Untuk menambah darah ibu hamil dan membantu mencegah anemia, konsumsi makanan bergizi seperti daging tanpa lemak, ikan, telur, sayuran hijau, kacang-kacangan, biji-bijian, susu, serta buah-buahan kaya vitamin C. Kombinasi zat besi dari sumber hewani dengan vitamin C dapat membantu penyerapan nutrisi lebih optimal, sementara konsumsi teh atau kopi sebaiknya dihindari berdekatan dengan waktu makan agar manfaat zat besi bagi ibu hamil tetap maksimal.
Kenapa Ibu Hamil Perlu Makanan Penambah Darah?
Ibu hamil perlu mengonsumsi makanan penambah darah (terutama zat besi, asam folat, vitamin B12) untuk mencegah anemia, mendukung pertumbuhan janin, menurunkan risiko kelahiran prematur dan berat badan lahir rendah, serta membantu mengurangi risiko komplikasi serius, termasuk pendarahan saat persalinan.
Menurut WHO, seorang ibu hamil dikatakan anemia jika kadar Hb-nya di bawah 11 g/dL. Akan tetapi, tiap trimester punya standar yang berbeda, yaitu:
|
Usia kehamilan
|
Target Minimal Hb Normal
|
|
Trimester 1
|
11 g/dL
|
|
Trimester 2
|
10,5 g/dL
|
|
Trimester 3
|
11 g/dL
|
Kekurangan zat besi, vitamin B12, dan asam folat adalah penyebab anemia pada ibu hamil yang paling umum. Anemia saat hamil dapat menimbulkan gejala seperti pusing, lemah, letih, lesu, dan pucat.
Sebagai salah satu langkah skrining awal, Bunda bisa cek seberapa besar risiko Bunda memiliki anemia selama kehamilan menggunakan Kalkulator Zat Besi secara gratis!
Baca Juga: Daftar Kebutuhan Nutrisi Ibu Hamil dan Cara Memenuhinya
Makanan Penambah Darah untuk Ibu Hamil
Makanan penambah Hb ibu hamil biasanya tinggi zat besi, asam folat, vitamin B12, dan vitamin C, seperti:
1. Daging Merah
Selain sumber protein, daging merah adalah salah satu makanan mengandung zat besi yang paling tinggi, terutama yang rendah lemak.
Jenis zat besi yang ada di daging merah adalah zat besi heme, yang jauh lebih mudah diserap dibandingkan zat besi non-heme dari produk nabati.
Makan daging merah bisa jadi salah satu cara menaikkan Hb pada ibu hamil yang anemia ringan hingga sedang.
2. Hati Sapi atau Hati Ayam
Hati sapi dan ayam juga salah satu makanan penambah darah untuk ibu hamil karena tinggi kandungan zat besi, folat, dan vitamin B12. Ketiganya adalah nutrisi yang dibutuhkan untuk pembentukan sel darah merah.
Meski tinggi zat besi, konsumsinya pada ibu hamil perlu diperhatikan benar-benar dan dibatasi. Sebab, hati ayam atau sapi termasuk makanan yang tinggi vitamin A.
Sebuah penelitian di jurnal Cureus (2023) menyebutkan, konsumsi vitamin A terlalu banyak saat hamil dapat meningkatkan risiko cacat janin. Cukup konsumsi 1-2 kali/minggu atau sesuai saran dokter, ya, Bun.
3. Daging Ayam
Selain daging merah, daging ayam juga jadi salah satu sumber zat besi heme yang praktis dan mudah diolah. Ada juga vitamin B12 yang dapat membantu Bunda mencegah anemia.
Pastikan Bunda mengolah ayam hingga benar-benar matang, ya, untuk mencegah risiko keracunan. Usahakan juga untuk selalu memilih ayam tanpa kulit agar kandungan lemaknya tidak terlalu tinggi.
4. Ikan Tongkol, Salmon, dan Tuna
Makanan penambah Hb ibu hamil juga dapat ditemukan dari berbagai macam jenis ikan, seperti ikan tongkol, salmon, dan tuna.
Bukan cuma zat besi, berbagai jenis ikan laut juga cocok jadi makanan yang direkomendasikan untuk ibu hamil karena tinggi asam lemak omega-3.
Salah satu manfaat omega-3 untuk ibu hamil adalah membantu perkembangan otak janin.
5. Kerang dan Tiram
Seperti juga jenis protein hewani lainnya, kerang dan tiram tinggi kandungan zat besi dan vitamin B12. Itu sebabnya, keduanya sama-sama bagus dijadikan makanan penambah darah untuk ibu hamil.
Namun, selama hamil, pastikan Bunda hanya makan kerang atau tiram yang dimasak sampai matang demi keamanan janin, ya.
Baca Juga: Kebutuhan DHA Ibu Hamil Tiap Trimester, Manfaat, dan Sumbernya
6. Bayam & Sayuran Hijau
Bayam dan sayuran hijau lainnya juga dikenal sebagai salah satu sayuran yang bagus untuk ibu hamil karena tinggi kandungan zat besi non-heme.
Di samping zat besi, sayuran berdaun hijau gelap seperti bayam juga tinggi vitamin C. Vitamin C inilah yang dapat membantu penyerapan zat besi di dalam tubuh.
7. Brokoli
Bunda juga bisa rutin makan brokoli sebagai salah satu cara menaikkan Hb ibu hamil. Brokoli tinggi kandungan zat besi, asam folat, dan vitamin C.
Ditambah lagi, brokoli termasuk makanan yang tinggi serat sehingga bisa sekaligus membantu mencegah sembelit pada ibu hamil.
8. Kacang Merah & Kacang Hijau
Kacang-kacangan, seperti kacang merah dan kacang hijau juga mengandung vitamin yang dibutuhkan ibu hamil, seperti zat besi dan folat.
Selain itu, kacang merah dan kacang hijau bisa jadi salah satu sumber protein sekaligus makanan penambah darah untuk ibu hamil yang menjalani pola makan vegetarian atau vegan.
9. Kacang Kedelai dan Olahannya
Kacang kedelai dan berbagai olahannya juga termasuk salah satu makanan penambah Hb ibu hamil. Ini karena kedelai punya kandungan vitamin B12 yang cukup tinggi.
Untuk ibu hamil yang vegetarian atau vegan, produk kedelai dan olahannya juga bisa menjadi sumber protein yang baik.
10. Kacang Arab (Chickpeas)
Chickpeas atau kacang arab adalah salah satu sumber asam folat yang bagus. Bukan cuma membantu mengatasi anemia, manfaat asam folat untuk ibu hamil juga sekaligus meminimalisir risiko cacat tabung saraf.
Kacang arab juga mengandung protein dan zat besi yang menjadikannya pilihan bagus untuk makanan penambah Hb ibu hamil.
Baca Juga: Kebutuhan Asam Folat Ibu Hamil Tiap Trimester & Tips Penuhinya
11. Biji Wijen (Sesame Seed)
Biji wijen adalah salah satu makanan penambah darah untuk ibu hamil karena kandungan zat besinya yang tinggi.
Bunda bisa menambahkan biji wijen ke setiap masakan yang sesuai, seperti bubur, tumis sayuran, ataupun smoothies sesuai dengan selera.
12. Telur
Makanan yang mengandung zat besi selanjutnya, yang bisa jadi salah satu cara menaikkan Hb ibu hamil adalah telur.
Telur termasuk salah satu sumber protein yang tinggi zat besi dan asam folat. Itu sebabnya, makan telur secara rutin bisa membantu meningkatkan produksi sel darah merah.
Namun, pastikan Bunda hanya makan telur yang dimasak matang untuk menghindari risiko infeksi bakteri dan keracunan makanan ya, Bun.
13. Jambu Biji Merah
Jambu biji merah adalah salah satu buah penambah darah terbaik saat hamil karena tinggi kandungan vitamin C yang dibutuhkan tubuh untuk menyerap zat besi. Ketika penyerapan optimal, kebutuhan zat besi pun lebih mudah dipenuhi.
Bahkan sebuah studi dalam International Journal of Research in Medical Sciences (2020), menyebutkan pemberian jus jambu biji merah asli selama 2 minggu berturut-turut bisa menambah Hb ibu hamil.
Baca Juga: 15 Buah untuk Ibu Hamil yang Aman Dikonsumsi di Trimester 1-3
14. Jeruk dan Lemon
Sama seperti jambu biji, buah-buahan yang berasal dari kelompok citrus, seperti lemon dan jeruk juga bisa jadi makanan penambah darah untuk ibu hamil.
Ini karena buah ini tinggi akan vitamin C yang dapat membantu penyerapan zat besi. Selain itu, jeruk dan lemon juga termasuk makanan tinggi asam folat yang bisa mencegah dan mengatasi anemia karena kekurangan folat.
15. Kurma
Kurma adalah salah satu makanan yang tinggi zat besi. Itu sebabnya, Bunda juga direkomendasikan mengonsumsi kurma untuk menaikkan Hb.
Penelitian dalam Journal of Pharmaceutical and Sciences (2025) juga mendukung pemberian kurma sebagai salah satu makanan penambah Hb ibu hamil.
Kandungan kalorinya juga bisa membantu Bunda, terutama ketika mengalami gejala anemia, seperti lemas dan lesu.
Kapan Ibu Hamil Perlu Suplemen Penambah Darah?
Kebutuhan zat besi saat hamil adalah 27 mg per hari. Umumnya, Bunda masih dapat memenuhinya dari makanan penambah darah untuk ibu hamil.
Selain itu, susu tinggi vitamin C, folat, dan zat besi, seperti SGM Bunda High-Iron juga dapat membantu menaikkan Hb ibu hamil. Namun, dokter tetap dapat merekomendasikan suplemen zat besi, jika:
- Mengalami anemia (Hb kurang dari 10 g/dL)
- Bumil memiliki pola makan vegetarian atau vegan
- Memiliki riwayat anemia sebelum hamil
- Kehamilan kembar
Meski begitu, apa pun hasilnya, konsumsi suplemen apa pun, termasuk zat besi harus sesuai dengan anjuran dokter, ya, Bun.
Baca Juga: Cara Memilih Susu yang Mengandung Zat Besi untuk Ibu Hamil
Kapan Harus ke Dokter?
Anemia pada ibu hamil termasuk kondisi yang sangat umum terjadi. Meski demikian, bukan berarti kondisi ini bisa diabaikan. Bahaya anemia saat hamil yang tidak ditangani bisa meningkatkan risiko komplikasi kehamilan.
Pastikan Bunda melakukan pemeriksaan kehamilan rutin untuk mencegah dan mengatasi anemia sedini mungkin. Selain itu, Bunda perlu segera ke dokter meski belum jadwalnya bila mengalami:
- Pusing berat
- Pingsan
- Sesak napas
- Kesulitan menaikkan Hb meski sudah makan makanan penambah Hb ibu hamil
- Sangat lemas sehingga sulit beraktivitas
- Jantung berdebar kencang
Daftar dan bergabung jadi member Klub Generasi Maju yuk, Bun, untuk mendapatkan akses ke ratusan artikel kehamilan dan parenting yang terverifikasi ahli secara gratis. Bunda juga bisa menggunakan fitur pendukung tumbuh kembang anak, hingga konsultasi 24 jam bersama para ahli.