Facebook Pixel Code Berat Badan Anak 1 Tahun Sesuai Standar WHO

Berat Badan Anak 1 Tahun yang Ideal dan Cara Menaikkannya

Disusun oleh: Tim Penulis

Diterbitkan: 02 Maret 2023

Diperbarui: 04 Februari 2026

1 Tahun
Tumbuh Kembang
Cover Image of Berat Badan Anak 1 Tahun yang Ideal dan Cara Menaikkannya

 

Berat badan anak 1 tahun penting perlu dipantau pertambahannya. Tujuannya, agar Ayah Bunda tahu status gizi dan tumbuh-kembangnya. Lantas, berapakah berat badan yang ideal?

Berapa Berat Badan Ideal Anak 1 Tahun Menurut WHO?

Berat badan anak 1 tahun yang ideal menurut WHO berada di antara -2 hingga +2 SD pada kurva pertumbuhan. Semakin mendekati 0 SD, semakin ideal berat badannya.

Berat badan ideal akan terus naik setiap bulan. Jadi, pemantauan rutin penting untuk melihat apakah pertumbuhannya sesuai. Berikut berat badan ideal anak 1 tahun sesuai WHO.

Jenis Kelamin

Rentang Ideal (Normal)

Laki-laki

7,7–10,8 kg

Perempuan

7,0–10,1 kg

Jadi, menurut kurva berat badan WHO, BB 6 kg untuk anak 1 tahun tergolong berat badan kurang (underweight) karena berada di bawah -2 SD. Segera bawa anak ke dokter, Bun. 

Baca Juga: Tinggi Badan Anak 1 Tahun yang Ideal dan Cara Cepat Tinggi

Penyebab Berat Badan Anak 1 Tahun Tidak Naik

Saat berat badan si Kecil stagnan, Ayah Bunda perlu membawa si Kecil ke dokter untuk penanganan lebih lanjut. Lantas, apa penyebab berat badan tidak naik?

1. Porsi Makan Kurang

Kekurangan porsi makan bisa menyebabkan berat badannya tidak naik. Idealnya, anak 1 tahun perlu MPASI sebanyak 3–4 kali makan dengan snack sehat sebanyak 1–2 kali.

Jika si Kecil kekurangan porsi makan, tubuh tidak punya cadangan energi untuk membangun otot, tulang, dan lemak tubuh. Hal ini membuat berat badannya stagnan, bahkan turun.

2. Terlalu Banyak Minum Susu

Terlalu banyak minum susu juga membuat berat badan anak 1 tahun stagnan. Pasalnya, susu bisa membuat si Kecil merasa kenyang lebih lama sehingga nafsu makannya menurun.

Terlebih, susu sapi menghambat penyerapan zat besi. Padahal, zat besi merupakan kandungan penambah nafsu makan.

3. MPASI Kurang Kalori

Meski MPASI sudah diberikan 3–4 kali sehari, bisa jadi sajiannya kurang kalori. Idealnya, anak 1 tahun perlu 550 kkal dari MPASI per hari.

Biasanya, MPASI kurang kalori karena minim protein hewani dan lemak sehat. Padahal, keduanya penting untuk meningkatkan massa otot dan kepadatan tulang sehingga menaikkan berat badan.

4. Anak Sering Sakit

Berat badan anak 1 tahun akan stagnan atau turun bila ia sering sakit, terutama akibat infeksi. Sakit bisa membuat si Kecil muntah, diare, atau tidak nyaman, sehingga menurunkan nafsu makannya.

Terlebih, muntah dan diare akan membuang asupan gizi yang sudah dikonsumsi. Jika tidak diimbangi dengan MPASI tinggi kalori, berat badannya akan turun.

Saat infeksi, metabolisme bayi akan meningkat untuk melawan bakteri dan virus. Jadi, berat badannya rentan turun bila asupannya relatif rendah kalori.

5. Gangguan Pencernaan (Alergi, Intoleransi)

Alergi dan intoleransi makanan bisa membuat berat badan anak susah naik. Keduanya membuat si Kecil punya pantangan makanan tertentu yang menyulitkan berat badan naik.

Selain itu, alergi dan intoleransi mengganggu penyerapan zat gizi di saluran cerna. Akibatnya, zat gizi tidak dapat digunakan untuk membangun otot, tulang, dan cadangan lemak.

Alergi makanan dan intoleransi juga bisa menimbulkan muntah dan diare yang membuang asupan gizi si Kecil.

6. Riwayat Lahir Prematur / BBLR

Lahir prematur atau berat badan lahir rendah (BBLR) membuat si Kecil menyimpan lemak lebih sedikit. Efeknya, berat badan anak usia 1 tahun lebih sulit naik.

Tak hanya itu, bayi lahir prematur atau BBLR cenderung memiliki lebih banyak komplikasi sejak awal. Hal ini membuatnya butuh lebih banyak energi dan cenderung susah makan.

7. Pola Makan Tidak Teratur

Berat badan anak 1 tahun akan sulit naik bila pola makannya tidak teratur. Normalnya, si Kecil perlu makan sebanyak 3–4 kali sehari, lalu diselingi dengan camilan sebanyak 1–2 kali sehari.

Saat pola makan tidak teratur, ada porsi makan yang terlewat sehingga asupan gizinya berkurang.

Pola makan berantakan juga membuatnya tidak familiar dengan kegiatan makan sehingga ia rentan GTM.

Cara Menaikkan Berat Badan Anak 1 Tahun 

Untuk bantu menaikkan berat badan anak, coba terapkan kiat-kiat berikut ini: 

1. Terapkan Jadwal Makan Teratur (3x Makan + 2x Camilan)

Kunci berat badan ideal anak adalah membiasakan pola makan bergizi seimbang. Berikut adalah pedoman pola makan seimbang berdasarkan anjuran Kementerian Kesehatan:

  • 3-4 porsi makanan pokok dalam satu hari (nasi putih, nasi merah, kentang, singkong, ubi jalar, jagung, talas).
  • 2-4 porsi lauk berprotein tinggi setiap harinya. Utamakan protein hewani.
  • Biasakan minum air putih yang cukup. Anak 1-3 tahun butuh 1150 ml cairan per hari. 
  • Porsi buah dan sayur yang dikonsumsi per hari yakni 300-400 gram. 
  • Biasakan sarapan pagi.
  • Batasi konsumsi makanan manis dan asin. 

Baca Juga: 6 Resep Makanan Anak 1 Tahun Susah Makan, Dijamin Lahap!

2. Tambahkan Lemak Sehat ke Makanan Anak

Konsumsi lemak anak usia 6–24 bulan tidak perlu dibatasi, asalkan berasal dari makanan sehat. Cobalah sumber lemak sehat pada makanan bayi 1 tahun agar cepat gemuk berikut: 

  • Minyak zaitun.
  • Keju.
  • Alpukat.
  • Mentega.
  • Santan.

3. Perbanyak Protein Hewani

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyatakan, protein pada MPASI berkualitas perlu memprioritaskan protein hewani untuk tumbuh-kembang anak yang optimal.

Beberapa makanan bayi 1 tahun agar cepat gemuk kaya protein hewani, yaitu:

  • Daging ayam.‌
  • ‌Daging sapi.
  • Telur.
  • Tuna.
  • Sarden.
  • Makarel.
  • Pecak.
  • Kakap.
  • Bawal.
  • Udang.

4. Sajikan Camilan Tinggi Kalori

Cara menambah berat badan bayi 1 tahun lainnya adalah menyajikan snack tinggi kalori sebanyak 1–2 kali sehari. Pastikan camilan tinggi protein hewani dan lemak sehat.

Beberapa pilihan camilan yang bisa dicoba, di antaranya:

  • Yogurt full cream.
  • Oatmeal + buah + susu.
  • Telur rebus, dipotong memanjang.
  • Alpukat yang dihancurkan.
  • Pisang dengan cocolan selai kacang.
  • Ubi jalar kukus + mentega + keju.
  • Pancake pisang.

5. Batasi Jus dan Jajanan Manis

Jus membuat kandungan serat pada buah berkurang dan kadar gulanya lebih mudah diserap tubuh. Asupan tinggi gula memberikan sensasi kenyang sehingga ia menolak makanan utama.

Terbiasa konsumsi jajanan manis juga membuat ia cenderung memilih rasa manis saja. Ia akan sulit terbiasa mencoba rasa lain sehingga rentan pilih-pilih makanan.

Dengan begitu, pilihan MPASI-nya akan lebih terbatas dan membuat berat badan anak 1 tahun sulit naik.

6. Berikan Makanan Terfortifikasi

Menurut hasil penelitian, asupan zat besi dan zinc dapat bantu meningkatkan nafsu makan, status gizi, dan berat badan si Kecil. 

Oleh karena itu, Ayah Bunda bisa berikan makanan yang telah diperkaya (terfortifikasi) zat besi dan zinc. Contohnya sereal, biskuit, oatmeal, dan susu tinggi zat besi

SGM Eksplor 1+ adalah satu-satunya susu pertumbuhan yang diperkaya dengan IronC™, kombinasi unik Zat Besi & Vitamin C untuk optimalkan penyerapan zat besi dari asupan makanan hingga 2x lipat. Dilengkapi juga dengan DHA 100% berkualitas yang diambil dari Minyak Ikan Tuna, Omega 3&6, zinc, serta nutrisi penting lainnya. 

SGM Eksplor 1+

SGM Eksplor 1+ Lebih banyak nutrisi: 3x Zat Besi, DHA 100%, minyak tuna & double protein. Dukung si Kecil lebih cepat tanggap & tumbuh lebih tinggi.

Cari Tahu di Sini!

Nutrisi optimal ini penting untuk bantu si Kecil tumbuh optimal sebagai generasi maju yang berpikir cepat dan berani! 

Baca Juga: Ukuran Lingkar Kepala Anak yang Ideal Menurut Usia

Kapan Harus Membawa Anak ke Dokter?

Jika berat badan anak 1 tahun tidak naik setiap bulan dan disertai tanda berbahaya berikut, segera bawa si Kecil ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut: 

  • Berat badan anak berkurang drastis padahal tidak ada perubahan pola makan. 
  • Berat badan anak stagnan atau justru makin turun dari hari ke hari. 
  • Berat badan anak tidak naik, underweight.
  • Khawatir dengan kebiasaan makan si Kecil.
  • Ada tanda alergi makanan pada anak. 
  • Ada tanda intoleransi makanan pada anak.
  • Tampak kurus, tulangnya menonjol.
  • Rentan sakit.
  • Tidak nafsu makan ekstrem.

Supaya tumbuh-kembang si Kecil optimal, Ayah Bunda perlu terus memantau pertambahan berat badan anak saat berusia 2 tahun, 3 tahun, dan selanjutnya. 

Daftar jadi member Klub Generasi Maju sekarang untuk dapatkan akses gratis ke ratusan artikel parenting yang terverifikasi ahli, fitur pendukung tumbuh kembang anak, hingga konsultasi 24 jam bersama para ahli. Dengan jadi member, Bunda juga berkesempatan dapat hadiah menarik dari setiap pembelian produk SGM!

Informasi yang Wajib Bunda Ketahui

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Bunda

Temukan Topik Lainnya

SGM Eksplor Lebih Banyak Nutrisi

Image Banner SGM Eksplor Lebih Banyak Nutrisi