Memasuki usia kehamilan 37 minggu, artinya sebentar lagi Bunda bisa bertemu si Kecil. Lalu, apa saja perkembangan baru pada janin 37 minggu dan bagaimana cara Bunda mempersiapkan kelahirannya?
Perkembangan Janin 37 Minggu
Di minggu ke-37 kehamilan, janin sudah dianggap cukup bulan (full term) dan siap lahir kapan saja. Berikut adalah beberapa perkembangan janin di 37 minggu kehamilan yang menarik untuk diketahui:
1. Ukuran dan Berat Janin
Panjang janin di 37 minggu sudah mencapai sekitar 48–50 cm dengan berat sekitar 2,8-3 kg. Jika dibandingkan, ukuran janin 37 minggu kira-kira sudah sebesar semangka kecil atau selada romaine besar.
2. Fungsi Organ Janin Semakin Matang
Sistem organ vital janin telah berkembang secara optimal dan mendekati kesiapan untuk kehidupan di luar rahim.
Paru-paru telah menghasilkan cukup surfaktan untuk mencegah kolaps saat bernapas pertama kali setelah lahir.
Pertumbuhan otak janin juga berkembang pesat, meski proses ini akan terus berlangsung hingga setelah lahir.
Sistem pencernaan janin juga sudah siap untuk mengolah kolostrum, yaitu ASI pertama yang keluar setelah melahirkan.
Baca Juga: Apakah ASI Pertama Harus Dibuang? Cek Kebenarannya Di Sini!
3. Posisi Janin Siap Lahir
Janin 37 minggu biasanya sudah siap lahir. Posisinya adalah kepala di bawah, menghadap ke punggung Bunda, sedikit miring ke kanan atau kiri, dengan dagu menempel di dada.
Jika bayi belum berputar ke posisi ini, dokter mungkin mempertimbangkan memutar janin dengan tindakan bernama sefalik eksternal (ECV).
4. Aktivitas Janin dalam Kandungan
Gerakan janin di minggu ini mulai berkurang tapi lebih teratur karena ruang dalam rahim makin sempit akibat janin tumbuh cepat.
Aktivitas janin seperti cegukan, mengisap jempol, atau meregangkan badan dapat tetap terasa meskipun tak sekuat sebelumnya.
Bunda juga bisa memanfaatkan Kalkulator Kehamilan untuk memantau usia kehamilan secara tepat dan mengetahui jadwal pemeriksaan yang ideal.
Perubahan yang Dialami Bunda di Minggu ke-37 Kehamilan
Memasuki usia janin 37 minggu, tubuh dan pikiran Bunda mengalami berbagai perubahan sebagai persiapan menuju persalinan. Apa saja yang akan Bunda alami?
1. Perubahan Fisik
Pada usia 37 minggu, berat badan Bunda biasanya mencapai puncaknya. Hal ini dipengaruhi oleh berat janin yang tumbuh serta pertambahan cairan ketuban dan volume darah.
Kaki dan tangan bisa membengkak karena tekanan rahim pada pembuluh darah. Jadi, cobalah istirahat cukup dan tinggikan kaki untuk meredakan bengkak.
Selain itu, payudara mungkin terasa makin sensitif, terasa nyeri, dan mulai keluar kolostrum sebagai tanda tubuh Bunda mulai bersiap untuk menyusui.
Perubahan lain yang mungkin Bunda rasakan adalah buang air kecil jadi lebih sering karena janin menekan kandung kemih. Nyeri punggung, susah tidur, dan tekanan di panggul juga bisa muncul.
Baca Juga: 18 Tanda Melahirkan Sudah Dekat yang Wajib Dikenali
2. Perubahan Emosional dan Mental
Menjelang persalinan di usia janin 37 minggu, wajar jika Bunda merasa cemas. Sebab, makin ada banyak hal yang harus dipikirkan, dari proses lahiran hingga kesiapan diri.
Kecemasan bisa makin terasa karena kontraksi palsu atau belum jelasnya waktu persalinan. Perubahan hormon juga bisa memengaruhi suasana hati. Bunda mungkin merasa senang, lalu tiba-tiba cemas atau mudah marah.
Di fase ini, dukungan pasangan dan keluarga sangat penting. Lingkungan yang nyaman dan komunikasi terbuka bisa bantu Bunda merasa lebih tenang.
Hal-Hal yang Perlu Disiapkan Jelang Melahirkan
Janin 37 minggu bisa lahir kapan saja. Jadi, Bunda perlu mempersiapkan berbagai hal agar proses persalinan berjalan lancar. Berikut adalah panduan lengkapnya:
1. Teruskan Cek Kandungan Sesuai Rekomendasi Dokter
Pemeriksaan rutin selama trimester ketiga sangat krusial dan tidak boleh dilewatkan. Dokter akan memantau secara ketat kondisi Bunda serta tumbuh kembang janin menjelang persalinan.
Tes yang biasanya dilakukan menjelang persalinan meliputi USG, Cardiotocography (CTG), dan pemeriksaan serviks. Langkah ini penting untuk memantau detak jantung bayi serta kontraksi rahim secara akurat dan terukur.
Tes tekanan darah juga wajib dilakukan untuk mendeteksi preeklampsia. Kondisi ini harus diantisipasi sejak dini agar tidak membahayakan Bunda dan bayi.
2. Lanjutkan Konsumsi Zat Besi & DHA
Pada trimester kedua hingga ketiga, volume darah meningkat sekitar 35%. Ini berarti kebutuhan zat besi juga meningkat hingga 450 mg untuk memproduksi sel darah merah.
Zat besi sangat penting agar oksigen dapat diangkut optimal ke janin. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia yang membahayakan proses persalinan.
Selain zat besi, DHA sangat diperlukan untuk perkembangan otak dan mata janin terutama pada trimester ketiga.
Untuk memenuhi kebutuhan ini, Bunda bisa mengonsumsi makanan sehat dan nutrisi pendukung seperti SGM Bunda High-Iron, susu untuk ibu hamil dan menyusui yang tinggi zat besi & asam folat, juga diperkaya DHA, minyak ikan tuna, sekaligus sumber protein. Dukung nutrisi lengkap mengoptimalkan pertumbuhan & perkembangan janin, lezatnya tidak bikin mual.
Baca Juga: 6 Nutrisi Penting untuk Tumbuh Kembang Janin
3. Persiapan Mental
Persiapan mental sangat penting jelang melahirkan. Cek dan ricek tas bersalin secara berkala agar perlengkapan seperti pakaian bayi dan alat mandi sudah lengkap.
Letakkan tas bersalin di tempat yang mudah dijangkau, seperti di mobil atau dekat pintu keluar rumah. Ini memudahkan akses saat tiba waktunya berangkat ke rumah sakit.
4. Persiapan Fisik Menjelang Hari Persalinan
Latihan pernapasan serta olahraga ringan seperti berjalan kaki, senam hamil atau yoga prenatal dapat menjaga kebugaran tubuh Bunda. Posisi tidur yang nyaman juga mendukung kualitas istirahat.
Namun, hindari aktivitas berat dan berdiri terlalu lama. Ini penting demi keselamatan janin dan menghindari kontraksi prematur.
5. Dukungan dari Pasangan dan Keluarga
Peran pasangan sangat vital dalam memberikan dukungan emosional selama masa kehamilan. Kehadiran dan komunikasi terbuka membantu mengurangi kecemasan Bunda.
Minta juga bantuan anggota keluarga untuk menjaga rumah dan mengurus hal-hal lain agar Bunda bisa fokus pada persiapan persalinan.
6. Siap-Siap ke Rumah Sakit
Frekuensi kontraksi yang teratur dan semakin intens menandakan Bunda memasuki fase persalinan aktif. Kontraksi umumnya muncul setiap 5 menit sekali dan bertahan selama sekitar 1 menit.
Segera pergi ke rumah sakit apabila kontraksi muncul secara teratur setiap 5 menit dan berlangsung selama satu jam. Pecah ketuban atau perdarahan juga merupakan tanda harus langsung berobat.
Persiapkan kendaraan dan rute tercepat menuju rumah sakit agar tidak terlambat mendapatkan penanganan medis.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Memahami gejala yang perlu diwaspadai menjelang persalinan sangat penting agar Bunda dapat segera mengambil tindakan medis yang tepat. Berikut ini beberapa tanda yang tidak boleh diabaikan.
1. Pecah Ketuban Dini
Pecah ketuban adalah salah satu tanda awal persalinan yang biasanya disertai keluarnya cairan bening dari vagina.
Jika ketuban pecah dini, sebaiknya Bunda segera ke rumah sakit agar bisa segera ditangani oleh tenaga medis.
2. Perdarahan
Perdarahan vagina yang terjadi sebelum persalinan merupakan tanda masalah serius seperti plasenta previa atau solusio plasenta yang harus segera mendapat penanganan medis.
Selain itu, penurunan gerakan janin dalam kandungan juga perlu diwaspadai.
Jika Bunda merasakan pergerakan bayi berkurang drastis, segera konsultasikan dengan dokter untuk memastikan kondisi janin.
3. Lendir Bercampur Darah
Keluarnya lendir bercampur darah, yang dikenal dengan istilah show, merupakan tanda serviks mulai membuka dan tubuh bersiap untuk persalinan.
Namun, jika darah yang keluar terlalu banyak, ini bisa menjadi sinyal komplikasi. Perhatikan intensitas dan warna darah pada lendir tersebut.
Segera hubungi tenaga medis jika pendarahan semakin banyak atau disertai rasa sakit hebat di perut.
Yuk, Bunda! Ikuti terus perkembangan janin 37 minggu dan persiapkan diri menyambut kelahiran si Kecil dengan percaya diri.
Agar siap menyambut si Kecil, daftar jadi member Klub Generasi Maju sekarang untuk dapatkan akses gratis ke ratusan artikel parenting yang terverifikasi ahli, fitur pendukung tumbuh kembang anak, hingga konsultasi 24 jam bersama para ahli. Dengan jadi member, Bunda juga berkesempatan dapat hadiah menarik dari setiap pembelian produk SGM!