Facebook Pixel Code 12 Cara Memperlancar ASI yang Seret

12 Cara Memperlancar ASI yang Seret

Disusun oleh: Tim Penulis

Diterbitkan: 15 Oktober 2018

Diperbarui: 14 Januari 2026

Menyusui
Tips
Cover Image of 12 Cara Memperlancar ASI yang Seret

 

Untuk memperlancar ASI yang seret, tingkatkan frekuensi menyusui atau memompa dan pastikan payudara benar-benar kosong setiap sesi. Pilih makanan bergizi seperti sayuran hijau, oatmeal, dan ikan, lalu cukupi kebutuhan cairan dan istirahat. Jangan lupa kelola stres, lakukan pijat laktasi, dan luangkan waktu untuk kontak kulit dengan si Kecil agar hormon oksitosin lebih mudah terpacu. Pastikan juga pelekatan saat menyusu sudah tepat supaya ASI keluar lebih optimal.

Apa Penyebab ASI Seret?

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), penyebab ASI seret umumnya karena stimulasi kurang (jarang menyusu atau pelekatan tidak tepat), stres dan kelelahan, kurang minum, asupan nutrisi rendah, serta kondisi medis atau obat tertentu. 

Berikut beberapa hal yang menjadi penyebab kenapa ASI seret:

  • Tidak sering menyusui atau jarang mengosongkan payudara.
  • Melewatkan atau menunda waktu menyusui dan memberikan susu pertumbuhan terfortifikasi. 
  • Posisi pelekatan yang tidak tepat saat menyusui. 
  • Intensitas bayi menyusui berkurang karena ia mengantuk, atau mengalami penyakit kuning.
  • Bunda stres atau kelelahan.
  • Kondisi kesehatan Bunda tidak baik, seperti mengalami penyakit tertentu (hipotiroid, diabetes dan prediabetes, atau polycystic ovarian syndrome), mastitis, masalah pada jaringan plasenta, atau perdarahan setelah melahirkan. 
  • Bunda mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti obat flu dan pilek, serta obat tekanan darah.
  • Penggunaan pil atau suntikan KB yang mengandung estrogen. 

Cara Memperlancar ASI Secara Alami

Ketika produksi ASI kurang atau tidak lancar, jangan langsung menghentikan pemberian ASI eksklusif, Bun. Ada banyak cara memperlancar ASI yang bisa Bunda lakukan. Misalnya: 

1. Menyusui Sesering Mungkin

Salah satu cara melancarkan ASI adalah usahakan menyusui sesering mungkin. Intinya, makin sering dan semakin efektif bayi menyusu, makin banyak tubuh menghasilkan hormon prolaktin untuk memproduksi ASI.

Jadi, berikanlah ASI kapan pun bayi membutuhkannya. Bunda dapat berikan ASI kira-kira 2 atau 3 jam sekali, karena bayi baru lahir biasanya minum ASI sebanyak 8-12 kali dalam sehari. 

2. Perbaiki Posisi dan Pelekatan Saat Menyusui

Posisi pelekatan saat menyusui yang tepat juga bisa menjadi cara melancarkan ASI. Saat isapan bayi pada puting susu Bunda sudah tepat, ASI yang keluar akan lebih optimal.

Untuk itu, pastikan puting beserta areola (bagian kulit berwarna lebih gelap yang melingkari puting) masuk ke mulut bayi, diikuti perut bayi berhadapan langsung dengan perut Bunda. 

Baca Juga: Cara Menyusui yang Tepat yang Perlu Bunda Ketahui

3. Susui dari Kedua Payudara Secara Bergantian

Cara melancarkan ASI yang seret berikutnya bisa dengan menyusui bayi secara bergantian pada kedua payudara di sisi kanan dan kiri. 

Di setiap sisinya, bayi akan mengisap payudara dengan ritme cepat ke lambat. Jika sudah mulai melambat, Bunda bisa ganti posisi bayi ke sisi payudara lainnya supaya ASI tetap keluar dengan lancar.

4. Skin-to-Skin untuk Meningkatkan Hormon Oksitosin

Tahukah Bunda? Menyusui dengan membiarkan si Kecil dalam kondisi telanjang ternyata bisa jadi cara memperlancar ASI secara alami, lho!

Saat bayi telanjang, terjadi kontak fisik langsung dari kulit ke kulit (skin to skin contact). Kondisi ini memberikan kekuatan emosional yang bisa memicu tubuh meningkatkan hormon oksitosin sehingga produksi ASI lebih banyak lagi. 

5. Rutin Memompa ASI

Ketika bayi sedang tidak menyusu maupun sudah kenyang menyusu, tapi payudara masih terasa kencang, Bunda bisa mengeluarkan ASI dengan cara dipompa.

Bunda bisa menggunakan pompa ASI untuk memerahnya dan simpan ASI perah tersebut untuk sesi menyusui selanjutnya agar tetap awet.

Cara ini bisa bantu agar produksi ASI lebih banyak karena payudara yang kosong akan terus memproduksi ASI terus menerus.

Baca Juga: ASI Bertahan Berapa Lama di Suhu Ruang?

6. Pilih Posisi Menyusui yang Membuat Ibu Rileks

Jika Bunda merasa kurang nyaman, coba ubah posisi saat menyusui. Mungkin jika biasa menyusui sambil tiduran miring, ganti posisi menyusui sambil duduk sehingga Bunda lebih rileks. 

Tak ada salahnya coba beberapa posisi saat menyusui untuk mendapatkan posisi ternyaman untuk Bunda dan bayi. Dengan begitu, tubuh dan pikiran Bunda lebih nyaman. 

Bukan hanya Bunda yang merasa senang, ini juga berdampak pada kemampuan menyusu si Kecil sebagai cara memperlancar ASI. 

7. Pijat Payudara untuk Melancarkan Aliran ASI

Pijat payudara sebagai cara memperbanyak ASI juga ampuh untuk meredakan nyeri, pembengkakan, mastitis, dan infeksi pada payudara. 

Memijat payudara dengan tepat juga bisa bantu tubuh lebih rileks dan nyaman. 

Cara menstimulasi puting payudara ini dapat meningkatkan produksi hormon oksitosin di dalam tubuh Bunda secara alami, sehingga merangsang produksi ASI.

8. Kompres Hangat 10 Menit Sebelum Menyusui

Salah satu cara mengatasi ASI seret adalah dengan kompres hangat payudara Bunda sekitar 10 menit sebelum menyusui. Kompres hangat bantu melebarkan saluran ASI pada payudara agar aliran ASI lebih lancar. 

Caranya, rendam handuk pada wadah berisi air hangat, lalu tempelkan ke area payudara. Bunda juga bisa gunakan beras yang dihangatkan dengan microwave

Kemudian, beras yang hangat tersebut bisa Bunda masukkan ke dalam kantung dan gunakan sebagai kompres hangat. 

Baca Juga: Kenapa Bayi Tidak Mau Menyusu? Cek Solusi Efektifnya!

9. Banyak Istirahat dan Kelola Stres

Pasca-melahirkan tentu sangat melelahkan, bahkan stres. Efek kelelahan dan stres bisa jadi penyebab ASI terhambat sehingga sulit diproduksi. Jika sudah demikian, coba istirahat yang cukup, Bun. 

Selain itu, usahakan untuk mengelola stres sebisa mungkin sebagai cara melancarkan ASI yang mampet. Bunda bisa coba mendengarkan lagu yang menenangkan atau membaca buku untuk mengusir stres. 

10. Penuhi Kebutuhan Cairan

Untuk menjaga kesehatan selama masa menyusui, Bunda perlu mencukupi kebutuhan cairan untuk mendukung produksi ASI. Minum cairan tiap kali menyusui dan tetap hidrasi 8 gelas air putih sehari sesuai anjuran umum.

Bunda juga bisa penuhi cairan dengan mengonsumsi SGM Bunda High-Iron sebagai asupan kebutuhan nutrisi ibu hamil.

SGM Bunda

Susu untuk Ibu Hamil dan Menyusui
Tinggi Zat Besi dan Asam Folat
Dengan Rasa yang Lezat 

Cari Tahu di Sini!

SGM Bunda High-Iron adalah susu untuk ibu hamil dan menyusui yang tinggi zat besi dan asam folat, juga diperkaya DHA, minyak ikan tuna, sekaligus sumber protein.

11. Jangan Berikan MPASI Sebelum 6 Bulan

Bunda tidak disarankan memberikan MPASI sebelum usia 6 bulan, ya. Pemberian MPASI sebelum bayi berusia 6 bulan dapat mengurangi jumlah ASI yang dikonsumsi si Kecil, serta mengurangi suplai ASI Bunda.

12. Konsultasi ke Konselor Laktasi Bila ASI Tetap Seret

Jika ASI tetap seret setelah mencoba berbagai cara memperlancar ASI di atas, jangan ragu untuk bertemu konselor laktasi. Ini penting untuk memastikan bayi bisa mendapatkan manfaat ASI secara optimal sesuai kebutuhan.

Bunda juga bisa dapatkan panduan lengkap menyusui eksklusif, solusi untuk tantangan menyusui, serta panduan nutrisi bagi Bunda dan si Kecil selama masa menyusui dengan mengunduh Panduan Bunda Menyusui. Unduh GRATIS, sekarang! 

Cara Cepat Memperlancar ASI dalam 24 Jam

Untuk kondisi darurat, Bunda bisa lakukan strategi cara melancarkan ASI mampet berikut:

  • Lakukan power pumping.
  • Skin-to-skin contact 60 menit.
  • Susui bayi setiap 2 jam.
  • Pijat oksitosin.
  • Double pumping.
  • Kompres hangat.
  • Tetap hidrasi 2–3 L.
  • Batasi kafein berlebihan.

Makanan yang Bisa Membantu Memperlancar ASI

Menurut IDAI dan rekomendasi makanan untuk ibu menyusui, Bunda butuh asupan energi, protein, lemak sehat, vitamin, mineral, dan cairan yang cukup. Berikut makanan pelancar ASI yang umum dikonsumsi:

Jenis Makanan

Kandungan Utama

Manfaat untuk ASI

Daun katuk

Fitoestrogen 

bantu tingkatkan produksi ASI

Oatmeal

Beta-glucan 

meningkatkan hormon prolaktin

Ikan salmon

Omega-3 

stabilkan hormon, dukung kualitas ASI

Almond dan kacang-kacangan

Lemak sehat

bantu produksi ASI dan energi Bunda

Bayam

Zat besi dan asam folat

cegah kelelahan agar ASI lancar

Biji fenugreek

Galactagogue

booster ASI tradisional

Kurma

Fitonutrien

memicu oksitosin alami

Susu ibu menyusui

Zat besi, DHA

bantu asupan nutrisi Bunda

Kapan Harus ke Dokter atau Konselor Laktasi?

Bunda perlu segera ke dokter atau konselor laktasi apabila:

  • ASI sangat sedikit lebih dari 3 hari.
  • Bayi tampak lemas atau sulit menyusu.
  • Berat badan bayi tidak naik.
  • Payudara nyeri, demam, atau kemerahan (curiga mastitis).

ASI seret bisa membuat asupan bayi kurang, berat badan naik lambat, dan bayi lebih rewel atau berisiko dehidrasi. Bagi Bunda, kondisi ini dapat memicu stres dan menurunkan kepercayaan diri saat menyusui.

Jangan lupa juga daftar dan gabung jadi member Klub Generasi Maju sekarang untuk mendapatkan akses gratis ke ratusan artikel kehamilan dan parenting yang terverifikasi ahli, fitur pendukung tumbuh kembang anak, hingga konsultasi 24 jam bersama para ahli. 

Dengan jadi member, Bunda juga berkesempatan dapat hadiah menarik dari setiap pembelian produk SGM!

Informasi yang Wajib Bunda Ketahui

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Bunda

Temukan Topik Lainnya