Penyebab ASI berkurang perlu diketahui dan diatasi segera. Jika tidak, asupan gizi si Kecil akan terganggu dan memengaruhi tumbuh kembangnya. Lantas, kenapa ASI tidak keluar atau produksinya seret?
Penyebab ASI Berkurang yang Perlu Bunda Ketahui
Produksi ASI sedikit terjadi akibat gangguan let-down reflex yang menghambat kerja hormon prolaktin dan oksitosin dalam menghasilkan serta mengeluarkan ASI dari payudara. Apa saja yang mengganggu refleks let-down sehingga membuat ASI seret?
1. Pelekatan yang Tidak Tepat
Salah satu penyebab ASI berkurang adalah karena pelekatan mulut bayi yang tidak tepat sehingga si Kecil tidak bisa mengisap dengan baik. Bahkan, bayi jadi tidak mau menyusu.
Isapan bayi merupakan cara efektif untuk merangsang ASI keluar dari payudara. Ketika mulutnya tidak bisa mengisap puting dengan maksimal, ASI bisa tersendat atau jadi sedikit.
2. Tidak Segera Menyusui atau Memerah
Bayi perlu diberi ASI setiap kali ia ingin menyusu. Semakin sering menyusui dan memerah ASI, maka produksi ASI di payudara akan semakin banyak. Begitu juga sebaliknya, Bun.
Menunda-nunda pemberian ASI atau tidak rutin memerah ASI, akan membuat payudara menjadi tidak aktif memproduksi ASI. Inilah yang menjadi penyebab produksi ASI bisa berkurang atau tidak keluar.
Selama beberapa minggu pertama, Bunda bahkan disarankan untuk menyusui 8 hingga 12 kali sehari, sekitar setiap 2 hingga 3 jam sekali.
Baca Juga: Payudara Bengkak saat Menyusui? Ini Solusinya, Bun!
3. Intensitas Menyusui Berkurang karena Bayi Tidur
Kebanyakan bayi baru lahir mungkin akan bangun untuk menyusu saat mereka sedang lapar. Namun, ada pula yang tidak. Lama kelamaan, intensitas menyusui berkurang sehingga ASI seret.
Pastikan Bunda membangunkan bayi saat tidur agar ia menyusu setidaknya setiap 4 jam sekali. Jika bayi tertidur saat menyusui, tapi perutnya belum terisi, coba bangunkan ia secara perlahan.
4. Dehidrasi
Penyebab ASI berkurang bisa karena kekurangan cairan atau dehidrasi. Pasalnya, menyusui membuat tubuh mengeluarkan cairan sebagai bahan baku ASI.
Jika kurang minum saat tubuh aktif menyusui, cadangan cairan tubuh untuk produksi ASI pun berkurang. Akibatnya, produksi ASI bisa sedikit dan tak lancar, bahkan bisa saja tidak keluar.
5. Konsumsi Kafein Berlebihan
Terlalu banyak konsumsi kafein ternyata bisa menjadi penyebab ASI berkurang tiba-tiba. Kafein secara berlebihan bisa membuat tubuh dehidrasi sehingga menurunkan produksi ASI.
Tak hanya itu, kondisi ini juga bisa memengaruhi bayi karena kafein bisa masuk ke tubuh bayi melalui ASI. Bila suka kopi atau teh, batasi maksimal 2–3 cangkir per hari saja.
6. Gangguan Hormon
Ada beberapa gangguan hormon yang menjadi penyebab ASI berkurang, di antaranya hipotiroidisme dan sindrom polikistik ovarium atau polycystic ovarian syndrome (PCOS).
Hipotiroidisme atau berkurangnya fungsi tiroid mengganggu kerja hormon oksitosin dan prolaktin. Sementara kelebihan hormon testosteron dan estrogen pada PCOS mengganggu produksi ASI.
Wanita yang sedang menstruasi juga mengalami perubahan hormon sehingga membuat produksi ASI sedikit.
7. Konsumsi Obat Tertentu
Konsumsi obat-obatan tertentu ternyata juga dapat mengganggu dan menjadi penyebab ASI berkurang.
Sebagai contoh, obat alergi diphenhydramine bisa menghambat aliran ASI dan obat flu yang mengandung pseudoephedrine bisa mengurangi jumlah ASI.
Oleh karena itu, konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi obat-obatan, mengingat obat flu dan alergi sangat mudah dibeli bebas. Bila perlu, pilih obat alami flu saat menyusui.
8. Konsumsi Rempah yang Mengurangi ASI
Perlu Bunda ketahui, tidak semua rempah-rempah bagus untuk ibu menyusui, lho. Beberapa jenis rempah yang justru jadi penyebab ASI berkurang dan tidak lancar, di antaranya peppermint dan sage.
Saat ASI Bunda tidak lancar, coba cek kembali asupan rempah-rempah tersebut. Cobalah mengurangi atau membatasi asupannya sampai produksi ASI Bunda kembali normal.
9. Penggunaan Pil atau Suntikan KB
Pil atau suntikan KB yang mengandung estrogen bisa membuat ASI menjadi kurang lancar. Maka dari itu, Bunda disarankan untuk menunda menggunakan pil atau suntikan KB setidaknya selama 4 bulan menyusui.
Jika ASI sudah lancar, Bunda bisa mencoba menggunakannya kembali. Tapi, jangan lupa untuk berkonsultasi dulu dengan dokter, ya.
10. Stres Fisik dan Psikologis
Stres, fisik, emosional, atau psikis bisa memengaruhi produksi ASI ibu menyusui, terutama bagi para ibu baru. Pasalnya, stres meningkatkan hormon kortisol, hormon ini mengurangi produksi ASI.
Studi terbitan Science Midwifery (2025) juga menyatakan, stres mengganggu hormon oksitosin dan prolaktin, efeknya membuat ASI tersendat dan volumenya berkurang. Tidak heran bila stres bikin ASI tidak keluar.
Baca Juga: Penyebab Berat Badan Sulit Turun Setelah Melahirkan
11. Merokok dan Alkohol
Merokok dan alkohol juga menjadi penyebab ASI berkurang. Merokok mengurangi hormon prolaktin sehingga volume ASI pun berkurang.
Sementara alkohol mengganggu reflek let-down. Alkohol juga mengurangi jumlah ASI sehingga lama-kelamaan durasi menyusui bisa berkurang.
12. Diet Ketat atau Penurunan Berat Badan Drastis
Diet ketat atau berat badan turun membuat tubuh kekurangan kalori. Padahal, kalori diperlukan sebagai “bahan bakar” memproduksi ASI.
Untuk itu, ibu menyusui perlu menambah asupan dengan kalori setara 330–400 kkal setiap harinya.
Berbagai Cara agar ASI Banyak
Ketika ASI berkurang, jangan langsung memutuskan untuk menghentikan pemberian ASI eksklusif, ya, Bun. Bunda mungkin bertanya-tanya, apa yang harus dilakukan ketika ASI berkurang? Berikut caranya:
1. Menyusui atau Memerah Lebih Sering
Pada dasarnya, tubuh Bunda akan menyesuaikan produksi ASI dengan kebutuhan si Kecil. Jadi, jangan berhenti dan usahakan lebih sering menyusui, ya.
Jika Bunda tidak dapat menyusui secara langsung karena bekerja, pastikan untuk memompa ASI secara teratur. Rajin memompa ASI juga dapat membantu menjaga tingkat produksi ASI.
2. Perbaiki Posisi dan Pelekatan
Untuk mengatasi penyebab ASI berkurang, pastikan apakah mulut si Kecil sudah melekat sempurna dengan payudara atau belum saat memberikan ASI.
Pastikan puting beserta areola (bagian kulit berwarna lebih gelap yang melingkari puting) masuk ke mulut bayi, diikuti perut bayi berhadapan langsung dengan perut Bunda.
3. Perbanyak Istirahat
Memperbanyak waktu istirahat, terutama setelah masa persalinan, dapat membantu tubuh memproduksi hormon yang dibutuhkan untuk membuat dan memacu air susu.
Dengan demikian, produksi ASI bisa kembali lancar dan meningkat.
4. Konsumsi Makanan & Minuman Bergizi
Cara agar ASI keluar banyak bisa dilakukan dengan mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang.
Beberapa jenis makanan yang bisa dikonsumsi ibu menyusui di antaranya:
- Ikan dan makanan laut: kerang, ikan sarden.
- Daging merah dan putih: ayam, daging sapi, hati ayam.
- Sayur dan buah-buahan: tomat, kol, bawang putih, brokoli.
- Lemak sehat: kelapa, telur, yogurt.
- Kentang.
- Ubi.
- Tahu.
Bunda juga bisa melengkapi kebutuhan harian dengan konsumsi susu untuk ibu menyusui.
SGM Bunda High-Iron adalah susu untuk ibu hamil dan menyusui yang tinggi zat besi & asam folat, juga diperkaya DHA, minyak ikan tuna, sekaligus sumber protein. Dukung nutrisi lengkap mengoptimalkan pertumbuhan & perkembangan janin, lezatnya tidak bikin mual.
5. Cukupi Asupan Cairan
Atasi penyebab ASI kurang dengan menambah asupan air harian. Kementerian Kesehatan RI menyatakan, ibu menyusui perlu tambahan 800 ml per hari saat 6 bulan pertama menyusui.
Saat 6 bulan kedua menyusui, tambah asupan air sebanyak 6500 ml per hari. Bunda juga bisa konsumsi buah-buahan kaya air, seperti semangka, melon, dan jeruk.
6. Kelola Stres
Kunci penting mengatasi penyebab ASI berkurang adalah mengelola stres. Cobalah ambil napas dalam-dalam saat merasa stres.
Bisa juga coba berjalan selama beberapa menit di sekitar rumah, sambil meluangkan waktu untuk menjernihkan pikiran.
Sekiranya memiliki masalah yang berat, tak ada salahnya Bunda membicarakan perasaan atau masalah yang dialami dengan seseorang yang dipercaya untuk menemukan solusinya.
7. Hindari MPASI Sebelum Usia 6 Bulan
Tidak disarankan memberikan MPASI sebelum waktunya ya, Bun.
Ini karena memberikan MPASI sebelum bayi berusia 6 bulan dapat mengurangi jumlah ASI yang dikonsumsi si Kecil, serta mengurangi suplai ASI Bunda.
8. Konsultasi ke Dokter atau Konselor Laktasi
Bila berbagai cara agar ASI banyak di atas tidak membuahkan hasil, segera temui dokter atau konselor laktasi. Penanganan segera penting untuk mencegah risiko kesehatan bagi Bunda.
Tak hanya itu, bila masalah segera diatasi, asupan gizi si Kecil tak terhambat sehingga tumbuh kembangnya terjaga.
Baca Juga: Pengaruh Makanan Terhadap ASI
Nah, itu dia beberapa penyebab ASI berkurang dan tidak lancar serta cara agar meningkatkan produksinya.
Ingat, jangan ragu untuk pergi ke dokter bila Bunda mengalami masalah saat menyusui. Ini penting untuk memastikan bayi bisa mendapatkan manfaat ASI secara optimal sesuai kebutuhan.
Daftar jadi member Klub Generasi Maju sekarang untuk dapatkan akses gratis ke ratusan artikel parenting yang terverifikasi ahli, fitur pendukung tumbuh kembang anak, hingga konsultasi 24 jam bersama para ahli. Dengan jadi member, Bunda juga berkesempatan dapat hadiah menarik dari setiap pembelian produk SGM!