimalisir risiko keguguran, persalinan prematur, dan kelainan bawaan pada janin. Contoh: olahan susu, rumput laut, kerang, ikan, daging merah, garam beryodium, dan telur.
- Kalsium sebanyak 1.000 mg per hari. Untuk memenuhi asupan kalsium selama hamil, Bunda bisa minum susu hamil.
Makanan yang harus dihindari adalah daging, ikan, dan telur mentah, alkohol, seafood tinggi merkuri, sayur dan buah yang tidak dicuci, serta keju dan susu yang tidak dipasteurisasi. Batasi kafein 1-2 gelas per hari.
2. Pentingnya Asupan Asam Folat dan Zat Besi
Asam folat adalah nutrisi yang paling ampuh untuk mencegah risiko spina bifida atau kerusakan tabung sistem saraf.
Makanan tinggi asam folat ada di sayuran hijau (brokoli, bayam, kangkung, sawi hijau), kacang-kacangan, jeruk, kentang, telur, roti, sereal, pasta, dan nasi.
Sedangkan, zat besi berguna untuk membentuk hemoglobin yang berfungsi mengangkut oksigen menuju seluruh organ dan jaringan tubuh Bunda dan janin.
Bunda juga disarankan memperbanyak asupan zat besi untuk mencegah rasa lelah dan anemia. Makanan yang mengandung zat besi yakni sayuran hijau, buah, serta daging merah.
Bantu penuhi berbagai kebutuhan gizi ibu hamil dengan minum susu SGM Bunda High Iron & DHA.
SGM Bunda High Iron & DHA tinggi zat besi dan asam folat, serta diperkaya DHA, minyak ikan, dan protein. Dukung nutrisi lengkap untuk perkembangan janin, lezatnya tidak bikin mual.
3. Tetap Rutin Aktivitas Fisik
Olahraga ringan secara teratur memberikan banyak manfaat bagi ibu hamil trimester 1, seperti tidur yang lebih nyenyak, suasana hati yang lebih stabil, serta penurunan stres dan kecemasan.
Aktivitas fisik juga dapat mengurangi risiko sembelit, nyeri punggung, diabetes gestasional, dan tekanan darah tinggi akibat kehamilan.
Jenis olahraga yang disarankan adalah latihan aerobik seperti jalan kaki, berenang, bersepeda, yoga, atau naik turun tangga, yang membantu kerja jantung dan melibatkan otot besar tubuh.
Ibu hamil disarankan melakukan olahraga aerobik selama total 150 menit per minggu, yang bisa dibagi dalam sesi 30 menit selama lima hari atau dimulai dari 5-10 menit per hari untuk pemula.
4. Rutin Cek Kandungan
Setelah menemukan bidan atau dokter kandungan yang tepat, segera buat janji konsultasi ya, Bun.
Saat berkonsultasi, dokter akan memeriksa riwayat kesehatan dan melakukan pemeriksaan fisik Bunda secara menyeluruh.
Bunda biasanya diminta menjalani serangkaian tes di trimester pertama kehamilan, termasuk tes urin, pap smear, cek darah, tes kadar hCG, serta pemeriksaan USG awal.
Baca Juga: 6 Tips Agar Ibu Hamil Tetap Bisa Makan Sehat Saat Ngidam
5. Siapkan Mental dan Emosional
Menjaga kesehatan mental di trimester 1 sangat penting karena banyaknya perubahan fisik dan emosional yang terjadi.
Dukungan dari pasangan, keluarga, atau teman bisa membantu meredakan stres. Pastikan Bunda berbagi beban perasaan dan pikiran pada orang terdekat.
Bunda juga disarankan rutin olahraga ringan, makan teratur, dan mencoba teknik pernapasan saat merasa kewalahan.
Mengikuti kelas ibu hamil juga dapat menjadi cara positif untuk mendapatkan dukungan dan informasi dari sesama calon ibu.
Kapan Harus Menghubungi Dokter?
Memasuki usia hamil trimester 1, Bunda perlu mewaspadai risiko tanda bahaya kehamilan yang mungkin terjadi. Kondisi atau risiko yang perlu langsung diperiksakan ke dokter antara lain:
1. Keguguran
Keguguran adalah risiko kehamilan yang mungkin terjadi pada hamil trimester pertama, terutama sebelum janin memasuki minggu ke-12.
Umumnya, bercak atau flek darah dan kram perut merupakan gejala yang kerap muncul saat hamil trimester pertama.
Namun, jika perdarahannya keluar sangat banyak dan kramnya terasa amat sakit, disertai munculnya gumpalan jaringan dari vagina, bisa jadi ini menandakan gejala keguguran.
2. Kehamilan Ektopik
Kehamilan ektopik terjadi saat sel telur yang telah dibuahi menempel dan tumbuh di luar rahim, paling sering di tuba falopi (kehamilan tuba).
Embrio tidak bisa bertahan hidup dan bisa menyebabkan perdarahan serius yang mengancam jiwa jika tidak segera ditangani.
Gejala awal biasanya berupa perdarahan ringan dari vagina dan nyeri panggul, serta bisa disertai nyeri bahu atau dorongan buang air besar jika ada kebocoran darah.
Jika tuba falopi pecah, dapat terjadi perdarahan hebat di dalam perut yang ditandai dengan pusing ekstrem, pingsan, atau syok.
Nah, itu dia berbagai informasi seputar perkembangan janin dan kehamilan trimester 1 yang perlu Bunda ketahui.
Jangan lupa daftar jadi member Klub Generasi Maju sekarang untuk dapatkan akses gratis ke ratusan artikel parenting yang terverifikasi ahli, fitur pendukung tumbuh kembang anak, hingga konsultasi 24 jam bersama para ahli. Dengan jadi member, Bunda juga berkesempatan dapat hadiah menarik dari setiap pembelian produk SGM.
Pastikan untuk menjaga diri Bunda, serta tumbuh kembang dan kesehatan janin di masa ini, ya. Semoga sehat selalu, Bun!