Facebook Pixel Code Perkembangan Janin 36 Minggu: Posisi Kepala Sudah di Bawah!

Perkembangan Janin 36 Minggu dan Persiapan Melahirkan

Disusun oleh: Tim Penulis

Diterbitkan: 10 Juni 2025

Trimester 3
Tumbuh Kembang
Cover Image of Perkembangan Janin 36 Minggu dan Persiapan Melahirkan

 

Janin 36 minggu kehamilan akan semakin menunjukkan tanda-tanda siap untuk lahir. Yuk, cari tahu apa saja perubahan yang terjadi di minggu ini dan persiapan menghadapi persalinannya!

Perkembangan Janin 36 Minggu

Saat kehamilan memasuki usia 36 minggu, janin umumnya sudah berkembang sempurna dan siap dilahirkan. Berikut adalah beberapa perkembangannya:

1. Ukuran dan Berat Janin

Janin 36 minggu umumnya sudah sebesar satu bonggol kol putih dengan panjang sekitar 46–48 cm dan berat sekitar 2,7 kg - 3 kg.

Pada tahap ini, janin telah mencapai usia cukup bulan dan dan siap untuk dilahirkan kapan saja.

Untuk memperkirakan waktu persalinan, Bunda juga bisa menggunakan Kalkulator Kehamilan sebagai panduan praktis.

2. Perkembangan Organ dan Fungsi Tubuh Janin

Paru-paru janin di usia 36 minggu sudah hampir sepenuhnya berkembang dan siap digunakan saat bayi lahir.

Sistem saraf pusat dan refleksnya juga semakin matang, sehingga gerakannya jadi lebih terkoordinasi. Pada tahap ini, janin sudah mulai bisa menghisap dan menelan dengan lebih baik.

3. Aktivitas dan Posisi Janin dalam Kandungan

Memasuki usia 36 minggu, gerakan janin mungkin terasa tidak sebanyak sebelumnya karena ruang di dalam rahim makin sempit. Meski begitu, Bunda masih bisa merasakan tendangan dan gerakan lainnya.

Di usia ini, janin mulai merespons rangsangan dari luar, seperti cahaya atau suara, misalnya dengan bergerak atau perubahan detak jantung.

Kebanyakan janin pada minggu ke-36 sudah berada dalam posisi kepala di bawah (presentasi sefalik), yaitu posisi terbaik untuk persalinan normal.

Baca Juga: 18 Tanda Melahirkan Sudah Dekat yang Wajib Dikenali

4. Perkembangan Otak dan Kemampuan Sensorik Janin

Perkembangan otak janin 36 minggu terus berkembang pesat, dengan peningkatan jumlah lipatan otak yang meningkatkan kapasitas kognitifnya.

Kemampuan sensorik seperti pendengaran dan peraba mulai berkembang, janin dapat mendengar suara-suara dari luar tubuh dan mulai mengenali suara-suara tertentu. 

Perubahan yang Dialami Bunda di Minggu ke-36 Kehamilan

Memasuki janin 36 minggu kehamilan, bunda berada di fase akhir trimester ketiga. Memahami perubahan ini akan membantu menghadapi minggu-minggu terakhir kehamilan dengan lebih tenang dan siap.

1. Perubahan Fisik yang Dirasakan Bunda

Pada minggu ke-36, perut akan semakin membesar mengikuti pertumbuhan janin, plasenta, serta volume cairan ketuban. 

Rahim yang membesar memberi tekanan pada diafragma, menyebabkan sesak napas ringan. Kondisi seperti ini umum terjadi dan akan mereda saat bayi sudah mulai turun ke panggul.

Pembengkakan (edema) pada kaki dan pergelangan kaki juga umum terjadi akibat peningkatan volume darah dan tekanan pada pembuluh darah besar di bagian bawah tubuh.

Baca Juga: Perut Menonjol Ke Atas Tanda Hamil Anak Perempuan, Benarkah?

2. Perubahan Emosional dan Psikologis

Menjelang persalinan, Bunda akan mengalami rasa cemas terkait proses melahirkan dan perubahan signifikan yang akan segera terjadi.

Teknik relaksasi seperti pernapasan dalam dan meditasi ringan dapat membantu mengurangi kecemasan.

Perubahan hormon dan kelelahan juga dapat memicu fluktuasi emosi. Bunda akan merasa mudah tersinggung atau menangis tanpa sebab.

Bila perubahan suasana hati berkepanjangan, bicara dengan dokter karena bisa menjadi tanda awal gangguan mood terkait kehamilan.

Hal-Hal yang Perlu Disiapkan Jelang Melahirkan

Menjelang hari melahirkan, Bunda perlu melakukan berbagai persiapan untuk menghadapi proses persalinan. Berikut hal-hal yang perlu disiapkan:

1. Pemeriksaan Medis dan Rekomendasi Dokter

Menjelang persalinan, pemeriksaan rutin sangat penting untuk memastikan kesehatan ibu dan janin. Pemeriksaan USG dilakukan untuk mengecek posisi janin, terutama untuk memastikan apakah kepala sudah berada di posisi yang ideal di bawah.

Dokter juga akan memeriksa tekanan darah dan melakukan skrining preeklampsia, kondisi serius yang bisa terjadi di akhir kehamilan. 

2. Lanjutkan Konsumsi Zat Besi & DHA

Pada trimester kedua dan ketiga, volume darah meningkat hingga 35%, sehingga tubuh membutuhkan lebih banyak zat besi—sekitar 450 mg—untuk mendukung produksi sel darah merah.

DHA (Docosahexaenoic Acid) juga sangat dibutuhkan pada trimester akhir karena peran vitalnya dalam perkembangan otak dan retina janin. 

Nah, salah satu cara melengkapi asupan zat besi dan DHA selain dari makanan adalah dengan minum susu hamil.

SGM Bunda High-Iron adalah susu untuk ibu hamil dan menyusui yang tinggi zat besi & asam folat, juga diperkaya DHA, minyak ikan tuna, sekaligus sumber protein. Dukung ​nutrisi lengkap mengoptimalkan pertumbuhan & perkembangan janin, lezatnya tidak bikin mual.

SGM Bunda

Susu untuk Ibu Hamil dan Menyusui
Tinggi Zat Besi dan Asam Folat
Dengan Rasa yang Lezat 

Cari Tahu di Sini!

3. Periksa Kandungan Secara Rutin

Pemeriksaan kandungan pada minggu-minggu akhir dilakukan setiap minggu.

Selain USG kehamilan, dokter mungkin akan melakukan CTG (Cardiotocography) untuk memantau detak jantung janin dan kontraksi rahim, serta memeriksa tanda-tanda awal pembukaan serviks. 

Baca Juga: 6 Jenis Imunisasi Ibu Hamil serta Manfaatnya

4. Persiapan Mental dan Fisik Menjelang Hari H

Teknik pernapasan, relaksasi, dan peregangan ringan sangat membantu mengurangi stres serta mempersiapkan tubuh untuk proses persalinan. 

Bunda juga disarankan menghindari aktivitas berat atau berdiri terlalu lama agar tidak memberi tekanan tambahan pada panggul.

Susun birth plan bersama pasangan, termasuk preferensi soal metode persalinan, penggunaan obat, dan dukungan yang diinginkan saat melahirkan. 

5. Dukungan dari Pasangan dan Keluarga

Peran pasangan sangat penting, mulai dari memberikan dukungan emosional hingga membantu logistik. 

Komunikasi terbuka mengenai kebutuhan dan kekhawatiran menjelang persalinan membantu mengurangi kecemasan. 

Anggota keluarga juga bisa berperan dengan membantu menjaga rumah, mengurus anak pertama (jika ada), atau menyiapkan makanan pasca persalinan.

Tanda-Tanda Persalinan yang Mungkin Terjadi

Menjelang persalinan, tubuh bunda akan menunjukkan berbagai tanda yang menandakan bahwa janin 36 minggu akan segera lahir. Berikut adalah beberapa tanda awal persalinan yang perlu diketahui:

  1. Kontraksi: Cara tubuh mempersiapkan pembukaan serviks (leher rahim). Kontraksi yang teratur umumnya muncul setiap 5-10 menit dan durasinya semakin bertambah seiring berjalannya waktu.
  2. Pelepasan Lendir: Selama kehamilan, tubuh akan menghasilkan lendir serviks yang menutup mulut rahim. Sebelum persalinan, cairan ini bisa keluar dalam bentuk lendir bercampur darah yang dikenal sebagai "bloody show". 
  3. Pecah Ketuban: Salah satu tanda persalinan paling jelas adalah, yang sering diikuti dengan keluarnya cairan amnion dari vagina. Ini menandakan persalinan kemungkinan besar sudah atau akan segera dimulai.
  4. Penurunan Posisi Janin: Mungkin akan turun lebih rendah ke dalam panggul beberapa hari sebelum persalinan. Ini bisa membuat ibu lebih mudah bernapas, tetapi juga dapat menyebabkan lebih banyak tekanan dan sering ingin buang air kecil.

Kapan Harus Segera ke Rumah Sakit

Ada beberapa tanda yang mengharuskan ibu hamil segera pergi ke rumah sakit, karena bisa menandakan proses persalinan atau komplikasi tertentu telah dimulai. 

1. Pecah Ketuban dan Kontraksi Semakin Intens

Apabila ketuban sudah pecah, meskipun kontraksi belum dirasakan, Bunda sebaiknya segera menuju rumah sakit.

Kontraksi yang semakin kuat dan teratur (setiap 5 menit atau kurang) juga menandakan bahwa persalinan aktif telah dimulai.

2. Perdarahan atau Penurunan Gerakan Janin

Perdarahan berat (selain lendir bercampur darah) bisa menjadi tanda komplikasi serius seperti plasenta previa atau solusio plasenta, yang membutuhkan perhatian medis segera. 

Selain itu, penurunan gerakan janin yang tiba-tiba bisa menunjukkan masalah kesehatan yang memerlukan penanganan segera.

3. Lendir Bercampur Darah

Keluarnya lendir bercampur darah (bloody show) seringkali menjadi tanda persiapan persalinan. Namun, segera ke rumah sakit jika lendir keluar banyak dengan volume perdarahan berat atau tidak normal.

Jika salah satu dari tanda-tanda ini terjadi, jangan ragu untuk segera menghubungi tenaga medis atau pergi ke rumah sakit. 

Ayo, Bunda! Pantau terus perkembangan janin 36 minggu dan siapkan diri menghadapi momen kelahiran si Kecil dengan penuh percaya diri. 

Bergabunglah jadi member Klub Generasi Maju sekarang untuk dapatkan akses gratis ke ratusan artikel parenting yang terverifikasi ahli, fitur pendukung tumbuh kembang anak, hingga konsultasi 24 jam bersama para ahli. Dengan jadi member, Bunda juga berkesempatan dapat hadiah menarik dari setiap pembelian produk SGM!

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Bunda

Temukan Topik Lainnya

Kalkulator Zat Besi (FO)

Image Banner Kalkulator Zat Besi (FO)

SGM Eksplor Lebih Banyak Nutrisi

Image Banner SGM Eksplor Lebih Banyak Nutrisi

Baru! Rasa Vanila Creamy

Image Banner Baru! Rasa Vanila Creamy

SGM 3+

Image Banner SGM 3+