ASI pertama merupakan ASI yang keluar sesaat setelah melahirkan. Jenis ASI ini kaya akan zat gizi dan antibodi lengkap untuk imun dan kesehatan bayi secara menyeluruh.
Kapan ASI Pertama (Kolostrum) Keluar?
ASI pertama disebut kolostrum, keluar sejak bayi baru lahir hingga 5 hari setelahnya. Teksturnya lebih kental dan warnanya kuning keemasan, berbeda dengan ASI biasa yang encer dan putih.
Meskipun keluar setelah kelahiran, beberapa ibu hamil sudah mengeluarkan ASI sejak hamil trimester kedua. Pasalnya, payudara sudah memproduksi ASI di usia 16 minggu kehamilan.
Di hari kelima hingga 2 minggu setelah persalinan, ASI berubah menjadi ASI transisi, yaitu gabungan kolostrum dan ASI matang yang cair dan putih. ASI menjadi matang saat 2 pekan setelah persalinan.
ASI Pertama Harus Dibuang?
Ada pendapat ASI pertama harus dibuang karena warnanya kuning, bukan putih seperti ASI pada umumnya. Tapi, warna tersebut berasal dari pigmen beta-karoten yang akan diubah tubuh si Kecil menjadi vitamin A.
Maka itu, kolostrum sebaiknya tidak dibuang. Kolostrum justru kaya akan antibodi yang bisa memperkuat kekebalan tubuh si Kecil, juga berbagai hormon yang penting untuk perkembangan saluran cerna.
Manfaat ASI kolostrum juga membantu si Kecil mengeluarkan mekonium atau feses pertamanya yang kental dan pekat sehingga mengurangi risiko bayi kuning.
ASI perdana hanya keluar sebanyak 2–20 ml dalam 3 hari pertama. Jumlahnya terbatas sehingga jangan dibuang, dan harus berikan sesegera mungkin pada bayi.
Baca Juga: 12 Penyebab ASI Berkurang dan Cara Ampuh Mengatasinya
Kandungan Nutrisi Kolostrum
ASI perdana juga disebut sebagai liquid gold atau cairan emas karena kaya zat gizi dan berbagai kandungan untuk menunjang tumbuh kembang bayi.
Berikut uraian kandungan ASI yang keluar sesaat setelah bayi baru lahir.
|
Kandungan
|
Fungsi Utama
|
|
Antibodi immunoglobulin A
|
Memperkuat kekebalan tubuh
|
|
Protein lactoferrin
|
Mencegah infeksi
|
|
Hormon epidermal growth factor
|
Merangsang pertumbuhan bayi
|
|
Beta-karoten
|
Diolah menjadi vitamin A untuk optimalkan fungsi mata, kulit, dan sistem imun
|
|
Magnesium
|
Mendukung kesehatan jantung dan pertumbuhan tulang
|
|
Zinc
|
Mineral untuk sistem imun, percepat penyembuhan luka, dan optimalkan indra pengecap
|
Manfaat Kolostrum untuk Bayi dan Bunda
Selain bermanfaat untuk bayi, ternyata ASI pertama juga bermanfaat untuk Bunda yang menyusui. Berikut manfaat yang bisa didapat.
1. Memperkuat Sistem Imun
ASI yang pertama keluar mengandung sel darah putih leukosit yang menghasilkan antibodi immunoglobulin A.
Nah, antibodi inilah yang memperkuat sistem kekebalan tubuh si Kecil. Jadi, si Kecil tidak mudah terserang bakteri dan virus berbahaya.
2. Melancarkan Pencernaan
Liquid gold yang satu ini bersifat laksatif atau merangsang BAB. ASI perdana akan membantu mengeluarkan mekonium atau feses pertama yang sudah terkumpul sejak di dalam rahim.
Mekonium mengandung bilirubin yang harus segera dikeluarkan. Jika tidak, bilirubin akan menumpuk dan menyebabkan penyakit kuning.
3. Mencegah Penyakit Serius
Fungsi imunoglobulin A pada ASI adalah melawan infeksi bakteri dan virus berbahaya.
Tak hanya itu, ASI yang keluar sesaat setelah persalinan juga melapisi usus bayi sehingga bakteri dan virus tidak menempel langsung di usus dan menimbulkan infeksi.
Berbagai penelitian menunjukkan, bayi yang mendapatkan ASI sejak lahir cenderung jarang pilek, infeksi telinga, dan gangguan saluran cerna. Meskipun si Kecil sakit, gejalanya tidak parah.
4. Mendukung Tumbuh Kembang Organ
ASI pertama kaya akan protein dan hormon epidermal growth factor. Keduanya penting untuk pertumbuhan agar bertambah besar dan fungsi organnya semakin matang.
Tak hanya itu, kandungan vitamin dan mineral, seperti beta-karoten, magnesium, dan zinc penting untuk mengoptimalkan fungsi kulit, mata, lidah, tulang, dan jantung si Kecil.
Baca Juga: Kenapa Bayi Tidak Mau Menyusu? Cek Solusi Efektifnya di Sini
5. Nutrisi Lengkap di Awal Kehidupan
ASI kolostrum adalah sumber nutrisi pertama yang penting untuk mendukung fase awal 100 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) bayi.
ASI ini mengandung berbagai komponen penting untuk kekebalan tubuh seperti imunoglobulin, laktferin (yang bersifat antioksidan dan antiinflamasi), serta growth factor.
Dari sisi nutrisi, kolostrum memiliki protein lebih tinggi dan lemak lebih rendah dibandingkan ASI matang. Kolostrum juga kaya akan lebih dari 20 mineral, termasuk zat besi, tembaga, dan zinc.
6. Membantu Kontraksi Rahim
Jenis ASI ini bisa keluar mendekati persalinan. Nah, mengumpulkan kolostrum sebelum persalinan bisa merangsang hormon oksitosin untuk membantu memperlancar keluarnya ASI.
Hormon ini juga merangsang kontraksi rahim yang diperlukan mendekati persalinan. Untuk membantu kontraksi rahim, kumpulkan liquid gold sebelum melahirkan dengan cara berikut:
- Pijat payudara dari arah luar ke dalam selama 2 menit, lalu putar atau remas puting selama 1 menit.
- Posisikan jempol dan jari-jari membentuk huruf C, raba dari ujung puting, rasakan perubahan tekstur payudara di sekitarnya, biasanya sekitar 2-3 cm dari puting.
- Tekan dan lepaskan jari dengan lembut secara teratur. Jangan seret jari di atas kulit atau puting. Pastikan payudara tidak terasa sakit. Kumpulkan ASI ini dengan spuit steril.
- Ketika aliran ASI melambat atau berhenti, ubah posisi jari bentuk C, gerakkan mengelilingi payudara. Pastikan Bunda coba ke sisi payudara lainnya.
- Setelah selesai, letakkan spuit ke wadah yang ditulis dengan tanggal dan waktu pemerahan. Simpan di freezer bersuhu di bawah -18 derajat Celsius agar bisa tahan hingag 6 bulan.
7. Memperkuat Ikatan Emosional antara Ibu dan Bayi
Pada dasarnya, menyusui langsung meningkatkan hormon oksitosin agar ASI lancar. Ternyata, oksitosin juga memengaruhi kerja otak dan meningkatkan kedekatan antara Bunda dan si Kecil.
Inisiasi menyusui dini atau bayi dibiarkan mencari puting saat baru lahir membantu Bunda dan si Kecil kontak kulit (skin-to-skin contact) dan kontak mata.
Efeknya, ibu dan bayi semakin dekat secara emosional. Bayi pun terasa aman, tenang, dan hangat.
8. Merangsang Produksi ASI Agar Lebih Lancar
Memerah dan menyusui ASI pertama merangsang produksi hormon prolaktin dan oksitosin. Prolaktin penting untuk memproduksi ASI dan oksitosin mengeluarkan ASI dari payudara.
Semakin sering menyusui, tubuh akan terus merangsang hormon prolaktin dan oksitosin sehingga meningkatkan produksi ASI dan tetap lancar.
Baca juga: 12 Makanan Pelancar ASI Terbaik saat Hamil
Apa yang Harus Dilakukan Jika ASI Pertama Belum Keluar?
Tidak perlu khawatir, perjalanan menyusui setiap ibu berbeda-beda. Mirip cara memperlancar ASI, lakukanlah cara-cara berikut untuk merangsang kolostrum.
- Tetap memerah ASI sesering mungkin.
- Rutin menyusui sebanyak 8–12 kali sehari.
- Lakukan skin-to-skin contact dengan bayi, minimal 20 menit setelah menyusui.
- Pijat payudara sebelum dan saat menyusui.
- Cukupi kebutuhan gizi dan cairan harian.
- Konsultasi ke konselor laktasi atau dokter bila ASI belum keluar lebih dari lima hari setelah persalinan.
Bunda juga bisa dapatkan panduan lengkap menyusui eksklusif, solusi untuk tantangan menyusui, serta panduan nutrisi bagi Bunda dan si Kecil selama masa menyusui dengan mengunduh Panduan Bunda Menyusui. Download GRATIS, sekarang!
Perbedaan Kolostrum, ASI Transisi, dan ASI Matang
Ada 3 fase ASI yang akan dikeluarkan sejak melahirkan hingga si Kecil siap disapih, yaitu ASI pertama, ASI transisi, dan ASI matang. Lantas, apa saja perbedaan ketiganya?
|
Jenis ASI
|
Waktu Keluar
|
Tekstur dan Warna
|
Kandungan Utama
|
Fungsi Utama untuk Bayi
|
|
Kolostrum
|
1–5 hari setelah bayi lahir
|
Kental, kuning keemasan
|
Lemak, immunoglobulin A, beta-karoten, vitamin A, D, E, dan K
|
Mengeluarkan mekonium
|
|
ASI Transisi
|
5 hari–2 minggu setelah bayi lahir
|
Lebih encer, putih kekuningan
|
Lemak, laktosa, vitamin B kompleks, vitamin C, laktosa
|
Memberikan pasokan kalori untuk energi bayi
|
|
ASI Matang
|
2 minggu pascapersalinan–2 tahun
|
Encer di awal (foremilk), kental di akhir (hindmilk), warna putih
|
Air, karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral
|
Menutrisi bayi dalam jangka panjang
|
Baca Juga: ASI Eksklusif: 7 Tips Sumber Nutrisi Terbaik
ASI pertama perlu diberikan kepada si Kecil sesegera mungkin. Jenis ASI ini kaya kandungan yang diperlukan sebagai fondasi tumbuh kembang bayi hingga ia dewasa nanti.
Bila mencurigai adanya masalah menyusui, segera hubungi konselor laktasi atau dokter untuk penanganan lebih lanjut.
Bunda juga bisa langsung hubungi Sahabat Bunda Generasi Maju, tim Careline kami yang siap membantu dengan pengetahuan dan informasi terpercaya tentang panduan menyusui, nutrisi untuk ibu dan bayi, hingga perkembangan anak.